D’Sultan Stable : Tempat Berlatih Memanah dan Berkuda di Palembang

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (HR Bukhari Muslim).

Sejak beberapa tahun terakhir, memanah memang semakin banyak penggemarnya. Aku rasa semua itu bukan hanya karena anjuran yang tertuang dalam hadis Rasulullah saja, ada pula yang tertarik memanah karena sosok Katniss Everdeen dari film The Hunger Games.

Keinginan untuk mencari tempat untuk kegiatan anak yang mungkin bisa membuat anak mengenal alam dan belajar membawaku ke D’Sultan Stable. Ada kudanya bisa dinaiki, bisa berlatih panahan juga. Sesimpel itu saja alasanku.

Sabtu pagi, seperti biasa rombongan sirkus alias aku, bojo, dan Mahira menuju D’Sultan Stable di Jalan Pagar Dewa. Mudah saja tempat ini dicari karena di Google Maps sudah ada. Walaupun begitu, sempat ragu karena jalan masuk masih tanah dan seperti hanya lahan kosong saja. Sangat tidak dianjurkan ke tempat ini setelah hujan karena jalan tanah rawan licin dan membuat roda mobil terperosok.

Mendekati area D’Sultan Stable, kami disodorkan pemandangan kuda yang sedang merumput alias makan di lahan lapang. D’Sultan Stable ini sepertinya memang menjadi lokasi untuk komunitas yang menggeluti panahan dan berkuda di Palembang. Terdapat bangunan kecil yang sebenarnya lokasi kandang para kuda. Ada 4 kuda yang dimiliki D’Sultan Stable : Audi, Al-Adiyat, Sabili, dan Pinto.

Saat kami datang, memang waktunya kuda-kuda tersebut ‘dipanasi’ alias keluar kandang sekaligus untuk makan. Terdapat area tempat duduk di dekat kandang kuda. D’Sultan Stable juga menjual minuman dingin. Di dalam area bangunan, dekat kandang kuda, ada lokasi untuk latihan panahan. Sayangnya, saat kami datang pelatihnya belum ada. kami pun tak bisa mencoba panahan.

Awalnya aku ingin mengajak anak naik kuda. Ketika Mahira ditanya, ia bilang mau. Tapi menonton kuda makan dulu dari jauh. Setelah 15 menit ditanya lagi dia baru berdiri dan lari ke arah kuda.

Petugas pun menyiapkan kuda yang mau diajak keliling area. Untuk weekend, biaya keliling area (gak luas amat sih) sekitar Rp 50.000.- untuk 2 putaran. Kuda harus dipasangi pelana dan disisir terlebih dahulu. Kita pun diperkenankan naik ke kuda dengan tangga. Sayangnya, baru semeter, Mahira udah minta turun. Yaudah, aku deh yang naik. Oh iya, kuda yang aku tunggangi tadi namanya Audi dan bukan kuda lokal, jadi agak besar menurut petugasnya. Ada kuda pacu lain yang lebih besar.

Petugas D’Sultan akan memegangi dan menemani selama kita berkeliling dengan kuda. Oh iya, waktu aku tanya sebelumnya boleh ga naik ibu dan anak, dijawab ga boleh. Harus satu-satu. Ya iyalah, kasian juga kudanya kalau keberatan.

Di salah satu sudut bangunan, dipasang foto yang menampilkan audensi D’Sultan Stable untuk menjadi obyek wisata baru di Palembang. Hmmm, kalau aku sendiri sih merasanya ada potensi menjadi wisata edukatif. Tapi mungkin paketnya tak hanya berkuda dan memanah. Lahan yang tampak luas mungkin bisa dimanfaatkan sebagai kebun buah sekalian. area masih kurang luas, jalan masuk pun ada baiknya lebih diperbaiki.

Kalaupun ada rombongan yang mau datang ke tempat ini, apalagi keluarga dan bawa anak, aku sarankan tidak lebih dari 15 orang sih karena tempatnya kecil. Untuk parkir juga tak terlalu luas.

D’Sultan Stable menjual minuman dingin. Tak sempat bertanya juga apakah jual makanan, karena kebetulan datang kondisi kenyang. Tapi ada baiknya bawa bekal makanan sendiri.

Kalau ditanya recommended gak untuk didatangi? Selama ekspektasi tak terlalu tinggi, tak terlalu lama juga rencana main, masih lumayan lah untuk anak melihat kuda. Kalau memang mau serius berlatih sih, memang sepertinya tempat ini yang paling bisa aku rekomendasikan. Oh iya, kayaknya kalau mau pre-wedding pakai kuda bisa juga deh di tempat ini. Lumayan cocok untuk foto pre-wedding.

D’Sultan Stable

Jl. Karya Baru, Karya Baru, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961

Instagram : https://www.instagram.com/dsultan_stable/

Maps :

Mencicip Kuliner Soto Mie Khas Bogor di Kedai Kong Piet Palembang

Apa yang kamu ingat tentang kota Bogor? Talas Bogor yang identik sebagai ejekan bagi betis besar? Walikota yang lumayan ganteng? Riweuhnya lalu lintas masa lalu karena angkot yang merajalela? Asrinya Bogor yang memiliki Kebun Raya? Atau…makanannya yang enak-enak?

Tak terlalu banyak kesempatanku untuk menyambangi kota Bogor. Lupa berapa kali, namun rasanya sih masih dalam hitungan jari. Walaupun begitu, main ke Bogor tak mungkin sekedar main saja. Pasti ada kesempatan untuk mencicip kuliner khas Bogor. Salah satu yang terkenal adalah Soto Mie khas Bogor.

Soto Mie, dari namanya saja ketahuan bahwa ini adalah hidangan berkuah dengan kaldu layaknya soto pada umumnya. Namun, jika beberapa soto menggunakan soun untuk isian dalam soto, soto mie menggunakan mie kuning, walau ada juga yang mencampur dengan soun. Selain itu, isi di dalam semangkuk soto mie ada irisan kentang rebus, tomat, telur ayam rebus, urat kaki sapi, daging sapi, dan risoles.

Sebagai perantauan di Palembang, aku terkadang merindukan kuliner Indonesia lain. Harus diakui, akses untuk mencicipi aneka kuliner di Indonesia termasuk susah jika di Palembang. Selain Nasi Padang yang memang rasanya default hampir di tiap kota ada, kuliner daerah lain agak susah didapat di kota ini. Apalagi, dengan lebih maraknya restoran yang menawarkan hidangan ala western.

Beruntungnya, masih ada orang yang berani membuka usaha kuliner Indonesia. Daaaaaaaaaaaan, baru-baru ini aku bisa mencicipi kembali Soto Mie khas Bogor di Palembang, tepatnya di Kedai Kong Piet yang baru buka di bulan Oktober 2018 ini.

Di malam Minggu, saat gerimis syahdu sisa hujan sore masih mengguyur Palembang, aku dan rombongan sirkus pun bergerilya mendatangi Kedai Kong Piet. Malam minggu dan gerimis, kombinasi tepat untuk mencari kehangatan.

Tujuanku sudah jelas, memesan Soto Mie khas Bogor. Selain Soto Mie, ada pula Soto Campur khas Bogor yang kuahnya agak bersantan, Soto Daging, dan Soto Ayam. Untuk makanan berat lain, ada Kwetiaw, Mie, Bihun Goreng, Nasi Goreng, Kwetiaw Kuah, dan Indomie. Kedai Kong Piet juga menawarkan aneka snacks mulai dari roti goreng, roti bakar, pisang goreng, dll. Untuk minumnya sendiri, ada kopi dan teh serta juice buah.

Kami memesan Soto Mie khas Bogor, Bihun Goreng Seafood, Nasi Putih, Telor Dadar, Teh Tarik, dan Teh Susu. Tidak terlalu banyak, wong cuma bertiga.

Tak perlu menunggu lama, minuman teh tarik dan teh susu datang duluan. Teh susu sangat berasa susu dan rasa manisnya. Sementara itu, teh tarik seperti pada umumnya, terdapat busa-busa di atasnya dengan rasa manis-manis pahit.

Setelah itu, satu per satu pesanan makanan keluar dimulai dari Soto Mie khas Bogor. Untuk rasa, rasanya dingin-dingin udara luar menjadi lebih hangat berkat Soto Mie. Banyak potongan daging dan kikil yang ada di dalam semangkuk Soto Mie ini. Tambahan nasi putih diperlukan agar terasa lebih mengenyangkan. Harga seporsi Soto Mie adalah 25 ribu rupiah.

Bihun Goreng Seafood keluar lengkap dengan potongan cumi dan udang serta sayuran di atasnya.  Sayangnya, pendamping yang disediakan hanya pangsit goreng, padahal makan bihun, kwetiaw, mie, atau nasi goreng, enaknya ditemani krupuk udang atau krupuk lainnya. Semoga saja nanti ditambah aneka krupuk.  Untuk tambahan telor dadar, agak sedikit asin rasanya. Harga seportsi Bihun Goreng Seafood adalah 23 ribu rupiah.

Ketika mencicipi makanan, tentu dong, aku posting di Instagram atau IG Story. Langsung deh ada temen kantor yang nanya dan kurekomendasikan. Eh, begitu dia nyoba, aku dibawain Risoles Amerika. Risoles dengan isian daging tipis / smoked beef, keju, dan telur. Gak sempat kufoto, tapi enak juga dan langsung habis 2 karena ternyata anak gak terlalu suka snack model ini. Hehehe, untung di aku.

Anyway, aku setuju sama tagline Kedai Kong Piet, Spesialis Kopi dan Soto Khas Bogor. Untuk Soto Khas Bogornya, berhubung belum ada saingan lain di Palembang, memang Kedai Kong Piet pantas untuk jadi pilihan. Oh iya, tempat makan ini buka mulai dari jam 8 pagi, jadi kalau siang-siang panas pengen yang berkuah segar seperti Soto Mie, bisa jadi pilihan sebagai menu makan siang. Kalau mau lihat instagramnya bisa di cek di @KedaiKongPiet

Kedai Kong Piet

Jalan Dr. M. Isa No.933 (jejeran ruko variasi mobil)

Transportasi Pilihan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Sumatera Selatan, khususnya Palembang bisa dibilang daerah yang kini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan. Apalagi, sejak ada Asian Games 2018 dan adanya LRT pertama di Indonesia, daya tarik dari Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang semakin meningkat. Tak hanya urusan melihat Jembatan Ampera atau makan pempek asli saja.

Sebenarnya, Palembang tak hanya dikunjungi oleh wisatawan yang benar-benar datang untuk berlibur. Tak sedikit orang datang ke Palembang karena menghadiri acara pernikahan atau tugas kantor alias business trip. Beberapa perusahaan besar memiliki cabang di Palembang atau daerah lain di Sumatera Selatan.

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang merupakan salah satu pintu masuk menuju provinsi Sumatera Selatan. Tak hanya penerbangan domestik saja, bandara ini juga melayani penerbangan internasional.

Beberapa teman yang pernah mengunjungi Palembang tak jarang bertanya kepada saya, “kalau dari bandara Palembang mau ke ‘tempat tujuan’ naik apa enaknya?”. Kalau tak ada halangan dan mereka mau saya jemput sih bakal saya jemput dan antar ke tempat tujuan. Tapi ada juga teman yang datang secara rombongan dan memilih naik transportasi yang ada saja, daripada merepotkan katanya.

Nah, untuk memudahkan teman-teman lain yang mungkin akan berkunjung ke Palembang dengan pesawat dan landing di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, berikut transportasi yang bisa dipilih dari bandara menuju tempat tujuan.

Bus

Untuk melanjutkan perjalanan ke kota Palembang, kita juga bisa menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) TRANS MUSI. Namun, kalau model BRT seperti ini kita harus turun di halte-halte yang dilaluinya. Untuk rute Trans Musi dari Bandara SMB II adalah rute pada koridor 5 yaitu Bandara – Alang-Alang Lebar.

Kalau misalnya kita tidak ingin menuju Alang-Alang Lebar, tentunya kita bisa turun di halte tertentu untuk transit dan berganti rute Trans Musi menuju tempat tujuan. Untuk melihat rute Trans Musi dan jadwal keberangkatan, kita bisa menggunakan aplikasi Moovit yang tersedia di AppStore maupun PlayStore.

Pastikan kita tahu halte TransMusi yang paling dekat dengan tempat tujuan, lalu kita bisa memilih rute / koridor yang harus dilewati atau halte transit yang harus didatangi. Ongkos yang harus dikeluarkan untuk perjalanan dengan TransMusi adalah Rp 5.000,-.

Mobil Elf

Prabumulih adalah salah satu kotamadya lain di Sumatera Selatan yang juga kerap dikunjungi (karena ada beberapa perusahaan migas di dekatnya). Untuk memudahkan orang-orang yang berpergian ke Prabumulih, terdapat DAMRI yang melayani rute Bandara SMB II menuju kota Prabumulih dengan armada Elf. Tiket yang dijual seharga Rp 75.000,-. Jadwal keberangkatan DAMRI dari Bandara SMB II ke Prabumuli adalah pukul 07.00 WIB, 09.00 WIB, 11.00 WIB, 14.00 WIB.

Jika membutuhkan informasi terkait DAMRI Bandara SMB-Prabumulih bisa mengontak nomor 0812 7574 4405 atau (0711) 385002. Calon penumpang juga bisa datang langsung ke Area Kedatangan domestik Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

 

 

Taksi

Taksi di Bandara SMB II secara garis besar terbagi menjadi 2, tak resmi dan resmi. Untuk taksi-taksi tak resmi alias taksi gelap, sebenarnya bisa dicirikan dengan bapak-bapak yang telah menunggu calon pelanggan yang datang di area terminal kedatangan. Tarifnya pun harus nego.

Saya pernah menggunakan jasa taksi non resmi ini. Dari bandara menuju rumah saya yang jaraknya sekitar 15 km, dipatok harga 100 ribu. Agak masuk akal mengingat waktu berangkat saya pakai taksi ‘burung biru’ juga kena sekitar 90 ribu.

Sebelum keluar dari Terminal Kedatangan, kita juga bisa mendatangi stand jasa layanan taksi resmi yang telah beroperasi di Bandara SMB II. Ada 3 jasa layanan taksi bandara resmi yaitu BlueBird, STARCAB, dan Primkopau & Balido.

Ketiganya memiliki kesamaan yaitu dikenai jasa buka pintu yang harus dibayar tunai di stand sebesar Rp 7.000,-. Selanjutnya, dikenai tarif argo per kilo. Armada taksi Blue bird yang telah beroperasi di Palembang adalah sedan Vios dan Avanza baru. Begitu pula Starcab, taksi berlogo kuning ini juga menggunakan armada mobil Avanza. Jika ingin mencoba mobil yang berbeda, bisa memilih taksi Primkopau yang kini menggunakan mobil Wuling sebagai armadanya.

Baca juga : Mau Keliling Palembang, Pake Blue Bird Aja

Beberapa teman pernah mengatakan ada taksi bandara yang nakal alias argonya kuda, suka loncat-loncat jadi berasa mahal banget. Cuma selama ini saya belum pernah dapat pengalaman buruk memakain berbagai armada taksi di bandara.

Kalau taksi online atau ojek online di Bandara SMB II sendiri, berdasarkan cerita dari driver taksi online yang mengantar saya ke bandara, belum masuk dan agak susah bersaing dengan armada taksi gelap yang telah ada. Namun, driver Grab pernah cerita bahwa selama Asian Games 2018 lalu mereka diperkenankan beroperasi di Bandara mengingat Grab adalah salah satu sponsor utama event itu. Tapi, sekarang saya belum tahu kondisi pastinya. 😀

 

LRT / Light Rail Transit

Inilah moda transportasi yang paling baru dan dibanggakan di Palembang. Hehehe. Iya, Palembang sudah punya LRT dan salah satu stasiun LRT ada di Bandara SMB II. Ada 13 stasiun LRT yang telah beroperasi pada tahun 2018 ini. Begitu keluar dari pintu kedatangan, kita bisa jalan kea rah Skybridge yang menghubungkan bandara dengan stasiun LRT. Tarif sekali naik LRT dari dan ke stasiun bandara hanya Rp 10.000, -. Kita bisa turun di stasiun yang paling dekat dengan tempat tujuan.

Bagi pecinta transportasi online, sebenarnya BRT Trans Musi atau LRT bisa menjadi alternatif solusi ‘ke luar’ dari Bandara dan mencari transportasi online. Hal ini lah yang biasa dilakukan beberapa teman. Walaupun LRT ini tidak lewat daerah rumah saya, tapi beberapa teman bilang adanya LRT membantu mereka untuk menghemat ongkos. Mereka akan turun di stasiun yang paling pas untuk melanjutkan perjalanan ke rumah dengan ojek online.

Baca juga : Menjajal Naik LRT Pertama di Indonesia, Apa Rasanya?


Nah, demikian transportasi yang bisa dicoba atau dipilih kalau berkunjung di Palembang via Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Mau keliling kota Palembang sama saya? Boleh juga kok 😀

 

 

 

Indoor Playground : Kidzoona Palembang Icon

Anak-anak tentu suka sekali bermain. Begitu pula dengan Maheera. Dia senang sekali bermain baik di rumah, maupun area luar rumah seperti taman atau playground.

Urusan main di playground, khususnya indoor playground, gak cuma Maheera doang yang suka. Aku sama ayahnya Maheera pun suka main di sana. Berasa senang aja tempat mainnya, walaupun….harus diakui kadang kita berakhir dengan pegel-pegel ngejarin anak yang lari terus. Umur ga bisa bohong, kadang kami gantian tersungkur lemas sementara si anak masih aktif aja lompat ke sana kemari.

Sesekali memang kami membawa Maheera ke indoor playground yang umumnya ada di dalam mall. Ya, biar dia juga bisa berinteraksi dengan teman-teman seumurannya. Sekalian selingan karena bisa saja bosan dengan permainan di rumah.

Kidzoona pertama di Sumatera. Sudah dibuka di Palembang

Baru-baru ini, di Palembang ada indoor playground yang baru dibuka, Kidzoona. Untuk teman-teman di Jawa, mungkin Kidzoona sudah terbilang ada cukup lama dan tentu jadi pilihan juga buat keluarga. Jujur, aku sempat sirik dengan teman-teman yang kadang bawa anaknya main di Kidzoona. Soalnya kayaknya tempatnya asyik dan lengkap banget. Di Palembang sendiri ada yang mirip konsepnya, tapi tetap aja beda.

Baca juga : Asyiknya Bermain Bersama Anak di Hugo City Palembang

Di Palembang sendiri, ‘invasi’ Kidzoona langsung menyerang 2 sisi kota Palembang. Bagian ilir diwakili dengan bukanya Kidzoona di Palembang Icon lantai 2. Sementara di bagian ulu Palembang, ada Kidzoona di OPI Mall, yang memang mall terbesar di daerah tersebut.

Nah, tanggal 6 Oktober kemarin, Maheera sempat main di Kidzoona Palembang Icon.

Sekilas tentang Kidzoona

Kidzoona merupakan bagian dari AEON Fantasy. AEON Fantasy berupaya untuk membuat anak-anak tersenyum dan bahagia melalui permainan yang diciptakan. Melalui permainan dan aktivitas, AEON Fantasy ingin anak-anak bisa tumbuh dengan sehat dan menciptakan masa depan yang cerah. Mereka percaya bahwa senyum anak-anak adalah keajaiban yang membuat dunia ceria.

AEON Fantasy telah hadir di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Indonesia, China, Malaysia, Thailand, Philippine, Vietnam, dan Kamboja. Di Indonesia sendiri, AEON Fantasy hadir dengan indoor playground yaitu Fanpekka dan Kidzoona. Kidzoona telah ada di kota Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Dengan misi Family, Fun and Safety, Kidzoona berniat untuk membuat dan memelihara pusat edutainment yang bersifat mendidik sekaligus menghibur. Kidzoona cocok untuk anak-anak dan keluarga bermain di lingkkungan yang aman dan menyenangkan.

Kidzoona Palembang Icon

Maheera kebetulan datang pagi-pagi sekali saat ke Palembang Icon. Sekitar pukul 10.00 pagi, saat mall baru buka banget. Saat itu, ya dia jadi yang pertama datang dan berasa banget itu Kidzoonanya kayak milik pribadi.

Untuk masuk ke Kidzoona, kita harus membayar terlebih dahulu. Kita bisa memilih, apakah akan membayar sejam atau lansung seharian. Biaya juga dibedakan berdasarkan hari kedatangan. Kalau hari libur atau weekend, jelas lebih mahal dibanding hari biasanya. Untuk hari libur, harga sejam di Kidzoona adalah Rp 80.000, sementara untuk seharian adalah Rp 130.000. Untuk anak 0 tahun, masih gratis main di Kidzoona, tapi bawa akte ya 😀

Enaknya Kidzoona dibanding playground lainnya di Palembang, harga yang tertera sudah termasuk 1 pendamping dewasa. Nah, kalau ada orang dewasa lain yang mau masuk, ada tambahan Rp 30.000.

Seperti indoor playground pada umumnya, ketika akan bermain kita wajib pakai kaos kaki ya. Kalau ga ada, di sana jual. Untuk orang dewasa harga kaos kakinya Rp 10.000,-.

Oh iya, ada juga sistem membership yang ditawarkan oleh Kidzoona. Caranya adalah dengan transaksi Rp 500.000, -, kita bisa langsung menjadi member. Untuk promo di Palembang mulai dari tanggal 29 September – 29 Oktober 2018, jika transaksi Rp 250.000,- sudah bisa jadi member. Ada juga promo untuk menjadi member dengan mengumpulkan stamps. Karena datang masih di tanggal promo, kami dapat 5 stamps sekaligus. Terus ada tambahan lagi 3 stamps. Pokoknya udah 8 stamps pas datang kemarin. Makin banyak stampsnya, makin banyak pula keuntungannya. Kalau 20 stamps bisa dapat free bermain 1 hari gitu.

Bermain di Kidzoona Palembang

Area permainan di Kidzoona menurut kami sih lebih variatif dan asyik. Tentunya ini menjadi saingan berat bagi indoor playground lain yang telah ada di Palembang Icon maupun OPI Mall. Tentunya harapan ke depan, kebersihan Kidzoona selalu terjaga, gak hanya pas baru buka saja.

Beberapa permainan menarik di Kidzoona adalah Air Slider (seperti perosotan balon besar), Ball pool (kolam bola) yang disenengin banget sama Maheera, Cyber Wheel, Tricycle Track, dan Toy Corner (ada area untuk bermain seperti sandplay).

Area dari Kidzoona yang juga menarik adalah Narikiri Town, kota kecil untuk anak-anak bermain peran. Anak-anak bisa menjadi polisi, sushi chef, pemadam kebakaran, dokter, dll.

Semakin siang, Kidzoona semakin ramai. Makin banyak anak-anak dan orang tua yang datang untuk berkunjung dan bermain di Kidzoona.

Bermain di Kidzoona menurutku sih menyenangkan. Maheera kerasa senyam senyum terus dan senang bisa interaksi bermain peran suka kayak masak-masakan dengan serius.

Petugas Kidzoona juga ramah dan cukup perhatian dengan anak-anak yang bermain. Pantas saja kalau banyak orang yang senang dengan Kidzoona. 😀

Kidzoona recommended banget buat anak dan keluarga. Tapi ketika bermain, tetap penuhi syarat dan ketentuan yang berlaku ya.


Kidzoona

Palembang Icon Lantai 2

Jalan POM IX Palembang

Instagram : Kidzoona Molly Fantasy

Facebook : Kidzoona Molly Fantasy

Website : Kidzoona AEON Fantasy

Sebuah Harapan dari Pulau Kemaro Palembang

Jika datang ke Palembang dengan sebuah pesawat terbang, saat akan mendarat kita bisa melihat panjangnya Sungai Musi yang membelah kota tersebut menjadi dua daerah, ulu (hulu) dan ilir (hilir). Sebenarnya, jika melihat lebih lagi, akan terlihat sebuat daratan kecil seperti pulau yang terpisah. Itulah Pulau Kemaro, sebuah delta di sungai Musi yang diapit oleh dua industri yaitu pabrik pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan Refinery Unit PT Pertamina.

Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memang memiliki banyak area yang bersejarah dan bisa dibilang lebih menonjolkan wisata budaya sebagai andalannya. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Palembang adalah Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro menjadi kerap kali menjadi lokasi yang digunakan untuk perayaan Cap Go Meh (hari kelimabelas Tahun Baru Imlek). Banyak warga yang datang ke Pulau Kemaro untuk melaksanakan ibadah. Saya pernah mendengar cerita, bahwa saat Cap Go Meh, bukan hanya warga keturunan Tionghoa saja yang datang untuk beribadah di Pulau Kemaro, tetapi juga dari kota lain di Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri.

Nama “Kemaro” sendiri berasal dari kata “Kemarau”. Jadi, pulau ini memang tak pernah tenggelam walaupun Sungai Musi sedang pasang.

Ingin ke Pulau Kemaro, Bagaimana Caranya?

Sungai Musi yang membelah kota Palembang membuat ada banyak perkampungan di tepian sungai ini. Biasanya, di setiap wilayah tertentu terdapat dermaga untuk perahu kecil / ketek yang siap mengantar penumpang.

Salah satunya adalah Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada di dekat Jembatan Ampera. Mengingat Jembatan Ampera menjadi salah satu spot wajib untuk latar foto saat berada di Palembang, tak jarang orang ingin menyusuri Palembang menggunakan ketek. Untuk mencapai Pulau Kemaro bisa dari Dermaga BKB.

Namun, banyak pula dermaga lainnya, saya memilih dermaga yang tak terlalu jauh dari rumah yaitu di sekitar Intirub (dekat Pabrik Pusri). Dermaga ini bisa dibilang yang paling dekat dengan Pulau Kemaro. Faktor tak adanya pelampung di perahu ketek sementara saya membawa anak membuat saya memilih dermaga ini dibanding yang lainnya. Saya sempat bingung karena sekarang daerah Intirub ini dipenuhi dengan peti kemas. Untungnya ada petunjuk untuk menuju penyebrangan ke Pulau Kemaro. Cerita dari petugas, akan dibangun dermaga yang lebih baik di daerah ini.

Sebenarnya, jika kita ingin datang ke Pulau Kemaro namun tidak menggunakan perahu ketek, bisa datang saat perayaan Cap Go Meh dan menyebrang dari daerah Intirub. Biasanya disediakan perahu tongkang yang dijejer menjadi jembatan penyebrangan.

Rasanya, belum ada tarif resmi berapa harga untuk ke Pulau Kemaro dari dermaga manapun. Akan terjadi tawar menawar dengan pemilik perahu ketek. Pengalaman saya baru-baru ini, pemilik perahu mengajukan Rp150.000,- dari dermaga Intirub ke Pulau Kemaro padahal bisa dikira-kira itu tak lebih dari 200 meter jaraknya. Kami pun menawar dan berakhir di Rp80.000,- untuk pulang pergi. Sempat tak ikhlas di awal, tapi pada akhirnya ya kami maklum. Mungkin penumpang di dermaga ini tak sebanyak dermaga lainnya.

Legenda Cinta dari Pulau Kemaro

Ketika memasuki komplek Pulau Kemaro, kita akan disambut dengan tulisan ‘Selamat Datang, Makmur Sejahtera’ sebuah doa yang indah bagi siapapun. Setelah berjalan sebentar, akan terlihat sebuah prasasti yang menceritakan tentang pulau ini.

Di zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Palembang. Rajanya memiliki seorang putri cantik, Siti Fatimah. Tak hanya cantik, putri ini mencerminkan seorang putri raja yang pandai bersopan santun, berperangai baik, serta memiliki tutur bahasanya yang lembut.

Suatu hari Siti Fatimah bertemu dan jatuh hati pada Tan Bun Ann, putra raja dari negeri China yang berusaha untuk berniaga di Palembang. Ketika ingin mempersunting Siti Fatimah, sang Raja memberikan persyaratan sebagai mahar yaitu sembilan guci berisi emas.

Sembilan guci dikirimkan dari negeri asal Tan Bun Ann beserta surat restu dari orang tuanya. Namun, Tan Bun Ann sangat kaget ketika mengetahui isi dari guci tersebut adalah sayur sawi busuk. Rupanya, orang tua Tan Bun Ann melapisi emas dalam guci dengan sayur sawi agar aman dari bajak laut. Sayangnya Tan Bun Ann tak mengetahuinya.

Tan Bun Ann kecewa, lalu ia membuang guci-guci tersebut ke Sungai Musi. Tak sengaja, guci terakhir pecah sebelum dibuang dan Tan Bun Ann melihat isi emas yang berhamburan. Tan Bun Ann dan pengawalnya pun berusaha mengambil kembali guci yang dibuang dengan menceburkan diri ke Sungai Musi. Namun, Tan Bun Ann tak jua kembali. Siti Fatimah yang melihatnya juga ikut menceburkan diri ke Sungai Musi. Ia pun tak kembali. Konon, setelah kejadian tersebut, muncul gundukan tanah yaitu Pulau Kemaro ini.

Ada apa di Pulau Kemaro?

Pulau Kemaro memiliki sebuah kuil di dekat dermaga. Kuil ini akan ramai saat Cap Go Meh karena digunakan sebagai tempat ibadah. Saat saya berkunjung di hari Minggu kemarin, terdapat beberapa orang yang juga beribadah di kuil ini. Namun, saat saya pulang, sudah tak tampak orang yang beribadah dan kuil juga tertutup.

Di sisi jalan kecil yang dibangun di pulau ini, terdapat beberapa warung tenda yang menjajakan makanan. Di sekitar pulau memang ada rumah-rumah penduduk. Ketika ada perayaan, yang berjualan pun tak terbatas makanan, tetapi juga baju atau pernak pernik lainnya. Ya, memang layaknya tempat wisata lain, tak jarang orang yang sedang kasmaran mengunjungi Pulau Kemaro. Apalagi pulau ini memiliki legenda cinta, mungkin banyak yang berharap cintanya abadi seperti Tan Bun Ann dan Siti Fatimah.

Selain sebuah kuil, di tengah pulau ini terdapat satu pagoda yang tinggi menjulang. Pagoda berlantai 9 ini juga dalam kondisi tertutup. Pagoda memang sengaja ditutup, namun jika ada perayaan seperti Cap Go Meh atau Festival tertentu seperti Musi Thematic Festival Kemaro Island saat Asian Games lalu, pagar pagoda ini dibuka. Wajar rasanya jika tempat suci seperti kuil dan pagoda ini dibuka terbatas, tentunya pihak pengelola tetap ingin menjaga kesucian tempat ibadah sekaligus ziarah makam (berdasarkan legenda cinta) ini.

Menghargai Perbedaan di Pulau Kemaro

Tak hanya sekali ini saya berkunjung ke Pulau Kemaro. Saya juga pernah berkunjung saat perayaan Cap Go Meh untuk melihat seperti apa Pulau Kemaro saat Cap Go Meh. Rupanya, pengunjung tak terbatas pada yang ingin beribadah saja, namun banyak masyarakat lokal Palembang yang juga ikut dalam perayaan ini. Sebuah pemandangan yang bagi saya menyenangkan, karena artinya perbedaan bukan menjadi masalah untuk menimbulkan konflik. Semua orang bersuka cita.

Mendatangi Pulau Kemaro dan melihat orang beribadah memberikan saya kesempatan bercerita kepada anak bahwa orang lain memiliki cara beribadah yang berbeda. Nama tempat dan bentuk bangunannya pun berbeda. Ketika kita melihat orang beribadah, tak seharusnya kita menganggu karena mereka sedang mengucap doa dan harapan. Sama seperti kita yang juga ingin fokus saat beribadah. Namun tak apa jika kita melihat dari jauh.

Usia anak saya memang baru lepas dari 2 tahun. Tapi saya ingin dia bisa berteman dengan siapapun dan menghargai perbedaan. Di Indonesia memang banyak perbedaan dan belakangan saya merasa unsur perbedaan lebih banyak ditonjolkan dibanding persatuan dan kesatuan seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Harapan saya, kelak dia bisa memahami ada perbedaan dan tetap bisa menghargai orang yang berbeda dengannya.

Disambut dengan ucapan Selamat Datang, Makmur Sejahtera. Selamat Jalan Terima Kasih Semoga Panjang Umur menjadi kalimat penutup saat meninggalkan pulau ini.

 

Jika berkunjung ke Palembang, jangan lupa main ke Pulau Kemaro ya. Apalagi kalau berkunjung saat perayaan Cap Go Meh, akan lebih seru. Namun, tetap hargai jika ada yang sedang beribadah ya