Sebagai perantau asal Jawa yang ada di Sumatera, kabar tentang adanya Tol Trans Sumatera tentu sangat menggembirakan bagiku. Tol ini direncanakan akan menghubungkan Palembang ke Pelabuhan Bakauheni sehingga bisa ditempuh dalam waktu 5 jam saja. Jika tanpa tol, aku pernah melakukan perjalanan dari Palembang ke Bakauheni sekitar 16 jam lebih. Begitu melelahkan. Dengan adanya tol, perjalanan saat ini menjadi lebih cepat. Tapi, tetap ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan Tol Trans Sumatera. Khususnya dari Palembang – Bakauheni ini.

Belum Beroperasi Secara Penuh

Sampai hari ini, Tol Trans Sumatera dari Palembang ke Bakauheni belum beroperasi secara penuh. Pembangunan tol ini dibagi menjadi beberapa seksi, yaitu Bakauheni – Terbanggi Besar (140,7 km), Terbanggi Besar – Kayuagung (189,2 km), dan Kayuagung – Palembang / Jakabaring (33,5 km).

Dalam peresmiannya pun dibagi menjadi beberapa kali. Untuk Bakauheni – Terbanggi Besar telah diresmikan sejak 8 Maret 2019. Lalu Terbanggi Besar – Kayuagung diresmikan pada 15 November 2019.

Gerbang Tol Kayuagung, salah satu Gerbang Perjalanan di Tol Trans Sumatera
Gerbang Tol Kayuagung, gerbang tol pertama yang dilalui dari Palembang

Sebenarnya, direncanakan ada peresmian pula dari Kayuagung – Palembang pada 17 Maret 2020 ini. Sayangnya, di Indonesia sedang ada virus Covid-19 yang membuat banyak acara harus dibatalkan, termasuk peresmian tol.

Walaupun tol dari Palembang – Bakauheni belum beroperasi secara penuh, pada momen mudik hari raya (Lebaran dan Natal & Tahun Baru), tol yang belum resmi dioperasikan dibuka selama 2 minggu. Ini untuk menunjang perjalanan para pemudik.

Di luar jadwal tersebut, kita harus masuk atau keluar di pintu tol Kayuagung jika dari / ke Palembang. Waktu tempuh Kayuagung ke Palembang sekitar 1,5 jam.

Semoga saja, urusan virus Corona ini cepat diselesaikan. Jadi urusan lain termasuk peresmian tol juga akan dilanjutkan.

Akses Keluar Tol Trans Sumatera di Bagian Sumatera Selatan Tak Banyak

Untuk di daerah Sumatera Selatan, terdapat ruas jalan tol seksi Kayuagung – Pematang Panggang yang telah beroperasi. Di antara keduanya, tidak ada akses tol keluar. Mungkin memang sudah diperhitungkan oleh pihak pengelola jalan tol.

Namun, ini perlu menjadi perhatian bagi pemudik yang akan menuju daerah diantara Kayuagung – Pematang Panggang. Bahwa, hanya bisa keluar di salah satu pintu tol tersebut sebelum menuju daerah tujuan.

Hal yang berbeda dirasakan saat memasuki seksi Pematang Panggang – Bakauheni. Dari Pematang Panggang (Simpang Pematang) – Terbanggi Besar, terdapat 5 akses pintu tol keluar. Sementara dari Terbanggi Besar – Pelabuhan Bakauheni, ada sekitar 10 akses pintu tol. Bahkan, di beberapa akses pintu tol seperti Tol Natar, Tol Kota Baru, dan Tol Lematang, bisa digunakan untuk singgah sejenak di Kota Bandar Lampung.

Rest Area Masih Terbatas

Di ruas Tol Trans Sumatera yang jadi tol terpanjang di Indonesia saat ini, telah direncanakan dibangun beberapa rest area. Sayangnya, lagi-lagi, jumlah rest area yang benar-benar beroperasi masih terbatas.

Rest area yang bagus dan nyaman dari arah Palembang ada di KM 215. Sementara dari arah Bakauheni, rest area yang paling nyaman ada di KM 234. Di rest area ini terdapat beberapa warung makan, mini market, kamar mandi, masjid, dan SPBU.

Rest Area KM 234 di Tol Trans Sumatera
Rest Area KM 234 di Tol Trans Sumatera

Warung makan menawarkan makanan rumahan, ayam goreng, ikan goreng, soto, pindang, dsb. Jangan bayangkan rest area seperti Tol Jawa yang penuh dengan resto ternama ya. Belum ada di sini.

Di waktu Lebaran 2019 lalu, memang banyak dibuka rest area dadakan dengan fasilitas warung tenda, kamar mandi portable, dan SPBU portable. Ada yang masih bertahan dengan warung-warung tenda di beberapa ruas rest area.

Rest Area yang berdiri di masa mudik, masih ada sampai sekarang
Rest Area yang berdiri di masa mudik, masih ada sampai sekarang

Walaupun kondisi saat ini masih terbatas, tapi terlihat juga pembangunan beberapa rest area. Tentunya ini untuk menunjang para pengguna tol ini.

Pembayaran dengan Uang Elektronik

Sama seperti tol di Pulau Jawa, Tol Trans Sumatera juga melayani pembayaran menggunakan uang elektronik. Oleh karena itu, setiap pengemudi / pemilik mobil wajib menyediakan kartu elektronik seperti e-Money Mandiri, TapCash BNI, BRIzzi, atau Flazz BCA untuk pembayaran.

Pastikan saldo di uang elektronik cukup untuk melakukan transaksi. Kalau tidak cukup, saat membayar, kita bisa ambil lajur keluar di bagian kiri pintu tol. Di lajur ini, juga menyediakan pengisian saldo uang elektronik. Di lebaran 2019 lalu, rasanya di pintu tol macet gara-gara ini.

Untuk tarif tol Trans Sumatera (Golongan I) yang berlaku saat ini adalah sebagai berikut: (Data dari Badan Pengatur Jalan Tol)

Tarif Tol Trans Sumatera Golongan I (Mobil Pribadi)
Tarif Tol Trans Sumatera Golongan I (Mobil Pribadi)

Dominasi Lurus Tapi Ada Juga Kontur Perbukitan

Lagi-lagi, aku sedikit membandingkan dengan tol Jawa yang ramai dengan sawah, rumah di kejauhan, atau pabrik di pinggiran tol. Saat memasuki Tol Trans Sumatera di area Sumatera Selatan, kita akan disuguhi pemandangan sawah dan perkebunan sawit di kejauhan.

Untuk jalannya sendiri, tidak semuanya di aspal. Ada yang seperti di beton saja. Di area Sumatera Selatan didominasi oleh jalur yang lurus. Sementara ketika sudah di Lampung, kita bisa merasakan beberapa jalur naik turun.

Minimnya Penerangan di Tol Trans Sumatera

Jika melakukan perjalanan di Tol Trans Sumatera pada malam hari, maka pengemudi harus sangat berhati-hati. Ini karena penerangan di tol ini sangat minim. Penerangan lampu yang benderang hanya terdapat di area simpang susun, rest area, dan pintu tol.

Ada penerangan di dekat Simpang Susun atau Akses Pintu Tol saja
Ada penerangan di dekat Simpang Susun atau Akses Pintu Tol saja

Di sepanjang jalan tol ini, hanya diberikan fasilitas dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk tol baru. Fasilitas tersebut adalah pemasangan tolo-tolo atau rambu pemantul cahaya, yang dipasang di pagar pembatas jalan / guard rail.

Wajar saja sih, mungkin tol ini masih diuji tingkat lalu lintasnya. Jika ramai, bisa jadi akan dipasang lampu dan berarti siap-siap ada kenaikan tarif juga.

Masih Terdapat Beberapa Perbaikan

Walaupun tergolong tol baru, tapi pengemudi juga tetap harus berhati-hati karena sudah ada beberapa perbaikan yang dilakukan di sepanjang ruas tol ini.

Perbaikan di akses pintu tol Kayuagung Perjalanan di Tol Trans Sumatera
Perbaikan di akses pintu tol Kayuagung

Perbaikan yang paling nyata terlihat di akses ke pintu tol Kayuagung. Walaupun jalan bisa digunakan 2 lajur mobil, tapi 1 lajur sedang ada perbaikan panjang. Jadinya, setelah keluar atau menuju pintu tol Kayuagung, kita perlu hati-hati dalam mengemudi.

Ada ‘Jebakan’ Menuju Bakauheni

Sudah dua kali aku melakukan perjalanan di Tol Trans Sumatera dari Palembang menuju Bakauheni. Namun, di perjalanan kedua kemarin, aku mengalami sebuah jebakan.

Saat mengarah ke Bakauheni, terdapat tulisan untuk keluar di Pintu Tol Bakauheni Utara. Jika ingin ke Dermaga Eksekutif diarahkan untuk melalui akses Bakauheni Selatan. Jujur saja, bingung saat itu. Google Maps pun tidak menyarankan.

Pastikan akan keluar di tol mana, jangan sampai terjebak
Pastikan akan keluar di tol mana, jangan sampai terjebak

Tapi, ya sudah, kami coba saja. Ternyata, himbauan untuk keluar di exit Tol Bakauheni Selatan sepertinya untuk pengalihan arus agar tidak terlalu menumpuk di exit Pelabuhan Bakauheni. Kita diarahkan keluar ke jalur lintas non tol yang sering dilalui sebelum tol dibuka.

Mungkin ini himbauan waktu mudik Natal & Tahun Baru lalu. Jika tidak mudik, tetap keluar di Pelabuhan Bakauheni saja agar langsung.

Conclusion

Demikianlah cerita perjalanan di Tol Trans Sumatera. Tetap hati-hati, sediakan uang non tunai yang cukup, dan jaga kondisi tubuh. Kalau lelah, istirahat dulu.