Pilah Pilih Asuransi Mobil Honda HRV

Memiliki kendaraan pribadi bisa dibilang akan penting pada saat ini. Apalagi jika memang kendaraan menjadi penunjang untuk beraktivitas. Untuk saya sendiri, memiliki kendaraan sangat memudahkan untuk bekerja, mengantarkan pengasuh (yang pulang pergi kami antar jemput), atau berpergian bersama keluarga.

Honda HRV adalah salah satu mobil kelas crossover 5-seater yang kini digemari di Indonesia. Pesaingnya tak banyak, hanya ada Suzuki X-Over. Honda HRV mulai mengaspal di Indonesia sejak tahun 2015. Bermesin 1.500cc, HRV dipasarkan dengan kisaran harga On The Road (OTR) 280-320 juta.

HRV – honda-indonesia.com

Bisa dibilang kendaraan, seperti mobil HRV, adalah aset yang memiliki nilai cukup tinggi. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli mobil tidaklah sedikit. Hal ini yang menjadi pertimbangan bagi saya bahwa mobil harus dirawat dan dilindungi dengan sebaik mungkin.

Kenapa Mobil Perlu Diasuransi?

Perawatan dan perlindungan bisa dilakukan dengan menggunakannya dengan baik dan wajar, melakukan pembersihan serta perawatan berkala ke bengkel resmi dan menggunakan suku cadang asli. Sementara itu, untuk perlindungan, tambahan, kita juga bisa membeli polis asuransi kendaraan untuk melindungi aset yang kita miliki tersebut.

Asuransi bisa menjadi salah satu bentuk manajemen risiko. Risiko yang mungkin timbul bisa ditransfer ke perusahaan asuransi. Ya, asuransi adalah sebuah cara untuk melindungi keuangan pribadi dari beban yang tidak semestinya yang mungkin merugikan. Untuk kendaraan sendiri seperti mobil, asuransi bisa menjamin berbagai risiko yang bisa terjadi pada mobil seperti kerusakan atau kehilangan.

Tips Memilih Asuransi Mobil

Dalam melindungi mobil menggunakan asuransi, tentu saja ada biaya yang harus kita bayar. Oleh karena itu, kita harus bisa memilih asuransi dengan bijak. Berikut cara memilih asuransi mobil.

Kenali dulu kebutuhan kita

Sebelum memilih asuransi mobil Honda HRV, kita harus mengenal terlebih dahulu dua jenis perlindungan mobil yang kerap ditawarkan perusahaan asuransi, yaitu:

  1. Asuransi All Risk / Comprehensive, artinya asuransi akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan mulai dari yang ringan, berat, bahkan kehilangan kendaraan. Asuransi jenis ini cocok untuk mobil yang sering digunakan beraktivitas, memiliki harga yang tinggi, atau sering melintasi jalur yang padat.
  2. Asuransi Total Lost Only (TLO), artinya asuransi hanya menjamin kerugian jika kendaraan mengalami kerusakan di atas 75% seperti hilangnya kendaraan, terbakar, atau dicuri. TLO layak dipilih jika kendaraan jarang dipakai beraktivitas, namun kita tinggal di daerah yang rawan kriminalitas.

Setelah memahami perbedaan antara keduanya, kita bisa mulai memilih asuransi mobil sesuai dengan kebutuhan.

Lakukan perbandingan antar produk

Ada banyak produk asuransi mobil yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Tentu saja premi, manfaat, dan keuntungannya berbeda-beda. Oleh karena itu, ada baiknya kita melakukan perbandingan beberapa produk asuransi mobil. Lakukan perbandingan untuk produk yang sama namun dari perusahaan asuransi yang berbeda. Kita harus mengenali betul produk yang ingin kita beli agar tidak merasa rugi di masa yang akan datang.

Informasi penting yang dapat dijadikan perbandingan antara lain ada atau tidaknya kecelakaan diri bagi pengemudi, biaya klaim minimal, prosedur klaim, layanan asuransinya, serta jumlah bengkel rekanan. Jika masih merasa ragu, kita juga bisa mencari testimoni dari teman atau keluarga yang juga menggunakan asuransi mobil. Selain itu, testimoni juga bisa didapat dari info yang beredar di internet, jika rasio keluhan pelanggan cukup tinggi dan penyelesaiannya pun tidak memuaskan, baiknya perusahaan tersebut tidak masuk dalam pilihan.

Tips Memilih Asuransi Mobil – fainun.com

Sesuaikan dengan kemampuan

Setelah menentukan beberapa pilihan, kita dapat memilih asuransi mobil Honda HRV dengan menyesuaikan kemampuan keuangan. Ya, premi untuk asuransi mobil tidaklah sedikit dan terdapat perhitungan dengan menyesuaikan harga mobil kita.

Siapa yang tak ingin menggunakan produk asuransi dengan perlindungan terbaik, namun kita tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan yang dimiliki. Itulah gunanya kita melakukan survey dan perbandingan dari beberapa produk asuransi.

Mengenal Futuready

 

Futuready.com adalah supermarket asuransi online pertama dan terlengkap di Indonesia yang merupakan bagian dari AEGON, perusahaan asuransi terbaik di dunia yang berbasis di Belanda.  Sebagai pialang asuransi, Futuready telah berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), artinya Futuready telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dalam melakukan kegiatannya.

Kemudahan untuk bisa mencari, membandingkan, dan membeli asuransi sesuai dengan kebutuhan bisa didapatkan ketika kita mengakses Futuready. Dengan system online, calon pembeli asuransi bisa membandingkan asuransi satu dengan yang lainnya menjadi lebih mudah.

Sebagai supermarket asuransi online, Futuready menawarkan kemudahan untuk pembelian asuransi secara online. Tentunya ini didukung dengan sistem pembayaran premi yang aman. Setelah membeli asuransi di Futuready, kita akan mendapakan e-polis. Praktis dan lebih mudah bukan.

Berbagai Keunggulan Futuready

Produk asuransi yang ditawarkan di Futuready tidak terbatas asuransi mobil saja, ada juga asuransi perjalanan, asuransi kesehatan, dan asuransi kecelakaan. Beberapa provider asuransi yang telah bekerja sama dengan Futuready antara lain AXA, AXA Mandiri, Simas Net, Adira, Lippo, MNC, Tokio Marine, Malacca, Avrist, dll.

Beberapa keuntungan jika melakukan pembelian transaksi di Futuready antara lain transaksi pembelian langsung, menerima beberapa metode pembayaran (kartu kredit, transfer bank, atau bayar melalui minimarket), polis yang langsung aktif (akan dikirimkan via email), klaim yang mudah (Futuready memiliki dukungan CS professional), serta tanpa survey untuk asuransi mobil.

Nah, masih bingung pilah pilih asuransi mobil Honda HRV-mu? Cek dulu di Futuready ya. Eh di bulan September ini ada promo menarik loh. ☺

Investasi SBR004 dengan BNI Mobile

Menabung saja itu tidak cukup, kalimat seperti itu beberapa kali terngiang di kepala sejak mengikuti beberapa seminar di kantor dari perusahaan sekuritas. Menabung dan berinvestasi bisa dibilang kegiatan serupa, keduanya menempatkan uang di tempat lain yang dirasa aman. Namun, banyak yang mengatakan bahwa biasanya menabung dilakukan untuk tujuan jangka pendek sementara investasi dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Sebenarnya, ada juga yang bilang menabung adalah investasi namun untuk jangka pendek.

Ada banyak macam dan cara untuk berinvestasi, bisa jangka pendek melalui tabungan, forex trading, saham, atau deposito. Bisa juga dengan tujuan jangka panjang melalui emas, reksa dana, tanah, bangunan, obligasi, dll.

Saving Bond Ritel 004 yang baru keluar

Baru-baru ini, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan Saving Bond Ritel (SBR). SBR merupakan Obligasi Negara atau instrumen investasi yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI). Pada periode Agustus – September 2018 ini, SBR004 adalah kode SBR yang ditawarkan. Pemerintah merencankan bahwa pembiayaan dari hasil penerbitan SBR 004 akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan Pemerintah yang produktif.

Terdapat beberapa Mitra Distribusi SBR004 ini antara lain Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BCA, Bank Permata. Bisa juga melalui perusahaan sekuritas atau start-up keuangan seperti Bareksa, Investree, TanamDuit, Trimegah Sekuritas, atau Modalku.

Kenapa Berinvestasi SBR004?

Biar berasa kaya, bisa ngutangin negara? Hehehe, engga ding. Jujur, yang buat saya tertarik adalah tenor jatuh temponya yang tak terlalu lama, hanya 2 tahun dan perkiraan jatuh tempo sekitar September 2020. Ehm, kalo dihitung-hitung lumayan buat anak masuk sekolah.

Selain itu, keuntungan lain dari membeli SBR004 adalah investasi ini dijamin oleh negara kupon dan pokoknya. Investasinya terbilang ringan karena mulai dari 1 juta rupiah. Ya, lumayan daripada ‘kebuang’ jajan, mending langsung alihin buat investasi.

Kalau dilihat dari returnnya, bisa dibilang lebih tinggi dari rata-rata Deposito. Belum lagi ada Bebas Risiko Suku Bunga dengan sistem floating with floor, jadi besar kupon akan mengikuti kenaikan suku bunga acuan Indonesia (BI 7 day Repo Rate) yang di-review setiap 3 bulan, dan tetap memiliki tingkat kupon minimal yang menguntungkan.

Cara Berinvestasi SBR004

https://www.kemenkeu.go.id/sbr

Langkah Mudah Berinvestasi SBR004 – Kemenkeu

Ada banyak Mitra Distribusi untuk SBR004. Namun, saya memilih di BNI karena memang sebelumnya pernah berinvestasi pembelian Sukuk Ritel juga di BNI.

Secara umum proses yang dilakukan sama, antara lain:

  1. Registrasi
    Registrasi perlu dilakukan jika kita belum memiliki nomor SID (Single Investor Identification). SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI)
    selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Nomor SID akan diberikan kepada investor pasar modal seperti reksadana, saham, atau lainnya.
    Untuk mendapatkan SID, kita bisa menghubungi Mitra Distribusi yang dipilih. Untuk yang memilih BNI sebagai Mitra Distribusi, kita bisa mengunjungi Cabang BNI terdekat atau Pemasar BNI untuk membuat atau mendaftar SID dan Rekening Surat Berharga (Subreg).
  2. Pemesanan
    Jika kita telah memiliki SID, kita bisa melakukan pemesanan SBR004 langsung. BNI menawarkan pemesanan melalui BNI Mobile Banking & BNI Internet Banking.
    Akhir-akhir ini, saya lebih sering menggunakan BNI Mobile Banking untuk transaksi finansial BNI, termasuk memesan SBR004 ini.

    Untuk pemesanan SBR 004, caranya sebagai berikut:

  • Login ke BNI Mobile Banking dengan userID dan MPIN
  • Pilih menu Investasi – lalu pilih SBN RITEL
  • Baca Syarat & Ketentuan berlaku, lalu setujui syarat-syarat.
  • Pilih menu PEMESANAN
  • Pilih SERI yang ditawarkan yaitu SBR004, setujui memorandum informasi
  • Isi nominal pemesanan SBR004 dan selesaikan transaksi dengan validasi
  • Akan ada bukti pemesanan, terdapat Nomor Tagihan / Kode Billing yang terdiri dari 15 digit. Catatlah nomor tersebut.

Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR004 yaitu 20 Agustus – 13 September 2018.

 

  1. Pembayaran
    Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), akan ada mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) yang didapatkan dari Mitra Distribusi. Untuk BNI, kode pembayaran adalah Kode Billing yang telah didapatkan di akhir proses pemesanan.

    Untuk pembayaran kita dapat melanjutkan proses di Mobile Banking juga dengan cara:

    1. Masuk kembali ke menu Investasi – lalu pilih SBN RITEL
    2. Pilih menu PEMBAYARAN
    3. Masukkan Kode Billing yang telah didapatkan sebelumnya
    4. Lakukan pembayaran akan muncul konfirmasi jika Transaksi Berhasil
  2. Konfirmasi
    Setelah pembayaran, kita akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SBR004 pada tanggal setelmen. Untuk mengecek bagaimana status pembayaran, kita bisa mengecek dengan cara:

    1. Masuk kembali ke menu Investasi – lalu pilih SBN RITEL
    2. Pilih menu INFORMASI – STATUS PEMESANAN
    3. Pilih Seri Status Pemesanan yang pernah kita pesan dan bayar.

 

 

Demikian cara investasi SBR004 dengan Mobile Banking BNI. Masih ada waktu 3 hari bagi yang ingin berinvestasi SBR004. Untuk yang ingin tahu info lebih dari SBR004 bisa mengakses web Kemenkeu atau tonton video berikut.

BNI Personal Financial Management, Solusi Cerdas Manajemen Finansial Keluarga

Sejak memiliki uang pribadi hasil bekerja, saya selalu diingatkan oleh orang tua untuk selalu menabung. Berbekal beberapa referensi tentang pengelolaan finansial, saya mencoba menerapkan prinsip Cash Flow “Orang Kaya” ala buku Habiskan Saja Gajimu’ karya Ahmad Gozali, yaitu 2,5% zakat & donasi, 30 % hutang, 10% investasi & tabungan, serta 57,5% kebutuhan sehari-hari. Intinya, penuhi dulu kewajiban (zakat & donasi, hutang, serta investasi & tabungan) baru boleh bersenang-senang (kebutuhan sehari-hari). Kenyataannya, akan lebih mudah menabung di awal dibandingkan menyisakan uang untuk ditabung saat akhir periode.

Namun, setelah menikah, saya mencoba mengubah rasio cash flow tersebut dengan menurunkan rasio hutang dan kebutuhan sehari-hari, serta meningkatkan rasio lainnya. Perubahan saya lakukan atas dasar pertimbangan telah jelasnya beban hutang yang harus dibayarkan (yaitu cicilan KPR), serta adanya kebutuhan yang dapat diprediksi dan direncanakan seperti biaya kesehatan, biaya mudik, uang sekolah anak, tabungan hari tua, dll.

Sebagai istri yang berperan ganda sebagai Manajer Finansial Keluarga, saya harus bisa mengelola finansial dengan baik, layaknya Manager Finansial di perusahaan. Berbekal visi dan misi keluarga yang telah ditetapkan, impian dan rencana dalam jangka waktu tertentu dapat dijabarkan dengan jelas. Contoh : pada tahun 2020, Mahira (anak saya) akan mulai memasuki sekolah TK. Saya dan suami tentu mengharapkan Mahira masuk sekolah terbaik. Berbekal data biaya masuk sekolah tersebut tahun ini, saya mencoba menghitung biaya masuk sekolah pada tahun 2020 nanti. Dalam kamus saya, dana untuk menyekolahkan anak termasuk kelompok Investasi dan Tabungan, yang artinya harus disisihkan terlebih dahulu.

Untuk mendukung prinsip cash flow sesuai dengan yang telah saya tetapkan, saya melakukan beberapa trik yaitu :

  • Cashless alias tidak membawa uang tunai. Selain meminimalisir rasa ingin jajan, saya juga merasa pembayaran menggunakan kartu debit lebih pas, tidak membuat perhitungan rumit dan detail karena adanya uang kembalian.
  • Meninggalkan kartu kredit untuk meminimalisir hutang dan tidak membawa kartu debit untuk pos ‘Investasi & Tabungan’.
  • Mengalihkan pendapatan untuk pos ‘Investasi & Tabungan’ terlebih dahulu dan mengakhirkan dana ‘Kebutuhan Sehari-hari’. Hal ini dilakukan agar kami merasa harus cukup dengan sisa dana yang telah ditetapkan.
  • Pos ‘Kebutuhan Sehari-hari’ dikelola dengan detail dengan sistem amplop untuk masing-masing jenis seperti uang bensin, belanja mingguan ke pasar, uang isi ulang air dan gas, dan sebagainya.
  • Jika terdapat sisa dari pos ‘Kebutuhan Sehari-Hari’ maka harus dimasukkan ke dalam pos ‘Investasi & Tabungan’

Mengelola finansial keluarga cukup rumit, apalagi bagi saya yang dasar ilmu finansial tidak cukup kuat. Saya coba menerapkan konsep Plan-Do-Check-Action. Saya perlu menyusun rencana anggaran terlebih dahulu, mengatur pendapatan dan pengeluaran dana, serta melakukan pengecekan dari alur keluar masuknya dana, setelah itu saya dapa mengevaluasi hasil kerja saya. Beruntung, teknologi kini sudah semakin maju. Adanya fasilitas Internet Banking sangat membantu saya dalam mengatur pengelolaan dana serta melakukan pengecekan ulang terhadap aktivitas keuangan yang dilakukan dalam periode tertentu.

Sejak mengenal Internet Banking Bank Negara Indonesia (BNI), saya mencoba memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan seperti melakukan transaksi transfer, pembayaran, pembukaan rekening Tapenas atau deposito, serta pengecekan mutasi rekening. Setelah menikah, saya menyadari bahwa dana Investasi dan Tabungan harus dipecah lagi menjadi beberapa pos. Beruntunglah, BNI memahami kebutuhan itu dan memberikan bantuan berupa tambahan fitur Pengelolaan Finansial Pribadi di layanan Internet Banking BNI.

Bagaimana caranya menggunakan fitur Pengelolaan Finansial Pribadi ?

  1. Pastikan anda adalah nasabah Bank BNI dan telah terdaftar di layanan Internet Banking BNI. Jika anda belum memiliki akses ke layanan Internet Banking, maka anda harus datang ke Kantor Cabang BNI terdekat untuk melakukan pendaftaran dan aktivasi.
  2. Lakukan login ke akun Internet Banking BNI dengan memasukkan User ID dan password

    Login ke akun Internet Banking BNI

  3. Pilih menu Pengelolaan Finansial Pribadi
  4. Pilih sub-menu Pengaturan Tujuan kemudian pilih Tambah Tujuan Keuangan. Pilih tujuan keuangan sesuai dengan rencana anda. Saya memilih ‘Tetapkan Tujuan Anda’. Lalu proses permintaan anda.
  5. Isi target yang anda tetapkan, mulai dari Deskripsi Tujuan Keuangan, Nominal Tujuan Keuangan, Tanggal Awal dan Akhir Target, Saldo Rekening Tujuan Keuangan Saat Ini. Setelah itu, BNI akan membantu kita menghitung Total Sisa Nominal untuk disimpan dan Nominal untuk disimpan per bulannya.
  6. Setelah anda proses target anda, anda dapat menghubungkan dengan rekening afiliasi. Terdapat 2 pilihan yang diberikan oleh BNI, yaitu Membuka Rekening Tabungan & Giro (Taplus) atau Membuka Rekening Deposito & Tapenas (Tapenas). Terdapat beberapa perbedaan antara BNI Taplus dan BNI Tapenas.Saya sendiri lebih memilih untuk membuka rekening Tapenas dengan pertimbangan Tapenas tidak memberikan kartu debit, secara otomatis memotong saldo pada tanggal yang telah ditetapkan, dan saya berkomitmen untuk tidak mencairkan dana yang telah saya setor di Tapenas. Nasabah harus mengonfirmasi permintaan pembukaan rekening yang dilakukan.
  7. Setelah pembukaan rekening afiliasi berhasil, kita dapat mengatur bahwa rekening afiliasi terkait dengan target yang telah kita tetapkan sebelumnya melalui Pengaturan Tujuan. Pada tabel kita dapat melihat langkah yang belum kita lakukan. Kita dapat mengaitkan rekening afiliasi dengan mengklik tujuan keuangan yang dipilih untuk dikaitkan. Jika sudah, kita juga dapat menyetorkan tambahan dana di luar jadwal auto-debit yang dilakukan.

Setelah melakukan perencanaan, pelaksanaan pengelolaan finansial dimudahkan oleh adanya sistem auto-debit dari rekening Taplus yang kita miliki ke rekening Tapenas yang telah kita buat. Selanjutnya, yang perlu kita lakukan adalah mengecek transaksi yang telah dilakukan serta saldo dana pada rekening yang kita miliki.

Untuk mengecek transaksi dalam periode tertentu, kita dapat mengakses pada sub-menu Kalender Transaksi.

Setelah mengisikan tanggal awal dan akhir periode yang  ingin kita lihat, akan ditampilkan seluruh rincian transaksi yang dilakukan pada periode tersebut.

Sementara itu, untuk melihat rincian saldo rekening yang kita miliki di BNI, kita dapat mengakses melalui sub-menu Ringkasan Multi Rekening.

Laporan saldo dari rekening yang kita miliki dapat juga kita simpan / unduh dalam format PDF maupun Excel.

Langkah terakhir yang perlu dilakukan agar pengelolaan finansial dapat berhasil adalah melakukan evaluasi. Fitur Pengelolaan Finansial Pribadi memberikan kemudahan berupa penyajian laporan dalam bentuk Diagram Analisa Anggaran, Analisa Arus Kas, serta Diagram Analisa Pengeluaran – Pemasukan dalam bentuk diagram batang maupun diagram bulat.Karena saya baru saja menetapkan target dan membuka rekening, laporan belum dapat ditampilkan. Dengan adanya Pengelolaan Finansial Pribadi, pengelolaan finansial untuk pribadi maupun keluarga menjadi sangat mudah.

Punya banyak rencana dan hal-hal yang ingin diwujudkan? Butuh bantuan dalam mengelola finansial ? Fitur Pengelolaan Finansial Pribadi di Internet Banking BNI menjadi solusinya.

Masih ingin informasi lebih jelas? Anda dapat mengunjungi http://www.bni.co.id atau Kantor Cabang BNI untuk bertanya langsung mengenai detail layanan yang ditawarkan, atau dapat juga menghubungi BNI Call 1500046 atau 68888.