Pengalaman ke Rumah Sakit di Masa Pandemi Covid-19

Cerita ke Rumah Sakit di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 secara resmi masuk di Indonesia sejak bulan Maret 2020. Banyak hal yang berubah sejak saat itu. Termasuk adanya anjuran untuk tidak ke rumah sakit. Namun, bagaimana kalau situasi mendesak atau memang harus ke rumah sakit? Ini ceritaku ke rumah sakit di masa pandemi Covid-19.

Alasan ke Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

Jujur saja, ke rumah sakit saat pandemi covid-19 ini memang hal yang masih ragu untuk dilakukan. Banyak anjuran yang mengatakan kalau gak perlu-perlu banget, ga usahlah ke rumah sakit. Sebisa mungkin, kalau merasa sakit, kita bisa melakukan telemedicide atau konsultasi online dengan dokter.

Tapi, gimana kalau keadaannya gawat dan rasanya harus dilakukan pengecekan oleh dokter langsung ? Hal inilah yang sempat terjadi denganku.

Pengecekan Kesehatan ke Rumah Sakit di Masa Pandemi – ilustrasi : Pixabay

Beberapa minggu lalu, aku mengalami telat menstruasi. Mencoba test pack dan muncullah 2 garis. Oh, hamil nih kayaknya. Tapi karena merasa kuat dan sehat-sehat saja untuk tetap beraktivitas, aku pun mencoba menunda pengecekan ke dokter.

Eh, beberapa hari kemudian aku mengalami flek dan pendarahan yang hampir mirip dengan menstruasi. Wah, jadi bingung kenapa.

Aku merasa butuh penjelasan dan coba konsultasi online. Dokternya pun menyarankan untuk pengecekan dengan dokter spesialis kandungan secara langsung.

Mau ga mau, aku pun langsung mencoba mendaftar ke rumah sakit Hermina Palembang, yang memang sering menjadi tujuanku berobat.

ke Rumah Sakit di Masa Pandemi
Ilustrasi Keadaan Rumah Sakit di Masa Pandemi

Hasil dari dokter sih cukup bikin sedih. Tapi, hari itu jadi pelajaran untuk bikin aware dan pengalaman datang ke rumah sakit di kondisi saat ini.

Memilih Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

Walaupun RS Hermina Palembang sudah menjadi β€˜langganan’ untuk berobat, tapi tetap saja perlu pertimbangan saat memilih datang ke rumah sakit saat pandemi. Beberapa pertimbanganku dalam memilih rumah sakit saat pandemi adalah sebagai berikut:

Rumah Sakit yang Menerapkan Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan hampir di semua lokasi, khususnya rumah sakit. Tentu saja, hal ini menjadi pertimbangan yang paling penting. Kita bisa mencari tahu bagaimana rumah sakit tujuan menerapkan protokol kesehatan dari sosial media maupun website mereka.

Beberapa protokol kesehatan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Screening di lobby utama
  • Physical distancing di seluruh area rumah sakit
  • Hand sanitizer di area rumah sakit
  • Penggunaan APD
  • Screening lebih lanjut bagi pengunjung dengan suhu diatas 37,5Β°C
  • Pembersihan area dan fasilitas rumah sakit secara berkala

Memiliki Klinik Rawat Jalan yang Terpisah dari Ruang Perawatan

Karena berencana ke klinik rawat jalan, maka aku mencari rumah sakit yang memiliki klinik rawat jalan yang terpisah dari ruang perawatan maupun IGD. Hal ini untuk mengurangi kecemasan saja.

Di RS Hermina Palembang, terdapat poli eksekutif yang bangunannya sedikit terpisah dari bangunan ruang perawatan dan area IGD. Terdapat pilihan akses masuk dan area parkir yang sedikit terpisah. Ya, paling tidak ketika ke poli ini, jumlah orang yang aku temui tidak terlalu banyak.

Ke Rumah Sakit di Masa Pandemi
Situasi Klinik Rawat Jalan di Masa Pandemi cenderung lebih sepi

Bisa Melakukan Pendaftaran Online

Adanya rumah sakit yang menyediakan fasilitas pendaftaran online tentu menjadi nilai tambah. Ya, walaupun saat di rumah sakit kita tetap harus melakukan konfirmasi ulang. Tapi paling tidak, aku merasa kita tidak harus mengantri lama dan waktu interaksi dengan petugas secara langsung pun lebih sedikit.

Informasi dari Teman

Ya, dalam memilih rumah sakit yang akan aku datangi, aku juga mencari informasi dari teman. Ada beberapa teman yang sudah mendatangi rumah sakit di Palembang. Berdasarkan info dari teman, kita bisa mempertimbangkan bagaimana kondisi rumah sakit dan bagaimana pelayanan rumah sakit di masa pandemi.

Tips ke Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

Di bulan September ini juga aku memiliki jadwal kontrol dengan dokter gigi setelah operasi gigi bungsu. Jadi, beberapa hari setelah ke dokter kandungan, aku pun merencanakan ke dokter gigi. Walaupun was-was, aku tetap harus waspada. Aku mencoba menerapkan beberapa hal berikut ini.

Buat Janji dengan Dokter Terlebih Dahulu

Berdasarkan pengalaman, walaupun kita telah mendaftar secara online di jam awal kedatangan dokter, bisa saja kita harus menunggu dokternya lagi. Dokter pasti punya urusan juga, entah itu praktek di tempat lain atau hal lain lagi.


Agar waktu kita lebih efektif dan tidak terlalu lama di ruang publik, kita bisa menghubungi dokternya terlebih dahulu. Buat janji secara detail, misalnya waktu yang memang disediakan dokternya untuk memeriksa kita. Jadi kita bisa lebih menghitung jam berapa kita harus berangkat dari rumah, menunggu pun tidak terlalu lama.

Gunakan Kendaraan Pribadi

Dalam perjalanan ke rumah sakit, upayakan menggunakan kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum. Ya, dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita meminimalisir interaksi dengan orang yang tidak dikenal dan tidak kita ketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, paling tidak, aku merasa lebih aman sih.

Tips ke Rumah Sakit di Masa Pandemi
Tips ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Ikuti Protokol Kesehatan yang Berlaku

Selama ke rumah sakit di masa pandemi, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Memakai masker adalah hal yang wajib. Masker tak boleh dilepas, kecuali ya saat diperiksa.

Ketika sampai di rumah sakit, kita juga harus mengikuti screening suhu tubuh, menjawab jujur semua pertanyaan dari pihak rumah sakit, mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan, dan tetap menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Bersihkan Diri Saat Kembali ke Rumah

Setelah selesai ke rumah sakit di masa pandemi dan kembali ke rumah, segera bersihkan diri kita. Selain itu, rendam baju dari luar dan segera dicuci.


Nah itu tadi ceritaku saat ke rumah sakit di masa pandemi ini. Ya, kalau gak penting-penting banget memang sepertinya lebih baik untuk menghindari rumah sakit untuk saat ini. Tapi kalau terpaksa, semoga cerita dan tips di atas bisa membantu saat harus ke rumah sakit di masa pandemi.

Tetap jaga kesehatan, makan bergizi, dan berolahraga ya.

Related Posts

22 thoughts on “Cerita ke Rumah Sakit di Masa Pandemi Covid-19

  1. Selama pandemi ini aku juga bolak-balik ke RS buat kontrol. Alhamdulillah sih aman. Rumkit juga menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Jadi kita sebagai pasien aman dan nyaman. Ya meskipun di dalam masih lumayan berantakan sih karena kursi ya hampir semua penuh meski udah dikasih tanda larangan duduk, hiks

  2. Selama Pandemi saya sekali ke klinik, dan itupun sudah parno banget takut ada virus. Memang harus hati-hati sekali kalau ke RS ya mbak, apalagi kalau RSnya jadi rujukan Covid. Tfs mbak πŸ™

  3. Anak bungsu saya “hobi” rawat inap di RS mbak πŸ™
    Memang senang gitu kalau rawat di RS. Jadi kalau demam uda lebih 3 hari dia langsung minta ke RS πŸ˜€ (ada -ada aja).
    Masuk masa pandemi saya langsung wanti2 ke dia. Adek nggak boleh sakit ya…karena kalau ke RS sekarang lagi Corona. Puji Tuhan selama pandemi ini dia belum pernah sakit.
    btw…saya salfok sama ilustrasinya. Pake Canva mbak?

  4. cek pipa air di rumah mereknya juga sama Rucika nih, dimana air mengalir sampai jauh, masih inget kan sama iklan pipa yang ini. Ikut sedih mbak tapi tetap semangat ya

  5. Bulan April lalu malah aku bolak-balik ke rumah sakit urusan tulang punggung bawahku yang kambuh. Sampai 8 kali ke sana plus fisioterapi. Ngeri2 sedap sih takut iya pasti. Dipisahkan sih untuk pasien umum dan perawatan. Semua petugas medis pakai APD. Ya terpaksa ke rs karena di rumah pun ga bisa apa2 hehehe alhamdulillaah masih baik2 saja 😘

  6. Mbak, terus gimana kabar dari dokter tadi itu, apapun itu semoga kini sehat selalu ya dan ga perlu ke rumah sakit lagi. Hari gini ke rumah sakit beneran mesti persiapan ya, biar tetap sehat semua
    Thanks tipsnya

  7. Aku pernah nih ke rumah sakit pas pandemi awal-awal tapi memang sudah membuat janji terlebih dahulu karena gak bisa langsung datang untuk konsultasi. Yang boleh masuk hanya pasien dan tidak boleh ditemani sama sekali waktu itu.

  8. ke rumah sakit di masa pandemi gini tuh seremnya bukan main ya mbak πŸ™
    tapi kalaupun harus banget pergi, ya pastikan banget keamanan kita selama di sana…terapkan protokol kesehatan dan tips di atas.

  9. Memang kalau masa pandemi gini, paling ngeri kalau ke rumah sakit. Seperti tante kmrn padahal negatif, tetep aja disuruh dikubur prosedure covid. Makanya lebih baik jaga kesehatan deh. Dan meninggal di rumah lebih tenang.

  10. Sehat-sehat ya, Mbak. Gimana hasil periksanya? Semoga baik-baik aja. Ke rumah sakit sekarang sepertinya sudah lebih aman daripada waktu awal pandemi. Tapi saya juga masih ragu mau konsul.

  11. Sejak pandemi, rumah sakit, klinik, puskesmas jadi lumayan ketat ya mbk. Khususnya rumah sakit,kelihatan banget menerapkan semua protokol kesehatan.

  12. Iya deg2an emang ya mba, saya malah ke RS nya terpaksa pas PSBB yang pertama, deg2an banget karena mau ga mau harus minta resep dokter buat ganti kacamata yang pecah. Untungnya rumah sakit udah tanggap dan bisa punya protokol bagus. Tapi ya gitu sayangnya belum semua RS apalagi klinik yang ketat soal protokol..

  13. Dududu, saya masih horor mau ke klinik atau RS. Emang sih kalau klinik langganan saya malah jadi sepi, tapi kebutuhan rutin kami itu periksa gigi, dan dokternya tidak mau menangani jadi hanya konsultasi saja. Gak kebayang setelah pandemi berlalu apakah masih bisa leluasa lagi ke RS atau Klinik.

  14. Memang si ke rumah sakit di masa pandemi ini, agak was-was. Makanya, selama sakitnya bisa di tahan dan di obati di rumah saja, gak ke RS dulu. Beda banget dengan sebelum-sebelumnya pasti suka ke RS. Apalagi setelah punya BPJS. Hehe…
    Sekarang ini yang penting tetap jaga protokol kesehatan kalau pun urgent harus ke RS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *