Pengalaman Naik Kereta Bandara ke Soekarno Hatta Airport

Naik Kereta Bandara Soekarno Hatta

Memiliki kekhawatiran akan kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta adalah hal yang lumrah. Apalagi, untuk orang daerah sepertiku. Ketika harus ke Jakarta, aku akan memberi spare waktu yang banyak sebagai antisipasi kemacetan. Khususnya untuk perjalanan dari atau ke Bandara Soekarno Hatta. Kali ini aku mencoba moda transportasi baru yaitu Kereta Bandara Soekarno Hatta. Demi kenyamanan dan bebas khawatir akan kemacetan di jalanan.

Memutuskan Mencoba Naik Kereta Bandara

Menuju pintu keluar terminal di Bandara Soekarno-Hatta, kita akan disuguhkan promo adanya Kereta Bandara. Katanya waktu tempuh hanya 46 menit ke pusat kota Jakarta.

Dengan jalur khusus kereta, waktu tempuh ini sudah pasti. Gak ada tambahan waktu antri dan transaksi di pintu tol. Bebas kekhawatiran dari macet. Yang perlu diantisipasi adalah kemacetan dari stasiun ke lokasi tujuan. Kalau mungkin jalan kaki, tentu semakin tak masalah.

Jujur saja aku tertarik. Namun, karena masih buta dengan Jakarta, aku memilih naik taksi sampai ke tujuan di Kemanggisan.

Saat menuju Kemanggisan, aku keluar di tol Grogol. Lalu, melihat ada petunjuk Stasiun Kereta Bandara Duri. Wah, tahu gitu tadi naik kereta aja pikirku.

Keesokan harinya, aku mengecek lokasi Stasiun Duri dari penginapanku di Grogol. Ternyata dekat. Akhirnya, aku putuskan ke Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan kereta bandara dari Stasiun Duri.

Sekilas tentang Kereta Bandara Soekarno Hatta

Kereta Ekspress Bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan kereta bandara kedua di Indonesia. Pengelolanya adalah PT Railink, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II. Sebelumnya, PT Railink mengelola kereta Bandara Kualanamu, kereta bandara pertama di Indonesia. Kereta bandara digunakan sebagai moda transportasi dari bandara ke pusat kota.

Suasana Kereta Bandara Soekarno Hatta
Suasana Kereta Bandara Soekarno Hatta

Kereta Bandara Soekarno Hatta resmi beroperasi pada tanggal 26 Desember 2017. Rute yang dilayani adalah dari dan menuju Stasiun Bandara Soekarno Hatta (Airport Station) dan Stasiun Sudirman Baru / BNI City (City Station).

Selain berhenti di dua stasiun tersebut, kereta bandara ini juga berhenti di Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Duri. Terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2019, kereta bandara juga melayani perjalanan dari dan ke Stasiun Manggarai. Tentunya ini membuat akses dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta dari beberapa daerah dekat stasiun yang dilewati semakin nyaman.

Informasi Kereta Bandara Soekarno Hatta
Informasi Kereta Bandara Soekarno Hatta

Cara Melakukan Pembelian Tiket Kereta Bandara

Untuk naik Kereta Bandara Soekarno Hatta, kita dapat melakukan pembelian tiket dengan beberapa cara. Bisa langsung datang ke stasiun lokasi Kereta Bandara Soekarno Hatta berhenti. Bisa juga melalui web dan aplikasi Railink, e-commerce seperti BukaLapak, juga Traveloka.

Mesin Tiket Kereta Bandara Soekarno Hatta
Mesin Tiket Kereta Bandara Soekarno Hatta

Pada saat pergi kemarin, aku melakukan pembelian tiket langsung di Stasiun Duri. Ada 2 mesin tiket otomatis yang berada di Stasiun Duri. Mesin tiket otomatis ini hanya melayani pembelian tiket di hari keberangkatan. Pembayarannya sudah cashless karena hanya menerima melalui uang elektronik (e-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI, Flash BCA, dan JakCard), kartu debit, dan kartu kredit. Harga untuk 1 penumpang adalah Rp 70.000,-.

Sementara itu, pembelian untuk  channel lain seperti web dan aplikasi Railink, Traveloka, dan BukaLapak harganya lebih murah. Untuk pembelian di web dan aplikasi Railink, harganya sekitar Rp 40.000,-. Namun, kita diminta untuk memilih waktu keberangkatan kereta secara pasti.

Jika melakukan pembelian di Traveloka, harganya sekitar Rp 66.500,- dan ini merupakan flexi ticket. Artinya, kita dapat memilih jadwal keberangkatan kereta selama masih di hari yang sama. Nantinya, kita bisa akan mendapatkan voucher traveloka untuk ditukar dengan tiket yang berlaku sebagai boarding pass kereta bandara.

Perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta dengan Kereta Bandara

Waktu berangkat dari Stasiun Duri aku menggunakan kereta jam 5.36. Walaupun sebenarnya pesawatku jam 8.35. Ini karena memang aku berniat sarapan di bandara saja sih. Disarankan juga untuk sudah masuk kereta 15 menit sebelum waktu kereta berangkat. Ya, daripada ketinggalan kereta kan?

Sejujurnya, sempat kaget waktu naik kereta bandara ini. Karena sepi sekali rasanya. Di gerbongku saja kayaknya hanya sekitar 10 penumpang. Tapi, ya kereta dengan kondisi seperti ini enak juga untuk melanjutkan tidur sejenak rasanya. Apalagi kursinya juga reclining, atau bisa diatur kemiringannya.

Fasilitas Kereta Bandara

Kereta bandara ini memiliki rak penyimpan bagasi. Jadi kita bisa meletakkan barang bagasi yang besar di sana.

Selain itu ada pula LED TV sebagai hiburan. Ya walaupun kadang yang ditampilkan berupa iklan.

Hiburan berupa tontonan dan lagu di Kereta Bandara Soekarno Hatta
Hiburan berupa tontonan dan lagu di Kereta Bandara Soekarno Hatta

Untuk keamanan dan keselamatan, ada CCTV, alat pemadam kebakaran, serta lampu darurat.

Kenyamanan kereta bandara ini juga diperhatikan. Ada port USB untuk men-charge smartphone, wifi (aku gak nyoba sih), serta toilet. Jika kita akan berhenti di suatu stasiun, akan ada pemberitahuan sebagai sebuah sistem informasi bagi penumpang.

Selama perjalanan, aku merasa nyaman sih. AC juga pas, tidak terlalu dingin. Perjalanan terasa nyaman dengan pemandangan pagi. Tak berapa lama, aku pun tiba di Stasiun Bandara Soekarno Hatta. Stasiun Bandara ini terasa lega dan luas. Ada waiting lounge, ATM Center, toilet. Pokoknya nyaman sih.

Melanjutkan Perjalanan dengan SkyTrain Soekarno Hatta

Setelah sampai di Stasiun Kereta Bandara Soekarno Hatta, kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan Skytrain ke terminal keberangkatan. Ada shelter SkyTrain yang tak jauh dari Stasiun Bandara Soekarno Hatta.

Stasiun Bandara Soekarno Hatta
Stasiun Bandara Soekarno Hatta

Area tunggu di shelter SkyTrain cukup lega. Banyak tempat duduk, sementara saat itu penumpang yang akan naik SkyTrain tak terlalu banyak.

SkyTrain Soekarno Hatta

SkyTrain / Kalayang (Kereta Melayang) atau Automatic People Mover System (APMS) merupakan fasilitas untuk perpindahan antar terminal di bandara atau dari terminal menuju stasiun kereta api bandara. Seingatku, tahun 2012 lalu, fasilitas perpindahan antar terminal bandara masih berupa bis antar terminal. Sekarang sudah jadi kereta. Sejauh ini masih gratis sih.

Shelter Skytrain Bandara Soekarno Hatta
Shelter Skytrain Bandara Soekarno Hatta

Terdapat 2 jalur SkyTrain. Kita bisa melihat informasi SkyTrain yang akan menuju terminal keberangkatan melalui LCD. Informasinya pun jelas. Ada info tujuan kereta yang akan datang, di jalur mana, dan estimasi waktu kedatangan berapa menit lagi.

SkyTrain memang tak terlalu besar sih. Tempat duduknya tak banyak. Tapi, masih bisalah kita mendapatkan tempat duduk. Tak ada area bagasi khusus, jadi barang bawaan harus kita jaga di dekat kita. Perjalanan dari shelter Sky Train ke Terminal 2 tujuanku memakan waktu sekitar 7 menit saja.

Dari shelter SkyTrain, kita bisa langsung menuju terminal bandara untuk check-in. Untuk jadwal SkyTrain bisa dilihat juga di aplikasi Indonesia Airport milik PT Angkasa Pura II.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Naik Kereta Bandara

Aku mencatat ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat memutuskan naik Kereta Bandara Soekarno Hatta. Beberapa hal tersebut adalah :

1.     Pilih Jadwal Kereta Berangkat 2 Jam Sebelum Jadwal Pesawat Berangkat

Walaupun waktu tempuh Kereta Bandara Soekarno Hatta sudah pasti, namun dari pihak Railink sendiri menyarankan kepada calon penumpang yang menuju Bandara Soekarno Hatta memilih jadwal keberangkatan setidaknya 2 (dua) jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat. Hal ini memang wajar, karena walaupun tidak mengalami macet, bisa jadi kita mengalami antrian panjang juga saat check-in.

Jadwal Kereta Bandara Soekarno Hatta

Selain itu, setelah turun dari kereta bandara, kita juga harus melanjutkan perjalanan ke shelter SkyTrain. Jika jadwalnya pas, kita tak perlu menunggu SkyTrain. Namun, perlu diestimasi pula waktu kedatangan SkyTrain dan waktu tempuh SkyTrain ke terminal.

2.     Siapkan Alat Pembayaran Non Tunai

Jika melakukan pembelian tiket di stasiun langsung, maka kita tidak bisa melakukan transaksi tunai. Oleh karena itu, siapkan uang elektronik, kartu debit, atau kartu kredit untuk pembayaran. Hal yang sama berlaku untuk pembelian di channel lain sebenarnya.

3.     Jangan Terlalu Banyak Barang Bawaan

Aku merasa untuk naik turun kereta bandara dan SkyTrain sebenarnya butuh pergerakan yang cepat. Oleh karena itu, sebisa mungkin tidak membawa terlalu banyak bawaan. Kalau 1 koper tambahan rasanya cukup sih. Kalau 2 koper besar, untukku sih bakal repot.

4.     Jangan Sampai Tiket Hilang

Tiket kereta akan menjadi boarding pass untuk digunakan masuk dan keluar peron kereta. Oleh karena itu, simpan tiket baik-baik.

5.     Cek Daerah Tujuan, Siapa Tahu Dekat Stasiun Kereta

Ini tips untuk yang berniat naik kereta dari Bandara Soekarno Hatta sih. Kereta bandara berhenti di Stasiun Batu Ceper, Stasiun Duri, Stasiun BNI City Sudirman, dan Stasiun Manggarai. Kita bisa mengecek jarak tempat yang akan kita tuju ke stasiun tersebut menggunakan Google Maps. Kalau hanya sekitar 1 km saja, coba naik kereta bandara saja. Akan lebih nyaman rasanya.

Nah, demikianlah pengalamanku naik Kereta Bandara Soekarno Hatta. Boleh dicoba juga loh teman mode transportasi ini. 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *