Asyiknya Mudik dengan Mobil

Mudik dengan Mobil

Mudik alias pulang ke kampung halaman adalah hal yang kerap dilakukan oleh para perantau. Di Indonesia, musim mudik kerap terjadi pada saat Lebaran atau Idul Fitri. Banyak orang yang memilih mudik dengan kendaraan umum. Namun banyak pula yang seperti saya, memilih sebaliknya alias mudik dengan mobil pribadi. Kali ini, saya coba menjelasakan asyiknya mudik dengan mobil atau kendaraan pribadi.

Alasan Mudik dengan Mobil

Saya dan suami berasal dari daerah yang berbeda. Satu dari Jawa Tengah dan satunya lagi dari Sumatera Barat. Kami berdua sekarang tinggal di Sumatera Selatan.

Untuk mudik ke Jawa Tengah, biasanya kami menggunakan kendaraan umum yaitu pesawat yang dilanjut kereta api. Sementara untuk ke Sumatera Barat, biasanya kami memilih menggunakan mobil.

Namun, setahun terakhir, kami memilih mudik menggunakan mobil. Apa alasan kami memilih mudik dengan mobil? Berikut alasan kami dan menjadi ‘suka’-nya mudik dengan mobil.

Tidak Pusing Mencari Tiket

Untuk mudik dengan kendaraan umum, tentu kita perlu mencari tiket terlebih dahulu. Untuk mudik ke Jawa Tengah, kami harus mencari tiket pesawat dan kereta. Sementara kalau ke Sumatera Barat, cukup mencari tiket pesawat saja.

Walaupun begitu, perkara mencari tiket adalah hal yang menurut saya jadi menyebalkan. Pertama, jadwal cuti suami agak sulit untuk dipastikan. Tentu saja ini akan berimbas pada baru bisa membeli tiket ketika sudah mendekati keberangkatan. Kalau mudik bukan musim lebaran sih gak masalah. Tapi kalau musim lebaran, hampir bisa dipastikan kalau mepet-mepet akan gak dapat tiket.

Mudik dengan Mobil, tak perlu repot berburu tiket
Karena tak ribet berburu tiket, maka kami mudik dengan mobil

Kedua, karena ada penggunaan transportasi yang berbeda, perlu mencocokkan juga jadwal antara tiket pesawat dan kereta. Sebenarnya ini bukan hal yang sulit sih. Apalagi jadwal kereta dan pesawat sebenarnya banyak. Jadi ada banyak kombinasi. Tapi, tentu perlu dicari waktu yang pas, sampai tujuan cepat, jarak tunggu tidak terlalu lama, dan sebagainya.

Menghemat Biaya

Menyambung alasan saya sebelumnya yang sulit untuk membeli tiket jauh-jauh hari. Beli tiket mepet-mepet jadwal keberangkatan bukan hanya muncul kemungkinan kehabisan tiket. Masih ada kemungkinan positif lainnya yaitu dapat tiket namun harganya selangit.

Salah satu cara menghemat biaya mudik kan beli tiket jauh-jauh hari. Namun karena saya gak bisa melakukannya. Otomatis biaya bakal membengkak. Apalagi kalau sudah berkeluarga dengan anak usia di atas 2 tahun dan lebih dari 1 orang.

Mudik dengan Mobil untuk sementara lebih menghemat biaya
Mudik dengan mobil lebih menghemat biaya, jadi ada sisa untuk investasi

Nah, mudik dengan mobil memang menjadi salah satu solusi. Biaya tiket per orang bisa dialihkan menjadi biaya bahan bakan kendaraan dan tol.

Mengajak Anak Mengenal Alat Transportasi

Untuk mudik ke Jawa Tengah dari Sumatera Selatan, kami pasti akan menyeberangi Selat Sunda terlebih dahulu jika mudik menggunakan jalur darat. Alasan inilah yang menjadi pertimbangan kami untuk mudik dengan mobil.

Mudik pakai Mobil memberi kesempatan mencoba kapal ferry sekaligus

Anak bisa mengenal alat transportasi lain berupa kapal ferry. Kami pun jadi punya pengalaman baru naik berbagai kapal dari Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak.

Meningkatkan Kemampuan Anak

Mudik dengan mobil menurut kami bisa meningkatkan kemampuan anak. Ketika masih anak-anak, kami berdua kerap diajak berpergian jarak jauh. Setelah dewasa, kami menyadari bahwa kami tak mudah ‘mabuk’ perjalanan. Berbekal pengalaman itu, kami pun ingin melatih fisik anak juga.

Syukurnya, selama perjalanan darat yang kerap dilakukan anak tak pernah mengalami ‘mabuk’ perjalanan. Selain itu, kemampuan untuk ‘tidur dalam kondisi tak nyaman’ juga terlatih dengan perjalanan mudik via jalur darat yang banyak lubang-lubangnya seperti di jalur Lintas Timur Sumatera.

Kemampuan anak lainnya yang bisa dilatih terkait dengan kosa kata dan pengenalan terhadap sekitar. Anak bisa mengenal alat-alat transportasi. Setelah mengenal kapal, anak jadi berimajinasi dengan lego dan mencoba menyusun kapal. Kita juga bisa mengajarkan tentang keamanan dalam berkendara, menghapalkan jalan dan rambu-rambu, dan sebagainya.

Menjadi Momen Kebersamaan Keluarga

Perjalanan memang menjadi momen untuk keluarga. Namun, perjalanan menggunakan kendaraan jalan darat yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama menjadi momen untuk lebih lama pula bersama keluarga.

Perjalanan bisa dimanfaatkan untuk bercerita dan bernyanyi bersama. Kita juga jadi dilatih untuk lebih sabar dan bersama-sama menghadapi berbagai kondisi di jalanan.

Bisa Bawa Barang Bawaan Lebih Banyak

Ya pastilah pulang kampung bakal bawa oleh-oleh untuk keluarga kan. Nah, mudik dengan mobil bisa saja memberikan kita lebih banyak barang bawaan. Ya, oleh-oleh juga bisa banyak dibawanya kalau muatan mobil besar dan penumpang gak banyak.

Gak perlu takut kena biaya bagasi tambahan. Hehehe

Bisa Mampir-Mampir ke Berbagai Tujuan Baru

Memilih mudik dengan mobil bagi kami sangat menyenangkan karena bisa mendatangi berbagai tempat baru. Seperti ketika mudik ke Sumatera Barat, kami juga berkelana tidak hanya jalur Palembang – Jambi – Padang saja. Kami akhirnya mencoba jalur Padang – Pekanbaru – Jambi – Palembang.

Begitu pula ketika mudik di Pulau Jawa. Kami leluasa mampir ke Purwakarta untuk sekedar makan Sate Maranggi dan Cirebon untuk makan Empal Gentong.


Oh iya, sebenarnya, mudik dengan mobil kami rasa lebih membuat nyaman di tempat tujuan. Karena misal ingin jalan-jalan di kampung, kita tak harus ketergantungan dengan mobil yang ada di rumah atau menyewa kendaraan tambahan jika sangat mendesak.

Gak Enaknya Mudik Pake Mobil

Walaupun begitu, segala hal memiliki dua sisi mata uang. Alias, mudik dengan mobil juga ada ga enaknya kok. Yang saya rasain, karena perjalanan kami cukup panjang, maka waktu tempuh pun pasti bakal lama. Artinya, waktu selama di kampung gak terlalu lama. Ya, namanya juga pejuang gajian yang waktu cuti dibatasin.

Banyak sih hal-hal lain yang kadang jadi sesuatu yang gak ngenakin selama mudik. Tapi dibahas lain kali aja deh. Hehehe. Overall, mau mudik atau travelling pake mobil sendiri itu banyakan asyiknya kok. Kira-kira, temen-temen punya alasan lain gak kenapa mudik naik mobil sendiri asyik?

You may also like

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)