Mencoba LRT Palembang Bareng Anak, Ini Tipsnya!

Adanya Light Rail Transit (LRT) Palembang yang mulai beroperasi pada 1 Agustus 2018 lalu tentu mengundang perhatian masyarakat. Ya, banyak warga Palembang bahkan dari kota lain di luar Sumatera Selatan yang juga ingin mencoba LRT pertama di Indonesia ini. Demikian juga dengan saya.

Ingin mencoba LRT sebenarnya kelanjutan dari sesi pengenalan transportasi umum β€˜di dunia nyata’ kepada anak. Setelah sesi sebelumnya saya mengenalkan bus Transmusi, kali ini saya mengenalkan dengan LRT.

Baca juga : Menjajal Naik LRT Pertama di Indonesia, Apa Rasanya?

Membawa anak (usia batita) naik LRT di saat antusiasme warga sedang tinggi-tingginya tentu cukup menantang karena bisa dipastikan tantangan utamanya adalah keramaian. Sebagai orang tua, kekhawatiran anak rewel dan tantrum di tempat umum pasti ada. Anak tantrum di tempat umum yang sepi aja bisa jadi perhatian, apalagi di tempat umum yang ramai, bisa menjadi artis mendadak kita. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya membuat anak tetap bisa nyaman selama perjalanan.

Ini dia tips mencoba LRT dari saya.

Makan sebelum perjalanan

Perut kenyang, anak tenang. Selama saya hidup plus selama menyandang status sebagai orang tua, konsep tersebut harus saya akui benar adanya. Jangankan anak, saya saja kalau lapar tingkah lakunya bisa menyebalkan.Selama perjalanan dengan LRT, kita dilarang untuk makan dan minum. Kondisi penumpang saat ini memang masih banyak yang acuh pada larangan tersebut. Namun, ada baiknya kita mengajarkan hal positif pada anak untuk mematuhi peraturan, benar kan?

Perjalanan dari stasiun Bandara ke stasiun DJKA (ujung ke ujung) bisa memakan waktu hampir 1 jam. Kalau kondisi kita sedang kelaparan bisa jadi perjalanan jadi tidak menyenangkan lagi. Oleh karena itu, ada baiknya makan dahulu sebelum mencoba perjalanan dengan LRT.

Kita bisa saja mengisi perut selama menunggu kereta datang di stasiun atau peron karena ada tempat-tempat duduk dan disediakan juga tempat sampah. Di stasiun bandara juga terdapat minimarket di area skybridge. Sementara itu, di stasiun lainnya juga tak jauh dari tempat makan, bahkan untuk Stasiun Bumi Sriwijaya dan Stasiun DJKA dekat dengan mall.

 

Gunakan e-money

Pembayaran karcis LRT bisa menggunakan tunai dengan membeli karcis di loket, namun jumlahnya masih dibatasi. Kalau kita kehabisan karcis untuk jadwal yang paling dekat, kita harus menunggu loket buka untuk kereta berikutnya. Menunggu itu menyebalkan kan?

Kalau tidak mau terlalu menunggu, kita bisa gunakan e-money seperti BSB-cash, e-money Mandiri, Tapcash BNI, Flazz BCA, atau BRIZZI BRI. Jika kita sudah memiliki salah satunya, kita bisa menginisiasinya terlebih dahulu di loket. Kemarin sih, waktu saya mencoba menginisiasi tidak perlu ikut antrian yang ingin membeli karcis kertas. Selain itu, ada pula bank yang membuka penjualan e-money di stasiun LRT dan telah aktif, tidak perlu diinisiasi lagi.

Dengan menggunakan e-money, kita bisa bergerak lebih cepat untuk masuk ke peron lalu lebih santai. Selain itu, untuk scan e-money di mesin masih lebih cepat dibanding dengan karcis kertas. Baik karcis kertas maupun e-money menjadi alat untuk keluar masuk peron (dengan melakukan tapping di mesin scan). Satu lagi kelebihan pakai e-money buat saya, karcis kertas lebih gampang keselip sementara e-money bentuknya lebih keras dan jadinya lebih mudah dijaga.

 

Pilih gerbong yang sepi

Duduk tentu akan lebih nyaman dibanding berdiri, apalagi kalau bawa anak tanpa gendongan. Berdiri? Ya bisa gempor lah ai bawa gembolan depan (anak) plus belakang (tas gembolan beneran).Begitu penumpang dipersilahkan naik ke kereta, biasanya gerbang paling depan menjadi tujuan utama sementara yang di belakang cenderung dicuekin. Kasihan sama yang dicuekin, marilah kita beri perhatian lebih.

Gerbong paling belakang yang biasanya diacuhkan orang-orang ternyata bisa memberikan keuntungan yaitu tempat yang lebih sepi. Paling tidak, anak bisa mendapat tempat duduk. Anak pun bisa duduk dengan nyaman.

Jika ingin mencoba LRT, kita bisa memilih jadwal yang agak pagi (sebelum jam 9) dan stasiun paling ujung (Bandara atau DJKA). Biasanya, masyarakat belum banyak yang mencoba LRT pada waktu tersebut. Stasiun paling ujung juga memungkinkan kita kebagian tempat duduk dibanding naik dari stasiun tengah-tengah perjalanan.

 

Ajak anak melihat sekitar sambil belajar

Tentu tak salah jika membanjiri anak dengan informasi yang baik. Toh tujuan awal mencoba LRT juga karena ingin mengenalkan anak pada transportasi umum.Untuk anak usia Mahira yang mulai banyak mengucap kata baru dan kadang bertanya apa itu? Saya mencoba mengenalkan dengan hal-hal kecil yang ada di sekitar.

Sejak di stasiun LRT, kita bisa mengenalkan profesi mulai dari penjaga loket, sekuriti, karyawan PT KAI, atau petugas lainnya yang ada di lingkungan tersebut. Kita juga bisa mengenalkan dengan kereta LRTnya sendiri, perjalanannya berapa lama, apa yang akan dilewati, belajar bahwa harus mengantre, melakukan tapping kartu di mesin, dan lain-lain.

Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan sembari memberikan informasi bagi anak. Belajarnya jadi tak terasa, bahkan bisa lebih menyenangkan.

 

Lakukan hal yang disukai oleh anak

Membiarkan anak melakukan hal yang disukai tentu bisa membuatnya lebih nyaman. Jika anak suka berfoto, tak apa mengabadikan momen menaiki LRT pertama di Indonesia ini. Atau bagi anak yang suka menunjuk dan mencari sesuatu, kita bisa membuat permainan mencari masjid atau Alf*mart yang dilewati.

Anak juga bisa berjalan-jalan atau melatih kekuatan otot dengan bergantungan. Tapi, lakukan ini kalau kereta dalam kondisi tidak penuh ya.

Dalam menaiki transportasi umum, tentu ada peraturan yang harus dipatuhi seperti mengantre saat membeli tiket, mendahulukan yang keluar terlebih dahulu, tidak makan dan minum selama di kereta, tidak mengangkat kaki di tempat duduk, tidak duduk di lantai, dan lain-lain. Kadang, orang tua ingin membuat anak nyaman dengan cara apapun. Tentunya, tetap patuhi peraturan yang berlaku karena itu juga sebagai contoh perilaku positif kepada anak.

Selamat mencoba LRT Palembang πŸ™‚

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)

  1. aku belum pernah ke palembang, sepertinya palembang maju banget ya apalagi semenjak jadi tuan rumah asian games, jadi berkembang pesat.. kapan-kapan kesana nyobain naik LRT ahh