Palembang Food Guide : Pempek Palembang

“Orang Palembang itu hebat, kapal selam aja bisa dimakan”

 

Pernah dengar ga ungkapan seperti itu? Ya, pempek adalah salah satu makan asal Palembang yang terkenal banget di seantero negeri *ceilah*. Pempek juga oleh-oleh wajib bawa dari Palembang.

Pada umumnya, orang mengetahui pempek dengan nama pempek kapal selam. Pempek kapal selam adalah varian pempek yang paling umum ditemui di tempat makan yang menjual pempek. Di Palembang sendiri, pempek kapal selam dikenal juga dengan nama pempek telok besak (telur besar). Iya, isi di dalam pempek tersebut biasanya kan sebutir telur utuh dan ukurannya jadi besar.

Tak ada daerah lain yang mencintai makanan khas daerahnya layaknya orang Palembang. Saya pun pernah mendengar ungkapan seperti itu. Memang benar, orang Palembang begitu mencintai dan menikmati pempek. Di awal saya pindah ke Palembang sekitar 8 tahun lalu, saya cukup kaget karena orang di kantor rasanya tak bosan menikmati pempek setiap hari. SETIAP HARI!

Tapi, bukan pempek kapal selam yang dinikmati setiap hari. Umumnya pempek di sini dijual dengan ukuran kecil-kecil, kira-kira setengah kepalan tangan. Kalau di restoran yang menjual pempek, beberapa pempek disajikan dalam satu piring. Namun, kalau untuk sajian ramai-ramai di kantor atau acara kumpul lainnya, biasanya sewadah besar pempek disajikan aneka varian disajikan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

 

Dulu, saya hanya sanggup makan 2-3 pempek ukuran kecil. Saat hamil, saya sanggup menghabiskan 10 sekali duduk menghadap pempek.

Pempek memiliki banyak jenis. Jenis pempek bisa dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya, ada Pempek Gabus (berasal dari Ikan Gabus), Pempek Udang (berasal dari udang), Pempek Tenggiri (dengan campuran ikan tenggiri), Pempek Dos (hanya dari tepung tanpa campuran ikan), Pempek Belida (berasal dari ikan belida), dan lain-lain. Untuk di rumahan, kadang ada juga yang membuat pempek dari campuran nasi, jadi pempek nasi deh. Kasta pempek dengan harga termurah biasanya dipegang oleh pempek dos yang seribuan (yaiyalah, kan ga ada ikannya) dan kasta termahal dipegang pempek belida yang sepuluh ribuan (karena ikannya susah dicari dan memang paling enak).

Selain dibedakan dari bahan pembuatnya, pempek kecil-kecil umumnya dibuat dengan bentuk-bentuk yang khusus. Namanya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Apa saja?

    • Pempek Adaan : Pempek dengan bentuk bulat seperti bakso dengan isian potongan bawang
    • Pempek Lenjer : Pempek dengan bentuk seperti tabung, untuk oleh-oleh ada penjual pempek yang menjual lenjer ukuran besar sehingga orang yang membeli bebas memotong sesuai ukuran yang diinginkan
    • Pempek Pistel : Pempek berbentuk seperti pastel, diisi dengan potongan papaya muda dan terkadang ada campuran ebi
    • Pempek Tahu : Pempek dengan campuran tahu putih.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
    • Pempek Kulit : Pempek yang umumnya berwarna gelap karena berasal dari kulit ikan ada pula yang membuatnya dari daging merah ikan dan digoreng dengan sangat garing sampai disebut pempek crispy.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
    • Pempek telur/telok kecil : Mirip dengan pempek kapal selam, pempek ini memiliki isian telur namun ukurannya kecil-kecil.
    • Pempek keriting : Pempek yang punya bentuk seperti kabel ruwet alias keriting hehe.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
    • Pempek belah : Bentuknya seperti pempek lenjer (tabung kecil), namun ada belahan di tengah dan biasanya diberi isian campuran ebi.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Pempek Lenggang : Potongan pempek (kalau saya biasanya pakai yang lenjer) lalu dicampur dengan telur. Bisa dipanggang, bisa juga digoreng.
  • Pempek panggang : Pempek dengan isian campuran udang yang dipanggang.

Makan pempek tak enak jika terpisah dengan cuko/cuka. Banyak yang bilang, pempek gak enak gapapa asal cukanya enak. Kalau saya sih, kalau pempeknya ga enak ya tetep aja ga enak 😀 .

Cuko yang berwarna gelap ini berasal dari gula batok (umumnya gula yang digunakan berasal dari daerah Linggau). Gula merah yang berbentuk seperti setengah bola adalah faktor penentu nikmatnya cuko. Kalau gula merah ini diganti dengan gula jawa, hmmm rasanya akan berbeda dan tak sedap.

Cara makan pempek cukup unik juga. Sebelum di Palembang, biasanya saya menemukan penjual pempek kapal selam yang menuangkan cukanya langsung di mangkoknya, sehingga si kapal selam tampak terendam setengah badan. Sementara itu, biasanya disediakan piring-piring kecil. Jadi, kita bisa menuang sendiri cuko sesuai selera. Pempek akan dicocol-cocol di cuko dan terakhir jangan heran jika melihat orang Palembang menghirup cuko di piring kecil tersebut.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Untuk menyesuaikan dengan gaya orang Palembang dalam menikmati pempek, saya sendiri belum ‘fasih’. Beberapa pempek seperti pempek telur kecil, pempek keriting, pempek lenjer adalah jenis pempek yang direbus terlebih dahulu. Saya lebih suka gorengan kadang menggoreng lagi pempek rebusan tersebut.

Pempek kecil kerap dijadikan oleh-oleh. Pempek yang dijual dan sering dijadikan oleh-oleh adalah pempek adaan, kulit, telur, dan lenjer. Dulu, pempek biasanya ditaburi tepung agar lebih awet, nantinya kita bisa mencuci tepung tersebut sebelum direbus atau digoreng. Kini ada juga teknologi vakum jadi kita tak perlu repot menghilangkan tepungnya.

Nah, demikian cerita tentang pempek. Ada yang jadi pengen pempek ga?

 

 

 

 

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)