Menonton Pertandingan Olahraga, Belajar Apa?

Ketika Asian Games kemarin, saya merasa senang sekali karena bisa menonton secara langsung. Tinggal di kota yang menjadi tuan rumah, yaitu Palembang, jelas membuat saya tak ingin kehilangan kesempatan untuk menonton langsung. Selain sebagai hiburan, menonton langsung memberikan saya kesempatan untuk mengenalkan anak tentang sebuah pertandingan.

Menonton pertandingan olahraga bersama keluarga memang sudah biasa saya lakukan. Baik menonton di televisi maupun menonton langsung. Beruntung memang, di kota kami sering ada pertandingan olahraga. Jujur saja, saya semangat banget kalau ada momen pertandingan olahraga. Semangat itu coba saya tularkan kepada Mahira juga.

Menonton pertandingan olahraga tentu tak sekedar hanya memberi semangat saja. Ada hal-hal lain yang coba saya ajarkan kepada anak. Apa saja yang bisa dipelajari dari menonton pertandingan ?

  • Pentingnya berolahraga
    Menonton pertandingan olahraga membuat saya bisa mengenalkan berbagai macam jenis olahraga. Bukan tidak mungkin kalau nanti ada olahraga yang menjadi kegemaran dia dan dia serius menekuninya.

    Selain mengenalkan tentang olahraga, saya juga bisa bercerita tentang profesi atlet. Atlet harus disiplin dan menjaga makanan serta rutin berlatih untuk menjadi hebat.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Mengenal Nasionalisme
    Pertandingan olahraga yang kami tonton tak hanya pertandingan nasional saja. Event Asian Games kemarin menjadi event internasional olahraga yang ditonton Mahira. Mengikuti proses Asian Games dari opening ceremony membuat saya berkesempatan mengenalkan tentang Indonesia. Selain itu, ketika ada atlet dari Indonesia yang bertanding, memberikan saya kesempatan untuk bercerita adanya orang yang mewakili Indonesia di mata dunia.

    Mahira pun bisa begitu nantinya. Kalau sekarang, kita mewakili jadi supporter yang baik dulu. Membawa bendera, mendukung atlet, mendukung event olahraga yang diselenggarakan di Indonesia.

 

  • Mengenalkan kerja sama dan sportivitas
    Dalam pertandingan, tak jarang ada permainan yang membutuhkan kerja sama. Sebenarnya kerja sama tak hanya antar pemain di lapangan, tetapi juga dengan pelatih. Kerja sama penting dalam mencapai satu tujuan. Begitu pula dalam keluarga, untuk mencapai rumah bersih dan rapi, sebagai keluarga pun harus bekerja sama.

    Selain kerja sama, ada pula sportivitas yang juga harus ditonjolkan dalam pertandingan olahraga. Saling menghormati lawan, mematuhi aturan, adalah hal yang wajib dilakukan.
    Setelah pertandingan, kita juga bisa memperlihatkan bahwa para atlet bisa menjadi kawan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Mengenal konsep menang – kalah
    Dalam pertandingan, tentunya terdapat tim yang menang dan ada pula tim yang kalah. Sambil menyanyikan lagu Meraih Bintang – Via Vallen, saya berkali-kali cerita kalau menjadi pemenang itu memang adalah prestasi. Tapi bukan berarti itu adalah segalanya. Berusaha yang terbaik adalah keutamaan. Menjadi pemenang, anggap saja bonus. Hal yang sama juga berlaku untuk saya kalau saya ikut lomba-lomba. Setelah menang pun tak perlu jumawa. Berbangga boleh, tapi cukup sementara. Setelah itu, kita memulai lagi dari awal untuk pertandingan lainnya.

    Nah, urusan kalau kalah nih. Saya baru bilang saja ke anak kalau kalah itu ya tidak apa-apa. Kita bisa bersalaman setelah selesai pertandingan. Mengucapkan selamat kepada lawan. Setelah itu, kita sendiri perlu evaluasi diri. Mencoba melihat ulang pertandingan yang kita jalani, menemukan kekurangan kita, lalu belajar lagi menjadi lebih baik di pertandingan selanjutnya.

  • Memberi dukungan dengan baik
    Sebagai supporter kita perlu mendukung atlet dengan baik. Beri semangat atlet dengan kata-kata yang baik. Dukungan juga bisa diberikan dengan menjaga fasilitas public saat menonton langsung. Bersahabat dengan supporter lain juga merupakan bentuk seubah dukungan. Dalam memberi dukungan, bisa saja kita kecewa karena tim yang didukung kalah. Kita pun bisa mengenalkan sikap positif kepada anak agar tak terlalu kecewa.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Menonton olahraga tak hanya menjadi momen untuk merekatkan hubungan dan seru-seruan bersama keluarga. Perilaku positif pun bisa dipelajari selama menonton pertandingan.

 

Tulisan ini adalah artikel tanggapan dari artikel mak Aswina Utari pada  #KEBloggingCollab  kelompok Ghea Panggabean yang ditulis oleh Aswinda Utari.

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)