Sejuknya Hutan Hujan Tropis Bukit Bangkirai Samboja

Apa yang terbayang ketika mendengar kata Kalimantan? Ketika saya kecil dulu, kata yang sepertinya terbayang di orang-orang ketika mendengar kata Kalimantan adalah hutan. Salah satu pulau besar di Indonesia tersebut bisa dibilang masih memiliki bioma hutan hujan tropis yang cukup luas. Hutan hujan tropika atau hutan hujan tropis adalah suatu wilayah berupa hutan yang selalu basah atau lembab. Biasanya daerah seperti ini ditemui di sekitar wilayah khatulistiwa.

Lalu, apakah sekarang hutan hujan tropis masih banyak ditemui di Kalimantan?

Secara jumlah, mungkin sekarang sudah lebih sedikit dibanding puluhan tahun lalu. Namun, jika kita ingin mendatangi obyek wisata dengan suasana Hutan Hujan Tropis, kita bisa datang ke Bukit Bengkirai Samboja, Kalimantan Timur.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Wisata Alam nan Edukatif

Bukit Bangkirai adalah sebuah obyek wisata Hutan Hujan Tropis ( Tropical Rain Forest ) yang berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jika kita memasuki Kalimantan Timur dari Balikpapan, obyek wisata alam ini berada sekitar 60 km dari Bandara Sultan Aji Muhammad Balikpapan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

PT INHUTANI I mengelola obyek wisata dengan luas 1.500 hektar ini. Ketika memasuki kawasan ini, kita akan disuguhi pemandangan berupa pohon Bangkirai yang tingginya sekitar 40-50 meter dengan diameter yang cukup besar (sekitar 2,3 meter). Pohon-pohon di kawasan ini telah hidup lebih dari 150 tahun. Bukit Bangkirai tak hanya menjadi obyek wisata alam saja, melainkan menjadi hutan konservasi sehingga bisa menjadi tempat belajar sekaligus penelitian.

Pohon bangkirai sendiri mampu menghasilkan kayu berkualitas bagus. Banyak yang menggunakan kayu bengkirai untuk memproduksi berbagai macam produk olahan kayu. Kayu ini tergolong mudah untuk diproses mulai dari diserut, dipotong, diukir, dll.

Fasilitas yang ada di Bukit Bangkirai

Memasuki kawasan Bukit Bangkirai, saya langsung terpikir bahwa kawasan ini bisa dijadikan area untuk outing bersama teman kantor karena fasilitasnya yang cukup lengkap. Terdapat fasilitas pendukung berupa gedung pertemuan, penginapan, musholla, restoran, dan sarana olahraga seperti lapangan Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, Tenis Meja, dan Lapangan Voli.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Canopy Bridge alias Jembatan Tajuk

Bagi yang suka tantangan, boleh dicoba memberanikan diri menaiki Jembatan Tajuk atau Canopy Bridge di kawasan Bukit Bangkirai ini. Sebelum sampai di lokasi, kita perlu trekking dahulu. Ada 2 jalur trekking yang keduanya harus kita lewati yaitu Trek I Prakosa sejauh 150 meter dan Trek II Djamaluddin sejauh 300 meter. Tak terlalu jauh dan melelahkan rasanya, hanya 15 menit. Bagi yang suka berolahraga atau naik gunung, ya mungkin trek seperti ini cuma ngangetin kaki aja. šŸ˜€

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Setelah sampai di kawasan Canopy Bridge, akan terlihat tower yang dibangun dari kayu-kayu. Untuk sampai ke atas, tentu kita harus menaiki tangga terlebih dahulu. Canopy bridge di Bukit Bangkirai ternyata adalah jembatan gantung pertama di Indonesia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat.

Canopy bridge ini menghubungkan 5 pohon Bangkirai di ketinggian 30 meter. Panjang totalnya adalah 64 meter. Gak jauh, tapi kalau nyoba lewat sana ya deg-degan juga pengen cepat-cepat sampai awalnya. Namun, lama-kelamaan kok pengen di atas terus ya, ngeliatin panorama hutan hujan tropis yang jarang-jarang ditemui.

Eh tapi, sudah jangan lama-lama, ada orang di belakang yang mau naik. Memang untuk naik di jembatan gantung seperti ini kita harus bergantian.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Untuk memasuki kawasan Bukit Bangkirai, kita memang harus menempuh jalan yang belum diaspal. Namun bisa dibilang kondisinya cukup baik. Saya sendiri merasa senang bisa main ke tempat seperti ini karena, bisa merasakan sensasi berada di hutan yang sejuk sekaligus menguji adrenalin.

Harga tiket masuknya sendiri untuk orang dewasa adalah Rp 3.500 sementara anak-anak Rp 1.500. Jika ingin mencoba naik ke Canopy Bridge, kita perlu membayar lagi Rp 20.000 sementara untuk wisatawan asing perlu membayar Rp 50.000,-. Selain biaya masuk, ada juga biaya parkir. Untuk kendaraan roda empat Rp 5.000 sementara kendaraan roda dua Rp 3.000.

Kalau main ke Balikpapan, jangan lupa mampir ya ke Bukit Bengkirai, biar berasa main ke hutan hujan tropis Kalimantan gitu šŸ˜€

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)