Grow Happy Parenting: Membentuk Anak Bahagia melalui Pola Asuh dan Menciptakan Lingkungan yang Bahagia

Memiliki peran lain di kehidupan sebagai orang tua memang bukanlah hal yang mudah. Ada tanggung jawab baru yang kita miliki untuk membesarkan anak. Kita juga memiliki keinginan agar anak dapat berhasil dan berkembang dan tumbuh dengan bahagia.

Sebagai orang tua, kita pun belajar. Mencari berbagai referensi bagaimana menjadi orang tua yang baik. Apalagi, banyak yang mengatakan bahwa menjadi orang tua di jaman sekarang tak mudah. Saat ini, semua lebih modern dan dinamis, apalagi dukungan teknologi juga berkembang.

Adanya teknologi mempermudah kita untuk mengakses berbagai informasi. Semakin banyak ilmu, pengetahuan, panduan, atau referensi bagi orang tua dalam mengasuh dan membesarkan anaknya. Setiap orang tua memiliki pola pengasuhan yang berbeda berdasarkan apa yang dipelajari dan dihadapi. Namun, selalu ada benang merah antara setiap orang tua. Ingin menjadi orang tua yang baik, yang bisa memberikan kebahagiaan untuk anak.

Nestlé LACTOGROW ‘Grow Happy’, Menularkan Kebahagiaan Kepada Orang Tua di Palembang

Bagaimana cara membuat anak bahagia? Kebahagiaan anak, bisa berasal dari kebahagiaan orang tua. Begitu pula sebaliknya. Tak perlu diperdebatkan siapa yang perlu bahagia duluan karena sejatinya kebahagiaan itu menular. Oleh karena itu, dalam keluarga, perlu diciptakan lingkungan yang bahagia sehingga baik anak dan orang tua selalu merasa bahagia.

Menyadari bahwa kebahagiaan penting dalam sebuah keluarga, Nestlé LACTOGROW hadir dengan kampanye ‘Grow Happy’. ‘Grow Happy’ adalah ajakan untuk merayakan kebahagiaan sekaligus dukungan kepada orang tua dalam menciptakan lingkungan yang dapat membuat anak merasa bahagia.

Nestlé LACTOGROW hadir di beberapa kota besar Indonesia untuk mengampanyekan ‘Grow Happy’ melalui beberapa event. Untuk di Palembang sendiri, kampanye ‘Grow Happy’ dilakukan melalui adanya workshop bersama blogger dan media.

Belajar Kiat Pola Asuh ‘Grow Happy’ bersama Nestlé LACTOGROW

Bertempat di Benteng Kuto Besak Theater Restaurant, pada tanggal 31 Oktober 2018 lalu, Nestlé LACTOGROW mengundang blogger dan media untuk workshop bertema Grow Happy Parenting. Pada workshop ini, LACTOGROW berbagi tips mengenai gaya pola asuh ‘Grow Happy’ kepada orang tua yang memiliki tantangan di masa yang lebih dinamis dan modern, dalam menjalani perannya saat ini.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB dan hadir sebagai pembicara adalah Gusti Kattani Maulani (Brand Manager Nestlé LACTOGROW), Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC (Psikolog), dan dr. Fatima Safira Alatas Ph.D, Sp.A(K) (Dokter Spesialis Anak).

Mengenal Kampanye ‘Grow Happy’ dari LACTAGROW

Nestlé Indonesia, sebagai anak perusahaan Nestlé S.A, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia, memiliki tujuan yang sama dengan induk perusahaan Nestlé S.A, yaitu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat. Berdasarkan hal tersebut, Nestlé Indonesia secara berkelanjutan melakukan berbagai penelitian.

Salah satu studi yang dilakukan Nestlé LACTOGROW pada tahun 2018 adalah studi mengenai kebahagiaan anak atau Child Happiness. Dari studi yang dilakukan tersebut, didapatkan hasil bahwa anak jauh merasa lebih bahagia ketika bermain bersama orang tua. Namun pada kenyataannya, lebih dari 50% orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan anak. Hal ini pun pernah aku rasakan, ada kalanya secara fisik orang tua hadir namun tidak terlibat dan terikat dalam kegiatan anak.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Gusti Kattani Maulani, selaku Brand Manager Nestlé LACTOGROW, menyampaikan bahwa melalui kampanye ‘Grow Happy’, Nestlé LACTOGROW ingin membantu orang tua untuk bisa mengaplikasikan kemampuan untuk membangun kebahagiaan dirinya sendiri agar bisa membagikan kebahagiaannya pada anak dan keluarga serta menyediakan nutrisi yang optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia.

Agar anak dapat tumbuh bahagia, dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk kondisi ‘grow happy’. Mengingat peran orang tua saat ini semakin menantang, Nestlé LACTOGROW mengedukasi para orang tua melalui workshop “Grow Happy Parenting” untuk berbagi informasi dan kiat mengenai pola asuh anak serta tips memberikan nutrisi seimbang dan lengkap untuk tumbuh bahagia, yang bisa diterapkan dengan mudah.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Pada workshop ini, Nestlé juga memperkenalkan tampilan baru dari LACTOGROW. Tak hanya tampilannya saja yang baru, namun formula LACTOGROW juga semakin disempurnakan karena diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang.

Adanya workshop seperti ini tentu sangat membantu orang tua karena mendapat edukasi langsung dari para ahli untuk menemukan formulasi tumbuh bahagia melalui adanya keselarasan nutrisi, stimulasi dan keterlibatan orang tua yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Dengan demikian, kunci tumbuh bahagianya anak dimulai dari pilihan orang tua di mana pilihan orang tua akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di masa yang akan datang.

How to Raise the Happiest Kids in the World?

Studi tentang Child Happiness yang dilakukan oleh Nestlé LACTOGROW menemukan bahwa kebanyakan orang tua hanya memperhatikan ciri-ciri fisik saja ketika menilai karakteristik anak, seperti ekspresi ceria atau keaktifan bergerak. Hal ini sedikit berbeda dengan pendapat Myers & Diener (2018), dimana kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Berdasarkan hasil studi ini, Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC, menekankan bahwa kebahagiaan saat masa anak-anak memiliki pengaruh positif terhadap tumbuh kembang kognitif (proses belajar), nilai diri (self-esteem),­ social skill, serta karakter anak pada saat dewasa. Seketika, aku teringat akan film Inside Out. Dalam pembuka film tersebut, dijelaskan bahwa emosi dominan (salah satunya emosi bahagia), bisa membentuk kepribadian seseorang.

Sangat penting untuk orang tua bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak. Kenyataannya, pada saat ini, orang tua masih banyak yang belum bisa memaksimalkan waktu untuk lebih terlibat bersama anak. Selalu saja ada gangguan, mulai dari kelelahan atau tingkat stress yang lebih tinggi atau adanya gangguan berupa interaksi yang lebih intens dengan gadget atau smartphone dibandingkan anak. Hal ini membuat keterlibatan emosi antara orang tua dan anak tak terlalu kuat.

Tips dari Psikolog Lizzie untuk orang tua agar bisa lebih terlibat dalam kegiatan anak dan membangun ikatan kuat antara lain:

  • Fokuslah pada waktu kebersamaan, bukan pada jenis aktivitas. Artinya, orang tua dapat mengikuti aktivitas yang dipilih oleh anak dan pada saat itu fokuslah membuat waktu menjadi lebih berkualitas berkegiatan bersama anak.
  • Tidak ada distraksi pada saat melakukan aktivitas bersama anak. Orang tua sebisa mungkin melepaskan diri dari gangguan seperti handphone. Maksimalkan momen tersebut untuk fokus mengikuti aktivitas yang dipilih anak.
  • Melakukan eye-to-eye contact saat bersama anak. Ada ikatan dan perasaan diperhatikan yang terbentuk bila berkomunikasi disertai dengan kontak mata.
  • Buatlah anak merasa dirinya paling penting. Lebih terfokus pada anak di waktu khusus dan intens berkomunikasi dapat membuat anak merasa dirinya juga penting di kehidupan orang tua.

Dalam membangun kondisi tumbuh bahagia, orang tua diharapkan bisa membuat dirinya sendiri bahagia. Pada workshop ini, Psikolog Lizzie meminta para peserta mengisi kuesioner untuk mengukur level kebahagiaan berdasarkan perasaan yang biasa dialami dalam hidup. Selanjutnya, kita diajak mengenal diri sendiri agar lebih memahami sumber kebahagiaan dalam hidup seperti positif afektif (tertawa, kedamaian, pemenuhan diri), negatif afektif (marah, sedih, curiga), dan tingkat kepuasan hidup.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Perasaan dan emosi yang muncul pada diri juga dipengaruih oleh reaksi kimia yang ada di tubuh. Perasaan bahagia bisa dipengaruhi oleh hormon dopamine, serotonin, oksitosin, dan endorphin. Untuk meningkatkan hormon kebahagiaan ini kita bisa melihat hal-hal positif dalam diri sendiri yang bisa membangkitkan rasa kebahagiaan. Dengan begitu, kita bisa merasa mencintai dirinya sendiri, mengetahui bakat yang dimiliki, mengetahui sikap positif, dan bersyukur akan keberhasilan-keberhasilan kecil yang bisa memberikan kebahagiaan.

Panduan untuk membuat diri bahagia diharapkan bisa membuat para orang tua merasa lebih bahagia dan seterusnya bisa membangun rantai tumbuh bahagia dalam keluarga. Orang tua yang bahagia dapat mendidik anak dengan pola asuh yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak. Diharapkan, di masa depan hasil didikan seperti ini membuat anak mengerti arti kebahagiaan sesungguhnya serta memiliki ketahanan terhadap stress dan tantangan hidup di masa depan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Selain menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiaan kepada pasangan dan anak, Psikolog Lizzie juga berbagi kiat untuk mendidik anak agar tumbuh bahagia melalui:

  • Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi
  • Mendukung kompetensi anak
  • Mencukupi waktu tidur anak
  • Memberikan cinta tanpa syarat kepada anak

Mempersiapkan Kesehatan Pencernaan Buah Hati Demi Masa Depannya

Dalam mendukung tumbuh kembang anak, orang tua perlu menyediakan nutrisi dan stimulasi yang sesuai dan seimbang serta memantau bagaimana tumbuh anak secara berkala. Penyediaan asupan nutrisi tentu diperlukan agar anak dapat tumbuh sehat dengan gizi yang baik.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Namun, pada kenyataannya, berdasarkan studi Child Happiness yang dilakukan oleh Nestlé Indonesia, masih ada potensi anak Indonesia kekurangan asupan nutrisi yang seimbang. Hal ini tentu dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan anak. Oleh sebab itu, dr. Fatima Safira Alatas Ph.D, Sp.A(K) mengungkapkan bahwa anak perlu diberikan zat gizi secara lengkap dan seimbang untuk mendukung kebahagiaan.

Untuk beberapa orang dewasa, makan memang bisa menjadi sesuatu yang membahagiakan, apalagi mengonsumsi makanan seperti coklat, yang memang bisa membantu produksi hormone dopamine yang membuat diri bahagia. Bagi anak-anak, mengonsumsi makanan dengan zat gizi yang lengkap dan seimbang dapat membantu anak memiliki saluran pencernaan yang sehat, dengan demikian anak bisa memiliki selera makan dan pola tidur yang baik. Makanan dan istirahat yang cukup dapat menunjang anak untuk tumbuh dan berkembang secara lebih bahagia dan optimal.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Dokter Safira menekankan kembali akan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan seorang anak yang dimulai dari masa pembuahan hingga berusia 2 tahun. Periode emas ini harus dimaksimalkan oleh orang tua untuk memberikan nutrisi yang baik untuk anak guna tumbuh kembang yang optimal. Dengan memberikan nutrisi yang baik, pengaruh tak hanya pada tumbuh kembang saja, melainkan juga daya tahan tubuh dan fungsi otak menjadi lebih baik lagi. Kombinasi ketiganya mampu mempengaruhi pencernaan anak menjadi sehat dan anak pun bisa tumbuh bahagia.

Memberikan nutrisi yang baik untuk anak, dapat dimulai dengan memberikan makanan terbaik sejak anak lahir, yaitu memberikan ASI. Lalu ketika anak menginjak 6 bulan, pemberian ASI disertai Makanan Pendamping ASI (MPASI). Saat anak telah melewati usia 1 tahun, kita dapat memberikan nutrisi yang bergizi sesuai panduan Tumpeng Gizi Seimbang, piramida makanan yang berisi panduan makan sehat sesuai prinsip 4 Gizi Seimbang, serta panduan pola hidup sehat secara keseluruhan yang termasuk aktivitas fisik dan kebersihan diri.

Terkait dengan saluran cerna, dr. Safira memberikan tips untuk membentuk saluran cerna yang sehat melalui menjaga keseimbangan microbiota usus, antara lain dengan:

  • Mengonsumsi makanan yang lengkap dan bervariasi
  • Mengonsumsi makanan yang difermentasi atau mengandung prebiotic, yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur
  • Mengurangi stress dan pemanis buatan
  • Menghindari antibiotika (tanpa instruksi dokter)

Dalam saluran pencernaan, tenyata diperlukan bakteri baik. Bakteri baik memiliki fungsi untuk memproduksi biosufaktan (untuk menghambat bakteri menempel), memproduksi bakteriosin dan hydrogen peroksida (untuk menghambat dan membunuh bakteri), dan memperbaiki kerusakan sel-sel usus. Meningkatkan bakteri baik dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotic seperti yogurt, susu, tempe, dll. Pemberian prebiotic bisa menyehatkan pencernaan tubuh anak. Rasa tak nyaman pada saluran cerna seperti terjadinya diare, kembung, atau sembelit ternyata bisa diatasi oleh pemberian prebiotik yang menyehatkan saluran cerna.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Konsumsi makanan yang bergizi lengkap dan seimbang akan membuat anak memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga nutrisi dapat terserap dengan baik. Selera makan dan pola tidur yang baik pada anak juga bisa menunjang anak untuk tumbuh dan berkembang secara lebih bahagia dan optimal.

 

Setelah sesi workshop dengan setiap pembicara, dilakukan sesi tanya jawab untuk peserta workshop. Pertanyaan seputar tumbuh kembang anak, nutrisi, serta aktivitas anak muncul dan dijawab secara lengkap dan memuaskan dari pembicara. Akhirnya, sesi workshop pun diakhiri dengan foto bersama para peserta. Sungguh workshop yang berkesan dan membuat diri lebih banyak bersyukur agar bahagia dan mendorong menjadi orang tua yang mendidik anak dengan lebih baik, bukan menyayangi tapi terlalu memanjakan.

Grow Happy : Tumbuh Bersama Menjadi Keluarga Bahagia

Sebagai orang tua, menerima workshop parenting seperti yang diselenggarakan oleh Nestlé LACTOGROW tentu membuat jiwa dan otak disegarkan kembali. Apalagi terkait dengan ‘Grow Happy’ Parenting. Ada kalanya sebagai orang tua, kita menjadi terlalu khawatir akan segala hal. Bisa juga kita gangguan-gangguan lain di lingkungan secara tak sadar terbawa ke rumah dan menggangu waktu kita bersama anak lalu dalam berkomunikasi dengan dalam keluarga tanpa sadar ada hal yang tak menyenangkan. Melalui workshop ini, akupun seolah mendapat reminder untuk tetap membuat suasana yang bisa membahagiakan tak hanya untuk anak tetapi untuk pasangan juga.

Membuat Kebiasaan Baru, Menumbuhkan Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri

Salah satu kunci untuk menumbuhkan rasa bahagia yang perlu dilakukan setiap hari, bahkan mungkin setiap saat adalah bersyukur. Bersyukur akan hal kecil yang terjadi dalam keseharian, mengucapkan terima kasih atas dukungan orang sekitar nyatanya bisa membuat bahagia.

Ada perubahan yang perlu dilakukan dari kebiasaan sehari-hari. Sebagai wanita bekerja yang mencoba membahagiakan diri sendiri, kita bisa memulai hari-hari di tempat kerja dengan mengucapkan salam ketika datang / masuk ke ruangan, mengucapkan ‘mantra’ yang membuat kita termotivasi, dan menutup hari dengan mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, ketika di rumah, lakukan hal yang sama dengan anak atau pasangan karena kita kembali menjalani peran sebagai istri dan ibu. Tak lupa refleksi akan hari yang kita lalui dan ucapkan rasa syukur sebelum tidur akan keberhasilan kita menjalani hari.

Mengatur Waktu Spesial Untuk Berdua Bersama Anak atau Pasangan

Psikolog Lizzie berkata akan pentingnya waktu berkualitas dengan anak. Waktu berkualitas aku maknai sebagai waktu khusus untuk melakukan kegiatan bersama anak tanpa gangguan apapun dan mengikuti pilihan kegiatan sesuai keinginan anak.

Ada kalanya ketika anak bermain kita menemani sambil melakukan hal lain, seperti menonton tv, membaca, atau sesekali melihat handphone. Itu tentu wajar terjadi. Oleh karena itu, akupun coba menyisihkan waktu sekitar 15 menit untuk bermain bersama anak tanpa gangguan. Permainan yang dipilih anak belakangan antara lain, bermain masak-masakan di siang hari (ketika istirahat kerja), bermain sepeda di sore hari (setelah pulang kerja), dan membaca buku cerita (sebelum tidur). Bermain secara khusus seperti ini membuat kita bisa berkomunikasi kepada anak dan anak pun merasa diperhatikan secara spesial.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Mengatur waktu spesial apalagi dengan bermain tentu bisa membuat anak bahagia. Namun, tak lupa, kita juga bisa melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari di rumah seperti memasak atau membereskan rumah. Hal itu juga perlu dilakukan agar anak tumbuh dengan bertanggung jawab.

Tips yang diberikan oleh Psikolog Lizzie untuk meluangkan waktu khusus sebenarnya tak hanya bisa diterapkan untuk anak saja, namun dengan pasangan pun diperlukan waktu khusus yang berkualitas. Melakukan obrolan santai seperti biasa membahas hal ringan pasti dilakukan. Tapi adanya waktu spesial juga membuat kita bisa membahas hal-hal secara lebih spesifik atau serius.

Membentuk Pola Hidup Sehat dalam Keluarga

Membentuk pola hidup sehat bisa dimulai dengan memberikan nutrisi bergizi. Dalam memberikan nutrisi untuk keluarga, kita bisa mengacu kepada Tumpeng Gizi Seimbang. Porsi makanan sehari-hari harus terdiri dari makanan pokok (jagung, nasi, singkong, ubi dan umbi-umbian lainnya), buah dan sayuran, sumber protein (baik protein hewani maupun protein nabati), dan air putih. Konsumsi gula, garam, dan minyak pun dibatasi dengan mengolah makanan tak selalu digoreng.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Dalam Tumpeng Gizi Seimbang, terdapat pula aktivitas yang disarankan untuk membentuk pola hidup sehat.  Kegiatan seperti olahraga perlu dilakukan. Aku pun mengemas waktu olahraga bersama anak melalui kegiatan khusus seperti bersepeda. Hal ini sekaligus membuat waktu spesial bersama anak.

Pembiasan diri menjaga kebersihan juga perlu diajarkan untuk membentuk pola hidup sehat. Melibatkan anak dalam membersihkan rumah, bisa menjadi cara untuk mendidik sekaligus mengajarkan akan pentingnya hidup sehat. Tak lupa, mencuci tangan sebelum makan juga penting.

Untuk membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih bahagia, aku juga memberikan Nestlé LACTOGROW. Nestlé LACTOGROW adalah susu pertumbuhan untuk usia 1-5 tahun yang mengandung Lactobacillus reuteri, Asam Linoleat (Omega 3 & 6), minyak ikan, 12 vitamin, dan 7 mineral. Rasa vanilla yang sedikit manis tentu membuat anak senang.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Mahira sendiri suka sekali susu LACTOGROW, susu You Are My Sunshine katanya, karena ia suka mendengarkan lagu iklan dari LACTOGROW. LACTOGROW 3 diberikan kepada Mahira sesuai petunjuk di kemasan bahwa susu ini untuk anak usia 1-3 tahun. Rasanya yang manis katanya menyegarkan saat diminum oleh Mahira.


Berkat workshop ini, kita bisa jadi tahu bahwa ada dua modal utama dalam membentuk keluarga bahagia. ‘Grow Happy’ Parenting perlu dimulai dari masing-masing diri orang tua. Selanjutnya orang tua bisa menularkan kebahagiaan bersama anak. Jiwa yang bahagia perlu ditemani oleh tubuh yang sehat. Dengan demikian, asupan nutrisi untuk keluarga pun perlu diperhatikan. Pemberian nutrisi bergizi bisa membuat pencernaan sehat, otak bekerja baik, dan daya tahan tubuh meningkat. Tubuh yang sehat dan jiwa yang bahagia bisa membuat anak pun tumbuh menjadi lebih bahagia. Tak hanya nutrisi untuk tubuh, nutrisi untuk hati pun menjado modal untuk bahagia. Yuk, menularkan ‘Grow Happy’ di keluarga.

Info lebih lanjut tentang Nestlé LACTOGROW dan Grow Happy, bisa dilihat melalui :

You may also like

14 Comments

  1. Suka dg taglinenya, grow happy. Karena happy akan menjadi dasar bagi anak2 untuk tumbuh sebagai anak yg baik, selalu ingin tahu & penuh empati. Acaranya sungguh bermanfaat utk edukasi para orangtua. Semoga nggak cuma para ibu saja yg mendapat kesempatan utk belajar. Bapak2 juga penting utk tahu.

  2. Senangnya acara ini sampai ke kota-kota lain di Indonesia dan tidak hanya di Jakarta. Karena semua anak punya hak yang sama, tumbuh bahagia…
    Salut untuk Nestle Lactogrow yang menghelat acara.
    Setuju dengan poin penutupnya, tak hanya nutrisi tubuh, tapi nutrisi hati juga diperlukan agar anak tumbuh bahagia jiwa dan raga.

  3. Grow Happy! Setuju banget tuh, intinya kehidupan itu kan bahagia. Kalau bahagia menghadapi masalah sesulit apapun pasti bisa dilalui dengan baik. Dan aku juga setuju, kalau mau bikin anak bahagia, kita haru bahagia lebih dulu.

  4. Kebahagiaan orang tua adalah kebahagiaan anak juga. Hanya dengan kebahagiaan, anak akan tumbuh dengan baik dan ditunjang dengan nutrisi yang seimbanh. Sebetulnya perkara mudah ya mba membahagiakan anaa itu, dengan selaau ada disampingnya anak akan merasa nyaman dan aman.

  5. mbak makasih sudah posting ini di blog saya jadi banyak belajar lagi dari tulisannya mbak fainun
    jadi berasa ikutan eventnya juga
    memang ya bagi anak, keberadaan orangtua di sampingnya itu yang utama yang bikin mereka bahagia cukup itu

  6. Acara seperti ini sarat ilmu dan manfaat ya mba. Memang benar grow happy, krn kl happy segalanya akan menjadi lebih mudah. Seperti jg mamanya jg harus happy biar saat mendidik menghasilkan putra putri yg happy. Makasih artikelnya ya.

  7. Tentang menghabiskan waktu berkualitas dengan buah hati atau anggota keluarga lainnya tanpa distraksi gawai itu, aku setuju banget!

    Bahkan aku mengharuskan puasa gawai terutama saat sarapan dan makan malam

    Baidewei, acara parenting yang dibuat oleh brand susu biasanya memang sarat edukasi ya, mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *