Sejak pandemi, banyak hal yang berubah di kehidupan kita. Mungkin banyak diantara kita yang mencoba hal baru, seperti bercocok tanam. Bercocok tanam juga bisa jadi salah satu kegiatan seru yang dilakukan bersama anak. Agar anak lebih semangat dalam merawat tanaman, aku mengajak anak berpetualang bersama Let’s Read melalui cerita Ke Mana Tomat Pergi. Bagaimana ceritanya?

Petualangan Kirin Mencari Tomat yang Pergi

Kirin adalah seorang anak yang suka berkebun. Ia memiliki banyak jenis sayur di kebunnya, ada jagung, wortel, dan juga tomat.

Kirin senang sekali merawat kebunnya. Ia selalu menyirami sayur-sayuran di kebun, kecuali tomat. Entah kenapa, ia sering menunda-nunda urusan menyiram tomat.

Berpetualang Bersama Let's Read dan Kirin untuk Mencari Tomat yang Pergi
Potongan cerita dari buku “Ke Mana Tomat Pergi?” di Let’s Read

Suatu hari, Kirin melihat tomatnya beramai-ramai pergi dari kebun. Ia jadi penasaran dan membuntuti kelompok tomat yang masuk ke lubang.

Ternyata, tomat-tomat itu pergi untuk merawat teman-temannya yang sakit. Banyak tomat yang kurang gizi karena tidak diperhatikan Kirin.

Kirin pun menyadari kesalahannya, ia menyesal, dan berjanji untuk merawat tomat seperti sayuran lainnya.

Berpetualang Bersama Let’s Read dan Cerita Anak Lainnya

Kisah Kirin yang mengikuti tomat pergi adalah cerita dari buku yang berjudul “Ke Mana Tomat Pergi?” karya Naidi Atika Zundaro. Buku ini salah satu dari ratusan buku yang ada di aplikasi Let’s Read.

Let’s Read merupakan perpustakaan digital yang secara khusus berisi buku dengan kategori cerita anak. Adanya Let’s Read membuat kita bisa membaca online buku cerita anak kapanpun dan di manapun.

Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia, sebuah program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Program ini pernah menerima U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada Desember 2017.

Tampak muka halaman website Let’s Read yang bisa diakses melalui website maupun aplikasi

Aplikasi Let’s Read dipersembahkan oleh The Asia Foundation, organisasi nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kehidupan Asia.

Salah satu yang saat ini ditumbuhkan adalah budaya gemar membaca yang dimulai sejak dini. Membaca sejak kecil dapat membuat anak-anak memiliki imajinasi dan mengasah critical thinking pada diri mereka. Secara berkelanjutan, melalui budaya membaca, diharapkan akan tumbuh masyarakat yang berkembang.

Hal-hal yang Membuat Pengalaman Membaca di Let’s Read Semakin Menyenangkan

Aplikasi Let’s Read dilengkapi dengan berbagai hal yang membuat pengalaman membaca semakin menyenangkan. Hal-hal tersebut antara lain:

Keragaman bahasa yang tersedia

Let’s Read dikembangkan oleh The Asia Foundation. Pada pengembangannya Let’s Read mengajak translator dari berbagai negara untuk menerjemahkan buku-buku di aplikasi tersebut. Hasilnya, ada banyak ragam bahasa yang ditawarkan oleh Let’s Read untuk setiap buku yang ada.

Tidak hanya Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa resmi di Indonesia. Ada juga bahasa daerah seperti Minangkabau dan Jawa. Hal itu juga berlaku untuk negara lainnya.

Adanya bahasa daerah ini tentu bermanfaat untukku dan anak. Sembari membaca, aku belajar bahasa daerah dari tempat suami (Bahasa Minangkabau). Aku pun bisa mengenalkan anak Bahasa Jawa, bahasa yang kadang kupakai ketika mudik.

Saat membacakan cerita dengan daerah, kadang aku membayangkan suasana di daerah tersebut dengan musik khasnya. Eh, kok jadi aku yang berpetualang duluan ya, hehe.

Ilustrasi yang menarik

Buku-buku cerita anak yang ada di aplikasi Let’s Read dilengkapi dengan ilustrasi yang indah dan mendukung cerita. Dengan gambar-gambar menarik yang ada pada buku-buku cerita, seperti di aplikasi Let’s Read!, anak belajar untuk memahami cerita melalui gambar terlebih dahulu.

Salah satu gambar di buku “Ke Mana Tomat Pergi ?” yang membuat anak senang

Adanya ilustrasi juga memungkinkan anak berimajinasi dan belajar mengulang cerita dengan bahasanya sendiri. Kadang, aku suka meminta anak mengulang cerita berdasarkan gambar di setiap halaman buku. Ini jadi salah satu cara untuk melatihnya berbicara dan menambah kosakata.

Kemudahan untuk menyimpan buku

Buku-buku yang terdapat pada aplikasi Let’s Read dapat diunduh dan tersimpan dalam aplikasi ini. Dengan mengunduh buku, kita bisa membaca buku tersebut kapan saja tanpa gangguan. Versi pdf dan epub juga bisa diunduh melalui website.

Jadi, jika sewaktu-waktu kita terjebak dalam situasi membosankan, saat sinyal sedang susah atau kuota habis, lalu anak rewel, kita bisa coba mengalihkan ‘kerusuhan’ anak dengan mengajaknya membaca buku di aplikasi Let’s Read.

Tema yang bervariasi

Let’s Read berupaya mengandeng banyak penulis dan ilustrator dari berbagai negara. Alhasil, buku-buku yang ada pada aplikasi ini pun sangat kaya. Asal negara yang beragam membuat kita juga bisa memahami apa yang terjadi di negara lain, melalui cerita yang mengandung nilai budaya lokal.

Selain itu, tema yang ada di berbagai buku ini pun beragam. Ada tema keluarga, alam, pengenalan tokoh bersejarah, petualangan, dan banyak lagi.

Kita bisa memilih buku sesuai tema yang disukai anak atau tema yang ingin kita ajarkan kepada anak. Seperti aku yang memilih buku cerita “Ke Mana Tomat Pergi?” karena ingin mengajarkan tentang merawat tanaman.

Bisa Memilih Level Bacaan yang Diinginkan

Range usia anak-anak yang luas membuat Let’s Read memberikan beberapa pilihan dan kategori jenis bacaan. Level bacaan dibedakan menjadi My First Book, dan Level 1 hingga Level 5.

Memanfaatkan Let’s Read Untuk Menanamkan Nilai Kehidupan kepada Anak

Seperti yang sudah disampaikan di atas, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan berkat membaca. Walaupun anak belum bisa membaca secara lancar, sebagai orang tua, saya berusaha mengenalkan kebiasaan membaca.

Buku-buku cerita yang ada di Let’s Read, memiliki banyak nilai positif yang dapat diajarkan kepada anak. Mengingat beberapa bulan terakhir ini, saya dan anak mulai giat berkebun, saya pun coba mengajarkan hal-hal terkait berkebun kepada anak dengan membacakan cerita.

Berkat membacakan cerita, anak jadi semakin semangat dalam merawat tanaman. Ia pun bahagia ketika tanaman semakin besar bahkan ia bisa memetik tomat dari halaman belakang. Ia merasa menjadi Kirin yang berhasil merawat tomat.

Membaca cerita anak tidak hanya membuat anak belajar, tapi orang tua pun ikut belajar

Kenapa Melalui Cerita dan Membacakan Buku?

Saat mengajak anak berkebun, saya kerap mengatakan hal-hal terkait pentingnya merawat tanaman. Kita bisa merawatnya dengan menyiram dan memberi pupuk, mengajak bicara tanaman supaya ia mau tumbuh subur.

Namun, ada kalanya semangat untuk merawat tanaman bisa berkurang. Nah, ketika hal ini terjadi, salah satu langkah yang coba saya lakukan adalah membujuknya melalui cerita dari buku.

Terkadang, saya merasa belum bisa mengomunikasikan sebuah hal dengan baik kepada anak. Dengan bercerita, saya mengajak anak untuk lebih paham terhadap suatu permasalahan. Saya pun jadi belajar berimajinasi dan berusaha lebih baik dalam berkomunikasi, termasuk dengan anak.

Ikut Berpetualang Bersama Let’s Read

Untuk teman-teman yang ingin mengajak anak berpetualang bersama Let’s Read, bisa mengakses Let’s Read melalui website ataupun aplikasi. Aplikasi Let’s Read telah tersedia untuk Android. Silahkan mengunduh aplikasinya di sini.

Selanjutnya, kita bisa melakukan setting bahasa yang diinginkan sebagai filter untuk buku-buku yang ingin dibaca. Saya sendiri mengaktifkan 4 bahasa yaitu : Inggris, Indonesia, Jawa, dan Minangkabau.

Nah, proses setting telah selesai, saatnya memilih buku untuk dibaca atau dibacakan kepada anak. Siap berpetualang bersama Let’s Read deh kita.

Selamat membaca dan berpetualang ya!