Common Ground Palembang @ SOMA

“Nun, kemarin aku nyoba Common Grounds yang di SOMA baru itu,” ujar Mba Lin membuka percakapan pagi.
“Wah, enak ga? Makan apa di sana mba? Bukannya itu tempat ngopi aja ya?” tanya saya sok tau.
“Si Ank makan kayak steak, mayan lah. Tempat ngopi sih, tapi makannya enak juga kok.” ujar Mba Lin lagi.

Wah menarik nih kalau ada steak-steak-annya. Secara, saya pecinta daging-dagingan model keringan gitu (dendeng, daging goreng, steak). Ya, walau gak nolak juga kalau dikasih rendang.

Akhirnya ajuin proposal dulu ke Bojo. Proposal permohonan makan steak dari istri yang (ngakunya) udah lama gak makan steak. Hihi, gak tau aja dia kemarin di Jakarta ke Holycow. Wehehehehe.

Baca juga : Kerinduan Holycow! yang Akhirnya Terbayarkan di TKP Halim

Seperti biasa, walau hari Minggu saya udah masak, biasanya porsinya ya cuma buat 2 kali makan. Entah siangnya jajan di luar, atau sore sekalian malam jajannya. Berhubung kemarin sore ke daerah Plaju dan bingung mau ke mana lagi. Akhirnya mutusin pulang, di jalan saya bilang (kode),”Kalau mau jajan, jajannya sekalian sekarang aja, soalnya lauk sisa dikit.”

Akhirnya si Bojo ngebelokin mobil ke SOMA (SOcial MArket). Wah kesempatan, mari kita ke Common Ground. SOMA ini bisa dibilang sebuah area yang kebanyakan isinya adalah tempat makan, tempat ngopi, dan tempat nonton. Dulu sempat ada Holycow di sini, tapi sekarang sudah tutup dan tenant yang bertahan urusan perut adalah Pancious, Pangkep 33, Terassa, Pasarasa, Potsuki, Tokopi, dan Common Ground. Urusan nonton, ada CGV di lantai paling atas. Eh, ada yang baru juga, ada barbershop dan reflexology sekarang di SOMA.

Yang jelas, untuk urusan tempat makan yang fancy-fancy, SOMA ini juaranya deh.

 

Oke, balik ke Common Ground.

 

Common Ground ternyata adalah gerai kopi yang berawal dari Jakarta. Kota Palembang merupakan kota pertama Common Ground di Pulau Sumatera. Selain di Jakarta (Neo Soho, Citiwalk, dan PIM 2), Common Ground juga buka di Surabaya dan Bandung.

Sentuhan industrial cukup terasa di Common Ground ini. Beberapa pipa-pipa besi terpasang di langit-langit area makan. Oh iya, area makannya sendiri ada indoor dan outdoor. Jadi, buat yang suka dengan angin alami, bisa menikmati area luar.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Begitu kita masuk ke dalam, ada area untuk pembuatan minuman. Yang jelas sih, sebuah mesin kopi tampak dari kejauhan. Bisa jadi, kalau penasaran sama proses penyeduhan kopi, pelanggan bisa ngintip-ngintip dikit atau malah ngedatengin dan nanya-nanya sama baristanya.

Tentu saja saya milih yang bisa senderan empuk-empuk. Common Ground juga menyediakan baby chair untuk pelanggan yang membawa anak kecil. Sayangnya si bocah lagi ogah banget duduk di baby chair.

Lanjut urusan makanannya.

Jam buka Common Ground ini dari jam 7 pagi sampe 23.30 malam. Jadi, menu yang ditawarkan pun mulai dari menu sarapan sampai cemilan-cemilan sebelum nonton midnight. Eh, ada midnight gak sih di CGV?

Pilihan menunya di Common Ground jenisnya ada untuk brunch, main dish, sweets yang manis-manis kayak waffle. Minumannya selain kopi, ada beragam pilihan teh, serta jus buah. Sehat pokoknya.

Walaupun ini condong ke tempat ngopi, kami berdua tidak memesan kopi sih. Emang kopi bisa bikin tahan ngadepin anak Tapi,anak suka minta, ntar dia ga tidur-tidur lagi. Kalau dilihat dari tampilannya, saya yakin kopi di sini kualitasnya cukup tinggi.

Saya sih jelas ya, maunya milih yang daging-dagingan. Gak mau ayam soalnya udah masak ayam. Sempat bingung milih Steak & Eggs yang isinya Sirloin 150 gram tapi pakai telor atau Steak yang 200gram. Ceritanya sayang anak (alias pengen hemat), jadi pilihlah Steak & Eggs yang ada telornya secara bocah suka telor ceplok kuningnya aja. Suami awalnya niat makan Dorry Rice with Sambal Matah tapi ngeliat orang sebelah makan burger segede gaban, dia akhirnya milih Gourmet Beef Burger. Untuk minumnya, yang aman aja buat anak Ice Lemon Tea.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Seperti biasa, minuman akan disajikan duluan untuk menghabiskan waktu menunggu makanan datang. Tak terlalu lama rasanya untuk menunggu hidangan disajikan. Sekitar 10-15 menitan lah.

Sejujurnya, kami sempat ngerepotin mas-mas dan mba-mba di Common Ground ini. Ceritanya si bocah mau minum dan yeah kayak orang gede, maunya megang gelas sendiri dan dibalikin ke meja gak mau. Akhirnya dia pegang-pegang gelasnya, dan berakhir numpahin segelas iced lemon tea ke tempat duduk yang sofa panjang. Akhirnya pindah meja dan ya mas dan mbanya jadi kerepotan ngeringin tempat yang ketumpahan air tadi. Maaf lagi ya mba mas.

Dan, yaaaaaaaaaaa akhirnya Steak & Eggs saya dan Gourmet Beef Burger Bojo datang juga.

 

Steak & Eggs (130k)

Seperti namanya Steak & Eggs ini ya isinya daging steak yang ternyata sudah diiris tipis-tipis dan dipotong-potong juga, telor 2 buah yang digoreng, dan salad. Dagingnya gak terlalu banyak ya, 150 gram sirloin. Di menu sih dibilangnya Australian Sirloin. Untuk daging, seperti biasa, saya sukanya well done. Sementara telornya, di menu sih gambarnya sunny-side up ya, yang itu tuh, dimasaknya cuma 1 sisi jadi kuningnya gak mateng banget, pas dibelek mbleber. Uh, enak. Tapi inget anak, dia doyan yang mateng, jadi urung ahehe. Ada french friesnya juga dan ini porsinya banyak banget menurut saya. Serta salad yang ada seladanya dan tomat cherry. Untuk menu ini, sausnya disediakan hanya saus tomat dan sambal biasa.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Topping saladnya gak terlalu banyak menurut saya. Untuk sayurannya sendiri cukup fresh ya. Nebak-nebak sih, ini sayuran yang kalau di supermarket labelnya ada Berastagi-Berastaginya itu. Dagingnya beneran well done, tapi walaupun tipis dan cukup kering, masih oke juga kok buat dikunyah. Kalau ngarepin juicy, ya jelas susah juga ya kalau modelnya tipis. French friesnya garing banget, ada potongan sayuran kering nempel di atasnya. Bocah doyan banget ternyata yang kering-kering. Dagingnya juga dia mau. Telornya yang awalnya buat dia malah gak disentuh karena terdistraksi kentang. Heleh.

Gourmet Beef Burger (99k)

 

Kalau Gourmet Beef Burger, tentu saja isinya burger, dengan pendamping french fries dan onion ring. Untuk onion ringnya, menurut saya crispy banget. Untuk french friesnya juga bisa dibilang banyak banget dengan tampilan dan rasa yang sama seperti di Steak & Eggs saya. Nah, urusan burgernya nih. Daging burgernya itu tebel pake banget tapi empuk sih. Gampang dikunyahnya. Untuk Gourmet Beef Burger, bojo yang biasa makannya banyak aja sampai nyerah sih, ngasih-ngasih dagingnya ke saya.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
Iced Lemon Tea (35k)
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Lemon teanya sendiri menurut saya gak terlalu asem-asem banget ya. Soalnya anak juga mau-mau aja gitu. Biasanya kalau asem banget dia bakal nolak. Seger deh dan beneran ada potongan lemonnya juga.

 

Overall, Common Ground ini puas dan ngenyangin. Enak banget sebenernya buat makan sambilsantai-santai. Range harga makanannya sekitar 30k sampai 150k. Untuk minumannya mulai dari 35k. Makan bisa lama banget nih di sini, secara porsinya juga gede. Nah, buat ngabisin porsi yang gede dan enak itu rasanya pengennya menikmati dengan santai dan pas banget deh suasana Common Ground Palembang ini.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

 

Social Market (SoMa) GF Blok A1,
Jl. Veteran No. 999,
Palembang, Sumatera Selatan. Indonesia
Instagram : @commongroundplg

4 Comments

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)