[30 Day Blog Challenge] #1 : Menulis di Blog, Kenapa?

Kita baru mengerti apa passion kita saat kita bisa bahagia dan sukarela mengerjakan sesuatu.

Mungkin ungkapan itu tak sepenuhnya benar. Memang, bisa saja kita suka melakukan sesuatu, bahagia, dan sukarela tapi tetap merasa itu bukan passion kita. Namun, belakangan aku memang menyadari, menulis, khususnya menulis artikel atau menulis di blog, adalah passion yang baru aku sadari setahun belakangan.

Aku mulai berani menulis di media online sejak tahun tahun 2010. Saat itu, ada semacam lomba menulis di DetikFood. Ternyata tulisanku berhasil ditayangkan di DetikFood dan aku mendapat hadiah voucher makan di salah satu hotel di Jakarta. Sayang, anak kuliahan, uang pas-pasan, hadiah pun tak terpakai. Ya kali, bela-belain bolak balik Bandung-Jakarta hanya untuk makan. Mahal di ongkos, bos!

Masa kuliah yang hampir selesai dengan akses internet cepat di kos-kosan membuatku mulai mengenal blog. Di waktu luang, aku mulai menulis di blog, entah review makanan, materi kuliah, membahas serial, film, atau music, maupun mengungkapkan opini terhadap hal yang menggelisahkan diri. Aku membuat beberapa blog dengan aneka platform. Saat itu, rasanya aku sudah mengkhususkan, blog di platform A untuk artikel review film, blog di platform B untuk sharing belajar Bahasa, dan sebagainya. Sayang, konsistensi memang mahal harganya. Setelah lulus kuliah dan akhirnya aku bekerja, beberapa platform blog harus tutup dan aku pun tidak sempat menyelamatkan isi blogku. Pada akhirnya, hanya satu blog yang berhasil aku pertahankan.

Aku sempat cuti dari kegiatan nge-blog setelah mulai bekerja. Bekerja di kantor dengan akses internet yang rasanya membuat kepala nyut-nyutan, perlahan membuatku malas menulis di blog. Gadget yang terasa mumpuni tak kumanfaatkan untuk menulis. Sampai, pada akhirnya, aku mulai kembali nge-blog setelah berganti status menjadi ibu seorang anak.

Kalau ditanya, apa yang bisa membuatku nge-blog kembali?

Keinginan untuk bercerita, mendokumentasikan cerita bersama anak, serta adanya kemudahan akses internet di rumah alias wifi yang cepat. Setelah berjalan beberapa bulan, pada akhirnya aku menemukan kesenangan kembali menulis di blog. Blog menjadi pilihan karena memang media yang rasanya sudah menjadi teman sejak awal aku belajar mengungkapkan sesuatu di dunia maya.

Selain itu, berikut ini bisa menjadi pertimbangan kenapa aku menulis di blog

  • Blog (belum) akan mati

Kalau kita seangkatan, mungkin kenal juga dengan yang namanya Friendster, MySpace, Multiply, dll. Pada akhirnya, platform sosial media silih berganti. Tiga nama tadi sudah tidak terdengar lagi, walau beberapa bulan lalu aku membaca Multiply akan kembali. Namun, blog masih bertahan sampai sekarang. Alhasil, jika aku menulis di blog (khususnya blogspot atau wordpress), kemungkinan masih bisa dibaca sampai beberapa tahun ke depan. Peminat blog yang masih banyak juga rasanya membuat kemungkinan blog akan tetap bertahan.

wordpress, masih bertahan – photo : pixabay.com
  • Bisa memberikan informasi pada orang lain

Seperti halnya ketika aku mulai ngeblog kembali dengan tujuan mendokumentasikan cerita tentang keluarga, sebenarnya nge-blog membuat kita bisa memberikan informasi kepada orang lain melalui tulisan kita.

  • Cocok dengan gaya menulis yang dimiliki

Beberapa bulan belakangan, seorang teman di kantor yang juga memiliki kegemaran untuk menulis mengajakku untuk menulis di media lain seperti Instagram karena banyak komunitas dan challenge yang seliweran untuk membuat kita menulis di Instagram. Namun, setelah aku membaca tulisannya, rasanya aku memilih tetap menulis di blog. Bukan karena tak mau keluar dari zona nyaman, namun memang sepertinya blog lebih cocok untukku dalam bercerita dan mengungkapkan apa yang ingin ditulis.

  • Mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam event

Menulis di blog dan menjadi blogger, ternyata membuatku bisa ikut beberapa event yang mungkin hanya bisa didatangi oleh media atau orang tertentu saja. Ternyata, blogger memiliki ‘nilai jual’ untuk membagikan informasi secara lebih luas layaknya media berita online. Hal ini membuatku bisa ikut seminar atau workshop bersama rekan media.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Menemukan teman baru

Nge-blog tidak hanya sekedar menuliskan informasi saja. Sifat dasar blog sebagai salah satu sosial media juga membuat kita bisa menemukan teman baru melalui kunjungan ke blog lain atau blogwalking. Menjadi blogger bisa memberikan kesempatan bertemu blogger lain di satu kota atau komunitas. Pada akhirnya, kita bisa menemukan teman baru di dunia maya maupun dunia maya berkat nge-blog.

  • Menghasilkan uang

Ini sebenarnya alasan terakhir dan bukan menjadi alasan utama. Hehehe, blog bisa menghasilkan uang. Walaupun, sampai saat ini aku belum menjadikan blog sebagai pekerjaan utama karena masih cinta pada tempatku bekerja sekarang. Blog bisa menghasilkan ketika kita diminta mereview sebuah produk atau event. Blog juga bisa menghasilkan ketika kita ikut dalam lomba blog dan menjadi pemenang, walau pemenang hiburan dan hanya dapat kaos, menghasilkan juga kan?

Nah, itu dia alasan-alasanku kenapa aku menulis di blog. Kalau kamu sudah punya blog juga? Sini kukunjungi J

You may also like

2 Comments

  1. Haha keinget dulu pernah menang lomba hadiah nonton premier film…. The Photograph, dan mesti ke Jakarta. Trus pas ditelp kubilang, “hadiahnya buat mbak aja.” lol. Berat di ongkos dan dulu ikutan buat incer hadiah keduanya yang berupa souvenir hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *