Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 1)

Hujan deras mulai membasahi kota Palembang sejak pukul 3 pagi. Sejak saat itu pula aku gak bisa tidur lagi. Ceritanya sih, deg-degan karena bakal berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti acara Temu Bunda Mombassador SGM Eksplor 2018.

Rombongan dari Sumatera Selatan dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat Express Air di jam 08.20. Menurutku, ada keuntungannya juga ya di Palembang banyak flight langsung (bahkan ada yang pagi) menuju Yogyakarta. Ninggalin anak pun jadi pas waktunya, sesuai gitu gak nambah hari. Ntar kelamaan diprotes pak suami. *dicubit gemes*

Saat ngecek grup whatsapp Mombass Sumsel, aku lihat cerita Bunda Wensi kalau perjalanan dari Pagar Alamnya bermasalah. Ban mobilnya bocor dan harus nunggu lagi. Khawatir juga rasanya, takut gak sampai bandara tepat pada waktunya.

Pesawat jam 8, artinya harus udah check in paling engga jam 7, biar bisa santai dan jajan Chatime *eh*. Khawatir macet karena hujan dan anak berangkat sekolah, aku mutusin berangkat jam 6 pagi dengan taxi Blue Bird idolaku. Mumpung ada voucher gitu loh. Maklum Acher alias Anak Voucher. Ahahaha.

Baca juga : Bebas Deg-Degan dengan Advanced Booking My Blue Bird

Sebuah pesan di whatsapp grup masuk, dari Bunda Yuni yang mengabarkan kalau ia sudah sampai bandara. Oke, siap, bentar lagi sampai juga. Segera setelah sampai bandara, aku nyamperin Bunda Yuni, kenalan sebentar lalu nitipin koper karena…..kebelet pipis.

Setelah itu, ada Bunda Anggun, kenalan lagi, dan yes kita check in bertiga. Mau check-in Bunda Wensi, tapi belum ada KTP dia. Semua sudah pakai merah-merah, aku tapi masih merah dikit, merah-malu-malu gitu. Malu-maluinnya ntar aja.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Sambil nunggu, aku baca-baca status dan menemukan Bunda Shine Fikri pasang status mencurigakan. Intinya dia mau pergi hari itu. Langsung deh nanya,

“Ikutan mombass juga? Dari mana?”
“Iya, dari Palembang. Mba juga?”

Jadi emang selama ini di Komunitas Blogger Palembang atau Kompasianer Palembang, aku kenalnya nama Shine Fikri dan manggilnya pun mba Shine mba Shine terus. Lupa nama aslinya dan di tiket yang didapat ada nama asli dia. Dicari-cari di FB gak nemu dan ketemulah hari itu.

Ada tanda-tanda delay, akhirnya kami coba mencoba men-check-in-kan Bunda Wensi. Tapi yang ditunggu tak datang juga sampai saatnya boarding. Pesawat Express Air Palembang-Yogya ini terusan dari Bandung, jadi rutenya Bandung-Palembang-Yogyakarta. Entah kenapa mau ke arah timur, tapi transit di barat dulu. Jadi rombongan dari Palembang agak disuruh cepet-cepet pas udah boarding. Karena gak enak hati ninggalin Bunda Wensi, kami semua minta maaf di grup. Beruntung, pihak panitia SGM nantinya tetap mengusahakan Bunda Wensi ikutan acara ini.

 

Yuhuuuuuuu, walau delay, walau muter-muter di atas karena Bandara Adi Sucipto Yogyakarta penuh, akhirnya sampai juga di Yogya lagi. Langsung di kuping berasa ngedengerin lagu Jogja Istimewa-nya Jogja Hip Hop Foundation.

Foto-foto? Ya namanya wanita, tak foto tak puas, tak makan lapar. Kami berfoto juga selagi bisa.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kelar urusan bagasi, ternyata sudah ada tim dari Mombassador ini yang menjemput. Langsung deh, kami berempat ‘diculik‘. Untungnya yang diculik cuma koper buat dibawa ke hotel. Sementara kaminya sendiri diantarkan menuju Rama Shinta Garden Restaurant yang berada di komplek Candi Prambanan. Oh iya, kalau lihat postingan blogger lain di batch sebelumnya, selalu ada foto-foto mereka (seangkatan gitu) dengan latar Candi Prambanan. Jadi, rencananya di sini kita akan foto angkatan. Selain foto angkatan juga ada foto profil setiap peserta, sayangnya udah tutup juga dan foto profil dilanjut besok.

Registrasi ulang pun dilakukan, kami mendapat 2 buah kaos dan goodie bag yang berisi buku dan pena.

Langsung ganti baju ya mba

Olrait beibeh, langsung ganti baju dan di situ saya kenalan sama Bunda Fenty dari Semarang. Kelar ganti, rombongan dari Jakarta (baik yang via Soetta maupun Halim), Bandung, Batam, Bengkulu, Jambi, Lampung, Semarang, dan banyak lagi ternyata sudah banyak yang menikmati makan siang prasmanan yang menunya wuenaaaak tenaaaan. Kurindu mendoan dan menemukannya kembali. Yang sudah makan siang pun banyak yang memanfaatkan waktu dengan melakukan foto, latar Candi Prambanannya kece gitu.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kelar makan, aku langsung nyamperin Bunda Ismi, temen di grup whatsapp Birth Club June 2016. Kebanyakan member di grup itu ada di Jabodetabek, jadi aku baru kali ini ketemu sama Bunda Ismi. Biasa mah, ribut di grup WA berfaedah yang tidak berhenti jastip ini. Foto-foto pake HPnya yang ternyata kamera depannya oke banget, berasa jadi anak 15 tahun lagi yang cling alus gitu. Hahaha. Terus lanjut foto sendiri dengan gaya yang gak bisa senyum manis kalem paripurna adiguna. Yaudahlah ya harap maklum, si inun, biasa emang gitu mukanya kalau difoto secara sadar.

Ayoooo, ke lapangan

Sebuah seruan datang dan ramai-ramai rombongan berkaos Temu Bunda bergerak menuju lapangan yang berada di sebelah Resto Rama Shinta. Kami disambut mas-mas muda yang seru dan mba-mba muda yang juga ikutan goyang-goyang mengikuti irama sambil menyemangati para bunda.

Wah mau ngapain ya? Senam massal apa ya? Atau demo masak?

Hoho, ternyata kita mau outbond. Pertama kita akan diminta membuat lingkaran besar yang ternyata besar banget, lha iya wong hampir 200 orang. Terus macem-macem games dimainkan agar kita membentuk kelompok mulai 2 orang sampai 16 orang di akhir. Di saat games tersebut, kita bisa kenalan dengan teman-teman lainnya. Saya sempat kenalan sama Mba Ria Andhika, blogger juga yang selama ini udah follow-followan di IG ada juga temen-temen lainnya yang berasal dari macem-macem daerah.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Udah kelar ngegames, joged sana, pose segala rupa. Kelompok pun dibuat. 1 kelompok terdiri dari 16 orang. Kita diajak bermain untuk mengenal tentang kebutuhan nutrisi anak sekaligus menjalin kerjasama. Permainannya antara lain :

  • Memasukkan bola sesuai warna ke karpet yang berkantong. Jadi bola-bola itu menunjukkan kondisi anak. Kita diminta untuk memasukkan sesuai dengan susu SGM Eksplor yang disarankan. Susah? Iya, karpetnya ada yang bolong, terus bolanya masuk ke yang bolong dan harus diulang. Kerja sama juga diperlukan karena beberapa salah masuk lubang.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Roulette Nutrisi Anak. Ada karpet dengan gambar Kecerdasan, Tumbuh Kembang, Pencernaan, dan Daya Tahan Tubuh. Setiap kelompok harus melewati karpet tersebut, tapi dengan syarat bisa menebak tulisan yang di roulette terkait dengan gambar apa. Misal nih, yang di roulette terpilih DHA dan kita memilih Kecerdasan, maka kita berhak maju. Kalau kita nebaknya Pencernaan, ya ga bisa maju. Susah-susah gampang nih, karena banyak dari kami yang kurang familiar dengan yang tertulis di roulette, misal AAE, atau suka kebolak-balik misal Zinc seingetnya buat pencernaan ternyata buat daya tahan tubuh.
  • Sepeda Keseimbangan. Setiap tim harus menyebrangkan sepeda sesuai lintasan. Tapi bukan dengan menaikinya, namun dengan memegang tali yang dikaitkan di sepeda tersebut. Berat banget ini sepeda lipat. Yang dihitung adalah waktu tercepat dan tentu saja, kerja sama itu penting.
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Permainan terakhir adalah mencari jalan menuju finish namun hanya boleh bergerak maju-mundur-kiri-kanan. Nah, ada batasannya lagi tuh, kita harus memilih kotak dengan indikator yang benar untuk anak alergi susu sapi. Mumet lagi deh. Hahaha. Karena anak gak alergi, ilmuku cetek banget. Syukurnya dapat bantuan dari bunda lainnya.

 

Dari ikutan permainan ini, kerasa banget bahwa kerja sama itu penting dan dapat kenalan baru lagi. Susah pasti nginget 196 orang sekaligus, jadi pelan-pelan mulai mengingan Tim yang ngakunya Macan alias Mama Cantik dan suka ngaum-ngaum. Hehehe. Aku jadi punya ide baru nih buat bikin games seru untuk gathering atau ningkatin kerja sama tim dan mengenal produk di tempat kerja. Oh iya, terakhir kita juga diminta menuliskan harapan di piramida secara berkelompok.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kelar outbound kita istirahat lagi di Rama Shinta Garden Resto. Mendung menggelayuti daerah Prambanan dan tak lama kemudian hujan mulai datang dengan derasnya. Sambil bersantai, kami mulai dikenalkan dengan program Mombassador SGM. Acara dipandu oleh Mas Novan, seru dan santai pembawaannya. Mas Novan lalu mengenalkan tim dari SGM Eksplor, ada Mba Naomi Jammaro dan mba Talitha Andini Prameswari.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

 

Tim SGM Eksplor mulai mengenalkan tentang program Mombassador SGM sebagai komunitas bunda-bunda SGM Eksplor yang terpilih untuk mengikuti pelatihan dan edukasi bersama-sama untuk menjadi Bunda Generasi Maju. Kita juga diberitahu tentang peranan kami sebagai Mombassador SGM, apa yang akan dilakukan selama acara temu bunda, serta hak dan kewajiban, serta adanya lomba-lomba selama acara seperti lomba vlog dan foto. Hasyiiikk. Sayang, karena hari hujan kami gak bisa foto angkatan di hari pertama.

Hujan semakin deras, waktu pun semakin bergerak mendekati sore hari. Kami lalu diarahkan untuk menuju bis untuk segera ke hotel dan bersiap-siap karena malam pertama ini *ceilah malam pertama* akan ada Welcome Dinner bersama. Asyiiik, makan *mode laper terus*. Sayangnya, ternyata proses check in di hotel yang dilakukan panitia belum selesai, jadi kami diarahkan untuk mampir dulu di Pabrik Kaos Jethe Jogja. Di Pabrik Kaos Jethe Jogja, kami bisa melihat proses pembuatan kaos oblong yang dijual di sekitaran Malioboro. Aku hilang fokus sebenernya, karena berujung pengen beli cilok yang di depan pabrik kaos, bukan kaosnya. Hahahaha.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

 

Akhirnya, kesempatan belanja pun selesai dan rombongan bis bergerak menuju hotel. Ternyata, hotel tempat kita menginap adalah Hotel Alana Yogyakarta. Huwoooo, hotel bintang 4 yang cukup baru di Yogyakarta. Review Hotel Alana Yogyakarta bisa dibaca di sini.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Aku deg-degan bakal dapat temen sekamar siapa ya? Ternyata…..dapat teman sekamar yang sama-sama dari Palembang, yaitu Bunda Yuni. Hehehe. Bunda Yuni ternyata belum nemu kopernya, sementara koperku udah rapi sampai dengan selamat di kamar. Cek ke kasur, eh, dapat coklat, kartu sambutan dari SGM, dan bunga mawar merah. Urusan bunga dan coklat nih, rasanya bunda lain sama bapernya deh, soalnya jarang dikasih coklat sama suami. Hei, you para suami, SGM aja ngasih kita coklat sama bunga, kok you engga?

Yang penting transferan dan uang jajan lancar ya……

Kelar siap-siap, santai-santai, sholat magrib. Kami bergerak ke area tempat dinner. Sambil santai chit chat dengan teman lain, para bunda dipersilahkan menikmati makan malam dengan santai. Lalu tibalah saatnya…..KULIAH MALAM!

Hah, kuliah malam?

Hehehe, sebenarnya ini kelas edukasi untuk para bunda dengan bahasan Personal Branding. Karena materinya dilakukan malam-malam dan rasanya yang menyampaikan seperti dosen, jadi kubilang ini kuliah malam. Eh, tapi ini kuliahnya santai banget dan materinya asyik.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kuliah Malam dimulai dengan Ibu Ninda Nindiani, MA, seorang trainer public speaking. Materi yang disampaikan adalah Personal Branding. Personal Branding ini penting banget buat semua orang. Tapi di era sosial media kadang kita sering ‘khilaf’ dan lupa akan adanya etiket dan etika. Ini menjadi reminder buat kita untuk selalu berpikir dan berperilaku positif. Sebuah mantra yang diajak untuk diucapkan bersama-sama oleh Ibu Ninda adalah Perempuan Hebat, Perempuan Bahagia, Bermanfaat, dan Luar Biasa.YES!!!!

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kuliah Malam lanjutan disampaikan oleh Mba Kandiana (Candy Belani), mombassador SGM batch III. Mba Candy menyampaikan materi tentang Bunda yang Baerkarakter Baik dan Dicintai. Mba Candy menjelaskan bagaimana cara Bunda Generasi Maju harus berkarakter baik. Mba Candy ini punya komunitas Omah Parenting di Yogyakarta. Tentunya, untuk membentuk komunitas dan kegiatan seperti ini akan banyak hambatan dan tantangan yang dilalui. Mba Candy pun memberi tips bagaimana cara-cara untuk menghadapinya. Mombassador SGM Eksplor juga memiliki peranan dalam membentuk citra diri positif seperti adanya lingkungan pertemanan yang positif, ilmu yang bermanfaat, memperkaya pengalaman dan nilai diri, serta adanya kepercayaan masyarakat. Jadi bangga dan seneng nih bisa gabung sama Mombassador SGM.

Selesai kuliah malam dari Mba Candy, kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Karena jadwal esok hari juga padat. Untuk cerita lainnya tentang acara Temu Bunda 2018 dan Mombassador SGM Eksplor, bisa dibaca di:

  • tentang Mombassador SGM bisa dibaca di sini
    • day 2 acara Temu Bunda 2018 bisa dibaca di sini
      • day 3 acara Temu Bunda 2018 bisa dibaca di sini

5 Comments

  1. Seru banget ya mbaaa… saya liat di IG temen-temen kemaren, bisa dapat temen banyak dan bisa langsung akrab tuh dengan kegiatan-kegiatan outbondnya yang melatih kekompakan 🙂

  2. Pas kuliah malam aku oleng, kleyengan, udah ga niat lagi nyapa2 dan kenalan dengan orang sbegitu banyaknya, haha, dengerin pemateri juga sambil ngelamunin kamar, betapa nikmatnya kalau bisa berbaring *ditoyor 😂

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)