Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 2)

 

Setelah seru-seruan outbond dan berkenalan dengan teman lain 1 angkatan serta dilanjutkan welcome dinner (plus kuliah) di malam harinya, di hari kedua dari rangkaian acara Temu Bunda 2018 ini, kami dijadwalkan untuk mengikuti workshop dan kunjungan ke Pabrik SGM alias PT Sarihusada Generasi Mahardhika. Karena ada kuota orang untuk mengunjungi pabrik, kami pun dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok A&B akan kunjungan ke pabrik di pagi hari lalu dilanjut workshop di siang hari. Sementara itu, kelompok C&D akan workshop duluan.

Seluruh info terkait kegiatan akan disampaikan melalui grup whatsapp yang telah dibentuk oleh panitia. Maka, wajar saja jikalau aku setelah bangun pagi langsung cek hp biar gak ketinggalan info. Ternyata setelah olah raga manjat di grup whatsapp, aku masuk di grup B. Hasyik, ke pabriknya pagi-pagi.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Segera aku dan bunda Yuni bersiap-siap untuk sarapan. Katanya sarapan jam 6 pagi, jadi walaupun udah siap jam 6 kurang, aku masih nyempetin goler-goleran di kasur. Mumpung gak kerja dan gak harus masak pagi gitu lo….

Jam 6 teng tong, kami pun segera bergerak ke Andrawina Restaurant. Di lift, saya bertemu mba Milda (Mombassador Batch IV). Langsung kebayang, kayaknya mba Milda bakal ngasih materi juga nih seperti mba Candy semalam.

Saat sarapan pun, aku menyempatkan bersosialisasi dengan teman lain. Status berubah dulu jadi : I’m single and ready to mingle deh. Toh, minglenya sama bunda lain. Hehehe.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Kelar sarapan, aku pun bergerak menuju bis. Cuma karena aku ngikut tim yang C&D jadi muter dulu ke area workshop. Wah, gak kebagian ikutan foto-foto tim yang mau ke pabrik. Kan aku jadi gak bisa pose ajaib dan ngerusak foto orang-orang yang senyum. *Hahaha, dihajar massal nih*.

Aku kebagian di Bis 3 menuju Pabrik SGM di daerah Klaten. Jadi, kalau kita main ke Yogyakarta tepatnya di daerah Kebun Binatang Gembira Loka, kita bakal lihat ada bangunan dengan tulisan Sari Husada. Apakah ke sana? Ya bukan dong. Kan aku sudah bilang kita ke Klaten, Jawa Tengah. Sekitar 1 jam dari Yogyakarta. Di sanalah pabrik susu terbesar di Asia Pasifik berada.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Guide di bis 3 adalah mba Tarmizi. Sungguh maaf ya mba, aku lupa nama aslimu, lagian kamu kan mengenalkan juga nama aliasnya yang diakui sebagai Tarmizi. Pengennya sih kupanggil Isabela, tapi mbanya udah ngaku Tarmizi duluan. Mba Tarmizi ini guide yang seru, banyak cerita juga tentang Yogyakarta. Beneran ya jadi guide itu berat, supaya gak ngebosenin dia cerita banyak, sampai akhirnya kami juga banyak yang ngantuk-ngantuk karena terbuai suara merdunya. Supaya ngga ngantuk, kami diajak karaokean juga di bis. *Dangdut Mania Asoyyyyy*

Factory Visit ke Pabrik Susu Terbesar di Asia Pasifik

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Tibalah saatnya kami memasuki kawasan Pabrik SGM. Wahhh, pemandangan hijau segar tampak di depan mata. Gambar ibu menggendong anak sebagai logo Sari Husada pun tampak. Duh jadi kangen lingkungan pabrik tempat kerja yang juga suasana hijau.

Kami sempat diajak memutari kawasan pabrik dengan bis. Kenapa ga jalan kaki? Namanya juga pabrik terbesar di Asia Pasifik, ya gempor lah kami kalau jalan kaki, hihihi. Wong pegawainya aja suka naik sepeda kok keliling kawasan pabrik. Saat berkeliling kami melihat adanya pintu masuk untuk material yang dibedakan dari pintu masuk bis kami tadi.

Foto bareng di depan pabrik – FB Bunda Diah Arini

Akhirnya, kami boleh turun juga. Ternyata jam 9 di Klaten udah panas juga ya. Tapi tetep panasan Palembang. Hahahaha. Kami pun segera foto-foto tim A&B yang pertama melakukan Factory Visit. Ternyata foto untuk 100 orang susah juga ya. Hahaha. Aku pun ingin eksis tapi udah hopeless sih pasti bakal keliatan kepala doang. Ah, kumenyesal gak pake jilbab warna pelangi biar lebih nge-jreng dan keliatan di foto. Hahaha.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Kelar foto-foto, kami pun masuk ke aula untuk mendapat pengarahan dari Ibu Anna Widia Puspitaningrum, Internal Communication Assistant dari PT Sari Husada. Sebelum mengenalkan tentang PT Sari Husada, Ibu Anna juga melakukan safety induction. Safety induction ini penting ya. Di tempatku kerja juga kalau ada acara apapun dan banyak tamu dari luar, kita akan dikenalkan dengan lingkungan pabrik, bagaimana sistem keselamatan kerja, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, dan lain-lain. Intinya, bagaimana perusahaan itu akan menjaga tamu-tamunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Safety first dong.

Nah, lanjut ke materi tentang PT Sari Husada. Jadi, Sarihusada ini dulu namanya NV Saridele. Kenapa sih bisa ada pabrik ini? Jadi, di sekitar tahun 1950-an, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki program khusus untuk menunjang kecukupan gizi (khususnya protein) nasional. Adanya program itu menjadikan NV Saridele beroperasi sejak tahun 1954. Tahun 1964, perusahaan ini mengembangkan produk dengan merek SGM yang legendaris hingga sekarang.

NV Saridele pernah juga dimiliki oleh PT Kimia Farma pada tahun 1968. Pernah jadi milik negara juga ya ternyata. Setelah itu, di tahun 1972, PT Kimia Farma dan PT Tiga Raksa melalukan joint venture sehingga, Saridele berubah nama menjadi Sarihusada. Di tahun 1998, Sarihusada beraliansi dengan Nutricia Internasional BV (Royal Numico NV) sehingga level Sarihusada pun menjadi lebih bergigi di level internasional. Ternyata, Danone Group mengakuisisi Royal Numico sehingga kini Sarihusada menjadi bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition.

Nah, tau lah ya kualitasnya Danone yang telah menjadi perusahaan nutrisi ternama di dunia, hal ini menjadi nilai lebih lagi untuk produk SGM. Danone Nutricia Early Life Nutrition didukung lebih dari 400 ilmuwan sehingga semakin mendukung kualitas produk yang diproduksi oleh Sarihusada. Produk yang dihasilkan pun memiliki standar internasional.

 

Produknya Sarihusada, SGM untuk anak doang kan ya?

 

Ihhhh, kata siapa? Sarihusada mendukung pembentukan gizi sehat dalam tahap awal kehidupan. Kalau ibu-ibu mungkin sudah banyak yang aware ya dengan kampanye 1.000 hari pertama. Jadi kampanye 1.000 hari pertama adalah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam
kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Hal ini bahkan diatur dalam Peraturan Presiden RI No 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Jadi, wajar saja, sebagai perusahaan nutrisi, Sarihusada juga ikut mendukung kegiatan kegiatan ini melalui produk-produknya.

Produk-produk dari Sarihusada ditujukan dengan berbagai fase, mulai dari untuk ibu hamil (SGM Bunda dan Lactamil), ibu menyusui (Lactamil), anak usia 1-3 tahun (SGM Eksplor 1+), anak usia 3-5 tahun (SGM Eksplor 3+), dan anak usia 5-12 tahun (SGM Eksplor 5+). Sarihusada juga menyadari bahwa ada anak-anak yang memiliki alergi susu sapi, sehingga menyediakan produk khusus seperti SGM Eksplor 1+ Soya dan PHPro.

 

Penjelasan dari mba Anna pun sudah, kini saatnya kita Factory Visit beneran.

 

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Tapi ternyata, lagi-lagi ada batasan untuk factory visit. Kali ini dibagi dengan cara yang sudah foto profil mombassador duluan melakukan factory visit, sementara yang lain stay dulu di ruangan. Ternyata, akan ada pengarahan kedua. Jadi, sambil mengantri foto profil, kami mendengar pengarahan tentang Reseach & Development dari SGM. Eh, kita juga dikasih icip produk SGM Eksplor dan SGM Eksplor Buah & Sayur. Bagiku, yang gak pernah nyoba SGM Eksplor Buah & Sayur, ternyata yang buah & sayur juga enak dan manis.

Eh ada yang udah tau belum SGM mengeluarkan varian Ready to Drink, alias susu cair kemasan siap minum. Ih, enak banget nih buat bawaan anak jalan. Secara emang lagi proses menyapih Mahira, adanya SGM ini bikin aku seneng juga, jadi kalau jalan dan Mahira minta nena-nena (karena lagi mengusahakan pengurangan frekuensi pelan-pelan), aku bisa ngalihin dia dengan minum SGM RtD ini.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Aku pun dipanggil untuk foto profil, kita berfoto dengan 3 pose yang telah ditentukan layaknya foto model *ku jadi ingin daftar Puteri Indonesia*.  Padahal aku lihat ada foto profil mba Mira Utami (mombassador batch 3) yang posenya nari, aku pengen foto profil pose candi, pose macan, sama pose kungfu. Tapi yasudah lah ya, aku ikutan ketentuan foto profil, biar pose ajaib tersamarkan dan dikeluarkan di lain waktu. Hehehehe.

Akhirnya, tibalah saat kelompokku melihat pabrik. Kami diajak berkeliling dan melihat ada ruang makan, tempat nge-gym, klinik di area tersebut. Wah, jadi malu sendiri. Pabrik di perusahaan aku kerja jarang aku kunjungi, pabrik lain didatengin. *teruntuk bos-bos yang barangkali baca, yuk main ke pabrik yuk*. Eh iya, namanya juga menjunjung tinggi keselamatan kerja, kita gak boleh foto-foto di area pabrik. Kalaupun ntar ada fotoku, ya itu artinya difotoin, posenya pasti kalem ngedengerin, karena percayalah aku lagi belajar serius. *Tsaaah*

Baris dulu, coba aku di mana yang nyempil mangap – Sumber : FB Bunda Diah

 

 

Tuh kan aku serius dengerin mba KL – sumber FB Bunda Diah
Hyaaaa ngancurin foto lagi >.< – FB : Mba Esra Jevan

Aku belajar bahwa memang karakteristik produk juga menentukan bagaimana pabrik itu. Selain urusan keselamatan kerja, kebersihan, otomasi, wih keren lah. Pengolahan limbah pun dikelola dengan baik. Selain itu, CSR-nya juga jalan. Kayak misal nih, mereka membina pengrajin yang mengolah kayu palet. Terus ya, pas penyusunan kardus-kardus pun ada polanya supaya lebih efisien. Wiiiih, jadi inget pelajaran kuliah walau judulnya aja *dikeplak lagi sama buku setebel bantal*

Kenapa sih produk SGM harganya terjangkau?

 

Selain karena diproduksi di lokal (pasti biaya distribusi akan lebih murah), produk SGM ini juga diproduksi secara massal. Trus kualitas gimana? Tak perlu ragu, mengingat Sarihusada kini berada di bawah bendera Danone, secara mutu dan kualitas pasti sudah mengikuti standar internasional Danone. Bukan berarti yang dulu gak bagus ya waktu belum di bawah Danone. Banyak dari teman-teman seusia kita juga hasil produk SGM kan ya, masih sehat? Masih kan ya. Dari dulu prosedur dalam proses pembuatan susu SGM tetap terjaga dengan ketat kok.

 

Sesi Foto Angkatan

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Horeeee, tiba saatnya makan siang. Kali ini makan siangnya di bis menuju Rama Shinta Restaurant lagi. Loh kok ke sana lagi? Iya, kan kemarin belum jadi foto angkatan tuh, nah jadinya hari kedua ini kami akan foto angkatan. Makan siang kali ini disponsori oleh GUDEG YU DJUM. Oh krecek kucinta, akhirnya aku bertemu denganmu juga.

Aku jadi ingat foto angkatan jaman SMA deh. Sebanyak 296 supaya rapi foto angkatannya harus diatur banget bahkan tinggi rendahnya. Kali ini bedanya 196 orang. Wah, perlu pengaturan khusus nih sepertinya. Mengingat di sesi foto waktu factory visit kayaknya kalau di tengah tanpa jilbab mencolok bakal gak keliatan, aku pilih ke barisan belakang aja deh. Alhasil malah barisan terbelakang foto-fotoan seru. Sebuah pikiran kenapa di belakang, paling engga, tangan doang udah ikut ambil bagian kalau aku pose pucuk candi. Alhamdulillah ternyata mukaku masih keliatan juga. Huehehehehe. Coba tebak aku yang mana…

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sesi Workshop

Setelah kelar foto angkatan, beneran dong langit Prambanan mendung lagi terus hujan. Di perjalanan kembali ke hotel pun hujan mulai turun menemani kami. Sampai di hotel, kami diarahkan ke area workshop. Ada 2 workshop yaitu tentang produk SGM dan workshop Sosial Movement dari Mombassador Batch sebelumnya. Kelompok B, masuk ke ruang workshop dari Mombassador terlebih dahulu. Sudah ada Mba Milda Ini dan Teh Efiy Sukaesih di depan. Workshop dipandu oleh mas Agustinus Gibran.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Workshop dari Mba Milda membahas tentang Memanfaatkan Media Digital dalam Menjalankan Peran sebagai Mombassador SGM Eksplor. Mba Milda ini termasuk penggerak Blogger Bengkulu jadi menjelaskan pengalamannya sebagai blogger, mulai dari mana proses pencarian ide sampai tips-tips di dunia blogging.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Teh Efiy menceritakan pengalamannya Mendirikan Gerakan Sosial yang Berkelanjutan. Gerakan Sosial yang dilakukan oleh Teh Efiy ini adalah mendirikan Rumah Baca agar anak-anak bisa bermain sambil belajar. Banyak juga proyek lainnya yang dilakukan oleh Teh Efiy.

Semoga apa yang sedang dilakukan kedua mombassador ini selalu dilancarkan dan tentunya bikin aku juga semangat untuk berkarya dulu. Sekarang lewat blog, beberapa komunitas, sama di kantor dulu ya, sambil nyari yang lain. Ahey. Di akhir sesi workshop ini, ada kelompok kecil lagi sebanyak 5 kelompok, yang diminta untuk membuat gerakan sosial. Nantinya akan ada yang presentasi.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Setelah coffee break, kelompok B masuk ke workshop lainnya. Sudah ada mba Talitha yang siap menjelaskan tentang Sarihusada dan produk SGM. Selain itu ada juga pemateri tentang inovasi produk SGM, termasuk yang Ready to Drink tadi. Di sesi kali ini, kami diingatkan lagi pentingnya pemberian nutrisi untuk anak. Eh iya, aku udah bilang kan ya kalau SGM udah ada sejak lama dan bisa jadi kamu (iyaaa kamuuu – ala Dodit Mulyanto) juga dulu minum susu SGM.

 

Kenapa sih kebutuhan nutrisi anak penting?

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Selain mengikuti peraturan presiden untuk mendukung 1.000 hari pertama, kecukupan nutrisi anak juga bisa menjadikan anak lebih maju dan sukses di masa depan. Ya iya dong, siapa sih gak mau anaknya pintar? Nah, selain pintar/kreatif, ciri anak maju juga supel dan mandiri. Di sesi workshop ini juga kami belajar tentang alergi dan infeksi. Banyak pelajaran tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak yang disampaikan. Nutrisi yang cukup untuk anak juga akan menjadikan anak tumbuh kembangnya baik.

 

Kalau tumbuh kembang baik itu gimana?

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Daya pikirnya terasah, pertumbuhan fisik baik, pencernaannya sehat, serta memiliki daya tahan tubuh yang baik juga. Ini reminder juga buat aku, coba untuk mengukur nutrisi yang selama ini aku berikan untuk keluarga, sudah cukup kah atau kurang?

Workshop yang cukup berat akhirnya selesai juga sekitar pukul 17.00. Kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap mengikuti acara Gala Dinner pukul 18.30 nanti.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Kelar siap-siap pakai baju dengan dresscode warna merah. Wih, ternyata di depan area gala dinner sudah ramai bunda lain dan udah berpose semua. Wah, kalah cepet nih urusan foto. Hehehehe. Mengingat banyaknya orang di angkatan ini, kita harus siap antri untuk foto-foto. Pengen pose aneh kalau ada yang kelompok lagi foto tapi aku takut…*dikeplak berjamaah*. Yaudah deh, aku nyicip makanan dulu aja. Sembari nyicip makanan aku melihat barisan panitia dan beberapa mombassador di batch sebelumnya (yang sudah sharing pengalaman) memakai batik dengan nuansa merah dan hitam. Wah, seragaman nih, pikirku.

Gala Dinner & Malam Inagurasi Mombassador Batch VII

Lagu Yogyakarta yang mengalun merdu dengan iringan band menjadi pembuka acara malam itu. Duh, Yogyakarta berhati nyam-nyam eh salah nyaman deh, jadi pengen ditendang terus ndeplok di Yogyakarta aja. *kode nih kode siapa tau dipindahin ke Yogya*.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Acara Gala Dinner dipandu oleh Mas Novan dan Mba Tako. Wah, duet yang seru dan menarik nih. Banyak guyonan-guyonan dan celotehan yang diucapkan mereka berdua dan bikin aku ketawa-ketawa. Acara dimulai dengan dengan sharing dari dari dua mombassador di batch sebelumnya, ada  mba Yuliana yang punya usaha konveksi dan Griya Waluh (oleh-oleh yang diolah dari labu kuning) serta mba Lia Olivia Adeline yang punya bisnis craft. Sharing dari keduanya lagi-lagi membangkitkan semangat untuk terus belajar dan berkarya lagi.

Setelah sharing pengalaman, kesemua mombassador berprestasi ini mendapat apresiasi dari pihak SGM sebagai Bunda Berprestasi. Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi pemenang outbond, ternyata kelompok WOW yang menang. Mba Uchie, yang duduk di mejaku ternyata anggota di kelompok tersebut dan maju bersama kelompoknya.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Mba Tako dan Mas Novan pun memandu kuis. Kuis kali ini seru, nebak makanan Indonesia berdasar kata-kata yang sudah di google translate, contoh : Tell O Go Dog, silahkan tebak itu apa… Di sesi kuis, lagi-lagi mba Uchie dapat kesempatan untuk ikut. Hahaha, seru sih dia, disuruh angkat tangan satu malah angkat dua tangan agak berdiri. Wih, semua mata tertuju padanya, khususnya mata mba Tako sih. Memanaskan suasana, ada sesi kuis lainnya yaitu Berpacu dalam Melodi. Wih, seru juga ini. Setelah diseleksi 5 orang, ada peserta yang kami kenal dengan panggilan Mamih juga yang di mejaku dan jadi peserta kuis dan bikin ketawa-ketawa mulu.

Menutup acara, kami diundang untuk satu per satu maju ke atas panggung untuk menerima batik yang menjadi seragam resmi Mombassador sekaligus proses pengukuhan kami menjadi Mombassador SGM. Batik diserahkan oleh mba Naomi Jammaro. Selesai penyerahan batik tak lain dan tak bukan tentu saja kita FOTO BARENG DONG!

Kelar foto bareng, diingatkan lagi kalau besok ada 3 kelompok yang akan mempresentasikan kegiatan sosialnya di esok hari. Acarapun selesai dan kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing.

Ini karena kebiasaan tidur cepet bareng bocah ya, jam 10-an rasanya udah pengen nempel kasur. Aku pun bergegas ke kamar. Udah gak sanggup foto-foto lagi. Kalaupun foto gak bisa pose mangap bahagia kayaknya, bakal mangap nguap-nguap.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sampai di kamar, kita dikasih kejutan lagi dong! Ada oleh-oleh dari Griya Waluh berupa brownies, keripik tempe, dan selai dari waluh alias labu pumpkin. Wiiiih, baik banget dapat oleh-oleh gini. Bikin aku males beli oleh-oleh lagi. *ceritanya sok hemat*

Tapi kebiasaan ya, udah nempel kasur nguap-nguap gak bisa tidur. Nonton I Can See Your Voice lagi sampai abis juga masih bikin melek. Yaudah beberes aja barang-barang biar besok tinggal masukin baju kotor.

Mba Yuni, teman sekamar datang dan ngabarin kalau bunda lain ada yang jalan ke Malioboro, duh ku tak sanggup deh ganti baju lagi. Mba Ismi juga nge-WA dan dengan jujur kubilang ku MAGER keluar kasur. Maafkaaan. Abis bales WA itu rasanya aku langsung nyoba merem dan gak bangun-bangun lagi sampai besok paginya.

Cerita-cerita lainnya tentang Mombassador SGM ini bisa di baca di :

2 Replies to “Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 2)

Silahkan meninggalkan komen :) Aku bakal bw balik....