Proses Pembuatan Paspor dengan Sistem Antrian Online Paspor

Proses Pembuatan Paspor Sistem Antrian Online Paspor

Kerasa gak sih, sekarang banyak kantor pemerintahan yang semakin melek urusan teknologi. Memang belum semuanya dan belum mencakup segala prosesnya sih, tapi paling tidak banyak hal-hal yang telah dimudahkan dengan adanya sistem informasi berbasis web atau aplikasi yang dibangun.

Baru-baru ini, aku merasa sangat terbantu urusan pembuatan paspor dengan adanya Sistem Antrian Paspor Online di Kantor Imigrasi Palembang. Oh iya, sepertinya ini sistem juga berlaku nasional.

Pengalaman Membuat Paspor Sebelum Tahun 2018

Di tahun 2010, saat pertama aku membuat paspor belum ada tuh sistem online. Harus datang ke kantor imigrasinya sendiri, ambil nomor antrian, nungguin, balik lagi beberapa hari kemudian. Rasanya beberapa kali bolak balik deh. Yang aku ingat sih, jaman segitu kantor pemerintahan masih banyak yang namanya calo.

Akhirnya ke imigrasi lagi tahun 2017 untuk perpanjang paspor yang lupa sekalian bikin paspor anak pun ternyata sistemnya masih sebelas dua belas. Masih harus datang pagi-pagi untuk ambil antrian. Yang aku baru tahu adalah ternyata ada antrian khusus untuk lansia dan anak. Walau begitu, karena waktu ambil antrian gak dibilang apa-apa ya tetep aja dikasih antrian reguler, bahkan buat si bayi. Tapi, Kantor Imigrasi Palembang sudah pasang informasi mengenai pendaftaran via Whatsapp atau telepon untuk orang-orang super sibuk.

Sistem Antrian Online untuk Pembuatan Paspor

Tahun 2018, aku akhirnya datang lagi ke Kantor Imigrasi. Kali ini, bantuin pengasuh bikin paspor untuk keperluan umrohnya.

Iseng-iseng cari info mengenai pendaftaran via whatsapp, ternyata malah dapat info kalau kini pendaftaran pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Palembang sudah ada antrian online dengan mengakses web https://antrian.imigrasi.go.id/.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Kita harus membuat akun dulu di situs antrian imigrasi. Satu akun ini bisa digunakan oleh beberapa orang dalam sekali kunjungan. Jadi, misalnya mau membuat paspor sekeluarga, cukup 1 orang yang membuat akun di sistem antrian online paspor.

Isian untuk pendaftaran antara lain : username dan password untuk akun yang mau dibuat, NIK untuk pemilik akun, alamat, email, dan telepon. Setelah itu akan ada email masuk sebagai konfirmasi untuk pembuatan akun aplikasi antrian paspor.

Jika telah melakukan konfirmasi, maka akun kita telah aktif. Sekarang saatnya mendaftar antrian. Masih di alamat yang sama yaitu https://antrian.imigrasi.go.id/ . Berikut ini cara untuk mendaftar antrian dalam sistem antrian online pembuatan paspor.

  • Login ke akun yang kita miliki
  • Pilih kantor imigrasi tempat kita akan mengajukan permohonan pembuatan paspor (ada di menu list Kanim juga)

 

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Pilih tanggal dan waktu pembuatan paspor
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Tentukan jumlah pemohon yang akan membuat paspor
  • Isi data nama dan nik pemohon antrian paspor dan pilih keterangan status (pribadi, anak, suami/istri, ayah/ibu)
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
  • Selesai dan akan ada barcode yang dikirim melalui email sebagai konfirmasi

Jika barcode tak kunjung dikirim dan masih ragu apakah sudah terdaftar atau belum, kita bisa melakukan pengecekan di menu Daftar Permohonan. Di menu tersebut akan jelas tertera data Kode Antrian, Kantor Imigrasi / Unit Layanan Paspor, Nama Pemohon, Tanggal Kedatangan, dan Waktu. Kalau pagi hari waktunya adalah pukul 08.00 – 12.00 sementara siang 13.00 – 16.00.

Setelah permohonan antrian sudah dibuat dan terkonfirmasi, kita sudah bisa datang ke Kantor Imigrasi sesuai tanggal kedatangan yang sudah kita ajukan sebelumnya. Yang jelas sih ga perlu datang pagi-pagi lagi dan ambil nomor antrian tapi jangan mepet-mepet jatah waktu kedatangan habis juga.

Penting!! Perhatikan dengan seksama Kantor Imigrasi dan waktu yang dipilih. Pendaftaran tidak bisa diulang kembali sampai hari yang telah ditentukan tiba. Misal, kamu maunya daftar di Kantor Imigrasi Palembang tanggal 10 April di waktu pagi, tapi salah pilih jadi Kantor Imigrasi Muara Enim, itu gak bisa diubah lagi sampai tanggal 10 April. Jadi, kamu harus ke Muara Enim, atau tunggu sampai tanggal 11 untuk mendaftar ulang.

 

Proses Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Datanglah sesuai jadwal yang ditentukan. Pastikan kamu datang di hari, jam, dan kantor imigrasi yang tepat. Kalau mendaftar pagi jam 8, ada baiknya datang 30 menit sebelumnya karena kita bisa mengambil formulir permohonan paspor dan map untuk pengajuan. Isilah data-data pada formulir tersebut sesuai data diri. Formulir didapatkan di Kantor Imigrasinya langsung.

Ketika waktu pelayanan permohonan paspor dimulai (untuk pagi pukul 08), kita akan diminta untuk menunjukkan kembali bukti pendaftaran kita di Sistem Antrian Online Pembuatan Paspor. Kita diminta untuk login kembali ke dalam aplikasi atau web. Setelah itu isian dan dokumen akan dicek. Dokumen yang harus dibawa untuk permohonan pembuatan paspor adalah

  • Kartu tanda penduduk yang masih berlaku (Asli dan Fotokopi)
  • Kartu keluarga (Asli dan Fotokopi)
  • Akta kelahiran, Akta Perkawinan atau Buku Nikah, Ijazah, atau Surat Baptis (Asli dan Fotokopi)
  • Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.

Oh ya, dokumen yang asli akan dikembalikan semua, kecuali paspor biasa lama yang akan diperpanjang (dikembalikannya setelah paspor baru jadi). Jika telah selesai dicek dan berkas telah lengkap, kita akan mendapat nomor antrian untuk melakukan foto dan perekaman sidik jari.

Baca juga : Pengalaman Mengurus Akta Kelahiran Dewasa

Proses perekaman foto dan sidik jari ini cepat tidaknya relatif. Biasanya yang sering bikin lama adalah proses perekaman sidik jari karena ada jari yang susah terbaca di mesin. Oh iya, biasa saat merekam foto dan sidik jari juga ada wawancara singkat dari petugas. Kalau sudah selesai, kita bisa melakukan pencetakan tanda terima untuk melakukan pembayaran.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Pembayaran permohonan pembuatan paspor bisa dilakukan di bank (bisa dengan atm juga) atau kantor pos. Pengalaman sih, pernah menggunakan atm di bank lama verifikasinya, jadi memilih membayar di kantor pos. Oh iya, ada juga petugas untuk pembayaran di kantor imigrasi jadi gak perlu nyari tempat pembayaran jauh-jauh. Biaya pembuatan paspor adalah Rp 355.000,-. Selanjutnya, 7 hari kemudian (setelah pembayaran) kita bisa mengambil paspor yang telah jadi.

Secara prosesnya, memang masih mirip-mirip, isian paspor biasa manual tetap harus diisi di tempat dan tertulis (belum online). Tapi paling tidak, sudah ada kejelasan waktu yang dibuat untuk antrian, sehingga kita tidak perlu datang pagi-pagi banget untuk nongkrongin kantor imigrasi demi dapat nomor antrian. Lebih hemat waktu menurut saya. Senangnya lagi, kantor pelayanan publik sekarang juga menyediakan tempat main untuk anak. Memang gak terlalu luas atau lengkap, tapi paling tidak kalau ingin mengajukan paspor untuk anak, anak bisa menunggu sambil bermain.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Oh iya, kalau yang suka malas membuka browser dan lebih suka menggunakan aplikasi. Aplikasi antrian online pembuatan paspor sekaligus pembuatan paspor online juga sudah ada di Google Play. Tinggal download, install, login, dan daftar antrian.

Aplikasi Layanan Paspor Online

Untuk yang sudah login di web, kita bisa langsung login di aplikasi ini. Lalu memilih menu antrian paspor dan ikuti saja panduan untuk mendapatkan nomor antrian paspor di Kantor Imigrasi yang dipilih.

Selamat membuat paspor 🙂

You may also like

15 Comments

  1. Ternyata harus login dulu ya. Pantes aku kemaren rada aneh masuknya 😆

    Mau nyoba juga bulan depan. Soalnya passport udah mau habis masa berlakunya 😅

  2. Di Batam via website atau online sudah dilakukan sejak 5 tahun yang lalu. Tahun ini sudah lebih bagus lagi dengan menggunakan whatsapp karena waktu datang sampai ke jam jamnya sekalipun dikasih tahu.

  3. Sebantar saja sudah berubah lagi nih soal paspor, tahun 2-16 saya ganti paspor belum ada antrian online. Senang deh Indonesia membaik, sedikit demi sedikit

  4. Ainuun! Ini eboong 🙂 informatif banget nun blog nya. Btw setelah 7 hari itu 7 hari kerja apa + weekend? yang kedua, jadi kah setelah 7 hari kerja?

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)