Berlibur Bawa Bayi ke Belitung (BBBkB) (Part 2)

IMG_2229 (2)

 

Setelah jalan-jalan di kota Tanjung Pandan di hari pertama, tujuan utama kami di hari kedua adalah Pantai dan Pulau (Island hopping). Setelah sarapan di hotel, kami berangkat menuju Kecamatan Sijuk. Kami ambil jalur menyusuri Pantai Tanjung Pendam menuju dan melihat banyak hotel dan pantai di kiri jalan. Sempat juga kami melihat rombongan pesepeda.

Ke mana aja di Belitung ?

PANTAI TANJUNG KELAYANG

IMG_2495

Pantai Tanjung Kelayang adalah pantai yang menjadi lokasi penyebrangan untuk hoping islands. Biaya masuk ke pantai adalah Rp 10.000,- untuk 1 mobil. Di sini ditawarkan sewa kapal kecil (untuk 10 orang) dengan harga Rp 500.000,- dan kapal besar (untuk 20 orang) dengan harga Rp 800.000,-. Harga sewa kapal tidak termasuk pelampung ya. Sewa pelampung sendiri Rp 20.000,- per pelampung. Kami ga dapat kapal pada pagi itu, dan baru dapat siang harinya. Salah juga sih, long weekend, banyak pengunjung, sudah ditawarin tapi ga mau, maunya go-show aja. Tapi ga nyesel juga, karena memang pagi itu sempat hujan lalu berhenti, lalu hujan lagi. Was-was juga kalo bawa anak kecil.

IMG_2492 (3)

Tanjung Kelayang berasal dari sejarah banyaknya burung Kelayang di sekitar pantai. Di dekat pantai ada area parker untuk mobil dan bis pariwisata. Kita bisa berfoto dengan plang tulisan Welcome To Belitong. Untuk yang ga bawa snorkel, disediakan juga sewa snorkel di pondokan sekitar Pantai Tanjung Kelayang. Oh ya, setelah hoping islands, kurang lengkap kalau ga makan Mie Rebus pakai Telor hehehe.

PULAU GUSONG

IMG_2043 (2)

Pulau Gusong adalah tujuan pertama saat island hopping. Hanya dibutuhkan waktu 15 menit ke pulau ini. Gusong merupakan singkatan Gundukan Pasir Kosong. Pulau ini hanya tampak ketika air laut surut sehingga bentuk pulau akan selalu berubah-ubah. Di pulau ini banyak sekali bintang laut. Kita boleh berfoto dengan bintang laut, dengan catatan, jangan terlalu lama membiarkan bintang laut jauh dari air laut. Kasihan kan dia kehausan. Saya ga ikutan turun di pulau ini karena Maheera pulas tidur di kapal.

PULAU LENGKUAS

IMG_1674 (1)

Belum lengkap island hopping kalo ga ke Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas identik dengan mercusuar yang menjulang tinggi. Tinggi mercusuar di Pulau Lengkuas adalah 62 meter. Ada 17 lantai dan kita bisa naik sampai puncak melalui tangga mercusuar yang bulat dan berliku-liku. Biar ga capek-capek banget, jangan lupa bekal air minum dan istirahat di setiap lantai. Oh ya, sebelum masuk, kita harus bersih dari pasir karena naik ke mercusuar ini tanpa alas kaki ya. Di setiap lantai ada jendela juga kalau mau melihat pemandangan. Di lantai 1 dan 2 terdapat lukisan tentang Pulau Lengkuas serta foto-foto pulau lain yang memiliki mercusuar sejenis. Sampai di puncak jangan lupa untuk berfoto dan mengabadikan pemandangan di bawah yaitu pasir putih yang bersih, kapal  di bibir pantai, orang-orang yang terlihat seperti semut, batuan yang artistic, serta laut lepas dengan warna biru.

IMG_2014 (3)

Karena kapal tidak boleh parkir terlalu dekat dengan bibir pantai, kapal kami agak berada sedikit jauh dari bibir pantai. Jadi saya ikutan turun . Saya sempat naik ke mercusuar, sementara Maheera dan Brojo asik main di bangunan sekeliling mercusuar.

IMG_1930 (2)

Sedikit bergerak dari Pulau Lengkuas, tibalah kita di spot snorkeling. Kalau membandingkan dengan Raja Ampat dan Pulau Weh, tentu variasi karang dan ikannya kurang. Tapi buat saya yang kangen laut, nyicip sedikit jadilah dan kena karang, dan anaknya nangis di kapal, jadilah cepat-cepat naik gentian sama si Brojo buat megang anaknya.

PULAU BURUNG dan PULAU TAK BERPENGHUNI

IMG_1848

Kata mas-mas kapal, masih ada 3 pulau yang bakal didatangi, tapi karena waktu sudah jam 3 sore dan cuaca juga agak bikin was-was akhirnya kami mampir di satu pulau yang banyak batu-batu menjulang tinggi khas pantai dan pulau di Belitung. Di sini kita bisa foto-foto dan saya bisa ngebiarin bayi merangkak di atas pasir pantai (tetap diawasi kok).

IMG_1764 (1)

Sebentar saja di pulau tak berpenghuni, kami bergerak mendekati Pulau Burung. Kali ini, kami tidak boleh berhenti dan turun, jadi hanya mendekati saja. Landmark Pulau Burung adalah batu yang menyerupai paruh burung. Kata mas-mas kapal kalau malam pulau ini akan menyala karena telah dipasang system panel tenaga surya / matahari. Di sini banyak terdapat sarang camar laut dan elang.

PANTAI TANJUNG TINGGI

IMG_2210 (2)

Pantai Tanjung Tinggi menjadi salah satu wisata wajib di Belitung, karena lokasi pantai ini digunakan untuk shooting salah satu adegan dalam film “Laskar Pelangi”. Sayangnya, papan penanda bahwa Pantai Tanjung Tinggi menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi sudah dicopot, ga bisa deh foto bukti kesana. Hehe. Seperti lokasi pantai di area barat Pulau Belitung, Pantai Tanjung Tinggi didominasi batu-batu raksasa di sepanjang pantai.Amazingnya, di antara batu-batu raksasa itu ada jalan tikus untuk menuju lepas pantai. Dipikir-pikir, Pantai ini cocok juga jadi tempat menanti sunset. Tapi kami datang ke pantai ini pagi menjelang siang, sambil menunggu dapat kapal untuk hoping islands. Di sekitar pantai ada restoran seafood, pedagang rujak, dan penjaja batu satam. Anak-anak bisa main pasir di pinggir pantai atau main kecipak kecipuk di pantainya.

IMG_2211 (2)

PANTAI BATU GARUDA

D3092C7A-A551-4965-ADA7-85DE06398AD7

Kami ke Pantai Batu Garuda dalam rangka menunggu jam 1 siang, waktu saat kami dijanjikan akan island hopping. Di Pantai Batu Garuda terdapat Rumah Makan Batu Garuda. Makanannya tentu saja seafood. Kami pesan Ikan Bulat Bakar Kecap, Udang Goreng Tepung, Cumi Saus Tiram, Kangkung Cah Terasi, dan Genjer (lupa diapain). Minumnya tentu Es Kelapa Muda. Untuk tujuh orang, dana yang dihabiskan sekitar Rp 400.000,-. Rumah makan ini menyediakan toilet dan musholla (jadi bisa sholat dulu di sini), sewa kapal , oleh-oleh kaos, oleh-oleh lada hitam/putih, dan pondokan-pondokan untuk makan. Oh ya, restoran ini masuk Top 5 restaurant di Belitung versi Trip Advisor. Secara rasa, jangan ditanya deh. MANTAP, saya nambah 2-3 kali hehehe.

IMG_1651 (2)

KOPI KONGDJIE

IMG_1829

Bingung makan malam di mana, karena semua restaurant top versi Trip Advisor sudah dicoba? Mampir dulu ke Kopi Kongdjie di area depan hotel. Info dari pemiliknya, sebenarnya resep asli Mie Belitung ada di area sini, tapi memang yang jadi terkenal yang di Tanjung Pandan. Di luar area Kopi Kongdjie, tersusun Teko Raksasa yang digunakan untuk membuat /menyeduh kopi. Walau orang Belitung hobi ngopi, tapi menurut karyawan yang membuat kopi, sebenarnya di Belitung sendiri ga ada kopi khas, jadi biji kopinya impor. Kopi hitam di Belitung disebut ‘Kopi O’ dibuat dengan menuangkan kopi dalam teko raksasa ke dalam cangkir dengan menggunakan penyaring ampas bubuk kopi dari kain. Jadi,  Kopi O nya sudah tanpa ampas. Menu yang disajikan di Kopi Kongdjie ada Mie Belitung, Bakso, Mie Ayam, Soto, Pempek, Rujak Mie, Nasi Ayam Tim, Tekwan, Indomie Goreng/Rebus, Roti Bakar, Pisang Goreng, dll. Di sini juga tersedia oleh-oleh Kaos Belitung, Lada Hitam/Putih Belitung, dan Ketam Isi.

IMG_1818 (1)

Suasana di Kopi Kongdjie kalau malam cukup asik dengan lampu kuning, bisa foto-foto dengan hiasan dinding berupa poster-poster yang beraneka ragam tulisan dan gambarnya. Kalau siang, jangan heran tempat ini ramai dan penuh, karena biasanya, orang sebelum ke bandara akan dibawa mampir ke tempat ini. Saran buat pemilik sih, lebih diperbesar saja area musholanya.

Catatan hari ini :

Saya sudah menyiapkan bubur instan merek Promina dan makanan instan Heinz Jar. Anaknya ga doyan bubur Promina dan mau Heinz Jar rasa Potato, Beef, Carrot. Anaknya dikasih nasi ikan bakar dan udang goring plus nyemilin kangkung dan doyan. Cemilan biscuit tetap wajib bawa karena anaknya doyan pake banget. Anaknya di kapal tidur awalnya, bahkan pulas banget. Setelahnya dia doyan dan mau aja tuh main air dan main pasir di pantai. Penting untuk pakai sunblock biar ga hitam dan bawa baju ganti.

Yuk, lihat perjalanan kami di hari ketiga di postingan berikut.

Written by

1 comment / Add your comment below

Silahkan meninggalkan komentar :)