Adanya pandemi memberikan dampak perubahan yang besar pada kehidupan. Bukan hanya kebiasaan sehari-hari yang harus berubah, namun perekonomian pun menjadi terdampak. Masa pandemi memberi tantangan dan peluang bagi pelaku bisnis atau UMKM dalam beroperasi. Agar dapat terus beroperasi juga lebih berkembang, UMKM dapat menambah modal yang dimilikinya dengan mendapatkan pinjaman modal usaha.

Peran UMKM Untuk Perekonomian Suatu Negara

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha perdagangan yang dikeloa oleh perorangan atau badan usaha yang mengacu pada usaha ekonomi produktif. Aturan terkait UMKM di Indonesia sendiri mengacu kepada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Pinjaman Modal Usaha untuk Coffee Shop
Coffee Shop yang berkembang saat ini, salah satu bentuk UMKM yang berperan pada perekonomian

Skala bisnis yang ditargetkan oleh UMKM mungkin tidak sebesar perusahaan besar, namun tentu ada keunggulan yang dimiliki oleh UMKM sehingga banyak orang yang tetap memilih bergelut pada bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah ini.

Keunggulan tersebut antara lain adanya flexibilitas yang dimiliki oleh UMKM karena lingkup yang lebih kecil. Lingkup yang kecil dapat membuat adanya hubungan yang erat antar karyawan dan pemilik UMKM, selain itu birokrasi pun tidak terlalu banyak berjenjang, sehingga jika ingin dilakukan perubahan atau inovasi menjadi lebih mudah karena sistem yang dimiliki pun biasa tidak terlalu rumit.

Dengan keunggulan yang dimiliki, UMKM memiliki peran strategi dalam perekonomian Indonesia. UMKM nyatanya mampu memperluas lapangan pekerjaan dan melibatkan aktivitas ekonomi dan bisnis pada masyarakat luas. Secara berkesinambungan, UMKM memiliki peran pada proses peningkatan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberi devisa bagi negara.

Peran UMKM pada Perekonomian dari Pinjaman Usaha
UMKM memiliki peran penting pada perekonomian negara

Kebutuhan Modal Kerja Bagi Suatu Usaha


Dengan melihat keunggulan serta peranan yang diberikan oleh UMKM bagi negara, maka wajar banyak orang yang tetap bergelut bahkan mulai banyak juga yang tertarik untuk terjun langsung membuat bisnis kecil atau UMKM.

Selain niat yang gigih dan semangat, untuk memulai usaha tentu diperlukan suatu modal usaha berupa dana. Untuk memulai suatu bisnis atau usaha, terkadang kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. Modal usaha dapat berasal dari beberapa sumber, antara lain:

  • Aset atau Tabungan Pribadi

Untuk memulai usaha, kita dapat memulai modal kerja yang berasal dari kantung pribadi. Jika memulai usaha dengan tabungan pribadi atau mengelola asset pribadi, tentu saja tanggung jawab yang dimiliki hanya kepada diri sendiri. Walau begitu, tentu tetap harus dipikirkan secara jelas terkait perencanaan dan keuntungan diperoleh sehingga perjalanan bisnis pun tetap lancar.

Modal Usaha dari Tabungan Pribadi, Siap Buka Celengan?
Modal Usaha dari Tabungan Pribadi, Siap Buka Celengan?
  • Membuka Partnership

Jika merasa modal dari tabungan sendiri masih kurang dalam memulai bisnis, tak ada salahnya untuk mencari rekan usaha yang memiliki visi dan misi sama untuk memulai usaha. Setidaknya dengan menjalin partnership dengan rekan-rekan, kita dapat beban dan tanggung jawab tidak dipikul seorang diri.

  • Melakukan Pinjaman Modal Usaha

Pilihan lainnya untuk mendapatkan modal usaha dapat dilakukan dengan mengajukan pinjaman modal usaha. Pada saat ini, telah banyak lembaga keuangan atau perusahaan fintech yang menawarkan berbagai jenis pinjaman modal usaha dengan platform yang beragam. Jika mendapatkan pinjaman usaha, tentu kita harus mengelolanya dengan baik dan secara bertanggung jawab mengembalikan pinjaman usaha ini.

Mendapatkan Modal Usaha bisa dari Pinjaman Modal Usaha, Partnership, atau Investor
Mendapatkan Modal Usaha bisa dari Pinjaman Modal Usaha, Partnership, atau Investor
  • Mencari Investor

Kita juga bisa mendapatkan modal usaha dari invenstor. Tentunya, jika kita ingin mendapatkan modal usaha dari investor, kita harus melakukan persiapan yang lebih matang sehingga dapat menarik investor untuk menginvestasikan dananya pada bisnis yang dilakukan. Namun, perlu diingat, bahwa kita memiliki tanggung jawab pula kepada investor sehingga kita harus mampu melakukan manajemen bisnis yang baik dan tetap mendapatkan kepercayaan dari investor.

Modal usaha tidak hanya diperlukan saat memulai usaha saja. Sama seperti semangat dan keterampilan yang perlu diasah seiring usaha berjalan, modal usaha pun perlu dikelola sepanjang menjalani usaha. Sehingga, jika kita ingin mengembangkan usaha pun perlu pencarian modal usaha lagi yang dapat bisa didapatkan dari beberapa sumber di atas.

Mengembangkan Usaha dengan Menambah Modal Kerja Melalui Pinjaman Modal Usaha

Di masa pandemi ini, saya melihat banyak munculnya pengembangan pada usaha-usaha di bidang kuliner yang menitikberatkan pada makanan sehat, makanan siap saji dalam kemasan, dan peningkatan layanan dalam penjualan. Seperti beberapa restoran steak langganan yang juga menambah menjual saus dalam kemasan, coffee shop yang menambah menu baru yang lebih sehat,  juga restoran suki & grill yang menambah pelayanan dengan menyediakan peminjaman alat-alat masak portable untuk konsumen.

Dalam pengembangan inovasi pada bisnis, tentu diperlukan pula modal kerja yang mendukung. Nah, untuk mengembangkan usaha dengan menambah modal kerja, dapat dilakukan dengan mengajukan pinjaman modal usaha dari GoModal.

Lebih Dekat dengan Pinjaman Modal Usaha dari GoModal

GoModal merupakan bagian dari GoBiz, aplikasi super dari Gojek yang ditujukan untuk para pebisnis di Indonesia. GoModal sendiri merupakan program pinjaman modal usaha untuk para Mitra Usaha Gojek terpilih yang telah terintegrasi dengan fitur GoFood yang diluncurkan sejak September 2018 lalu. Melalui GoModal, diharapkan Mitra Usaha Gojek dapat mengembangkan usaha yang dimiliki.

Pinjaman Modal Usaha dari GoModal

Fitur untuk mengajukan pinjaman modal usaha dari GoModal ini hanya dapat diakses oleh Mitra Usaha Gojek yang terpilih saja, seperti Mitra Usaha Gojek yang hanya memiliki 1 outlet. Bagi Mitra Usaha Gojek terpilih, akan mendapatkan notifikasi pesan penawaran melalui email / sms dari GoModal dan melihat aplikasi GoModal pada halaman lainnya di aplikasi GoBiz.

Cara Mengajukan Pinjaman Modal Usaha dari GoModal

Selanjutnya, para Mitra Gojek Terpilih yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha dari GoModal, dapat mengajukan pinjaman modal dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Akses Aplikasi GoModal melalui aplikasi GoBiz atau dari link penawaran yang didapatkan melalui email / sms
    Baca terlebih dahulu informasi terkait jumlah nominal maksimal pinjaman, tenor pinjaman yang ditawarkan, dan keuntungan lain menggunakan GoModal dan sistem cicilannya.
  2. Ajukan pinjaman usaha dengan mengeklik tombol Ajukan pinjaman modal/Apply for loan
  3. Isilah informasi yang dibutuhkan seperti besar pinjaman, jangka waktu cicilan, pendidikan terakhir, nama ibu kandung, nama bank, nomor rekening, dan nomor handphone yang terdaftar.
    Saat mengisi form isian ini, pastikan membaca secara detail, karena terdapat informasi yang diberikan seperti jumlah pinjaman dan jangka waktu pinjaman tidak lebih besar dari penawaran dan skema pinjaman/penarikan cicilan melalui daily deduction.
  4. Tanda tangani kontrak online saat pengajuan pinjaman diterima. Pastikan membaca kontrak ini secara teliti dan lakukan penandatanganan dalam batas waktu 1 jam. Karena setelah 1 jam, kontrak akan kadaluarsa. Tunggu dana pinjaman dikirimkan dalam 2 hari.
Mengajukan Pinjaman Modaldi GoModal
Mengajukan Pinjaman Usaha di GoModal

Melihat Status dan Melakukan Pembayaran Cicilan GoModal

Setelah dana pinjaman berhasil cair, para Mitra Usaha dapat melihat status pinjaman GoModal pada halaman aplikasi GoModal. Pada halaman ini, terdapat informasi cicilan lancar, cicilan gagal, informasi jatuh tempo, serta informasi denda jika ada.

Melihat Status Pinjaman Modal Usaha

Untuk pembayaran cicilan GoModal sendiri, sangat mudah karena para Mitra Usaha dapat melakukan pembayaran langsung / otomatis melalui pemotongan saldo Go-Biz yang dilakukan selama 20 hari setiap bulannya. Pemotongan harian ini sudah termasuk besaran bunga yang dikenakan pada pinjaman. Dengan adanya pemotongan harian seperti ini, tentu akan memudahkan para pemilik usaha agar tidak lupa dan tetap konsisten untuk melakukan pembayaran terhadap pinjaman yang didapatkan.

Pembayaran Cicilan Pinjaman Modal Usaha GoModal

Namun, jika terdapat cicilan yang lewat jatuh tempo atau ingin melakukan pembayaran seluruh total cicilan yang sedang berjalan, para Mitra Usaha juga dapat melakukan pembayaran secara mandiri melalui BCA Virtual Account.


Dengan adanya pinjaman modal usaha yang diberikan oleh GoModal bagi para mitra usaha gojek yang juga pelaku UMKM khususnya di bidang industri kuliner, tentu diharapkan akan adanya inovasi dan peningkatan kinerja dari pada pelaku UMKM ini sehingga dapat terus berkembang. Secara jangka panjang, tentu diharapkan melalui pinjaman usaha ini, peran nyata UMKM bagi perekonomian Indonesia akan semakin terasa dampaknya.