Wisata Religi Sekaligus Ziarah ke Aqsa & Negeri Para Nabi Bersama Cheria Holiday

Tembok Ratapan tampak pada menit-menit awal film “Murder of the Orient Express” yang baru sempat saya tonton pada Sabtu lalu. Adegan film membuat saya penasaran kembali terhadap kota Yerusalem. Yerusalem adalah salah satu kota tertua di dunia yang memiliki sejarah panjang. Kota ini dianggap suci bagi umat Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Yerusalem dianggap kota suci bagi umat Muslim karena di kota ini terdapat komplek Masjid Al Aqsa. Terdapat anjuran untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa bagi umat Muslim yang tercantum dalam sebuah hadis.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.

“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsa” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Sebuah magnet bergambar Kubah Shakrah di komplek Masjid Al-Aqsa, yang tertempel di CPU meja kerja saya juga mengingatkan saya pada cerita teman yang memberikan oleh-oleh tersebut. Ia berbagi tentang kisahnya melihat kemegahan bangunan tersebut.

 “Selain umroh, pergilah juga ke Aqsa. Sudah ada anjuran untuk mengunjunginya yang tertulis dalam hadis”, ujar teman saya lagi.

Mengenal Masjidil Aqsa yang Istimewa

Masjid Al Jami Al Aqsa adalah salah satu bangunan utama dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Selain masjid dengan kubah berwarna abu-abu ini, terdapat bangunan lain dalam kompleks yang juga patut untuk didatangi seperti Kubah Shakhrah / Dome of the Rock (bangunan utama dalam Masjid Al Aqsha berbentuk segi delapan dengan kubah emas yang kerap menjadi lambang yang mewakili keseluruhan kompleks Masjid Al Aqsa), Kubah Mi’raj (bangunan dengan kubah kecil yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW naik ke langit (mi’raj) saat peristiwa Isra’ Mi’raj), Kubah Nabi, Kubah Silsilah, Mushalla Al Mawarni, dan bangunan lainnya.

Sebaik-baiknya tempat yang dikunjungi adalah masjid. Sebuah anjuran dalam hadis untuk mengunjungi Masjid Al Aqsa di Palestina selain Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjid Nabawi (di Madinah) tentu ada alasannya. Masjid Al Aqsa tentu memiliki keutamaan sendiri sehingga dianjurkan untuk didatangi oleh umat muslim.

Berikut keistimewaan Masjid Al Aqsa sehingga kita perlu mengunjunginya

  • Tempat yang direkomendasikan oleh Allah

Petunjuk untuk mengunjungi Masjid Al Aqsa juga tertuang dalam QS Al-Isra ayat 1

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra ayat 1)

Bisa dikatakan, Masjid Al Aqsa direkomendasikan langsung oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk dikunjungi. Disebutkannya nama Masjid Al Aqsa secara jelas dalam Al Qur’an, juga menunjukkan bahwa masjid ini memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Tentu, kita ingin mematuhi apa yang diperintahkan oleh Allah Rabbul ‘alamiin, termasuk mengunjungi Masjid Al Aqsa.

  • Berkah pahala berlimpah di Masjid Al Aqsa

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa terdapat keutamaan untuk salat di Masjid Al Aqsa (selain Majidil Haram dan Masjid Nabawi yang juga memiliki keutamaan), jika dibandingkan dengan masjid lainnya.

Rasulullah Saw bersabda,

“Shalat di masjidku ini lebih afdhol dibandingkan empat kali shalat di dalamnya (di dalam Masjidil Aqsho). Dia adalah sebaik-baik tempat shalat. Hampir-hampir seorang tidak memiliki tanah senilai tali kuda, dimana akan diperlihatkan Baitul Maqdis baginya dari tempat itu. Itu (tanah sekecil itu) adalah lebih baik baginya dibandingkan dunia seluruhnya”.

Hadis lainnya menyebutkan bahwa salat di Masjid Al Aqsa juga menjadi sebab Allah mengampuni dosa seorang hamba. Tercantumnya Masjid Al Aqsa dalam Al Quran juga menjadi petunjuk bahwa masjid ini adalah bentuk kekuasaan Allah yang ingin ditunjukkan kepada hamba-hambaNya. Mendatangi masjid dengan keberkahan melimpah seperti Al Aqsa tentunya adalah hal yang ingin dilakukan oleh semua umat Muslim.

 

  • Bangunan masjid kedua di dunia

Masjid Al Aqsa merupakan bangunan masjid kedua yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di bumi. Dalam sebuah hadis disebutkan. Abu Dzar -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di bumi?” Beliau bersabda, “Masjidil Haram“. Dia (Abu Dzar) berkata, “Aku katakan, “Lalu setelah itu?” Beliau bersabda, “Masjidil Aqsho“. Aku katakan, “Berapa jarak waktu antara (pembangunan) keduanya”. Beliau besabda, “Jarak antara kedua adalah 40 tahun. Kemudian dimanapun kau didapati waktu sholat setelah itu, maka sholatlah (disitu), karena keutamaan ada padanya (yakni, sholat di awal waktu)“. [HR. Al-Bukhoriy (3366 & 3425), Muslim (520) An-Nasa’iy (690), dan Ibnu Majah (753)]

Pondasi bangunan Masjid Al Aqsa sudah diletakkan Allah SWT sejak zaman Nabi Adam As. Dalam sejarahnya, bangunan ini pernah mengalami kerusakan. Pada zaman Nabi Ibrahim As, beliau pernah salat di areal tanah sekitar kawasan masjid Al Aqsa. Setelah itu, bangunan ini kembali dibangun oleh keturunan Nabi Ibrahim As, yaitu Nabi Yaqub As, Nabi Daud As, dan Nabi Sulaiman As untuk dijadikan tempat ibadah yaitu mendirikan salat.

  • Tempat para Nabi Utusan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala banyak menurunkan nabi sebagai utusan-Nya di area sekitar Masjid Al Aqsa. Hampir semua nabi pernah meninggalkan jejak kaki di Masjid Al Aqsa. Bisa dibilang, Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat di mana jejak-jejak langkah kaki para nabi pernah ada untuk berdakwah.

Bukti lain bahwa area Masjid Al Aqsa memiliki keterikatan dengan para Nabi utusan Allah adalah peninggalan makam Nabi Ibrahim As, makam Nabi Syu’aib As, makam Nabi Musa As, Makam Nabi Daud As, Makam nabi Yunus As, dan Makam Nabi Sulaiman As di area ini.

Beberapa kisah yang ditunjukkan dalam Al Quran menyebutkan tentang Negeri Syam, yang termasuk di dalamnya ada Masjid Al Aqsa di Palestina. Negeri Syam juga disebutkan sebagai negeri yang ditetapkan Allah untuk menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kekejaman Fir’aun. Disebutkan bahwa banyak malaikat turun untuk menyampaikan wahyu pada nabi dan rasul Allah untuk dibawa berdakwah.

Mengenal jejak-jejak para Nabi bisa jadi salah satu perwujudan rukun iman keempat yaitu iman kepada rasul-rasul Allah dan meyakini keberadaan mereka melalui peninggalan bersejarah serta mengunjungi makamnya.

  • Bagian dari Peristiwa Isra Mi’raj

Sebagai umat muslim, tentu kita pernah mendengar tentang Isra Mi’raj. Isra Mi’raj adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha dan mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Peristiwa penting ini sebenarnya terbagi menjadi dua perjalanan utama, yaitu Isra dan Mi’raj. Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Al Quds. Sementara Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari bumi naik ke langit ke tujuh lalu menuju Sidratul Muntaha dan mendapatkan perintah salat lima waktu dari Allah SWT.

Masjid Al Aqsa / Masjidil Aqsa merupakan bagian dari akhir perjalanan Isra dan awal perjalanan Mi’raj. Mengunjungi Masjid Al Aqsa bisa menjadi pengingat sekaligus memaknai kisah Isra Mi’raj Rasulullah serta semakin meyakini ajaran-ajaran Islam (khususnya tentang perintah salat lima waktu).

  • Pernah menjadi kiblat bagi umat Islam

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.” (H.R. Bukhari).

Masjid Al Aqsa yang dulu dikenal dengan nama Baitul Maqdis memang pernah menjadi kiblat bagi umat Islam, bahkan menjadi kiblat yang pertama, sebelum Allah SWT memerintahkan mengubah arah kiblat ke Masjidil Haram di Mekkah. Baitul Maqdis pernah menjadi kiblat di mana Rasulullah menunaikan salat menghadap ke arah ini sewaktu berada di Mekkah sebelum hijrah sampai setelah hijrah ke Madinah selama kurang lebih 16 bulan.


Keistimewaan demi keistimewaan yang dimiliki oleh Masjid Al Aqsa membuat saya sebagai kaum muslim menjadikannya salah satu tempat yang harus dikunjungi semasa hidup. Lalu, bagaimana cara datang ke Masjid Al Aqsa yang berada di Palestina?

Seperti yang kita tahu, Masjid Al Aqsa berada di kawasan konflik Palestina dan Israel. Bahkan sempat ada larangan kunjungan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Pemerintah Israel ke daerah tersebut. Namun, untungnya larangan tersebut telah dicabut. Walaupun begitu, pertanyaan dan kekhawatiran tentu kerap berkecamuk sebelum memutuskan pergi ke Aqsa. Ada kegalauan yang melanda, ingin beribadah di Aqsa tapi khawatir tak aman atau ada kesulitan yang menghadang di sana.

“Ikutan tour aja, Nun. Lebih gampang pastinya”, saran teman saya.

“Gimana cara milih tour-nya?”

“Cari yang sudah biasa ke sana, yang sudah berpengalaman travelnya”, ujar teman.

 

Memilih Cheria Halal Holiday, Tour & Travel Berpengalaman Untuk Ke Aqsa

Untuk wisata ibadah sekaligus ziarah ke Aqsa, ada baiknya kita berpergian bersama rombongan. Sudah banyak paket tour yang menawarkan wisata ke kota Aqsa. Namun, mencari yang berpengalaman dan terpercaya sudah pasti harus dilakukan demi keamanan kita. Tentu tak ingin, niat berwisata sekaligus beribadah malah menjadi pengalaman yang tak mengenakkan.

Memilih tour dan travel yang berpengalaman gampang-gampang susah memang. Industri pariwisata di Indonesia yang semakin maju membuat semakin banyak pula pelaku usaha di bidang tour dan travel. Namun, banyak teman-teman saya yang merekomendasikan Cheria Halal Holiday.

Cheria Halal Holiday adalah salah satu perusahaan tour dan travel di Indonesia yang telah berpengalaman sejak tahun 2012. Cheria Holiday menawarkan paket tour halal baik domestik maupun internasional. Dengan demikian, jika kita sebagai muslim ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah atau negara non muslim akan difasilitasi baik menu makanan halal maupun kesempatan untuk tetap menjalankan ibadah solat.

Tentu bukan tanpa sebab banyak orang memilih dan merekomendasikan Cheria Halal Holiday sebagai sahabat dalam melakukan perjalanan. Cheria Halal Holiday banyak dipilih antara lain karena

  1. Sudah berdiri sebagai badan usaha dan punya izin resmi

Sebagai bagian dari industry tour dan travel di Indonesia, PT Cheria Tour & Travel sudah mengantongi izin resmi untuk melakukan usaha. Legalitasnya antara lain BPW SIUP : 2365/2012, TDP 36/2014 Tanggal 7 Januari 2013 Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Member International Air Transport Association (IATA) dengan Nomor 15314132, Izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Madinah Iman Wisata Nomor 118 Tahun 2015, Izin Umroh Madinah Iman Wisata Nomor D/70/2015, dan menjadi Cabang Resmi Madinah Iman Jakarta.

  1. Memiliki produk yang beragam

    Produk utama yang ditawarkan oleh Cheria Halal Holiday adalah Paket Tour Halal baik domestic maupun internasional. Tour halal atau wisata muslim saat ini sedang menjadi tren, tidak hanya di dalam negeri saja, namun hampir di seluruh dunia sedang mulai memajukan industry wisata ini.
    Kini tak hanya negara-negara dengan mayoritas muslim yang jadi tujuan wisata halal, namun negara nonmuslim pun kini bisa dengan nyaman didatangi. Cheria Halal Holiday memudahkan customer untuk mendapatkan perjalanan dengan nyaman secara all-in dari paket tour yang ditawarkan. Paket tour halal domestic yang disediakan Cheria antara lain Paket Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (3d2n), Halal Bali Reguler Paket Tour 4h3m, 4 Hari 3 Malam Wisata Religi Spesial Jogja, dan banyak lagi. Sementara untuk tour halal internasional dari Cheria mulai dari Tour Halal Malaysia-Singapore, Tour Halal Jepang, Tour Halal Eropa, dan negara lainnya di seluruh dunia. Jika ingin berwisata dengan teman-teman di kantor atau komunitas, kitapun bisa memilih Cheria Halal Holiday untuk tour yang lebih ekslusif.

  2. Pengalaman tahunan yang memberikan banyak penghargaan

    Berdiri sejak tahun 2012 dan memiliki beragam produk tour, pengalaman Cheria Halal Holiday tak perlu diragukan lagi. Cheria Halal Holiday tentu mengimbangi dengan pelayanan terbaik dan profesional dengan kepuasan pelanggan sebagai tujuannya.

    Kita bisa melihat banyak testimoni positif yang didapatkan Cheria Halal Holiday. Hal tersebut menunjukkan bagaimana baiknya Cheria dalam memberikan pelayanan sehingga mendapatkan kepuasan pelanggan.

Kepuasan pelanggan pula yang membawa Cheria mendapatkan penghargaan antara lain Peringkat 3 dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016 dari Kementerian Pariwisata dalam kategori Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik dan Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.

 

  1. Ada dukungan sistem online

    Memilih dan berhubungan dengan Cheria Holiday bisa dibilang sangat mudah. Kemudahan ini didukung oleh adanya Website Cheria Halal Holiday. Adanya website seperti ini tentu memudahkan pencari paket tour wisata halal. Kita bisa dengan mudah melihat produk tour yang ditawarkan, itenary lengkapnya, serta testimoni dan video yang membuat kita ingin segera ikut menjelajah ke tempat tersebut.

Tak hanya website, Cheria juga memiliki aplikasi Android yaitu Cheria Holiday yang memudahkan pengguna dalam memilih produk tour halal baik domestic maupun internasional yang ditawarkan oleh Cheria Halal Holiday.

Informasi lanjut tentang Cheria Halal Holiday bisa diakses melalui
– Website : https://www.cheria-travel.com/

– Instagram : https://www.instagram.com/cheriaholiday/

– Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCNwupfNREIlcPq1zQRbHh0Q

– Facebook : https://www.facebook.com/testimoni.cheria/

 

Tak Hanya ke Aqsa, Cheria Mengajak Kita Melihat Jejak Nabi & Rosul ke Tempat Lainnya

Aqsa memang istimewa karena menjadi salah satu tempat di mana banyak para nabi berdakwah. Namun, rasanya nanggung jika kita melihat jejak para nabi hanya di Aqsa saja. Cheria Halal Holiday menawarkan rute untuk melihat jejak para nabi ke lokasi lainnya yaitu Mesir dan Yordania melalui Tour Jejak Rosul.

Selain merupakan salah satu negara dengan penduduk Islam terbesar di Afrika, Mesir memiliki obyek wisata ternama yaitu Pyramid dan Sphinx. Pyramid adalah makam bagi para raja sementara Sphinx merupakan patung singa berkepala manusia. Mesir erat kaitannya dengan Fir’aun, gelar untuk raja Mesir kuno. Tentu umat muslim pernah mendengar kisah Fir’aun dan Nabi Musa. Kisah tersebut banyak tertulis dalam Al Quran.

Mesir memang identic dengan Fir’aun. Tak banyak yang tahu bahwa para nabi pernah menjejakkan kaki dan berdakwah di Mesir. Padahal Gunung Sinai atau yang kerap disebut Bukit Thursina, tempat Nabi Musa As menerima wahyu berada di Mesir.

Sementara itu, tak jauh dari Palestina dan Arab Saudi, terdapat negara Yordania yang memiliki 27 objek yang berhubungan dengan sejarah Islam. Terdapat makam Nabi Syu’aib As dan Nabi Musa As di negara tersebut. Di Yordania pula lokasi Gua Ashabul Kahfi berada. Dalam Al-Quran terdapat kisah tentang 7 pemuda alim yang tertidur ratusan tahun di dalam gua ini.

Selama 11 hari, Cheria Halal Holiday akan menemani kita dalam Paket Tour Wisata Religi dan Ziarah Jejak Para Nabi ke Palestina, Mesir, dan Yordania. Di Mesir, kita akan dibawa berkeliling dari kota Cairo, Alexandria, Terusan Suez, Biara St. Catherine, dan Gunung Sinai. Selanjutnya, di Yordania, kita akan mengelilingi kota Jericho, Jembatan Allenby, Petra, Wadi Rum, dan kota Amman. Tentu kita ingat tujuan awal kita ingin ke Palestina melihat Aqsa. Di Palestina, kita akan melihat Yerussalem dan Hebron.


Mengunjungi Masjidil Aqsa, satu dari tiga nama masjid yang disebut dalam Al Quran dan memiliki banyak keistimewaan, tentu menjadi sebuah harapan tersendiri bagi saya sebagai muslim. Belum lagi, kondisi Masjidil Aqsa di Palestina yang diperjuangkan oleh warga Palestina agar tidak diduduki oleh Israel, tentu membuat saya juga semakin ingin memaknai perjuangan warga Palestina.

Sudah siap ke Aqsa di Palestina serta berkelana melihat jejak nabi di daerah lain seperti Yordania dan Mesir? Cheria Halal Holiday akan siap untuk mewujudkan keinginanmu untuk berziarah sekaligus wisata religi dengan belajar sejarah Islam dengan tour melihat jejak para nabi ke Mesir, Palestinda, dan Jordan.

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Artikel Cheria Holiday #8 2018

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)