[Review] Menumbing Heritage Hotel, Penginapan dengan Bangunan Bersejarah di Pangkal Pinang

Di tahun 2017, beberapa kali saya melihat sponsored post di Instagram tentang adanya promosi sebuah hotel di Pangkal Pinang. Saya pun beberapa kali melirik akun instagram Menumbing Heritage Hotel ini.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Melihat desain hotel yang klasik sangat menarik perhatian saya. Mumpung libur long weekend banyak di bulan Desember 2017, saya coba membooking kamar dan dapatlah kita di tanggal 23 – 25 Desember 2017. Baru setelah itu saya merencanakan libur ke Bangka. Hehehe.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Menumbing Heritage Hotel adalah sebuah hotel yang bisa dibilang baru di Pangkal Pinang. Berlokasi di Jalan Gereja, Pangkal Pinang, hotel ini berada di pusat kota secara persisnya ada di dekat sebuah pasar. Jika dihitung jaraknya dari Bandara Depati Amir, berkisar 9km dan dapat ditempuh sekitar 20 menit. Ketika pertama kali datang ke hotel ini, saya merasakan masuk ke dalam sebuah benteng. Menumbing Heritage Hotel seperti sebuah bangunan yang berbeda dibandingkan bangunan lain di sekitar dan terlihat tertutup bagian dalamnya.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Desain bangunan tua yang diperbaharui sangat terasa ketika memasuki halaman Menumbing Heritage Hotel. Jendela dan pintu besar juga menambah kesan bangunan tua. Sentuhan modern terasaa melalui warna putih terang mendominasi bangunan sementara lantainya berkeramik warna hitam putih.  Jika membaca sejarah yang tertulis di salah satu bagian dinding bangunan hotel ini, Menumbing Heritage dulunya adalah markas militer sebelum dijadikan hotel pada tahun 1980 oleh Bapak Ishak Boentaran. Pada tahun 2012 dimulai rekonstruksi hotel sampai menjadi hotel yang lebih modern namun tetap bersejarah bahkan menjadi ikon dari kota Pangkal Pinang pada saat ini.

 

Sebuah penunjuk tanggal dengan desain kuno terpampang di meja resepsionis. Di sebelah ruangan resepsionis terdapat ruangan business center dengan meja besar layaknya meja untuk rapat dan rak penuh buku-buku. Pelayanan yang diberikan oleh resepsionis sangat ramah dan cepat. Sebelumnya, saya sempat menelepon hotel ini beberapa hari sebelumnya karena berdasarkan petunjuk di Traveloka, akan lebih baik menelepon hotel dahulu sehari sebelum cek in. Setelah meminjamkan KTP dan mengisi data tamu, saya pun menuju ke kamar. Oh ya, di hotel ini saya tidak diminta untuk melakukan deposit dana terlebih dahulu. Seperti hotel lainnya, waktu check in dimulai pada pukul 14.00 dan check-out paling lama pada pukul 12.00.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Saat berjalan menuju kamar, saya melihat interior hotel yang dipenuhi oleh foto-foto tua dengan bingkai yang besar. Di dekat lift terdapat jejeran kebaya encim dibingkai rapi sebagai cerminan adanya pengaruh budaya Tionghoa di Bangka. Yang menarik dari hotel ini adalah lift yang memiliki pintu kaca layaknya pintu sebuah ruangan. Kita harus membuka pintu lift dengan menariknya, bukan pintu geser otomatis yang biasa ditemui di lift pada hotel atau bangunan lain. Tenang, ada sensor pastinya agar tetap aman. Sebuah tulisan menjelaskan kalau memang lift didesain khusus untuk bangunan ini. Sempat saya bersama pengunjung lain yang mengungkapkan bahwa lift ini bukan untuk orang, tapi untuk barang. Saya pun hanya tersenyum saat mendengarnya. Semua hotel memang punya keunikan sendiri, termasuk Menumbing Heritage yang memiliki lift unik.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Saya mendapatkan kamar 214, tipe Superior (sebenarnya yang paling standar di hotel ini) dengan kisaran harga 400.000. Sempat membandingkan antara booking langsung di web hotel dengan menggunakan kode diskon versus booking di Traveloka ternyata harganya mirip-mirip. Tipe superior ini memiliki luasan kira-kira 20 m2 dengan sebuah single bed besar (tipe queen) serta sebuah meja kerja lengkap dengan kursinya. Di salah satu sisi juga terdapat rak tinggi yang berisi deposit box, cooler (mini bar gratis berupa teh kotak merek teh botol sosro), air mineral, serta cangkir dan heater lengkap dengan kopi sachet dan teh yang dapat diseduh sendiri. Pada tempat tidurnya sendiri disediakan 2 pasang bantal, sehingga cukup untuk perang bantal, eh. Wi-fi terdapat di setiap lantai dan koneksi cukup cepat. Televisi yang menempel di dinding dan menghadap tempat tidur menawarkan aneka channel lokal dan internasional untuk memanjakan tamu yang ingin bersantai di kasur sambil nonton tv layaknya di rumah.

Nuansa putih terang kembali terasa saat memasuki kamar mandi. Terdapat area terpisah (ada pembatas khusus) untuk mandi dengan shower , wastafel, dan closet duduk. Perlengkapan mandi mulai dari sikat gigi, bath foam, shampoo, sabun batangan, shower cap, dan shaving kit pun tersedia di dekat cermin di atas wastafel. Oh iya, cermin hanya bisa ditemui di kamar mandi saja ya. Saat mencoba air panasnya, cukup cepat ‘loading‘nya untuk menjadi hangat atau sesuai suhu yang diinginkan. Sedikit minus yang ditemui adalah air di wastafel agak lama turun, sedikit mudah tergenang. Selebihnya nyaman-nyaman saja. Handuk diberikan 2 pasang dengan kondisi yang bersih.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Di sisi lain bangunan hotel, terdapat bangunan yang difungsikan sebagai Menumbing Resto & Bar. Nuansa di restoran ini dipenuhi oleh warna monokrom mulai dari lantai sampai dengan meja dan kursi. Kolam renang terdapat di sebelah restoran dengan pilihan kedalaman mulai dari 1 meter, 1.5 meter, hingga 2.2 meter. Ada pula kolam anak dan yang bagusnya terdapat pembatas yang jelas antara kolam anak dengan kolam untuk dewasa (atau yang memiliki kedalaman lebih dari 1 meter). Mahira berenang 2 kali, di sore hari dan di pagi hari. Bahkan ia tak fokus sarapan karena melihat kolam renang terus sambil mengkode ingin berenang.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sarapan di Menumbing Heritage Hotel cukup variatif. Terdapat area khusus makanan ‘berat’ seperti nasi goreng, nasi uduk, dan aneka lauk. Di area yang sama terdapat pula station Mie Bangka, Roti Panggang khas Bangka & Waffle dengan aneka rasa, serta Egg Station. Petugas dapur ini siap melayani pemesanan menu tersebut. Di area lainnya, terdapat meja yang menghidangkan salad, sereal, roti tawar dan berbagai selai, pastry, buah, serta beberapa minuman seperti jus nanas, air mineral, dan susu kedelai. Untuk cita rasanya sendiri, saya sangat senang dengan Mie Bangka. Sebenarnya mirip dengan mie ayam di Palembang sih, tapi rasanya lebih sedap kuahnya karena bawangnya lebih terasa. Apalagi kalau ada tambahan pangsit dan cakwe.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Karena saat liburan kemarin bertepatan dengan libur perayaan hari natal, Menumbing Heritage Hotel pun didekorasi dengan hiasan khas natal seperti adanya pohon natal yang berdiri di ruang lobby (atau ruang tamu) lantai 1. Di dinding ruangan tersebut terdapat sebuah perapian kecil yang membuat saya penasaran apakan display digital atau bukan. Dinding lainnya terdapat peta Pulau Bangka. Selain lift terdapat pula tangga kayu yang menghubungkan antar lantai. Di lantai 2 juga terdapat area duduk-duduk dengan sofa besar panjang yang tentu saja cocok untuk berfoto.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Walaupun bangunan Menumbing Heritage Hotel berasal dari bangunan tua, kesan modern lebih mendominasi di hotel ini. Kerapian dan kebersihan hotel pun terjaga. Pelayanan yang saya rasakan juga baik, pantas saja hotel ini meraih penghargaan dari Traveloka dan Trip Advisor. Menumbing Heritage Hotel cocok untuk liburan keluarga. Bagi penikmat suasana tenang, hotel ini layak dipilih. Bagi yang suka melancong ke pasar, di sekitar hotel juga ada pasar tradisional yang bisa didatangi dengan berjalan kaki. Menumbing Heritage Hotel cocok untuk liburan keluarga maupun bersama teman-teman atau rombongan. Sebuah paket lengkap, area untuk berfoto yang bagus, makanan yang nikmat, dan tentu pelayanan yang ramah. Excellent.

Bagi yang ingin melihat detail dari Menumbing Heritage Hotel, bisa mengecek website maupun instagram resmi dari Menumbing Heritage Hotel.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

31 thoughts on “[Review] Menumbing Heritage Hotel, Penginapan dengan Bangunan Bersejarah di Pangkal Pinang

  1. Ituh kebaya2 berjejer keren banget, jadi serasa masuk museum ya. Baiklah noted kalo ke Pangkal Pinang wajib nginep di sini..

  2. Hotelnya cantik dan klasik banget ya. Bangunan tua ala-ala Belanda. Tapi gak terlalu ada kesan serem, bisanya kan kalau bangunan tua suka agak-agak merinding gitu. Hehehe

Silahkan meninggalkan komen :) Aku bakal bw balik....