Mencoba Menjadi Peri Buku Books On The Go Indonesia

Melihat rak buku yang semakin penuh dan kayaknya kalau beli buku baru lagi bisa dilirikin sama Bojo (dengan tatapan semacam “beli lagi? mau ditaroh di mana?”), saya jadi kepikiran mau mendonasikan buku-buku yang saya punya sih.

Awalnya melihat ada akun instagram yang kalau kita donasi buku ada semacam ‘balasan’ berupa dilukis atau digambar ilustrasi gitu buat kita. Menarik? tentu dong, namanya gratisan. Tapi saya ga berada di kota yang sama dengan akun IG itu, dan diarahkan untuk donasi ke komunitas di kota saya tempati, Palembang. Saya diberi nomer kontaknya dan ternyata dia adalah salah satu perwakilan dari @sobatliterasi28 . Nanya-nanya, ternyata dia buka lapak (semacam perpus gratis) tiap Sabtu malam di Pedestrian Sudirman dan Minggu sore di Kambang Iwak. Okeee, niat saya adalah datang pas dia buka lapak, lalu memberikan di sana. Ternyata mau datang ke sana dan ngasih langsung tuh gagal terus, ada aja alasan, ya kecapekan, ya macet, dll.

Sampai pada akhirnya, ketemu akun instagram @BooksOnTheGoIDN dan menjelajah facebooknya, dapat deskripsi seperti ini

“HALO! Kami adalah PERI BUKU yang suka BERBAGI buku GRATIS.

TAKE – READ – SHARE (AMBIL – BACA – BERBAGI)

TAKE – AMBIL dan bawa pulang buku yang kalian temukan

READ – BACA buku tersebut sampai selesai

SHARE – BERBAGI buku tersebut agar yang lain bisa membaca juga dengan meletakkannya di transportasi publik dan juga di tempat-tempat umum lainnya di Indonesia

Misi gerakan ini adalah untuk menyebarkan MINAT MEMBACA BUKU di Indonesia agar teman-teman mendapatkan INSPIRASI dari BUKU.

Seperti perpustakaan berjalan, kami ingin kalian dapat membaca buku di mana pun dan kapan pun.

Books On The Go! Indonesia adalah bagian dari Books On The Move Global http://www.booksonthemoveglobal.com/

Untuk bergabung: http://bit.ly/daftarBOTG

~ SHARE ONE BOOK, CHANGE ONE LIFE! ~”

Terus saya tertarik, dan order stickernya.

Kenapa saya tertarik ? Tantangan buat saya untuk berani meletakkan buku di tempat umum, kalau ada kesempatan malah bisa naik kendaraan umum untuk meletakkan buku-buku tersebut. Terus ketertarikan lain karena saya merasa orang yang akan mengambil buku bisa jadi karena 2 hal yaitu memang tertarik untuk membaca atau kalau yang tidak tertarik bisa jadi menjadi punya minat untuk membaca. Saya merasa gerakan seperti ini bagus untuk ditularkan, dan di Palembang belum ada.

Setelah sticker datang saya sempat bingung sih, buku mana yang mau saya taruh di tempat umum. Akhirnya saya memutuskan sendiri syarat buku yang saya letakkan di tempat umum : harus sudah dibaca dan ditulis sekilas reviewnya di blog. Buat apa? buat dokumentasi saya sendiri kalau saya pernah punya dan baca buku tersebut.

Akhirnya ada satu buku yang kepilih, yaitu Bajak Laut & Purnama Terakhir karya Adhitya Mulya. Saya sempat mau letakkan di salah satu mall di jalan POM IX, tapi grogi karena ramai. Akhirnya beberapa hari kemudian diletakkan di salah satu mall di jalan R. Sukamto Palembang. Sempat bingung juga sih mau naroh di mana. Ternyata emang bikin grogi sih ngelakuin hal kayak gitu. Bisa aja disangka naroh yang ngga-ngga, diliatin orang, dan lain-lain. Tapi, dari banyaknya yang nge-share di akun IG @BooksOnTheGoIDN bikin saya terinspirasi naroh lagi di tempat lain. Next ya….masih dibaca dan ada yang dibaca ulang, biar ini blog juga ada isinya  hehehe.

Beberapa waktu lalu, ada tawaran buat peri buku BOTG di beberapa kota dari BOTG dan Bentang Pustaka. Di bulan Juli, Bentang Pustaka bekerja sama dengan Books On The Go Indonesia mengadakan event #BerburuKaryaAndrea di kota Bandung, Medan, Palembang, dan Banjarmasin. Ada 3 paket buku karya Andrea Hirata (#AndreaSurprisePackage). Tugas para peri buku (sebutan untuk anggota BOTG Indonesia) adalah men-drop buku di tempat umum, lalu tim akan men-share clue di sosial media. Menarik? ya, sangat menarik untuk saya. Sekalian olah raga. Saya daftar dan ternyata di approve untuk melaksanakan di Palembang. Jadi tanggal 22 Juli 2017 lalu saya ‘mangkal’ di Kambang Iwak Family Park ngedrop paket satu per satu. Dan ternyata seru. Oke, paling ngga untuk saya sendiri saya merasa seru. Saya sempat bikin videonya, silahkan ditonton 🙂

Lalu saya merasa, men-drop buku di tempat umum itu bikin deg-deg-an tapi seru. Ngelakuin bareng Bojo, dia malah penasaran sendiri bukunya ada yang ngelirik terus ngambil ngga. Ngelakuin di depan anak, saya berharap dia jadi memiliki rasa berbagi dan berbagi itu seru. Semoga ini jadi contoh yang baik buat dia. Dan tentunya, saya sendiri jadi terpacu untuk membaca lebih dan menulis lebih (walau cuma cerita baca buku ehei). Rasanya saya juga jadi terkoneksi dengan apa yang saya beri, mungkin kalau ada yang posting dia ngambil buku yang saya drop di tempat umum saya akan merasa lebih bahagia 😀

Semoga, ada yang tertarik juga jadi peri buku 🙂 biar gerakan membaca buku bisa menular.

Written by

3 comments / Add your comment below

  1. Aaaaaaak.. rasanya jadi ingin ke palembang hunting buku di mall tapi ga di toko buku mbak

    Terharu juga sih ternyata dari kepesimisan saya akan minat baca orang orang di indonesia mulai berkurang ternyata dihadiahi harapan seperti tulisannya mbak ini :’)

    Nemu satu panutan baru saya mbak.. xD

Silahkan meninggalkan komentar :)