Chicking! Sensasi Berbeda Fast Food Ayam dari Dubai

Akhir pekan emang jadi waktunya untuk keluarga kami mencicipi makanan di luar rumah. Rasanya, banyak sekali tempat makan yang bermunculan di Palembang mulai dari yang warung tenda pinggir jalan sampai restoran di mall.

Beberapa minggu lalu, kami mencoba restoran fast food baru di Palembang. Chicking namanya. Beberapa blogger di Jabodetabek pernah menuliskan reviewnya yang membuat saya tertarik untuk mencobanya.

Alasan utamanya yang membuat saya berhasil menarik suami mampir adalah nasinya bukan nasi putih biasa, melainkan nasi biryani atau nasi khas Arab yang berasal dari beras basmati. Sejak pertama makan nasi briyani pakai kari ayam di Singapura di bulan Mei lalu, pak suami emang jadi doyan saya nasi briyani. Sampai-sampai saya juga beli beras basmati dan bikin nasi briyani di rumah.

Chicking Ayam Top Dubai

Chicking adalah restoran fast food yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Dubai sendiri adalah salah satu kota di UEA. Kalau gak percaya Chicking asalnya dari UEA bisa cek web mereka : http://chickinguae.com/ .

Chicking pertama kali didirikan pada tahun 2000 dan mulai berkembang di negara lain seperti Dubai, Oman, India, Afghanistan, Maldives, Ivory Coast, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Kehalalan produk adalah keutamaan yang ditawarkan oleh Chicking.

Saya sempat penasaran kenapa ada yang menyebut Chicking Ayam Top Dubai, ternyata pemegang lisensi Chicking di Indonesia adalah PT Ayam Top Dubai. Nama yang unik sekaligus mewakili Chicking sendiri sebagai restoran ayam yang memang terkenal dan berasal dari Dubai.

Nuansa Timur Tengah di Chicking

 

Ketika memasuki Chicking Palembang, nuansa khas Timur Tengah terasa dari interior ruangan restoran. Ada beragam tanaman palma tiruan yang ditempatkan di bagian dalam restoran. Belum lagi lagu-lagu dengan bahasa Arab yang mengalun. Rasanya ingin bergoyang dengan unta di padang pasir seketika.

Tepat di depan pintu masuk, terdapat meja untuk memesan makanan. Ada banyak tempat-tempat duduk yang siap menemani para tamu menikmati hidangan lezat dari Chicking.

Sistem pemesanan mirip restoran fast food pada umumnya, kita bisa memesan lalu membayar namun kadang harus menunggu sebentar sebelum pesanan keluar. Jika penasaran, ada layar yang menunjukkan urutan pesanan yang sedang dalam proses.

Cita Rasa Berbeda dari Fast Food Lainnya

 

Pada umumnya, fast food ayam menawarkan kesamaan yaitu ayam goreng dengan tepung krispi dan nasi putih. Chicking juga menawarkan ayam goreng dengan tepung krispi. Namun, saya tentu ingin mencicipi menu lainnya. Berikut menu yang saya coba di Chicking.

 

Chicking Combo 1

Ada beberapa paket combo yang ditawarkan di Chicking. Saya sendiri memilih paket Chicking Combo 1 yang terdiri dari Nasi Chicking, ayam, dan minum. Untuk ayam, pelanggan bisa memilih sesuai kesukaan apakah ayam goring tepung krispi atau ayam panggang. Saya sih, pengen yang beda dan ‘agak lebih sehat’, yaitu ayam panggang. Sementara itu, untuk minum dalam paket combo pilihan yang disediakan adalah kopi arab atau ‘teh botol dengan kemasan kotak’.

Grilled Chicken atau ayam panggang Chicking rasa bumbunya karena dipanggang menjadi tak terlalu basah. Bumbunya meresap ke ayamnya sampai berwarna kecoklatan. Ada sensasi pedas, namun bagi pecinta pedas tentu akan kurang kalau tidak mencocolkan potongan ayam ke saus sambal tambahan. Ukuran ayamnya tidak terlalu besar. Saya sempat juga memesan grilled wings dan ternyata ukurannya kecil-kecil sekali. Hehehe.

Nasi dalam chicking combo adalah nasi yang berasal dari beras basmati. Sekilas mirip nasi kuning dengan bentuk nasi yang lebih panjang dari biasanya. Rasa nasinya gurih dan cukup terasa rempah-rempahnya. Bagi saya, nasi ini bisa enak dimakan tanpa tambahan lauk. Tapi, pasti kurang pas kalau nyemilin nasi. Ketika nasi berempah bergabung dengan ayam panggang berbumbu rempah juga ternyata bisa menjadi kombinasi yang pas.

Sementara itu, kopi arab menjadi pilihan. Butiran kapulaga menambah wangi aroma dari kopi ini. Sayangnya, setelah ditambahkan gula pasir 3 sachet, rasa pahit masih terlalu pekat.  Bagi orang yang bukan penikmat kopi hitam, akan lebih baik memilih teh sejak awal.

Royal Wrap

Menu royal wrap adalah menu kebab dengan isian ayam crispy dan sayuran. Menu ini sebenarnya bisa juga dicombo dengan minuman (cola) dan kentang Potongan ayam crispynya cukup banyak. Menu ini sebenarnya mirip dengan beberapa menu di resto fast food lain, hanya saja, roti kebab royal wrap di Chicking lebih tipis dan lebih lembut.

Spaghetti Royal

Spaghetti Royal dari Chicking sekilas mirip spaghetti bolognaise, ya spaghetti dengan saus daging giling dan tambahan keju sebagai topping. Namun, adanya potongan cabai hijau membuat spaghetti ini berbeda. Suprisingly, rasanya enak banget kalau buat saya. Potongan dagingnya banyak dan berasa banget.

Tandoori Fries

Sebenarnya ini adalah kentang goreng dengan tambahan bumbu tabor rasa tandoori. Sayangnya, bumbu tandoorinya kurang banyak sehingga agak kurang berasa aja dan jadi tak ada bedanya dengan kentang goreng pada umumnya.

Dubai Breeze

Jika kamu pecinta mocktail, maka Dubai Breeze bisa jadi pilihan. Terdapat 2 varian rasa yaitu Green Apple dan Passion Fruit. Saya mencoba keduanya. Campuran sirup dengan rasa buah, dipadu dengan soda, mint, dan lemon jelas memberikan kesegaran di siang hari.


Overall, Chicking bisa menjadi pilihan untuk pecinta fast food yang ingin menikmati rasa yang berbeda. Ya, dari menunya saja sudah berbeda dari yang lain. Belum lagi suasana rasa-rasa Timur Tengah yang ada di dalam restorannya.Kalau urusan harga sih, masih mirip-mirip lah.

Saya berdoa supaya Chicking ini bertahan lama di Palembang mengingat pesaing fast food ayam lumayan banyak dan pernah kejadian ada fast food Malaysia yang akhirnya tutup gerai di Palembang. Oh iya, sampai tulisan ini saya buat, Chicking belum ada di Go-Food.

Chicking Palembang