Bertamu ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara

Beberapa waktu lalu, saya dihubungi seseorang via WhatsApp, sebuah undangan ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara.

Hah? Ngapain ke Kantor SetNeg? Diterima PNS? 
Bukaaan.
Wawancara LPDP? 
Itu sih di kantor kementrian lain rasanya.
Trus ngapain?

Saya diundang sebagai narasumber Focus Group Discussion (FGD). Waduh! Kaget rasanya. Saya deg-degan campur galau gulana sejak hari Minggu itu. Pengen banget bisa ikutan, tapi cuti sudah habis. Sebenarnya menurut saya jawaban yang saya berikan kepada Bu Lasmi sudha mengiyakan, tapi saya ragu dapat ijin kalau undangan hanya via WhatsApp. Saya pun memohon untuk ada undangan resmi berbentuk surat sebagai dasar ijin ke kantor.

Kok bisa diundang?

Beberapa waktu lalu Kementrian Komunikasi & Informasi mengadakan acara SAIK 2017 dan ada kegiatan flashblogging. Alhamdulillah dapat Juara Harapan I, berkah rela cuti demi ikutan acara yang ada workshop bloggingnya juga. Saya pikir semua telah selesai ketika acara berakhir. Ternyata ada kejutan lain yang datang. Sebuah undangan untuk diskusi bersama Tim Komunikasi Presidem (TKP).

Baca juga : Flash Blogging Bersama Kemkominfo : Mari Mendukung Kemajuan Indonesia

Undangan resmi berupa surat yang dikirim via WhatsApp pun telah saya miliki. Dengan malu-malu mau saya menghadap ke atasan untuk ijin tidak masuk kerja, tapi karena undangan instansi pemerintah, saya ingin ijin dispensasi atau apalah sesuai ketentuan perusahaan. Ijin sana sini akhirnya didapat. Saya pun konfirmasi ke perwakilan TKP bahwa saya bisa hadir.

Ada pesan tambahan ternyata dari Bu Lasmi, “buat presentasi ya tentang Presiden Jokowi di Mata Blogger Indonesia”. Waduh, saya bingung lagi. Kalau nulis cerita panjang saya berani, kalau presentasi harus singkat terus juga ngomong, wah deg-degan deh.

Baca juga : Seharian Bolak Balik Palembang – Jakarta [Behind The Scene : Main Ke Kantor SetNeg]

Singkat cerita, Jum’at pagi saya berangkat ke Jakarta. Teman-teman dari Palembang yaitu Deddy Huang, Molly, dan Putri telah berangkat hari sebelumnya. Faktor ijin cuma sehari dan ga tega ninggal anak jadi pertimbangan saya berangkat paling pagi dan pulang hari itu juga. Sampai di Jakarta, saya mampir ke tempat teman-teman menginap. Istirahat bentar, lalu kami menikmati dulu Es Krim Ragusa sambil menghabiskan waktu menuju jam 13.00.

Kantor Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia berada di Jalan Veteran No. 17 – 18 Jakarta Pusat. Ada kok di Google Maps. Yang perlu dicatat adalah, jika ingin masuk ke Komplek Setneg, kita harus lewat Jalan Majapahit. Katanya, jalan ini memang hanya untuk yang akan masuk ke Komplek Setneg. Kalau asal lewat hati-hati kena tegur Pak Polisi 🙂

 

Kami berempat pun akhirnya menjejakkan kaki pertama kali di Kantor Kementrian Sekretariat Negara. Bu Lasmi yang menghubungi kami via WhatsApp pun menyambut kami dengan senyum. Bu Lasmi ini salah satu yang tergabung dalam Tim Komunikasi Presiden (TKP). Kami diajak menuju sebuah ruangan yang konon adalah ruang kerja Bapak Presiden Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia. Bangga? Jelas. Norak? Pasti. Kesempatan langka ini membuat kami pun saling berfoto bergantian di meja kerja Pak Harto.

Awalnya saya mengira akan bertemu dengan teman-teman dari daerah lainnya. Ternyata, teman-teman dari daerah lain sudah ada sesi sebelum kami dan mungkin kami jadi yang terakhir melakukan FGD setelah sebelumnya Makassar, Padang, Banjarmasin, dan Semarang sudah bergantian diskusi di hari sebelumnya. Ah, sayang sekali pikir saya. Semoga di lain waktu dapat bertemu dan berkenalan langsung dengan blogger dari berbagai daerah sehingga pertemanan tak hanya via blog atau aplikasi chatting saja.

Akhirnya tibalah saat yang ditunggu. Deg-degan parah dari sebelum berangkat ke Jakarta makin menjadi. Pak H. Andoko Darta datang dan menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Sukardi Rinakit tak bisa datang dikarenakan ibu beliau sakit. Sebelumnya, ketika acara Flash Blogging di Palembang Pak Andoko juga memberikan materi bersama Pak Sukardi Rinakit.

Acara dimulai dengan perkenalan. Saya gugup parah sejak awal. Perasaan, duh apalah saya ini dibanding teman-teman kiri dan kanan saya memperparah keadaan. Faktor jarang ngomong di depan umum dan jarang presentasi memang jadi nilai minus yang saya rasakan.

Kami bergantian presentasi menyampaikan pandangan kami tentang Presiden Jokowi. Di sini saya menyadari pentingnya image branding. Koh Deddy membawakan materi pengalamannya sebagai Travel Blogger ke Indonesia Timur, Putri menyampaikan cerita tentang perjalanannya mengajar di Parigi Sulawesi Tengah, Molly menyampaikan harapan untuk kaum disabilitas, dan saya……bingung hehehe. Saya menyampaikan pandangan saya sebagai seorang ibu, istri, dan karyawan sebuah perusahaan.

Saya menyampaikan, tentang pandangan negatif yang terarah ke Presiden Jokowi sejak masa Pemilu 2014 lalu dan hal-hal lain yang sering disampaikan orang “Gara-gara Jokowi nih, blablabla…..”. Apakah semua salah Pak Presiden Jokowi? Menurut saya tidak.

  • Adanya hoax yang akhirnya memecah belah Indonesia bisa jadi disebabkan oleh tidak siapnya masyarakat dengan perkembangan teknologi dan kurangnya kesadaran membaca.
  • BPJS yang diprotes ribet dan lainnya, sebenarnya kan aturan SJSN sudah sejak tahun 2003, penerapannya saja baru dan sepertinya sih kaget-kaget semuanya termasuk tempat saya kerja yang harus merubah sistem pemeliharaan kesehatan.
  • E-KTP belum jadi? Ya kita tahu bahwa aturan tentang E-KTP sudah sejak lama dan ternyata ada kasus di baliknya.
  • Beberapa industri (contoh : ritel) mulai gulung tikar. Beberapa pakar bilang ini era disruptif, zaman sudah berubah. Pernah menyangka bahwa orang akan lebih memilih keliling dunia daripada beli rumah? Yang kita pikir kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan, ternyata sekarang ga gitu lagi.
  • Harga BBM sempat naik, bahkan ada yang merasa BBM subsidi hilang. Efeknya, harga BBM di Indonesia sama. Masyarakat di Indonesia Timur bisa merasakan harga BBM yang sama dengan di Jawa. Kalau isu subsidi hilang, mungkin ada pikiran di balik itu yang terkait juga dengan era disruptif, agar perusahaan lebih kreatif dan inovatif untuk bertahan di era seperti ini.

Saya menyampaikan juga, bahwa kalau ditanya pendapat tentang pemerintahan Jokowi gimana sih? Saya jawab jujur, mungkin jawabnya ya B Aja alias Biasa Aja. Belum terlalu kerasa. Tapi kan memang ini jangka panjang, baru setengah jalan dari 5 tahun masa pemerintahan.

Contoh nih, ada pembangunan Tol Trans Sumatra, ya ga mungkin langsung jadi. Dikira ini jaman Roro Jongrang? Tol Palembang-Indralaya saja baru satu seksi, tapi sudah cukup membantu sedikit menghindari macet. Saya jelas berharap segera selesai kalau bisa ada Palembang – Lampung, tapi, ya tahu diri prosesnya akan bertahap dan sambil berdoa juga, semoga cepat selesai.

Saya pribadi, sebagai generasi yang masih mengaku muda merasakan gaya komunikasi Pak Jokowi yang berbeda. Beliau bisa mendekatkan diri dengan rakyat melalui blusukan bahkan datang ke mall atau pasar dengan santai. Belum lagi urusan sosial media, Pak Jokowi bahkan nge-vlog yang terakhir saya tonton cerita beliau tentang satwa di Istana Bogor. Yang saya rasakan dari vlog itu? Ya Pak Jokowi itu sama kayak rakyat kebanyakan, ketika santai, ada kesenangan sendiri dan yang dilakukan pun sederhana. Belum lagi cerita tentang Pak Jokowi yang ditegur Bu Iriana karena kurang rapi, ini juga menjadi hal yang menarik bagi saya. Sebuah bentuk keromantisan dan keinginan seorang istri untuk melihat suaminya tampil sempurna di hadapan publik. Setelah itu dengan santainya beliau becanda lagi menanggapi teguran. Jujur, waktu nonton di berita, saya merasa terharu campur ketawa.

Terkait program kerja dan hal lain yang beliau lakukan di dalam negeri, saya merasakan adanya misi untuk membawa ke Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Ingat kan, di awal terpilihnya Pak Jokowi sebagai presiden, kita kerap mendengar “Revolusi Mental”. Saya coba melihat beberapa hal dari dua sisi. Contoh lagi nih, urusan BBM Premium yang dirasa hilang dan sekarang banyak dijual Pertalite. Ya mungkin ini bagian dari revolusi mental, biar masyarakat ga tergantung dengan subsidi dan pemerintah. Hal lain yang saya rasakan adalah pengenalan Indonesia ke seluruh warganya.

Program Pemerintah sudah diupayakan untuk Indonesia-sentris, artinya untuk seluruh Indonesia, tak hanya Jawa saja yang maju. Pak Jokowi melalui berbagai kesempatan berkunjung ke daerah-daerah dan mengenalkan pakaian adat daerah tertentu, yang mungkin kita sekarang ga tahu itu pakaian apa namanya. Saya juga menyampaikan apresiasi ketika Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu para undangan memakai pakaian adat. Coba saya tanya, kapan terakhir kali pakai pakaian adat? Atau kenal tidak dengan pakaian adat daerah lain? Waktu nonton Detik-Detik Proklamasi dari tv rasanya wow, seru banget itu dan para undangan pun niat loh pakaiannya. Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tuh gitu.

Setelah presentasi, kami diajak sharing tentang daerahnya. Sempat ada pertanyaan dari Pak Ando terkait situasi di Palembang apakah ada perpecahan yang dipengaruhi SARA atau tidak. Koh Deddy pun bahwa selama ini kondisinya cukup aman dan saya sendiri menambahkan, hal yang saya rasakan di Palembang dengan keberagamannya adalah seperti tak ada perbedaan. Coba deh main ke Palembang sekitar Perayaan Imlek atau Cap Go Meh. Tak hanya teman-teman Chinese saja yang merayakan, masyarakat dari berbagai golongan ikut serta main ke Pulau Kemaro.

 

Bu Lasmi menceritakan tentang Tim Komunikasi Presiden (TKP) yang terdiri dari Pak Ari Dwipayana, Pak Sukardi Rinakit, dan Pak Johan Budi SP. Masing-masing punya peran sendiri dan ada tim kecil lainnya. Yang sering terlihat tampil di televisi adalah Pak Johan Budi sebagai Juru Bicara Presiden. Sementara itu, jika pernah mendengar pidato Jokowi yang menurut saya keren (salah satunya saat pembukaan Konferensi Asia Afrika tahun 2015), itu adalah hasil karya dari Pak Sukardi Rinakit.

Setelah bincang santai tapi serius selesai, kami dipersilahkan untuk keliling area Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara dan foto-foto. Pengennya sih main ke Istana Negara, tapi sedang ada perbaikan. Yaaa, berharap lagi boleh kan ya, siapa tau suatu saat nanti diundang masuk Istana Negara 🙂

***

Dari acara ini, apa sih yang saya rasakan?

Kalau perasaan saya sendiri sih campur aduk, bangga, senang, sampai deg-degan. Ternyata, hobi menulis di blog mendapat apresiasi. Ya, mungkin pemerintah sadar akan maraknya hoax erat kaitannya dengan tingkat literasi di Indonesia yang masih rendah. Selain itu, kekhawatiran hoax dipercaya menjadi kebenaran juga menjadi kekhawatiran yang dirasakan. Adolf Hitler pernah menulis di otobiografinya bahwa jika kebohongan diulangi secara terus-menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya dan menganggapnya benar. Bukan tidak mungkin kalau hoax yang sekarang beredar telah dipercaya masyarakat dan dianggap sebuah kebenaran.

Acara ini menjadi sebuah ajakan untuk para blogger menyampaikan konten-konten positif. Harapannya tentu dengan semakin banyak konten positif, konten negatif akan tenggelam. Kami pun dipersilahkan menyampaikan beragam aspirasi atas permasalahan yang kami rasakan dan mencoba memberi solusi atas permasalahan yang dirasakan.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, saya merasa diajak berpartisipasi untuk membangun negeri. Ya, partisipasi bisa berupa apa saja kan, salah satunya mungkin menyampaikan konten positif dan hal baik yang telah dilakukan pemerintah.

 

Flash Blogging Bersama Kemkominfo : Mari Mendukung Kemajuan Indonesia

Hujan yang mengguyur Palembang pada Kamis pagi ini tak menyurutkan niatku untuk bergegas pergi menuju Hotel Novotel Palembang. Sejak beberapa hari yang lalu aku sudah cukup antusias untuk hadir dalam acara Flash Blogging yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan Komunikasi (Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo) dan Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan. Saking antusiasnya aku rela cuti demi ikutan acara ini.

Ini acara flash blogging pertama kali sejak menjadi blogger. Jadi, aku pun penasaran dengan acara yang akan diikuti, ilmu yang akan didapat, serta bertemu dengan teman blogger lainnya yang memang seringnya hanya bertemu saat ada acara untuk blogger saja. Memasuki salah satu meeting room, aku melihat seorang rekan blogger lain yang telah hadir, Nina Purwari. Panitia mempersilahkan kami melakukan registrasi dan tak lama kemudian area meeting room telah dipenuhi oleh rekan blogger dari kota Palembang


Lewat dari pukul 8, acara Flash Blogging diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan lalu Ibu Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) membuka secara resmi acara ini. Ibu Niken mengatakan bahwa acara ini masuk dalam rangkaian Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK 2017).

SAIK 2017 merupakan kegiatan dari pemerintah agar pemerintah dapat bersinergi dengan masyarakat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pembangunan bidang Kemkominfo agar semakin harmonis, dan membuat masyarakat maju dan sejahtera.

Rangkaian acara ini juga sebagai momen bertemunya pemerintah (Kemkominfo) dengan stakeholder, salah satunya adalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) termasuk diantaranya para blogger. Kita tahu kalau sekarang ini arus informasi begitu derasnya baik yang berisi konten positif maupun konten negatif. Blogger dapat memiliki peran penting dalam deseminasi informasi dengan memiliki etika penulisan dan penyebaran informasi yang baik di dunia digital. Harapan ke depan, para blogger memiliki kontribusi lebih dalam menyebarkan informasi positif dan mendukung kemajuan Indonesia tak hanya di bidang teknologi saja.

Dalam acara Flash Blogging kali ini, terdapat talkshow yang menghadirkan berbagai narasumber, antara lain :

  • Materi tentang Kesiapan Indonesia Menuju Asian Games 2018 oleh Bapak Bambang Supriyanto dari (INASGOC).INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) adalah komite resmi yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab sebagai panitia pelaksana yang akan menyusun rencana, menyiapkan dan menyelenggarakan Asian Games 2018.Sejak tahun 2016, INASGOC berfokus untuk merampungkan revitalisasi berbagai lokasi pertandingan yang akan diadakan di lokasi penyelenggara Asian Games (Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten). Selaku Wakil Direktur II INASGOC bidang Athlete Village & Service, materi yang disampaikan oleh Bapak Bambang Supriyanto lebih menjelaskan tentang kesiapan INASGOC untuk menyambung rombongan atlet yang akan datang dan menginap di Athlete Village. 

    Athelete Village dibuat di Kemayoran, Jakarta dan Jakabaring, Palembang. Untuk kali ini yang akan dijelaskan adalah Athlete Village Jakabaring, Palembang.Fasilitas yang dibangun oleh Indonesia untuk melayani para atlet yang akan bertanding tak hanya berupa penginapan di Residential Zone yang terdiri dari Athlete Village, Rusunawa, & Rusunami Centra Land saja. Hal-hal lain terkait transportasi pun mulai disiapkan dengan membangun LRT di kota Palembang yang akan menjadi LRT pertama di Indonesia, serda penyediaan sarana transportasi di area Jakabaring Sport City yang ramah lingkungan.

    Akomodasi tak hanya urusan menginap saja, urusan pelayanan makan pun menjadi perhatian dengan disiapkannya Dining Hall yang mampu menampung 2.500 orang. Dining Hall menjadi area untuk para atlet menikmati hidangan yang sehat sambil berinteraksi dengan peserta Asian Games lainnya sekaligus sebagai ajang unjuk sportivitas dan tukar budaya. Pembangunan Dining Hall mengacu pada standarisasi Olympic Council of Asia (OCA).

    Tak hanya itu, Tim INASGOC juga menyediakan area Welcome Center, Security Desk, Art & Culture Plaza, serta Athlete Service Center yang melayani para atlet baik yang bersifat kenyamanan dan kesenangan (leisure) maupun kebutuhan harian (daily needs). Layanan demi layanan terbaik akan diberikan oleh INASGOC sebagai perwujudan keramahan dan kesiapan Indonesia kepada para atlet. Tentunya hal yang dilakakukan INASGOC ini perlu didukung sebagai perwujudan kemajuan Indonesia yang memiliki keinginan menjadi bagian dari energi Asia, sesuai dengan tema Asian Games 2018 yaitu Energy of Asia.

    Info lebih lengkap terkait Asian Games 2018 dapat dilihat melalui website resmi, Facebook Pages, Twitter, Instagram dan Youtube.

 

 

  • Dari Sudut Istana oleh Handoko Sudarta – Tim Komunikasi Presiden (TKP)
    Sebagai anggota Tim Komunikasi Presiden, Bapak Handoko Sudarta menjelaskan tentang apa yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi untuk Indonesia. Mensosialisasikan program yang telah dilakukan pemerintah kepada masyarakat menurut saya menjadi hal yang sangat baik untuk mengurangi prasangka dan tudingan negatif akan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.Tim Komunikasi Presiden memiliki peran penting untuk mendekatkan Pemerintah dan sosok Presiden Jokowi kepada masyarakat. Salah satu cara pendekatan yang dilakukan adalah melalui media sosial resmi milik Presiden Jokowi yang umumnya berisi tentang aktivitas Presiden Jokowi. Ingin tahu apa yang dilakukan oleh seorang presiden, kita dapat mengikutinya melalui Youtube, Website, Facebook, Twitter, dan Instagram.Dalam perjalanan tahun pertama, pemerintah telah membangun pondasi, lalu melakukan percepatan di tahun kedua dan pada tahun ketiga ini, pemerataan sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Beragam video dari Tim Komunikasi Presiden disajikan sebagai bukti adanya kemajuan yang ada di Indonesia. Banyaknya masyarakat Indonesia yang semakin berseri dan tersenyum terwujud dalam video tersebut.

    Tak hanya itu, Tim Komunikasi Presiden juga menyampaikan sisi lain kehidupan istana melalui Channel Youtube Sudut Istana. Kisah dan cerita tentang kehidupan sosok presiden dan lingkungannya terlihat dari video di channel tersebut. Salah satu video yang menarik adalah perubahan dan tantangan yang dirasakan oleh Paspampres pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

    Kejutan datang di akhir sesi ini. Kehadiran Staf Khusus Mensesneg yaitu Dr Sukardi Rinakit memberikan nilai tambah di acara ini. Sebagai seorang penulis, Dr. Sukardi Rinakit memberikan 3 pesan bagi para blogger saat menulis yaitu jangan mudah kecewa atau harus bisa menerima kekecewaan, jangan terlalu banyak persepsi, serta cek dan ricek data tulisan. Uniknya pesan ini disampaikan melalui cerita beliau selaku Staf Khusus Presiden baik saat menemani Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) juga Presiden Jokowi. Sebuah quote yang sangat membangun nasionalisma dari Dr Sukardi Rinakit adalah Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia. 

     

  • Blogging di Indonesia dari Masa ke Masa oleh Enda Nasution
    Mengenal blogging sejak bangku kuliah dan terus berlanjut hingga sekarang, membuat Mas Enda Nasution mendapatkan julukan sebagai Bapak Blogger Indonesia. Mas Enda pulalah yang menjadi penggagas Pesta Blogger Indonesia pertama pada tahun 2007 dan menjadikan tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional.Tak hanya menceritakan tentang dirinya, Mas Enda juga menceritakan tentang karakteristik blogger Indonesia yang berbeda dengan blogger Amerika Serikat, perkembangan komunitas blogger daerah di Indonesia, perkembangan sosial media, serta peran blogger sebagai media komunikasi baru pada saat ini.Ngeblog tak hanya soal meningkatkan menulis saja, tetapi juga memiliki manfaat lain baik untuk blogger maupun untuk pembaca. Mas Enda membagikan tips menulis blog yang baik, anatomi posting di blog, serta pendekatan apa yang bisa dilakukan oleh blogger agar blognya dibaca. Tak lupa, tantangan juga ada untuk para blogger dan mas Enda pun menjabarkan tantangan apa yang dihadapi blogger.

    Menutup talkshownya, Mas Enda yang kini aktif dengan kampanye #BijakBersosmed mengajak seluruh peserta flash blogging untuk berikrar BijakBersosmed secara offline. Secara online, ikrar bijak bersosmed dapat diakses melalui web. Aku telah bergabung dengan kampanye #BijakBersosmed secara online. Sekarang giliran kamu ya….


 

Sebagai penutup acara, diadakan lomba flash blogging alias ngeblog ditempat dengan waktu yang telah ditentukan untuk menceritakan rangkaian kegiatan hari ini. Ternyata membuat konten dengan waktu yang terbatas itu tak mudah ya. Tantangan tak hanya tentang bagaimana kita bisa menceritakan kembali rangkaian acara yang telah dilalui, tetapi juga muncul tantangan dari koneksi  internet yang bermasalah. Hehehe. Beruntung, tulisan saya ini (yang ini telah melalui proses penambahan beberapa materi) masih mendapat kesempatan untuk terpilih sebagai Juara Harapan dalam kompetisi flash blogging.

Acara ini tak hanya memberikan saya informasi berharga tentang perkembangan Indonesia, kebijakan pemerintah,  kesiapan Indonesia dalam menghadapi Asian Games 2018, atau informasi lain tentang kepenulisan kreatif di blog saja. Acara Flash Blogging yang merupakan bagian dari SIAK 2017 ini memberikan saya keinginan untuk lebih mendukung kemajuan Indonesia melalui penyebaran konten positif melalui media yang saya miliki berupa blog dan sosial media.

Terakhir, terima kasih seluruh pihak yang telah terlibat dalam acara ini dan membuat kami para blogger Palembang bisa kumpul kembali. Tak lupa terima kasih kepada atasan saya yang mengijinkan saya cuti demi hal yang saya sukai dan menambah ilmu bagi saya. Hehehe.

 

ps. foto bersama blogger lain didapat dari DeddyHuang, Azuari Eka, dan Twitter Mas Enda.