Belajar Simulasi Pemadaman Api di Central Fire Station Singapore

 

Sejak nonton reality show Korea yang judulnya The Return of Superman (TROS) sedikit banyak jadi lebih terbuka pikirannya urusan mengasuh anak. Bukan, bukan maksudnya total ala-ala orang Korea gitu cara mengasuhnya, tapi ya ada beberapa hal yang rasanya bagus untuk diadopsi. Ada banyak juga ide-ide aktivitas yang terlihat sederhana namun mengasyikkan untuk dilakukan bersama anak seperti berlatih menyebrang jalan, naik kendaraan umum, atau mendatangi kantor layanan publik seperti bank, kantor polisi, dan kantor pemadam kebakaran.

Untuk urusan terakhir ini, mengunjungi kantor pemadam kebakaran, sebenarnya salah seorang teman sesama makemak buibuk di Palembang udah cerita kalau dia ada rencana bikin acara. Tapi kemungkinan besar bisa diadakan di hari kerja. Mungkin faktor petugas lebih banyak di hari kerja sehingga lebih memudahkan. Sedikit berbeda, di Singapura justru di hari Sabtu ada kesempatan untuk mengunjungi Kantor Pemadam Kebakarannya.

Minggu lalu kami sekeluarga main ke Singapore. Gaya dikit lah, mau ngecap paspor si anak. Nah, pas hari Sabtu, kami mencoba jalan dari hotel yang ada di Bencoolen St menuju area Fort Canning Park. Selain ingin melihat taman-taman biar santai sekaligus olah raga pagi. Kami juga ingin melihat kawasan tersebut yang banyak museumnya seperti National Singapore Museum, Singapore Art Museum, dan Singapore Philatelic Museum. Ketika menuju Singapore Philatelic Museum di Coleman Street, ternyata kami melewati Central Fire Station. Dari gerbang depan, terlihat banyak bapak ibu dan anak-anak yang berkumpul dekat mobil pemadam kebakaran. Penasaran apakah boleh cuma numpang foto sama mobil pemadam kebakaran, kami pun ikutan masuk ke dalam Central Fire Station yang bangunannya didominasi dengan warna merah dan putih.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Rupanya, memang setiap hari Sabtu ada semacam open house gitu di Central Fire Station Singapore mulai jam 9 – 11 pagi waktu setempat. Oh iya, ini gratis tis tis. Pengunjungnya pun beragam, saya rasa tak hanya masyarakat Singapura saja, tetapi juga banyak wisatawan mancanegara, yang saya tahu ada keluarga dari Jepang juga.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Ketika kami datang, petugas mulai membagi-bagikan topi pemadam kebakaran kepada anak-anak dan orang tuanya juga. Lalu ada sebuah mobil pemadam kebakaran di salah satu sisi yang melebar dari lapangan sementara anak-anak dan orang tuanya mulai berkumpul di sisi yang memanjang lapangan untuk melihat simulasi kegiatan pemadaman api. Salah seorang pengunjung menjadi volunteer untuk bergabung dalam tim pemadam. Di dekat mobil pemadam terlihat sebuah boneka orang-orangan dan papan dengan gambar api.

Ngiung…ngiung…ngiung…Bunyi sirine mobil pemadam kebakaran mulai terdengar. Simulasi segera dilakukan.

Tim bergerak turun dari mobil pemadam kebakaran lainnya yang berada di dekat garasi. Secara umum tim dibagi menjadi 2, satu bertugas untuk memadamkan api dan satu lagi bertugas menyelamatkan nyawa korban. Dengan gerakan cepat dan terpadu tim 1 mulai bekerja sama untuk menyambungkan selang dan perangkat untuk memadamkan api. Setelah siap, salah satu petugas di mobil mulai menyalakan aliran air untuk memadamkan api. Tim lainnya bergerak menuju korban, mengangkut korban dengan tandu ke tempat yang lebih aman.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Sambil simulasi dilakukan, seorang petugas senior dari jauh menjelaskan tentang penyelamatan yang dilakukan. Setelah menyemprotkan api dari jauh, perlahan tim pemadam bergerak menuju sumber api. Tak berapa lama, api di papan pun terguling tanda berhasil dipadamkan. Seluruh pengunjung bersorak bergembira. Tentu mengingat kebanyakan pengunjung adalah anak-anak, menggunakan api ‘bohongan’ akan lebih aman dibanding menggunakan api betulan walau kecil sekalipun.

Setelah sesi simulasi memadamkan api selesai, seluruh pengunjung diperkenankan mengantri untuk berfoto dengan mobil pemadam kebakaran. Tak hanya dari luar saja, anak-anak juga boleh masuk untuk melihat-lihat isi dalam mobil pemadam. Seru? Buat saya dan suami jelas ini pengalaman seru. Kalau melihat si anak, rasanya dia sih kayak bengong-bengong bingung. Mungkin amaze dengan kesempatan melihat dan mendengar mobil wiu-wiu-wiu (mobil dengan sirine) secara langsung dengan petugas yang melakukan pekerjaannya.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Tak hanya sesi foto dengan 1 mobil pemadam kebakaran, mobil wiu-wiu-wiu lainnya (civil defense) yang juga ada di Central Fire Station pun boleh dipakai untuk berfoto-foto. Di sisi lainnya, seorang petugas memamerkan seragam yang mereka gunakan untuk bertugas saat memadamkan api. Anak-anak juga boleh berfoto dengan petugas yang memegang selang untuk memadamkan api. Tak lama kemudian, sirine berbunyi lagi, kali ini mobil ambulance yang masuk ke dalam area Central Fire Station. Lalu, petugas menjelaskan tentang simulasi pertolongan pertama dan alat-alat yang ada dalam ambulance.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Setelah sesi simulasi berakhir, sebenarnya ada kesempatan untuk mengunjungi bagian dalam Civil Defence Heritage Gallery yang berisi sejarah Firefighting Singapore. Namun, mengingat Mahira mulai minta makan snack, jadi kami skip dulu untuk keliling melihat-lihat benda-benda bersejarah yang ada di dalam galeri tersebut.

Ya kalau saya sih pernah dapat di kantor karena kebetulan di tempat kerja ada unit yang seperti pemadam kebakaran ini. Tapi kesempatan buat anak masih belum ada hilalnya (hehehe), jadi menurut saya, jika mengunjungi Singapore bersama anak, tak ada salahnya untuk mendatangi Central Fire Station ini. Apalagi kegiatan ini gratis bahkan dapat oleh-oleh berupa topi.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Pas banget sama belakangan ini saya lagi ngikutin serial 9-1-1 di FOX dan ngeliat gimana petugas (termasuk Fire Rescue) yang menolong banyak orang itu hebat banget. Saya sadar bahwa kesempatan seperti ini bisa jadi ajang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan ini keren. Untuk anak-anak yang sudah besar (mungkin mulai usia 4 tahun) gak ada salahnya diajak juga melihat Civil Defence Heritage Gallery sekalian belajar sejarah. Yang jelas sih, kalau ada kesempatan ke Singapore lagi bareng anak dan di hari Sabtu, saya bakal mengulang kunjungan ke Central Fire Station ini.

Betewe, kalau ngarep-ngarep pelayanan publik di Indonesia buka open house juga buat anak-anak boleh kan ?

18 Comments

  1. Seru juga ya, bisa aja orang singapore, bikin pemadam kebakarannya jadi objek wisata yang menarik, kenapa negara kita ga kepikiran begini ya. Btw saya belum pernah ke museum di singapore, padahal sudah sering kesana. Jadi kepikirna mau kesana

  2. Wah seru ya..di Indonesia juga harus mulai diterapkan nih..wisata edukasi yg berkaitan dgn profesi kyk pemadam kebakaran itu tadi. Sangat bermanfaat dan bisa membuat kita lebih menghargai setiap profesi yg ada di sekeliling kita.

  3. Selama kerja di Singapura saya malah belum pernah lihat ada kejadian kebakaran. Jadi ga tahu bagaimana mereka kerja padahal waktu di Ang Mo Kio dekat dengan Fire station nya

    Salam
    Okti Li

  4. Seru banget! Aduh, ak jd pengen jg ngajak Farisha beginian. Disini byk sungai pdhl bisa dibikin inovasi begini nih. Keren banget ah idenya. Thanks udh berbagi ya bun..

  5. Wah seruuuuu, kok ya pas ya bisa liat simulasi pemadam kebakaran. Anak2 di Indonesia jg sekarang mulai field trip ke pos PMK gtu hehe. Kalau anak2 Singapura suka dijakain ke sana jg ma ortunya gak ya πŸ˜€

  6. Di Bandung ada juga nih nonton simulasi begini , dan banyak rombongan anak-anak sekolah yang bisa kunjungan ke kantor pemadam kebakaran, pastinya seruu dan deg-degan yaa

  7. Yg di Sumatera kayanya sering ke Sing ya, soalnya kaya tinggal loncat gitu, hihihi. Bagus banget pengalaman2 macam ini, menambah kosakata dan membuat sambungan baru neuron2 otak si kecil, jadi tambah cerdas nanti krn pengalaman berharga langsung di hadapan mata

  8. Wuaaahhhhhhh kereen. . …….., Mahira.. Umi mau dong ikutan😍😍
    Colek2 ibu😎

    Inspiratif bgt! Coba diindo juga gini. Jadi pemadam kebakaran itu ga mudah dan penuh tantangan.. Wiu.. Wiu… Wiuu… .

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)