Mombassador SGM – Bunda Berbagi : Tak Hanya Rezeki, Ilmu pun Dibagi

Setelah lama absen dari event terkait keluarga, akhirnya saya dapat kesempatan lagi untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh SGM Eksplor.

Semua berawal ketika sekitar 2 minggu yang lalu grup Whatsapp Mombassador SGM Eksplor area Palembang terbentuk. Ketika di bulan Maret lalu, saya hanya bergabung di grup Mombassador Sumsel batch 7. Kali ini, ‘senior-senior’ dari Mombassador batch sebelumnya ikut dalam grup. *Oke, Nun, behave dulu yaaaa*

Setelah pembentukan grup, kami mendapat informasi bahwa akan ada event yang diselenggarakan untuk Mombassador SGM Palembangyaitu Bunda Berbagi. Acara utamanya adalah berbagi dengan anak-anak dari panti asuhan.

Mengikuti event yang diselenggarakan oleh SGM selalu ada kejutan yang diberikan.

Bertempat di Bingen Café Palembang, acara Bunda Berbagi dimulai pada pukul 15.00. Teman-teman Mombassador lainnya sudah foto-foto duluan di lokasi acara. Terdapat area sweet tooth alias cemilan-cemilan manis yang teramat menggoda sampai si anak berkali-kali minta. Ada pula area playground kecil di area belakang untuk anak-anak bermain.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Acara pun dimulai dengan berbagi ilmu dari Bunda Sri Harfiah Bahriyanti (Nutrisionist). Beliau menjelaskan tentang pentingnya menjaga nutrisi bagi keluarga di bulan puasa ini.

Tentunya, kita perlu mengetahui kebutuhan tubuh terlebih dahulu sebelum menentukan makanan apa yang akan dikonsumsi. Dalam menentukan jumlah zat yang baik dikonsumsi oleh tubuh dan zat apa saja yang diperlukan oleh tubuh, kita dapat menggunakan panduan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Pada saat ini, AKG yang berlaku di Indonesia didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Nilai AKG akan dievaluasi setiap 5 tahun sekali.

Kebutuhan Gizi Harian (sumber foto Bunda Iis)

Untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga, para bunda dapat memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat dengan prinsip Gizi Seimbang. Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal.

Tumpeng Gizi Seimbang (sumber foto : Bunda Iis)

Visualisasi gizi seimbang diwakili melalui bentuk Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) yang terdiri atas potongan-potongan tumpeng. Luasnya potongan menunjukkan porsi yang harus dikonsumsi setiap hari. Air putih menjadi alas dari TGS memiliki pengertian bahwa air putih merupakan bagian terbesar dari zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Menjaga keadaan gizi tubuh agar tetap baik tak hanya dengan makan makanan bergizi seimbang. Prinsip gizi seimbang lainnya adalah menjalankan pola hidup bersih, melakukan aktivitas fisik dan olah raga teratur, serta menjaga dan memantau berat badan.

Walaupun berpuasa, gizi dan nutrisi dalam tubuh tetap perlu dijaga. Aktivitas sehari-hari tak berubah drastis. Bahkan kantor saya tak menerapkan perubahan waktu jam masuk maupun jam pulang (*tsurhat*). Namun, harus diakui pola makan saat bulan puasa ada yang berubah. Jika di hari biasa kita makan 3 kali sehari (makan pagi, makan siang, dan makan malam). Terkadang saat bulan puasa kita tidak sanggup makan 3 kali sehari dan hanya mampu 2 kali sehari (sahur dan berbuka puasa). Ternyata makan tetap dianjurkan 3 kali loh.

Oleh karena itu, waktu sahur dan waktu setelah berbuka puasa harus dimaksimalkan. Bukan memaksimalkan jumlah makanan yang dimakan ya. Tapi memaksimalkan waktu-waktu tersebut untuk memberikan asupan gizi yang cukup dan berimbang bagi tubuh.

Bunda Sri Harfiah memberikan tips sahur antara lain :

  1. Pilih makanan yang mengandung lemak dan protein dalam jumlah yang cukup
  2. Konsumsi daging karena daging adalah sumber kalori & protein tinggi serta dapat disimpan lebih lama
  3. Konsumsi cukup serat karena serat bisa bermanfaat untuk menunda lapar
  4. Pilih makanan yang mengandung Vitamin C dan Zinc karena bermanfaat untuk menjaga vitalitas tubuh
  5. Mengurangi konsumsi manis karena gula membuat lebih cepat lapar dan kalau berlebih bisa terjadi insulin shock.
  6. Mengonsumsi susu hangat untuk mencegah anemia
  7. Mengonsumsi cukup air putih untuk menghindari dehidrasi
  8. Mengurangi minuman yang mengandung kafein karena memiliki sifat diuretik yang mengakibatkan sering buang air kecil (BAK).

Selain itu, saat berbuka puasa, tips berikut dapat diterapkan :

  1. Awali dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kembali kadar gula darah
  2. Menghindari minuman dingin karena dapat mengurangi kerja lambung
  3. Mengonsumsi makanan sumber karbohidrat simplex yang lebih mudah diserap
  4. Makan dengan jumlah yang kecil terlebiih dahulu lalu setelah salat magrib makan makanan dengan jumlah yang lebih besar namun tetap secukupnya
  5. Setelah salat tarawih, makan dengan porsi kecil
  6. Minumlah susu sebelum tidur
New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Setelah sesi dengan nutrisionist plus disadarkan jangan makan kolak kebanyakan karena semangkuk kolak kalorinya banyak banget. Kali ini Ustaz H. Iwan Pranata, S.Pd.I yang mengajak para bunda untuk bersyukur dan berbagi. Tausiyah disampaikan dengan santai namun sarat makna. Kita diingatkan untuk senantiasa berbagi bahkan minimal dengan senyum saja sudah bisa berbagi.

Setelah sesi tausiyah, saatnya para bunda berbagi dengan anak-anak dari Panti Asuhan Cahaya Ummi Palembang. Panti Asuhan Cahaya Ummi berlokasi di Jalan Serduduk Palembang ini mengasuh 26 anak dengan status yatim, piatu, yatim piatu dan kurang mampu. Sempat terenyuh saya dibuat ketika mendengar ada anak yang kurang dari 1 tahun sudah dititipkan ke panti karena keluarganya tidak menginginkan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

Selepas berbagi bahan makanan pokok dan bingkisan untuk anak-anak panti asuhan. Tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kesempatan berbuka puasa bersama menjadi ajang untuk berinteraksi antara mombassador dan pihak SGM. Senang sekali karena melalui momen ini saya bisa bersilaturahmi dengan teman-teman mombassador lainnya. Semoga kelak kami atau pihak SGM juga bisa membuat kegiatan berfaedah lain di sekitar Sumatera Selatan.

New photo by Faridilla Ainun (fainun) / Google Photos

3 Comments

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)