Mengecek Kondisi Kesehatan Tubuh Melalui Medical Check Up Rutin

Medical Check Up

Sebuah ‘surat cinta’ tahunan aku terima di bulan Februari. ‘Surat cinta’ dari kantor yang mengingatkan untuk melakukan medical check up tahunan. Alhamdulillah, tempat aku kerja cukup memperhatikan urusan kesehatan. Termasuk adanya fasilitas untuk memeriksakan kesehatan karyawannya. Ya, kalau karyawannya kurang sehat, bisa saja pekerjaan jadi kurang maksimal kan.

Mengenal Tentang Medical Check Up

Harus diakui kalau banyak dari kita yang merasa enggan ke dokter atau rumah sakit. Kunjungan ke dokter atau rumah sakit biasanya dilakukan ketika sudah merasa sakit. Bahkan, masih ada yang memilih tidak ke dokter namun melakukan perawatan lainnya.

Tentu kita sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya. Padahal ada pepatah yang bilang bahwa mencegah lebih baik mengobati. Jadi, daripada kita mengobati tubuh ketika sudah sakit. Rasanya usaha mencegah melalui pemeriksaan rutin atau medical check up.

Pengertian Medical Check Up

Medical Check Up merupakan sebuah pemeriksaan rutin untuk melihan kondisi kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin ini, kita bisa tahu bagai mana kondisi tubuh.

Medical Check Up

Apabila terdapat hal yang tidak sesuai, kita pun dapat mencegah penyakit datang bahkan melakukan pengobatan sedari awal.

Usia Tepat Untuk Pemeriksaan Kesehatan

Walaupun pemeriksaan kesehatan berkala lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa atau bahkan lansia, sebenarnya untuk anak-anak dan remaja juga bisa dilakukan medical check up.

Namun, tentu ada prosedur yang berbeda untuk anak-anak dan orang dewasa.

Waktu yang Cocok Untuk Pemeriksaan Kesehatan

Biasanya, disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan pada pagi hari. Sebelum pemeriksaan, kita akan diminta berpuasa terlebih dahulu di malam hari.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala ini umumnya disarankan untuk dilakukan setiap setahun sekali.

Tujuan Medical Check Up

Selain dilakukan sebagai pemeriksaan rutin kesehatan tahunan, medical check up juga terkadang dilakukan dengan tujuan untuk:

  • Perencanaan sebelum menikah / pre-marital check up. Digunakan untuk melihat kondisi kesehatan pasangan, apakah ada kelainan pada tubuh, penyakit kelamin, rhesus darah yang berbeda, dsb.
  • Pemantauan penyakit, dengan melihat perbaikan atau penurunan dari penyakit.
  • Prosedur untuk mendaftar pekerjaan. Dalam sesi rekrutmen karyawan, perusahaan juga ingin mendapatkan orang-orang yang sehat dan terbaik. Sehingga pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian dari proses rekrutmen.

Prosedur dan Jenis Pemeriksaan

Secara umum, prosedur dalam melakukan medical check up terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  • Sebelum pemeriksaan, meliputi dari pendaftaran, pengisian data, dan arahan untuk melakukan puasa sehari sebelum melakukan medical check up.
  • Pada saat pemeriksaan yang terdiri dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter maupun tim dari klinik atau rumah sakit.
  • Setelah pemeriksaan berupa pembacaan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan serta tips dan arahan dari dokter.

Jenis-Jenis Pemeriksaan

Sebenarnya, jenis-jenis pemeriksaan kesehatan dalam rangkaian medical check up akan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan biaya yang dilakukan.

Untuk anak-anak dan dewasa tentu berbeda. Begitu pula pria dan wanita bisa saja berbeda saat memilih pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

Berikut ini beberapa jenis-jenis pemeriksaan dalam medical check up:

Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital

Sebelum memulai pemeriksaan lebih rinci oleh dokter, umumnya kita akan bertemu perawat terlebih dahulu untuk pengukuran fisik dan pemeriksaan tanda vital.

Pengukuran Tekanan Darah dalam Medical Check Up

Pertama, kita akan diminta untuk melakukan pengukuran berat dan tinggi badan. Dengan mengetahui berat dan tanggi badan, akan dihitung Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh. Dengan rumus BMI = Berat Badan (dalam kg) dibagi Tinggi Badan Kuadrat (dalam meter), dapat dilihat klasifikasi tubuh kita apakah underweight (<18.5), normal (18.5 – 24.9), overweight (25.0 – 29.9), atau obesitas (>30.0).

Setelah itu, dilakukan juga pemeriksaan tanda vital meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

Pemeriksaan oleh Dokter

Selanjutnya, juga dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Biasanya, dokter akan bertanya terkait riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Dokter juga ingin mengetahui mengenai bagaimana pola hidup kita, seperti kebiasaan merokok, berolahraga, makan, dsb. Jika ada keluhan atau hal yang dirasa perlu disampaikan terkait kesehatan juga bisa diinfokan kepada dokter.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mulai melihat kondisi kulit tubuh; mengecek bunyi jantung, paru-paru, dan saluran cerna; melihat kondisi telinga dan rongga mulut, serta kekuatan tulang.

Pemeriksaan Dokter salah satu Prosedur Medical Check Up

Untuk pemeriksaan khusus seperti pendaftaran sekolah (kedinasan) atau proses rekrutmen, pemeriksaan fisik juga bisa meliputi pemeriksaan kelamin.

Oh iya, bagi perempuan juga bisa saja dokter membantu pemeriksaan dalam rangka pengecekan benjolan di sekitar area dada dan ketiak.

Pemeriksaan Rekam Jantung

Dalam proses medical check up, ada juga prosedur pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiografi (EKG). Pada pemeriksaan ini, kita akan diminta melepaskan pakaian bagian atas. Lalu ditempelkan elektroda-elektroda di bagian kulit lengan, dada, dan kaki.

Elektrokardiografi atau EKG sebagai prosedur Medical Check Up

Selanjutnya, aktivitas listrik pada jantung akan direkam. Selama ini, aku melakukan rekam jantung dengan posisi tidur. Untuk orang dengan usia di atas 40 tahun, pemeriksaan rekam jantung juga bisa dilakukan dengan cara berlari di atas treadmill.

Pemeriksaan Fungsi Paru (Spirometri)

Spirometri dilakukan untuk memeriksa fungsi paru. Terdapat alat khusus yaitu spirometer. Kita akan diminta untuk menarik nafas dalam-dalam, setelah itu menghembuskan nafas dengan kencang. Spirometer akan mencatat jumlah udara yang dihirup masuk dan keluar, serta mengukur kecepatan napas. Bagi yang bekerja di lingkungan pabrik atau dengan udara yang kurang baik, biasanya wajib melakukan rangkaian tes ini.

Pemeriksaan Audiometri

Pemeriksaan audiometri ditujukan untuk mengecek dan mengevaluasi fungsi pendengaran. Ada beberapa tes dalam pemeriksaan audiometri. Namun, yang pernah aku ikuti adalah pemeriksaan audiometri nada-nada murni.

 Pertama-tama, kita diminta untuk masuk ke ruang khusus yang kedap suara. Selanjutnya, kita akan diminta mendengarkan suara dengan berbagai frekuensi dan intensitas melalui headphone. Saat terdengar suara, kita diminta untuk menekan tombol yang telah disediakan.

Tak hanya bagi yang bekerja atau sering berada di lingkungan bising saja. Ada baiknya setiap orang melakukan pemeriksaan ini.

Pemeriksaan Gigi

Pemeriksaan gigi biasanya cukup singkat. Dokter gigi akan memberikan catatan mengenai kondisi gigi, seperti kondisi atau nomor gigi yang berlubang.

Tak lupa dalam medical check up juga ada sesi bertemu dokter gigi

Setelah itu, dokter gigi juga akan menyampaikan rekomendasi seperti pembersihan karang gigi atau arahan untuk menambal gigi yang berlubang.

Pemeriksaan Rontgen

Pemeriksaan pencitraan berupa foto rontgen juga dilakukan sebagai prosedur medical check up. Melalui foto rontgen, kondisi organ di dalam tubuh dilihat secara lebih mendetail. Mengingat rontgen mengunakan sinar radiasi, bagi ibu hamil yang melakukan medical check up biasanya tak disarankan untuk melakukan prosedur ini. Selain rontgen, ada pula pemeriksaan pencitraan lain menggunakan USG.

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium umumnya dilakukan dengan mengambil sampel darah dan urin. Pemeriksaan ini ditujukan untuk menghitung jumlah sel darah dan zat kimia yang menjadi indicator fungsi organ, kolesterol, gula darah, dan kelainan lainnya.

Pemeriksaan darah dalam Laboratorium juga bagian dari Medical Check Up

Karena adanya uji pengambilan darah, maka siap-siap untuk bertemu jarum suntik ya.

Pemeriksaan Khusus Wanita

Untuk wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, biasanya disarankan melakukan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi kanker serviks.

Biaya dan Tempat untuk Melakukan Medical Check Up

Untuk di Palembang, Medical check up dapat dilakukan di klinik laboratorium seperti Prodia atau Pramita. Selain itu, tentu saja rumah sakit-rumah sakit di Palembang juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan berkala.

Sementara terkait biayanya, akan bervariasi sesuai dengan paket yang diambil.

Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menyediakan layanan pemeriksaan berkala dengan biaya mulai dari Rp 900.000,- (untuk paket basic) sampai dengan Rp 7.650.000,- (untuk paket emerald plus).

Untuk biaya di klinik laboratorium atau rumah sakit lainnya rasanya tak terlalu jauh beda.

Setelah Medical Check Up

Biasanya, setelah medical check up, sekitar 1-2 hari sudah bisa didapatkan hasilnya. Biasanya, dokter akan menyediakan waktu untuk berkonsultasi terkait hasil medical check up. Oh iya, untuk paket medical check up yang lebih mahal dan lengkap, umunya dokter yang diajak berkonsultasi tidak hanya 1. Selain itu, dokternya pun spesialis.


Nah, mengingat kesehatan kita adalah investasi juga, gak ada salahnya kan luangkan waktu dan biaya untuk melakukan medical check up. Kalau hasilnya bagus dan sehat kan Alhamdulillah. Kalau hasilnya sebaliknya, maka itu berkah, kita jadi bisa segera mengobati atau mencegah timbulnya penyakit lain.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *