Serunya Wisata Alam dan Budaya di Kabupaten Magelang

Dalam perjalanan menggunakan Batik Air pada bulan Desember ini, saya melihat satu halaman penuh ajakan berwisata di Magelang yang terdapat di dalam In-Flight Magazine Batik Air.

Ingatan saya kembali ke 10 tahun yang lalu, saat saya bersekolah di  Magelang. Secara geografi,  Magelang dikelilingi oleh rangkaian pengunungan mulai dari Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Guning Sumbing, dan Pegunungan Menoreh. Karena pengaruh geografinya, saat sekolah di Magelang dulu, saya merasa suhu di sana sejuk sekali, bahkan sering sekali saya ketiduran di kelas.

Kabupaten Magelang tak hanya memiliki potensi wisata alam saja. Wisata budaya pun dapat dilakukan mengingat Candi Borobudur, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, juga berada di kawasan ini. Kabupaten Magelang pun dapat menjadi alternatif pilihan liburan keluarga atau teman-teman karena semakin banyak aktivitas wisata yang ditawarkan. Dengan alam yang indah, serta beberapa cagar budaya, berikut ini aktivitas yang dapat dilakukan di Kabupaten Magelang :

Mengarungi Kali Elo dan Kali Progo dengan Berbagai Variasi Jeram

Kabupaten Magelang memiliki wisata alam Kali Elo dan Kali Progo yang berada di dekat Candi Borobudur Magelang. Keduanya memiliki variasi jeram dengan berbagai grade sehingga membuat aktivitas arung jeram ideal untuk dilakukan di sini. Selain itu, karakter aliran dan banjir yang relatif stabil dan aman juga membuat kegiatan arung jeram di Kali Elo mauun Kali Progo bisa dilakukan di semua musim, baik kemarau maupun hujan.

Arung jeram atau rafting adalah kegiatan mengarungi alur sungai yang berjeram / riam dengan menggunakan perahu karet. Di sekitar Kali Elo maupun Kali Progo, sekarang telah banyak provider wisata arung jeram. Harga dan fasilitas layanan yang ditawarkan relatif sama meliputi asuransi, sewa perlengkapan dan peralatan, pengarungan di Sungai elo bersama 1 River Guide tiap boat, transport lokal dari Base Camp ke Start Point, konsumsi, dan sertifikat.

Menikmati pengarungan seru sepanjang kurang lebih 10 km di kedua kali tersebut akan lebih baik jika bersama-sama rombongan keluarga atau teman-teman.

Tubing Santai di Kali Mangu

Kalau berada dalam rombongan yang tak terlalu banyak orang atau mungkin sendiri, kegiatan tubing dapat menjadi pilihan. Tubing adalah kegiatan untuk menikmati aliran air sungai berarus ringan dengan menggunakan media karet ban dalam truk. Beberapa orang, tubing bisa dikatakan mini rafting atau rafting dengan skala kecil.

Kegiatan Tubing dapat dilakukan di Kali Mangu, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Kali Mangu merupakan salah satu dungai yang alirannya berhulu di Gunung Merbabu dengan karakter yang tenang dan aman untuk dilewati. Terdapat beberapa spot jeram dalam pengarungan tubing sepanjang 2-3 km yang dapat memacu adrenalin dan menantang.

Kegiatan Tubing di Kali Mangu dikelola secara mandiri oleh pemuda sekitar. Kita dapat melakukan reservasi terlebih dahulu. Fasilitas yang ditawarkan antara lain baju pelampung / body protector dan helm khusus, ban untuk tubing yang telah dimodifikasi dengan aman, transport lokal dari basecamp ke start point, konsumsi, dan sertifikat. Guide lokal pun tentunya sudah profesional. Selain itu aktivitas tubing juga bisa dilakukan di Kali Gono atau Sungai Blongkeng.

Menikmati Gunung Merapi dengan Fun Off-Road

Ingin menikmati wisata alam dan adrenalin sekaligus namun di darat? Fun-Off Road di area Taman Nasional Gunung Merapi dapat menjadi pilihan. Daerah ini memiliki trek menantang dan pemandangan alam yang memesona.

Terdapat penyedia jasa wisata Fun Offroad di sekitar Muntilan ini. Kita dapat menyewa jeep dan memilih paket. Biasanya perjalanan dimulai dari Munitilan menuju kawasan Srumbung, Taman Nasional Gunung Merapi. Perjalanan selama 15 kilometer ditempuh dengan waktu sekitar 3-4 jam.

Selama perjalan dengan mobil Jeep, kita akan disuguhkan pemandangan perkebunan yang hijau, jalan terjal bekas penambangan pasir, tebing-tebing yang menunjang tinggi bekas eksploitasi alam Merapi, serta sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Setelah menikmati perjalanan, para wisatawan akan dipersilahkan beristirahat di kawasan Jurang Jero, Srumbung. Wisatawan akan diajak melakukan konservasi alam dengan menanam pohon di Randu Ijo sebagai penutup dari petualangan di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi.

Berburu Golden Sunrise di Gunung Andong

Terletak di Girirejo, Kecamatan Nglabak, Kabupaten Magelang, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Gunung ini terkenal ramah dan memiliki jalur yang tidak berat. Terlebih lagi, pemandangan yang disajikan juga indah. Kita tahu, belakangan gunung juga menjadi salah satu tujuan untuk melakukan petualangan atau mengisi masa liburan. Gunung Andong dapat menjadi pilihan yang tepat karena tidak terlalu tinggi sehingga cocok juga untuk pendaki pemula.

Untuk sampai ke puncak Gunung Andong, pendakian dapat ditempuh melalui Dusun Sawit, Dusun Pendem, atau Dusun Gogik. Namun, yang menjadi favorit adalah Dusun Sawit. Para pendaki dapat bermalam di area Camping Ground yang mampu menampung belasan tenda sambil menunggu datangnya pagi. Di malam hari, dari area ini jelas terlihat kerlap kerlip lampu kota Magelang. Keesokan paginya, sembari menikmati dinginnya gunung, para pendaki juga dapat menunggu sang fajar terbit dan menyemburkan semburat warna keemasan.

Saat mendaki, jangan lupa bahwa keselamatan harus diutamakan ya. Persiapan makanan dan minuman juga penting.

 

Merasakan Jadi Camat, Berkeliling dengan VW di Borobudur

Tak hanya andong/delman dan kereta mini yang menjadi kendaraan untuk menikmati keindahan kawasan Candi Borobudur. Kini sensasi kembali ke masa lampau pun ditawarkan untuk mengitari komplek Candi Borobudur dan berkeliling ke desa-desa wisata sekitarnya dengan menggunakan mobil VW.

VW yang merupakan transportasi kendaraan dinas camat era tahun 70-an menjadi salah satu transportasi baru yang disediakan untuk memanjakan para wisatawan. Rencananya, jumlah VW akan ditambah lagi. Paket tour dengan mobil VW ditawarkan pada pukul 09.00 – 14.00 wib yang dimulai di area parkir Candi Borobudur. Setelah itu, wisatawan dapat berkeliling desa – desa di sekitar Candi Borobudur dan melihat pemandangan indah khas pegunungan, udara segar dari pedesaan, bangunan megah Candi Borobudur yang mempesona sambil merasakan sensasi naik mobil klasik.

Ikut Budaya Bersepeda Keliling Desa

Tak hanya mobil VW tua saja yang ditawarkan untuk berkeliling desa, sepeda tua / onthel pun dapat digunakan untuk tour keliling desa. Bahkan, pengelola tour sepeda onthel menyediakan topi ala kompeni agar sensasi jaman dulu semakin terasa. Dengan dipandu oleh seorang tour guide, para wisatawan akan diajak berkeliling desa-desa wisata di sekitar Candi Pawon dan Candi Borobudur. Jika wisatawan ingin mampir untuk menikmati jajanan pasar, teh hangat manis, atau melihat industri rumahan seperti gerabah, batik, dan kerajinan pensil pun dipersilahkan. Tentunya akan lebih baik membeli aneka produk sebagai oleh-oleh.

Setelah berkeliling desa, wisatawan akan diajak mampir ke Candi Borobudur dan Balai Konservasi Purbakala. Setelah itu, makan siang dan foot spa juga ditawarkan oleh pengelola tour untuk memanjakan wisatawan.

Menjadi Rangga dan Cinta di Gereja Ayam dan Punthuk Setumbu

Sudah menonton film Ada Apa dengan Cinta (AAdC) 2 ? Kalau sudah, tentu ingat ada adegan Rangga mengajak Cinta ke sebuah gereja. Gereja itu adalah Gereja Ayam yang memiliki bentuk fisik yang unik. Gereja Ayam berlokasi di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur. Walaupun terlihat terbengkalai, namun kini Gereja Ayam menjadi tempat yang sering digunakan untuk pre-wedding. Sebuah fakta unik dari tempat ini, walaupun sering disebut Gereja Ayam karena bentuknya, namun banyak yang mengatakan bahwa bentuk bangunan ini lebih menyerupai burung merapi dengan mahkota di kepalanya.

Rangga dan Cinta juga sempat bernostalgia di Punthuk Setumbu yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tempat ini berupa bukit yang biasa didatangi untuk menikmati sunrise Borobudur. Waktu yang tepat untuk ke tempat ini adalah sekitar waktu subuh karena bisa menikmati pemandangan dengan lautan kabut putih yang menyeliuti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tak perlu menunggu lama, sembari bersantai kita akan disuguhkan terbitnya matahari dengan semburat keemasan.

Foto Selfie di Hutan Pinus

Wisata alam di Magelang tak hanya gunung dan sungai saja. Magelang juga memiliki hutan pinus di daerah Kaponan, Kecamatan Pakis. Di Top Selfie Pinusan Kragilan Magelang ini, kita dapat berfoto selfie dengan latar belakang hutan pinus yang memiliki pemandangan epic.

Mengenal Sejarah Melalui Candi

@Regranned from @jepret.magelang – . . We are made by history.' . . Jepreter: @wisyawsanggra_ Lokasi: Candi Mendut (Mungkid, Magelang) . . Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut. Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Tinggi bangunan Candi Mendut berkisar 26,4 meter. (Sumber: wikipedia.org) . . @jantiendut @putripramudya9 @hastin.15 @_kiky.yunia @malitanurul . . @wisata_magelang @borobudurnews . . #candimendut #candibuddha #warisanbudayaindonesia #wisatamagelang #selfiewisata #borobudurnews #wargamagelang #kabupatenmagelangpenuhkenangan – #regrann

A post shared by Wisata Magelang (@wisata_magelang) on

Magelang terkenal dengan Candi Borobudurnya. Padahal tak hanya Candi Borobudur yang berdiri di kota ini. Beberapa candi lain seperti Candi Pawon / Brajanalan, Candi Mendut, Candi Ngawen, Candi Canggal, Candi Selogriyo, Candi Gunung Sari, Candi Lumbung, Candi Pendem, dan Candi Asu Sengi yang juga menjadi cagar budaya di kawasan Kabupaten Magelang. Masing-masing candi memiliki karakteristik tersendiri sehingga bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Hindu dan Buddha di masa lalu akan sangat baik jika berkeliling ke seluruh candi di daerah ini.

Menjadi Putri Raja di Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Berada di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Candi Umbul adalah salah satu situs purbakala yang memiliki keunikan berupa pemandian air hangat dengan nuasa candi. Air di pemandian ini berasal dari sumber mata air asli yang memiliki unsur panas dan mengandung belerang.

Biasanya para wisatawan akan ketagihan untuk datang dan berendam kembali di Candi Umbul. Air di Candi Umbul dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit karena banyak penelitian yang menyatakan air hangat yang mengandung belerang dapat menyembuhkan penyakit kulit.

Menikmati Sensasi Air Terjun

Kabupaten Magelang memiliki beberapa air terjun seperti Air Terjun Kedung Kayang yang berasal dari Gunung Merbabu, Air Terjun Sekar Langit, Grenjengan Kembar, dan Curug Silawe.

Masing-masing memiliki keunikan sendiri. Kesamaan dari ketiganya adalah air yang jernih dan lingkungan yang asri. Sensasi yang dirasakan saat berkunjung tentu kesegaran dan kesejukan saat percikan air mengenai tubuh kita.

 

***

Nah, sudah jelas kan mengapa Kabupaten Magelang dapat dijadikan salah satu tujuan wisata baru. Dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan, Kabupaten Magelang menjanjikan sensasi mulai dari wisata budaya, alam, bahkan wisata kekinian seperti mengulang adegan film AAdC 2. Jadi, kapan akan berkunjung ke Magelang ?

Untuk informasi lebih lanjut tentang pariwisata Kabupaten Magelang, dapat diakses melalui website , twitter , facebook , dan instagram

Silahkan meninggalkan komen :) Aku bakal bw balik....