Memilih Camilan Sehat Untuk Anak

Menjadi ibu, bukanlah suatu perkara yang mudah. Selain perasaan bahagia yang sudah pasti mendatangi kita setiap harinya, ada juga perasaan khawatir, deg-degan, bahkan bingung. Awal menjadi ibu, selama 6 bulan diliputi rasa khawatir saat memberikan asupan Air Susu Ibu (ASI). Setelah 6 bulan, anak dianjurkan untuk memperoleh tambahan asupan melalui Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Pola makan anak pun mulai diatur. Ketika 6 bulan pertama asupan hanya berupa ASI, saat belajar makan, anak disarankan untuk mengenal jadwal makan utama mulai dari sarapan, snack pagi, makan siang, snack sore, dan makan malam. Menu empat bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur, menjadi rujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Anjuran lain adalah memperhatikan jumlah gula dan garam yang diberikan untuk anak.

 

Kedua anjuran tersebut menjadi panduan saya untuk memberikan makanan yang bergizi untuk anak baik makan utama atua makan selingan (camilan). Memilih camilan pun perlu yang sehat dan bergizi. Berikut ini beberapa pilihan camilan yang sering saya berikan untuk anak :

Buah-Buahan

Momentmal / Pixabay

Buah-buahan sangat dianjurkan untuk menjadi makanan selingan anak diantara makan beratnya. Selain mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh anak, buah-buahan juga membantu anak untuk merasakan rasa manis yang alami. Beberapa buah tertentu seperti pepaya, pisang, dan buah naga, bahkan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan anak. Buah-buahan bisa diberikan langsung dalam bentuk potongan, dihaluskan (bentuk puree), atau dijus. Kalau saya sendiri diselang seling. Ketika usia 6-8 bulan, buah-buahan yang dijus saya berikan dalam tommee tippee botol susu bayi yang terbuat dari bahan Polypropylene dan bebas dari bahan berbahaya seperti Bisphenol A (BPA) sehingga aman untuk bayi. Selain itu desain botolnya juga mudah dipegang.

Sayur-sayuran

WerbeHoch / Pixabay

Sayuran yang direbus juga dapat menjadi pilihan camilan untuk anak. Sama halnya seperti buah, sayuran juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh serta melancarkan pencernaan karena mengandung serat. Pilihan yang sering saya berikan antara lain brokoli, timun, wortel, ubi, jagung, kentang, atau labu.

 

Puding, Jelly, atau Agar-Agar

WerbeFabrik / Pixabay

Tekstur kenyal dari puding, jelly, atau agar-agar biasanya menarik untuk anak. Apalagi jika dibuat dengan warna-warna yang mencolok. Selain mengandung serat, puding juga menjadi salah satu cara anak mengenal tekstur yang tidak keras. Biasanya saya memotong puding dengan ukuran kecil agar lebih mudah dipegang dan tak membuat anak tersedak saat memakannya.

Biskuit Bayi

 

Pezibear / Pixabay

Biskuit bisa juga menjadi pilihan camilan nikmat dan sehat untuk anak. Biskuit bisa membantu anak dalam mulai berada dalam proses tumbuh gigi. Dalam memilih biskuit, tentu perlu memerhatikan bahan yang terkandung di dalamnya. Salah satu yang menjadi favorit anak saya adalah biskuit bayi yummy bites. Biskuit bayi Yummy Bites ini terdiri dari berbagai rasa seperti original, wortel, pisang hingga sayuran. Selain mengandung vitamin A, K,E dan protein, Yummy Bites juga mudah larut di mulut. Bahkan saya sendiri suka.

 

 

Yogurt

 

NeuPaddy / Pixabay

Minuman yang berasal dari fermentasi susu ini memang memiliki rasa yang sedikit asam. Tapi bisa menyehatkan anak karena merupakan sumber kalsium yang baik. Kalau saya sendiri, lebih memilih yogurt yang teksturnya agak kental dan memiliki rasa buah sehingga ada rasa manis selain dominasi rasa asam.

 

 

 

Smoothies

 

silviarita / Pixabay

Merupakan minuman campuran susu, yogurt, dan buah-buahan. Mengandung kalsium dan vitamin. Jika merasa pemberian asupan untuk anak dalam bentuk cair terlalu sering, saya biasanyanya membekukan smoothies sehingga menjadi popsicle ice cream smoothies.

 

 

Sereal

Sereal juga dapat menjadi sumber serat yang baik untuk menjaga pencernaan anak karena umumnya berasal dari biji-bijian seperti gandum atau barley. Memilih sereal juga perlu cermat karena terkadang banyak sereal yang mengandung gula yang tinggi. Pemberian sereal pun dapat divariasikan dengan potongan buah atau susu.

 


Selain memilih camilan yang sehat dan bergizi, waktu pemberian camilan juga harus diperhatikan. Camilan diberikan sebagai makanan selingan diantara jadwal makanan utama. Sehingga jangan terlalu dekat dengan jadwal makan utama karena biasanya akan ditolak karena anak masih kenyang. Oh iya, memiliki jadwal pemberian makanan selingan sedari awal juga baik, karena ketika sekolah nanti biasanya juga anak akan memiliki jadwal untuk snack, sehingga lambung anak sudah terbiasa sedari kecil untuk menerima makanan di waktu tertentu.