Wi-Fi Gratis dari Telkomsel, Gimana Caranya?

Sudah umum rasanya kalau di tempat umum, seperti cafe atau restoran ada wi-fi nya. Kadang, ada atau enggaknya wi-fi jadi pertimbangan milih nongkrong di suatu tempat. Ga bohong kok, walau udah langganan kuota buat smartphone kadang banyak yang masih merasa fakir wi-fi, apalagi kalau buat update OS atau aplikasi atau mau streaming dan download-download.

 

 

Aku juga kadang masih nyari wi-fi gratis, apalagi kalau kelupaan bawa Mi-Fi. Tapi sekarang aku agak males nanya sih kalau misal di tempat tersebut wi-fi nya ada passwordnya. Kecuali kepepet hahaha.

 

Baca juga : Modem Mi-Fi Andromax M3Z

 

Kebetulan banget aku pelanggan Telkomsel kan, nah ternyata jadi pelanggan Telkomsel bisa menikmati wi-fi gratis loh. Syaratnya mudah, cuma langganan paket data dan paket datanya masih aktif atau ada kuotanya. Wi-Fi gratis itu adalah Flashzone Seamless.

 

 

Telkomsel bersinergi dengan Telkom menghadirkan Solusi Mobile Wi-Fi Seamless pertama di Indonesia, Telkomsel Flashzone-Seamless yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi Telkom sebagai jaringan seluler tambahan. Kita bisa melakukan perpindahan koneksi jaringan dari 2G/3G ke Wi-Fi secara otomatis (auto connect) untuk memperoleh akses data jaringan Wi-Fi. Untuk penjelasan teknis ga perlu lah ya. Harap maklum, nilai mata kuliah jaringan dan telekomunikasi agak hancur lebur.

 

Caranya gimana? Kita perlu setting dulu smartphone kita. Setting cukup dilakukan sekali saja. Berhubung aku pakai iPhone, aku jelasin cara untuk pengguna iPhone juga.

 

  • Download aplikasi Telkomsel Wi-Fi di Appstore.

 

 

  • Buka aplikasi Telkomsel Wi-Fi, lalu pilih connect

 

 

 

  • Install Wi-Fi Profile

 

 

 

  • Akan masuk ke setting untuk install profile Wi-Fi lalu Install

 

 

 

  • Nyalakan Wi-Fi, secara otomatis terhubung dengan Flashzone-Seamless tanpa dimintai userID dan password.

 

Beneran cepet koneksinya? Buat ngebuktiin, aku nyoba ngukur speed pake aplikasi Speedtest dan hasilnya kayak gini.

 

 

Lumayan kan? Percaya deh sama kualitas Telkomsel yang bisa diandalkan.

 

 

Flashzone Seamless ini ada di mana aja?

 

Secara umum, flashzone-seamless ini udah banyak kayak di taman dan bandara. Untuk tempat umum lain seperti sekolah, rumah sakit, restoran, dan cafe, biasanya yang menggunakan provider untuk Internet dan Wi-Fi dari Telkom, maka akan ada pula Wi-Fi Flashzone Seamless ini.

 

 

Kalau mau tahu secara persis lokasi yang ada flashzone-seamless nya, kita bisa menggunakan fitur Wi-Fi Locations di aplikasi Telkomsel Wi-Fi. Nanti akan muncul list lokasi yang ada flashzone-seamless beserta maps lokasi tempat tersebut.

 

 

Enak ya jadi pengguna Telkomsel, kita bisa hemat kuota karena adanya Flashzone-Seamless. Selamat mencoba 🙂

 

 

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

Merasakan Electrocautery, Apa Itu?

Beberapa waktu lalu saya menyadari ada sejenis kutil yang tumbuh di salah satu bagian tubuh saya. Sebenarnya tidak menyakitkan sih, hanya satu tapi mengganggu rasanya. Akhirnya, saya minta rujukan ke dokter keluarga untuk bisa melakukan konsultasi ke dokter kulit. Saya pilih ke RS Hermina Palembang karena sekalian bisa konsul ke dokter anak.

Akhirnya ke dokter spesialis kulit kelamin yang membuka jam praktek sore hari di RS. Hermina. Setelah mengukur berat badan dan tensi darah, saya mengantri. Lalu dipanggillah setelah beberapa pasien masuk.

Saat bertemu dokternya, saya menjelaskan keluhan yang saya rasakan, lalu dokternya bilang ini Skin Tags, sejenis tumor jinak, tapi bisa dihilangkan dengan electrocauter. Electrocauter cuma sebentar kok, di poli sini bisa juga. Namun, karena awalnya mendaftar dengan asuransi, jadi prosesnya harus dikonsultasikan ke pihak asuransi apakah ditanggung atau tidak. Nah, saya sempat menunggu tuh, hampir sebulanan. Pernah nanya dibilang sama petugas yang mengangkat telepon masih menunggu surat dari dokternya terus ga pernah dihubungin lagi.

Akhirnya saya datang lagi ke dokter kulit, minta langsung ditindak aja sesuai pertemuan sebelumnya, untuk membersihkan kulit dari kutil dengan proses electrocauter.

Ternyata prosesnya cepet, ga sampe 5 menit. Disuntik dulu awalnya, mungkin biar ga terasa sakit ya, trus kayak pake pinset gitu buat melepas kutil dari kulit, sudah itu di betadine biar ga berbekas. Tau gitu dari kemarin aja deh.


Electrocautery adalah suatu teknik untuk menghilangkan jaringan kulit yang tidak diinginkan, misalnya miliahyperplasia kerastosisskin tags, dsb. Electrocautery termasuk bedah minimal invasif atau bedah lubang kunci, dengan melakukan sayatan kecil atau dengan kata lain meminimalkan sobekan. Teknik ini dianggap jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan alternatif lainnya. Periode penyembuhan dari perawatan kulit dengan teknik ini juga lebih singkat dibandingkan dengan teknik operasi konvensional, sehingga resiko dapat diminimalisir.

Manfaat Electrocautery:

  1. Tidak meninggalkan luka lada kulit normal
  2. Tidak terdapat pendarahan dan tidak dilakukan jahitan
  3. Daerah yang dirawat tidak memerlukan perlakuan khusus

Umumnya memang electrocautery ini dilakukan dengan tujuan kecantikan.


Nah, merasa punya kutil di kulit? Monggo dikonsultasikan ke dokter kulit kalau mengganggu

 

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

 

Sumber informasi tambahan :

http://www.aestheticdentalskin.com/service.html?id=Electrocautery

Note : Gambar hanya ilustrasi

3 Restoran Hotplate Favorit di Palembang

Di awal tahun 2013, saya sempat dinas ke Jakarta dan mencicipi salah satu restoran di Mall Taman Anggrek yang menyajikan makanan menggunakan hotplate. Saat itu saya ‘ndeso’ banget kali ya, sama mbak-mbak pelayannya ditanya, sudah tau cara masaknya? Saya jawab dengan polos kalau belum, dan habis itu sama si mbaknya makanan kita diaduk-aduk langsung di atas meja. Ngaduknya pake sendok lah, kalo pake tangan namanya debus (plus jorok juga).

Penyajian makanan dengan hotplate sebenarnya sudah cukup lama ada. Salah satu makanan yang umum disajikan dengan hotplate adalah steak. Restoran steak harga kantong anak sekolahan seperti Waroeng Steak n Shake pun masih menawarkan sajian steak di atas piring panas. Namun, belakangan ini, banyak olahan menu nasi yang disajikan di atas hotplate.

 

Kenapa banyak yang memilih menyajikan dalam hotplate?

 

Makanan yang disajikan dalam hotplate biasanya memiliki kondisi yang panas-panas hangat, sehingga selera makan bisa bertambah. Mungkin sebenarnya makanannya biasa aja tapi karena penyajiannya di hotplate menjadi nilai tambah. Makanan yang disajikan di hotplatejuga bisa menimbulkan aroma yang berbeda.

Seiring berkembangnya kota Palembang, meningkatnya daya beli dan keinginan mencicip aneka ragam masakan (walau tentu pempek tetap terbaik), restoran

 

Nah, berikut ini 3 restoran hotplate favorit di Palembang :

 

1.        Pepper Lunch

Pepper Lunch masuk ke Palembang sekitar tahun 2014. Pepper Lunch sendiri aslinya adalah restoran steak fast food asal jepang dengan konsep DIY alias Do-It-Yourself. Jadi, ya kita sendiri yang mengatur rasa sesuai dengan kesukaan kita dengan tagline ‘Sizzling it your Way’. Pepper Lunch menawarkan aneka menu mulai dari Steak (Beef, Salmon, Chicken), Pasta, Curry Rice, dan juga Pepper Rice. Terdapat pula makanan lain seperti Miso Soup, French Fries, Salad, Salmon Skin, Ice Cream, dll. Untuk menu minuman ada Lemon Tea (yang bekerja sama dengan Nestle karena Nestea), Green Tea, Milo, dll.

Menunggu sajian Pepper Lunch juga tidak terlalu lama, sekitar 10-15 menit. Sekarang jarang ditanya tau cara masaknya atau ngga. Jadi si mbak-nya cuma bilang yang intinya dicampur / diaduk-aduk aja ya di piring besi (iron plate) nya. Tersedia saus khas Pepper Lunch yaitu rasa madu yang manis dan rasa bawang. Jika kurang pedas, ada pepper di atas meja.

Logo Halal di Promo Katsu

Pepper Lunch sendiri sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Makan di Pepper Lunch cukup asik ya, karena sensasi masak sendiri. Kalau sedang pilih menu steak rasanya enak, karena memang steak lebih enak dinikmati selagi hangat dan lagi daging yang disajikan di Pepper Lunch sangat lembut. Rasanya kayak meleleh pas masuk ke mulut.

 

Untuk harga, sebenarnya Pepper Lunch cukup mahal, tapi sering juga ada promo, Promo dengan Bank Mandiri, Telkomsel, Groupon (sekarang MyFave), dan lain-lain. Budget yang perlu disiapkan kalau mau makan di Pepper Lunch kurang lebih Rp 100.000 – Rp 150.000 per orang.  Namun harga tersebut sangat sebanding mengingat rasa masakan dari Pepper Lunch memang enak.  Oh iya, porsi di Pepper Lunch ini cukup banyak. Kalau pesan nasi, seringnya ga abis dan berakhir ke piring suami.

 

Sampai saat ini Pepper Lunch masih menjadi andalan saya kalau ke Palembang Indah Mall dan merasa kelaparan. Walau tampaknya tidak seramai saat awal buka dahulu, saya berharap Pepper Lunch masih bertahan di Palembang.

 

Pepper Lunch – Palembang Indah Mall, Ground Flour – Telp. 0711 – 7623120

 

Pepper Lunch Express – Eat Street Palembang Icon, 3rd Flour – Telp. 0711 – 5649425

 

 

 

2.        Ow My Plate

 

Ow My Plate buka di pertengahan bulan Juli 2017 ini di Palembang Icon. Ow My Plate mengambil tempat yang dulunya adalah restoran ice cream BC’Cone. Owner Ow My Plate adalah salah satu selebritas Indonesia yaitu Magdalena.

Menu yang menjadi andalan di Ow My Plate adalah Volcano Rice, yaitu nasi goreng yang berbentuk seperti gunung dengan topping jagung, bakso, daun bawang dan bawang Bombay. Di tengah bentuk gunung, terdapat lobang yang akan disiram dengan saus telur asin. Volcano Rice sendiri porsinya bisa untuk 2 orang dengan level pedas 1 sampai 5. Untuk Volcano Rice, nanti akan dihidangkan di atas kompor yang dibawa oleh mas-mas atau mbak-mbaknya ke meja kita, lalu dia menuangkan saus telur, dan mengaduk sampai kering atau agak basah sesuai referensi pemesan.

Cek ignya @owmyplatepalembang

Selain menu Volcano Rice, terdapat menu hot plate lainnya seperti Fish n Chips, Nasi Dori Sambal Matah, Nasi Goreng Teri Cabe Ijo, Ow My Brownies, Mantau, dll. Untuk minuman ada Green Tea, Lemon Tea, Ice Tea, dll. Tagline Ow My Plate adalah “Greget On Budget”, yakni harga yang cukup terjangkau mulai dari 24 ribu untuk makanan dan 7 ribu untuk minuman. Untuk makan berdua modal Rp 100.000 – Rp 150.000 , rasanya sudah cukup mengenyangkan.

Ow My Plate Palembang – Palembang Icon 3rd Floor

 

 

3.        Inselcious

 

Inselcious adalah restoran baru yang menawarkan konsep hotplate dengan harga yang cukup aman di kantong. Buka di akhir Juli 2017, Inselcious menawarkan promo diskon 50% sampai dengan 2 Agustus 2017 lalu.

Menu yang ditawarkan Inselcious umumnya adalah nasi, namun ada pula pasta. Menu lain yang menarik adalah Buritto dan Swedish Meat Ball (itu loh makanan yang mulai terkenal sejak IKEA masuk di Indonesia). Selain menu asin, asam, dan pedas yang mengenyangkan, Inselcous menawarkan menu manis yaitu dessert, pannacota, dan fruity soup.

Cek IG Inselcious di @inselcious

Salted Egg Rice di Inselcious emang enak sih, berasa gitu si telornya. Awalnya sempet ngira porsinya kecil, ternyata kenyang juga. Penyajian di Inselcious lumayan agak menunggu sih ya, makanya lebih baik kalau mau pesan sudah dari awal, jangan nambah-nambah lagi, soalnya rame pengunjung. Males kan ngantri ulang gitu. Masalah budget, kalau mau makan berdua di Inselcious bisa bawa modal sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000, udah ngenyangin dan puas banget. Suasana di Inselcious cukup adem dan nyaman.

Inselcious – Jalan Angkatan 66 Blok 6 K-L

 


Kenapa ketiga resto itu menjadi favorit ?

 

Selain alasan rasanya emang enak, harganya lumayan (ya kalau lagi banyak uang ke Pepper Lunch, kalau lagi hemat ke yang harga miring), alasan lainnya adalah adanya high chair untuk bayi. Ini penting ya sebagai pertimbangan ibu-ibu macam saya, demi saya kenyang dan bahagia, anak juga senang bisa makan sendiri. Oh ya, di semua restoran hotplate ini kita bisa menambahkan topping yang kita inginkan, seperti telor, sosis, keju, dll.

 

Restoran yang menawarkan hot plate di Palembang itu aja? Sebenarnya ngga juga sih, cuma memang yang konsepnya lebih banyak hotplate dan nasi ya 3 tempat tersebut. Kalau Hotplate dan Steak ada di Waroeng Steak, tapi sudah agak malas ke sana karena terakhir datang dapat pelayanan yang kurang oke. Menu yang disajikan dengan hotplate juga banyak sebenarnya. Nah, 3 restoran yang saya tulis di atas memang punya konsep hotplate dengan cita rasa yang lezat pula.

 

Yuk mari makan…..

#ODOP

#BLoggerMuslimahIndonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum Nikah, Cek Kesehatan Dulu Yuk….

Halo…ada yang berencana menikah dalam waktu dekat? Pusing menyiapakan urusan undangan, tempat, baju, katering, dan lainnya? Kalau boleh saran, jangan lupakan untuk menyiapkan terkait kesehatankita dan pasangan ya. Ini sekedar pendapat aja, salah satu tujuan menikah kan untuk memiliki keturunan, tentunya kita berharap punya keturunan yang sehat kan? Menurut saya yang awam ini, kita sama pasangan baiknya tes kesehatan. Ya walaupun pasangan track recordnya baik, kita pengen lebih yakin aja. Kalo sebagai calon orang tua, ya agar keturunan kita sehat, kita juga harus mencoba sehat. Untuk tahu kita sehat atau ngga, jangan menunggu sakit, tapi bisa kita lakukan dengan cek kesehatan.

Sebenarnya saya sendiri ga terlalu aware sama hal ini, sampai pada suatu hari dokter di kantor cerita tentang seseorang yang lagi hamil dan kena tokso. Lalu dia pesan, kalau nanti mau nikah, jangan lupa pre-marital check ya. Jadi saya keingat kalau pernah dipesan hal yang sama oleh ibu. Karena adik saya urusan kesehatannya ga terlalu bagus dan penyebabnya juga masih ga jelas soalnya

setiap terapi atau berobat pasti beda-beda dugaan penyebabnya antara satu dengan lainnya, ibu saya jadi lebih aware sama urusan kesehatan. Ibu saya pengen anaknya yang lain (saya dan kakak

saya) sehat begitu juga keturunannya. Apalagi info yang didapat dari pergaulan ibu-ibu kan lumayan dahsyat, walau belum jelas dan bisa jadi belum benar juga. Contohnya pernah ibu saya

bilang gini, itu si X katanya kena Tokso, penyakit yang dari kucing, terus anaknya lahirnya (maaf) cacat atau ada yang jadi agak lama dapat anaknya, atau kondisi yang bisa dibilang negatiflah. Jadi, pokoknya di benak ibu saya ada penyakit yang namanya tokso disebabkan oleh kucing. Yasekilas info itu memang belum tentu benar. Tapi positifnya, ibu saya jadi tahu tentang adanya tespra nikah dan minta anak-anaknya untuk cek kesehatan sebelum nikah. Kakak saya sebelum nikah tes di salah satu laboratorium. Dari situ saya tahu, kalau sebelum nikah memang ada baiknya cek kesehatan baik kita maupun pasangan. Selain itu ada syarat juga sih dari KUA, untuk melakukan

vaksin tertentu sebulum nikah.

Untuk Pre Marital Check-Up, bisa dilakukan di laboratorium seperti Prodia, Pramita, dll. Saya sendiri memilih Prodia untuk bertanya-tanya dan akhirnya memutuskan mengambil Tes TORCH saja di lab tersebut karena faktor orangnya enak saat ditanya dan penjelasannya rinci. Dari brosur panel pemeriksaan laboratorium Prodia, disebutkan

Manfaat Pemeriksaan Panel Premarital adalah untuk Memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi penyakit menular (sifilis) dan penyakit menahun atau diturunkan (thalassemia) yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan anak-anak

pasangan tersebut di kemudian hari.

Jenis Pemeriksaan

  • Hematologi Rutin, Gambaran Darah Tepi, Analisa Hemoglobin HPLC, Ferritin, dan Badan Inklusi HbH : untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, penyakit infeksi, dan penyakit darah.
  • Golongan Darah dan Rhesus : Selain untuk kepentingan transfusi darah jika dibutuhkan, diperlukan kecocokan rhesus.
  • Urine Rutin : Mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih.
  • Glukosa Puasa : Mendiagnosis diabetes melitus yang menurun.
  • HBsAg : Mengetahui adanya infeksi Hepatitis B
  • VDRL/RPR : Mendeteksi ada tidaknya penyakit menular seksual
  • Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG, dan Anti-CMV IgG : Mengetahui status kekebalan terhadap paparan Toxoplasma, Rubella, dan Cytomegalovirus (TORC)

Pas baca begitu, saya mikir nih, Hematologi Rutin sampai Glukosa Puasa kan selalu dicek karena kami rutin Medical check up tahunan. Jadi kayaknya saya perlu yang lainnya aja deh, seperti

Anti-Rubella. Pas saya tanya enaknya gimana, dijawab sama karyawan Prodia, “Kalau gitu, ambil Panel Tes TORCH aja untuk mba-nya”.

Panel Pemeriksaan TORCH memiliki manfaat mendeteksi terjadinya infeksi dan status kekebalan terhadap parasit Toxoplasma gondii, virus Rubella, Cytomegalovirus, dan virus Herpes tipe 2 yang dapat mempengaruhi kesehatan janin.

Jenis Pemeriksaan

  • Anti-Toxoplasma IgG
  • Anti-Toxoplasma IgM
  • Anti-Rubella IgG
  • Anti-Rubella IgM
  • Anti-CMV IgG
  • Anti-CMV IgM
  • Anti-HSV2 IgG
  • Anti-HSV2 IgM

 

TORCH itu apa?

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit infeksi ini berbahaya bagi janin bila sang ibu saat hamil terinfeksi penyakit ini. Risiko yang ditimbulkan dari terinfeksinya penyakit ini antara lain keguguran dan cacat pada bayi yang dilahirkan.

Nah, ibu saya ngewajibin saya tes ini, soalnya saya sempat melihara kucing. Walau kata dokter hewan, sebenarnya, melihara kucing bukan jadi satu-satunya sebab terkena infeksi tokso, karena

bisa aja dapat infeksi ini dari hal lain, tapi tetep aja, perasaan was-was ada. Jadi nurutlah saya, untuk Tes TORCH. Untuk Tes TORCH ini, kita diambil darah aja. Tidak harus puasa.

Hasilnya ?

Ada beberapa komponen yaitu IgG dan IgM yang tertera di lembar hasil. Hasil ini bisa dikonsultasikan dengan dokter. Ada pula hasil yang tertulis Non Reaktif.

Reactive menunjukkan batas nilai yang perlu diwaspadai. Sedang Non Reactive sampai normal merupakan nilai yang menunjukkan tubuh dalam kondisi baik, tidak ada infeksi virus TORCH yang menghawatirkan.

***
Oh iya untuk tes TORCH itu bisa juga dilakukan saat hamil, beberapa dokter kandungan biasanya menyarankan tes TORCH selain tes darah yang memang dilakukan saat trisemester pertama. Tujuannya apa? Ya untuk melihat ada atau tidaknya kemungkinan sang ibu terkena virus yang bisa saja menurun

ke sang anak. Jika memang ada, nantinya akan di treatment oleh dokter yang menangani.

Kalau ditanya, tes TORCH baiknya dilakukan kapan?

Ini pendapat pribadi ya, sebagai orang awam (dan kurang berilmu urusan medis). Kalau memang berniat (dan berharap) setelah menikah langsung dikaruniai anak, tidak ada salahnya tes TORCH sebelum menikah, misal nih (amit-amit) ternyata positif, kan bisa diobati terlebih dahulu sebelum merencanakan hamil.

Jadi, penting ngga tes TORCH?
Menurut saya sih penting ya. Jadi jangan lupa sisihkan dana untuk tes kesehatan sebelum nikah ya. Demi generasi yang lebih sehat.

Memang tes TORCH biayanya berapa?

Di tahun 2015 lalu, biayanya masih 2,2 juta di Prodia.

Omong-omong, selain Tes TORCH, KUA juga mensyaratkan sudah adanya suntik tetanus sebelum nikah. Nah, sempat bingung sih, suntik di mana. Akhirnya waktu ngurus-ngurus surat di Kecamatan,

sempetin nanya ke Puskesmas yang ada di dekat situ dan berakhir dengan janjian ke petugasnya untuk disuntik Tetanus.

 

Nah, demi generasi yang lebih sehat, jangan lupa cek kesehatan dan vaksin ya.

 

#ODOP

#BloggerMuslimah Indonesia

 

Sumber informasi :

  • http://bidanku.com/pengertian-torch-berikut-pencegahannya
  • http://www.serempak.id/tes-kesehatan-pra-nikah-penting-tapi-sering-dilupakan/
  • http://prodia.co.id/id/InfoKesehatan/ArtikelKesehatanDetails/sudahkah-anda-siap-100-untuk-menikah
  • http://terapitorch.com/cara-mudah-membaca-hasil-laborat-infeksi-virus-torch.html

Ngerasain Koneksi 4G Pakai Andromax M3Z

Akhir-akhir ini, saya sering melihat orang-orang membawa benda kotak berwarna biru, coklat, hitam, atau putih bertuliskan Andromax. Saya pun penasaran apa sih itu, oh, ternyata modem Mi-Fi. Mi-Fi alias Mobile Wi-fi adalah perangkat wirelessrouter yang juga bisa berperan menjadi Wi-Fi Hotspot.

Kebetulan promonya banyak muncul mulai di marketplace online sampai offline ketika saya jalan-jalan. Ah, kebetulan nih, kayaknya saya butuh modem, mengingat kalau di kantor kadang suka lemot internetnya dan ada beberapa yang diblock.

Berbekal promo, saya belilah online via tokopedia. Ga sampai 3 hari, barangpun datang. Kenapa saya pilih Smartfren Andromax M3Z ? Soalnya harganya lumayan terjangkau apalagi kalau dibanding Mi-Fi dari provider lain.

Spesifikasi teknis Andromax M3Z adalah Modem WiFi LTE Cat 4 dengan Chipset Qualcomm MDM 9307 yang mendukung Wifi 802.11 b/g/n 2.4 Ghz dengan baterai 3000mAH. Artinya apaan tuh? Artinya, modem  ini mampu menghasilkan kecepatan internet 150 Mbps dan dengan chipset Qualcomm yang tersemat diyakini mampu menghemat konsumsi baterai sehingga data tahan modem ini lebih lama, apalagi kapasitas baterainya sudah cukup besar.

Modem Andromax M3Z ini bisa digunakan sampai dengan 32 koneksi perangkat dalam waktu bersamaan. Saya sendiri belum pernah ngetes sampai 32, mentok di 3 perangkat saja. Nah, di modem ini ada microSD slot yang support up to 32 GB. Ditambah lagi ada fungsi wireless storage, jadi kita bisa berbagi music, video, dan lainnya melalui koneksi Wi-Fi. Untuk microSD bermanfaat banget kalau memori di smartphone kita sudah menipis bisa dipindahkan ke microSD, begitu pula sebaliknya, kalau ada data-data di microSD dan ingin kita buka di smartphone pun gampang. File yang bisa terbaca antara lain adalah music, picture, video, dan documents.

Oh ya, biasa sih saya mengkoneksikan Andromax M3Z ini dengan smartphone (iPhone). Nah, kalau mau ngecek kuota gimana? Di iOS maupun Android, sudah ada aplikasi Mylink M3Z, jadi kita tinggal login saja di aplikasi itu, dan terlihat deh kuota sisa yang kita punya. Di dalam aplikasi ini, kita bisa juga mengatur nama Mi-Fi, setting password, dan lain-lain.
Enaknya pakai Smartfren apa? Kit ga usah ribet registrasi atau pilih paket kalau sudah habis kuota gitu. Isi ulang Smartfren ini cukup mudah, kita isi nominal tertentu sudah langsung terkonversi jadi kuota. Misalnya nih, isi 100.000 udah langsung terkonversi jadi 5GB. Mudah dan murah kan?

Koneksinya gimana? Lancar….Saya coba speedtest di kantor nih, hasilnya begini. Terus, untuk mengisi baterai juga mudah soalnya colokannya sama seperti smartphone Android pada umumnya yaitu micro USB

Nah, ga fakir Wi-Fi lagi deh saya. Hehehe.

#ODOP8
#BloggerMuslimahIndonesia

5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Saat di Padang

Lebaran tak indah tanpa liburan. Eh, betul tidak? Beruntunglah kita hidup di Indonesia, di mana jumlah penduduk yang menganut agama Islam cukup banyak, di mana pemerintah mendukung adanya libur di saat lebaran (Idul Fitri maupun Idul Adha), sehingga kita bisa liburan. Coba bayangin kalo hidup di misalnya Jepang gitu, belum tentu kan waktu lebaran bisa libur kerja? (Padahal sih, di hari yang lain bisa liburan hahaha.)

 

Lebaran bercampur liburan tahun ini, saya dan keluarga mencoba mudik ke Padang, tempat orang tua dan keluarga besar bojo tinggal. Ke Padang doang? Tentu tidak. Kami bereksplorasi di area Sumatera Barat. Tapi, ada hari-hari tertentu yang memang kami habiskan untuk wisata dalam kota saja.

 

Nah, berikut ini tempat wajib dikunjungi selama di Padang :

  • Batu Malin Kundang

Pernah dengar cerita rakyat Malin Kundang? Itu loh, cerita tentang anak durhaka bernama Malin Kundang. Si Malin adalah seorang nelayan yang tinggal dengan ibunya. Lalu si Malin merantau ke kota dan menjadi kaya raya setelah menikah. Ibu Malin sangat rindu, sampai menunggu setiap kapal yang datang dan mengira Malin kembali. Pada suatu saat, Malin pun kembali bersama istrinya, karena sang istri ingin bertemu dengan mertuanya. Ibu Malin pun menunggu kapal Malin mendarat. Namun, Malin malu mengakui kepada istrinya kalau ibunya miskin sehingga saat ibunya menghampiri dan menyebut Malin anaknya, Malin tidak mengakuinya. Ibu malin pun sedih dan marah lalu memanjatkan doa. Tuhan pun menjawab doa ibu Malin dengan menghukum dan mengutuk Malin beserta kapal dan awak kapalnya menjadi batu.

 

Nah, batu Malin Kundang si anak durhaka ini berada di Pantai Air Manis Kecamatan Padang Selatan, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Untuk menuju lokasi ini, bisa ditempuh melalui jalan darat. Kalau dari pusat kota Padang sekitar 30 menit. Jalur yang ditempuh lumayan berkelok dan naik turun berbukit-bukit tapi cukup adem karena banyak pohon di kiri kanan. Di sepanjang jalan, ada penjual durian, yang sepertinya asli dari kebun.

Di Pantai Air Manis ini, terdapat baru yang bentuknya menyerupai seorang laki-laki yang bersujud menghadap tanah. Di sekitar batu itu, terdapat beberapa bebatuan yang diperkirakan adalah kapal besar beserta tambang-tambang pengaitnya, milik Malin Kundang yang juga berubah menjadi batu. Tidak sulit mencari batu ini, karena banyak yang mengerubungi ingin berfoto dengan sosok si Anak Durhaka. Biar apa sih foto sama si Malin? Buat cerita ke anak , biar dia ga durhaka gitu.

 

Oh ya, ombak di Pantai Air Manis ini cukup kencang ya. Areanya luas, sayang, pasirnya coklat menuju hitam, ditambah banyak berdiri kios-kios di sekitar pantai yang jualan baju cukup mengurangi keindahan pemandangan ya. Area pantai yang luas bisa dimanfaatkan untuk mencoba bermain ATV.

 

 

 

  • Pantai Padang (Taplau Padang)

Cek Ombak, Cek Ombak! Ingin menikmati keindahan matahari terbenam? Yuk ke Pantai Padang. Pantai Padang berlokasi di pusat kota, sering disebut Taplau alias Tapi Lauik atau Tepi Laut. Untuk menuju ke area ini, cukup mudah karena memang berada di pusat kota (banyak petunjuk arah menuju area ini).

Sampai di sekitar Pantai Padang, kita akan menemukan tulisan PADANG berwarna merah. Ada beberapa bagian di pantai yang memiliki garis pantai yang cukup panjang ini. Di sisi tertentu ada penjual hasil tangkapan laut seperti udang, ikan, dan kepiting yang sangat segar. Terdapat pula aneka penjaja makanan seperti rujak khas Padang, pisang bakar, jagung bakar, sate, gado-gado, dll. Di area sebrang pantai lebih banyak pilihan makanan di warung dengan bangunan yang lebih kokoh.

 

Untuk bermain pasir dan ombak, terdapat area yang aman. Terdapat penyewaan mobil-mobilan, otoped, motor-motoran, untuk anak-anak. Sementara untuk berfoto, juga ada area yang banyak batu-batu besar yang tersusun. Saat ke pantai ini di Lebaran tahun 2017, sedang dilakukan pengerukan. Menurut kabar, akan dibangun masjid di tepi pantai. Wah, jadi keingat masjid dekat Pantai Losari Makassar.

 

  • Jembatan Siti Nurbaya

 

Dari Taplau Padang, kita bisa menyusuri jalanan menuju bukit Gado-Gado atau Bukit Sentiong yang dibatasi oleh Sungai Batang Arau. Penghubung antara kota Padang dengan bukit tersebut adalah Jembatan Siti Nurbaya.

 

Di sisi kiri dan kanan jembatan, terdapat penjaja makanan ringan seperti roti bakar, jagung bakar, sate padang, es tebu, dll. Sementara itu, di bawah jembatan, terdapat banyak kapal dan speed boat yang berjajar yang menawarkan jasa wisata diving atau menyebrang ke pulau-pulau di sekitar kota Padang, atau kapal nelayang yang memang untuk menangkap ikan.

 

Sama seperti halnya Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Siti Nurbaya akan lebih indah jika dinikmati di malam hari mengingat lampu-lampu di pinggir jembatan akan menyala, atau paling tidak di sore hari menjelang matahari terbenam.

 

 

 

  • Museum Adityawarman

 

Mau belajar tentang kebudayaan Sumatera Barat? Mampir dulu di Museum Adityawarman. Berada tak jauh dari pusat kota Padang, tepatnya di Jalan Diponegoro No. 10, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Area museum ini luas, dengan bangunan yang terinspirasi arsitektur dari rumah bagonjong atau rumah gadang, gaya arsitektur tradisional Minangkabau yang berbentuk seperti tanduk kerbau bertumpuk. Museum Adityawarman menyimpan sejarah dan kebudayaan masyarakat Minangkabau mulai dari masa pra sejarah sampai era modern.

 

 

 

  • Masjid Raya Sumatera Barat

 

Tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke ikon terbaru di kota Padang, Masjid Raya Sumatera Barat. Oh, catatan penting, karena ini tempat ibadah, harap berpakaian sopan ya, menutup aurat gitu.

 

Masjid Raya Sumatera Barat memiliki arsitektur yang unik namun kental dengan gaya khas Minangkabau yaitu atap yang lancip. Berdiri megah di persimpangan antara Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, masjid ini juga dirancang tahan gempa.

 

Masjid yang disebut juga Masjid Mahligai Minang ini terdiri dari tiga lantai yang mampu menampung 20.000 jamaah. Banyak makna tersirat dari arsitektur masjid ini, seperti atap khas rumah Minangkabau yang menunjukkan pepatah Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yang artinya adat bersendikan kepada agama, dan agama bersendikan kitabullah (Al-Quran). Pada dinding masjid, terdapat ukiran kaligrafi dan motif kain songket khas Minangkabau.

 

***

Nah, tempat-tempat tersebut bisa tuh langsung dikunjungi seharian. Yang paling jauh adalah Pantai Air Manis tempat Batu Malin Kundang, bisa jadi tempat pertama untuk di datangi, setelah itu, tinggal yang berada di area pusat kota. Jadi nih, kalo waktu ke Sumatera Barat ga banyak, main-main di sekitar Padang aja juga bisa kok. Selamat berwisata.

 

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Blue Valley Series : Elegi Rinaldo (dari Bernard Batubara)

Bernard Batubara, penulis asal Pontianak yang sepertinya bermukim di Yogyakarta. Melihat umurnya, dia sepertinya seangkatan dengan saya. Memang benar sih, ada teman-teman SD saya yang sepertinya satu sekolah dengan dia. Kebetulan saya sempat bersekolah di Pontianak dan kadang di tulisannya Bang Bara ini bersinggungan dengan kota Pontianak. Lumayan menjadi mengingat masa kecil jadinya dan jadi senang dengan tulisannya terus ya membeli bukunya. Kali ini mencoba membeli buku Elegi Rinaldo .

 

Detail Buku

Penulis : Bernard Batubara

Penyunting : Jia Effendie

Cetakan : I, Desember 2016

Penerbit : PT Falcon

ISBN : 978-602-60514-0-0

 

Brurb :

Di pojok selatan Jakarta, kau akan menemukannya. Tempat itu tak sepanas bagian Jakarta lainnya. Langit di sana sering berubah seolah mengikuti suasana hati penghuninya. Kau akan bisa menemukannya dengan mudah. Ada banyak rumah di sana. Orang menyebut tempat itu Blue Valley.

Jika kau berjalan ke salah satu blok, kau akan menemukan rumah yang setiap pagi dipenuhi nyanyian Rihanna. Seorang pemuda kribo yang selalu menenteng kamera tinggal di sana bersama tantenya. Dia sering sekali bersikap dingin. Dia menyimpan duka. Sisa penyesalan terdalam dua tahun lalu.

Ada gadis yang menantinya, dan ingin menamai hubungan mereka yang kian dekat. Namun, pemuda itu selalu ragu. Dia menyukai gadis itu, tetapi… selalu merasa bersalah jika memberikan rempat yang sengaja dia kosongkan di hatinya. Namanya Rinaldo. Panggil dia Aldo, tapi jangan tanya kapan dia akan melepas masa lajang.

 

Resensi versi Inyun :

Aldo, seorang food fotographer berambut kribo. Aldo tinggal dengan Tante Fitri , satu-satunya keluarga yang masih bersamanya, di kompleks Blue Valley. Awalnya, Aldo merasa hidupnya baik-baik saja tanpa seorang pacar atau pun istri. Ya, walaupun kebanyakan orang di lingkungannya sudah menyindir bahwa usianya sudah pantas untuk memiliki istri.

Aldo mendapat pekerjaan untuk memotret menu di kafe baru Dinda, pacar Wicak, teman kuliahnya. Di “UNO” itulah dia bertemu dengan Jenny, sang chef di kafe milik Dinda tersebut yang juga sahabat dari Dinda. Di awal pertemuan, Aldo sudah merasa akan adanya ketidakcocokan bekerja dengan Jenny karena watak Jenny yang ‘agak’ susah untuk diatur.

Pada suatu ketidaksengajaan bernama ‘kondangan’, Aldo dan Jenny bertemu kembali dan karena seekor panda, Jenny mengingatkan Aldo kepada seseorang yang sangat berarti untuk Aldo yaitu Rahayu. Jenny sekilas tampak menganggap pernikahan itu konyol, karena ada sesorang yang berani mengorbankan mimpi hanya untuk menikah.

Pertemuan Aldo dan Jenny pun berlanjut karena urusan kerjaan. Karena urusan kerjaan juga timbul kesalahpahaman. Adanya kesalahpahaman berlanjut ke makan bersama dan tentu saja ngobrol berujung perasaan yang hangat satu dengan yang lainnya.

Jenny secara terang-terangan sudah menunjukkann rasa ketertarikan kepada Aldo, walau masih menjaga jarak tentunya. Aldo pun memvonis Jenny sebagai gadis yang menarik. Namun, kadangkala, sekelebat peristiwa masa lalu tentang kehilangan Rahayu, mantan pacarnya masih muncul di benak Aldo.

Aldo dan Jenny semakin dekat, walau belum jelas akan dibawa ke mana kedekatan mereka. Tetiba, muncul seseorang dari masa lalu Jenny, Dipa, mantan pacar yang juga cinta pertama Jenny. Dipa yang menjadi sumber

kesalahpahaman baru antara Aldo dan Jenny.

Di tengah keruwetan tanpa kejelasan hubungan antara Aldo dan Jenny, Tante Fitri yang mengetahui Aldo sedang dekat dengan Jenny, meminta Aldo untuk mengenalkannya kepada Jenny. Tak berapa lama, kedekatan antara Tante Fitri dan Jenny pun terjalin. Walaupun begitu, hubungan Aldo dan Jenny masih belum beranjak dari ketidakjelasan.

Sampai kapan Aldo dan Jenny terperangkap ketidakjelasan? Sampai kapan perasaan yang sebenarnya sudah muncul tapi sama-sama tak terucap akan terungkap? Bagaimana akhir kisah mereka?

***

Ya, novel ini lumayan ‘kena’ sih di hati. Walaupun belum pernah merasa diombang-ambing oleh perasaan galau berkepanjangan karena ketidakseriusan dalam hubungan, Alur ceritanya bagus dan ga lurus-lurus aja. Sebagai pembaca, kadang saya merasa dibawa senyum-senyum sendiri, kadang dibawa kesel sama tingkah laku Aldo yang mirip-mirip sama cowok kebanyakan yaitu ga jelas, kadang merasa sama kayak Jenny yang juga kadang absurd, sempat merasa sedih karena kehilangan keluarga, sempat merasa hangat karena adanya keluarga yang lain.

Penggambaran sosok Aldo yang food fotographer, Jenny yang chef, kafe, co-working space, jalanan dan suasana di Jakarta, bagi saya cukup mudah tergambar dalam bayangan saya. Ya, pembaca macam saya bawaannya butuh visual, jadi, kadang-kadang suka mereka-reka adegan dalam cerita.

Elegi Rinaldo menjadi satu dari lima Blue Valley Series yang memiliki komposisi judul mirip-mirip yaitu “kata benda + tokoh utama cerita”. Sampai saat ini saya belum beli keempat buku lainnya walau sudah penasaran.

Untuk bacaan ringan dengan penuturan kehidupan metropolis generasi milenial, buku ini bisa jadi pilihan. Terus kebayang sih, ini kayaknya seri Blue Valley bisa kali ya dijadiin film 😀

#ODOP

#ODOP4

#BloggerMuslimahIndonesia