sinetron oh sinetron

Mungkin gw udah pernah bahas urusan perbandingan antara series-series amerika sama korea. Maunya sih bandingin sama Indonesia,tapi jauh lah, gw gak tega bandinginnya.

Gw pengen ngebahas sinetron Indonesia sih, coba berdasarkan wikipedia dulu lah. Isinya sih hampir banyak negatifnya.

Sinema elektronik atau lebih populer dalam akronim sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela.

 

Zaman gw kecil dulu, SD-SMP lah kalo gak salah, Sinetron Indonesia masih tayang 1xseminggu, PH yang terkenal sih Multivision Plus, Rapi Film, Starvision. Selain sinetron yang gw rasa bintang-bintangnya lumayan, tayangan TV masih bisa dibilang bermutu macem kuis, dan ada telenovela juga. Menjelang SMA, setau gw udah muncul nama lain, MD Entertainment dan sekarang sinetron muncul tiap hari, gak ada telenovela lagi.

Gw merasa ada perubahan dalam dunia pertelevisian Indonesia, khususnya urusan sinteron ini. Zaman dulu gw kecil, pengertian sinetron kayaknya mengacu sama tayangan di amerika serikat atau eropa, dimana serial akan muncul satu kali seminggu. Sementara sekarang acuannya ke spanyol, yang tayang setiap hari di televisi.

Sinetron di Indonesia sekarang disebutnya Sinetron Stripping alias Kejar Tayang. Gimana gak kejar tayang, kalo tiap hari muncul.

 

Dibuatnya sinetron menjadi berpuluh-puluh episode kebanyakan karena tujuan komersial semata-mata sehingga dikhawatirkan menurunkan kualitas cerita, yang akhirnya membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik, tetapi hanya menyajikan hal-hal yang bersifat menghibur. Hal ini banyak terjadi di Indonesia yang pada umumnya bercerita seputar kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segi tiga, kehidupan keluarga yang penuh kekerasan, dan tema yang akhir-akhir ini sangat digemari yaitu tentang kehidupan alam gaib. ~ Wikipedia

 

Gw setuju sama Wikipedia banget. Sinema Indonesia umumnya sekarang gak mendidik. Walau begitu, gw sebenernya salut loh sama Tim PH-PH Indonesia urusan ngebuat sinetron stripping. Alesannya :

  1. Fisik yang kuat, iya kerja tiap hari,orang juga kerja, tapi kan kalo buat sinetron gitu kadang gak jelas jam mulai,jam selesai, liburnya, pasti keras banget deh usahanya tiap orang.
  2. Kreatifitas tinggi, ini bukannya menghina loh, kadang ada jalan cerita yang bisa dibilang hebat, contohnya ya cerita kejahatan-kejahatan yang direncanain dan dijalanin sama Miska di Cinta Fitri, itu konsepnya hebat bangetlah menurut gw. Gak masuk akal sih, tapi kadang gak kepikir aja kejahatan bisa sampe segitunya.

Tapi banyakan keselnya sih sama sinetron.

  1. latar umumnya sama semua.

Keluarga Berada

Kritik terhadap tema ini datang dari pandangan bahwa konflik yang terjadi dalam suatu keluarga berasal dari kebencian mendalam yang berlarut-larut. Dalam beberapa sinetron, konflik akibat kebencian tersebut bahkan mencapai puluhan tahun.

Akibat konflik yang berlarut-larut tersebut, sinetron dengan latar keluarga berada biasanya banyak memuat redudansi (berulang-ulang) cerita.

Religius

Kritik terhadap sinetron yang mengangkat tema religi biasanya berpusat pada cerita sinetron yang dianggap terlalu mendogmakan ajaran agama daripada pesan-pesan moral yang lebih mengena dalam kehidupan sehari-hari.

Mistis

Sinetron mistis memuat cerita yang kental dengan unsur mistis dan mengabaikan logika penonton. Pengkritik sinetron ini biasanya menyoroti cerita yang dianggap merendahkan ajaran agama. Sementara pengkritik lain mengangkat kualitas cerita yang umumnya rendah.

 

Nah, karena latar umum sama semua, rasanya bosen aja dan karna cerita berbelit-belit rasanya bosen aja.

Untuk urusan cerita, gw pikir sebenernya orang Indonesia gak kalah hebat loh, cuma semua terlalu digeneralisasi. Orang kaya-antagonis-protagonis-kejahatan-gak ketauan-gak ketemuan.

Menurut gw sih, kayak cerita miska yang jahat luar biasa bisa dijadiin genre yang gak cuma drama tapi action, detektif,polisi, dsb kayak Catsle, Bones, CSI, Hawaii Five-o.

Cerita yang umumnya tentang keluarga bisa dibuat ringan macam Modern Family, Brother Sister, PArenthood, dsb.

Cerita kan bisa dibuat lebih realistis, dan ngangkat tema yang bener, misalnya cerita dokter, janganlah urusan cinta-cintaan melulu, dokter nolong cuma pas antara ibu-anak disuruh pilih mana.

Cerita yang beragam menurut gw bagus untuk mengupas sisi lain sebuah profesi. gunanya apa? Biar anak kecil, anak muda, punya bayangan lebih baik urusan mimpi mereka, gak cuma mimpi, ih pingin kaya punya mobil bagus, kayak sinetron A. Tapi sebagai contoh, eh gw pengen jadi dokter bedah macam dokter-dokter di Grey’s Anatomy.

 

2. Bosen

Sejujurnya, seganteng-gantengnya artis sinetron, bosen gak sih mantengin tivi tiap hari ngeliat muka mereka? Coba deh kalo sinetron seminggu sekali dengan durasi pendek (gak lebih dari 30 episode deh). Iya sih, biaya pasti lebih mahal, tapi kan ini ngebuka kesempatan kita ngeliat artis baru, artis baru yang pengen terkenal, jalan cerita atau genre yang beragam. Kalo stripping mulu?beeeuuuh cape deh.

 

Emang sih, pernah ada orang yang bilang, kalo tayangan TV gak cocok buat anda, ya anda matiin lah tvnya. Gw sadar semua ini tergantung pangsa pasar Indonesia yang milihnya pengen sinetron yang ada sekarang. Tapi gw mohonlah, kepada produser acara TV khususnya sinetron, kalo mau menuhin pangsa pasar kan bisa disertai sama pendidikan.

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)