Sejenak Menjejak Pantai Papuma Jember

Sebuah film Kulari ke Pantai garapan Miles Film yang menceritakan me-time ibu dan anak dengan melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Banyuwangi, membawaku kepada ingatan pernah melakukan perjalanan darat keliling Jawa Timur bersama teman dan keponakannya.

Salah satu kota yang sempat kami singgahi di Jawa Timur adalah Kota Jember. Kota Jember semakin terkenal bukan hanya karena Mas Anang atau Mbak Dewi Persik (DePe) yang berasal dari daerah tersebut. Tapi juga adanya gelaran tahunan yang menarik yaitu Jember Fashion Carnaval.

Walaupun datang bukan di saat penyelenggaraan event tahunan tersebut, kakak ipar dari teman saya, Uni Destri mengatakan ada pantai di Jember yang sayang untuk dilewatkan. Tersebutlah Pantai Papuma alias Pasir Putih Malikan. Beberapa orang menyebutnya Pantai Tanjung Papuma.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Pantai Tanjung Papuma berada di daerah pesisir selatan Pulau Jawa. Untuk mencapai pantai ini dari pusat kota Jember memerlukan waktu sekitar 1 jam. Kita akan melewati daerah yang masih dipenuhi sawah lalu berganti dengan hutan. Jalan yang dilalui memang masih belum terlalu baik saat itu, layaknya jalan di perkampungan yang masih tanah bebatuan belum diaspal. Namun, memasuki kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma, jalan yang dilalui sudah semakin baik.

Update terakhir yang saya dapatkan, harga tiket masuk ke Pantai Papuma adalah 15.000 rupiah per orang dan parkir mobil 5.000 rupiah. Sekitar 5-10 menit dari gerbang awal Pantai Tanjung Papuma, kita mulai bisa mendengar deburan ombak yang begitu keras. Layaknya pantai di area selatan lainnya yang menghadap Samudra Hindia, ombak di Pantai Papuma juga tergolong besar. Gulungan ombak yang cukup tinggi membuat adanya beberapa peringatan untuk tidak berenang di pantai.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Beberapa warung-warung tenda di pinggir pantai menawarkan olahan seafood segar. Tentunya, es kelapa muda sebagai minuman wajib saat di pantai juga ada. Untuk urusan harga, saya merasa harganya masih wajar dan terjangkau. Urusan rasa, olahan seafood selalu enak di lidah saya.

Sesuai namanya, hamparan pasir putih halus dapat ditemui di pantai ini. Tak begitu lebar memang jarak antara pantai dan daerah untuk memarkir mobil. Apalagi banyaknya bebatuan besar yang juga berserakan di area pantai. Anak-anak dapat bermain pasir dengan nyaman di area pantai. Laut biru berpadu birunya langit menambah kesyukuran atas nikmat dapat melihat keindahan alam seperti ini.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Pantai Papuma memiliki beberapa area perbukitan karang yang bisa dinaiki. Saat saya mencoba naik ke salah satu bukit, yaitu bukit Sitinggil untuk melihat pemandangan berupa batu karang besar yang disebut Batu Malikan digempur ombak berkali-kali. Untuk mencapai Bukit Sitinggil, telah disediakan tangga khusus. Namun, ketika sampai di puncak, kita tetap harus berhati-hati karena tebing cukup curam. Konon banyak cerita dan mitos yang beredar tentang pantai ini.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Jika memang sedang mampir ke daerah Jawa Timur, tak ada salahnya mencoba wisata pantai seperti berkunjung ke Pantai Papuma. Untuk mencapai kota Jember, bisa melalui jalur darat dari Banyuwangi atau Surabaya dengan kendaraan pribadi, bis, atau kereta. Mengingat semakin digalakannya pariwisata di setiap daerah Indonesia, bukan tidak mungkin pemerintah setempat semakin giat mempromosikan dan menambah ‘kelengkapan’ tempat wisata seperti adanya penginapan di pinggir pantai.

Silahkan meninggalkan komen :) Aku bakal bw balik....