Hidup Nyaman Tanpa Anyang-Anyangan Bersama Uri-Cran

Olah raga di air dan berpergian menjadi kegiatan favorit saya. Berlibur dengan pergi ke laut lepas dan menikmati indahnya kehidupan bawah laut menjadi salah pilihan untuk menggabungkan kesenangan saya sekaligus menjadi pelepas kepenatan di antara aktivitas pekerjaan. Tak disangka, hal yang menjadi kesenangan ternyata membawa sedikit tambahan ‘kepusingan’ sesaat setelah liburan selesai. Kali ini permasalahan bukan disebabkan karena uang yang habis pasca liburan atau hati yang sedih karena waktu liburan telah usai, melainkan badan yang mendadak demam disertai rasa ingin buang air kecil (BAK) tak berkesudahan. Duh, kok bisa kena anyang-anyangan level tinggi gini ya?

Island hopping adalah salah satu aktivitas wajib dalam liburan yang sering saya lakukan. Selama hampir sehari penuh, aktivitas yang dilakukan adalah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain dan berhenti sejenak untuk snorkeling dan sesekali free diving sambil bercengkrama dengan makhluk di laut lepas dengan menaiki kapal. Di kapal pula saya beristirahat, makan, dan minum. Sayangnya, kadang kala kapal yang digunakan untuk island hopping tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti kamar kecil sehingga sangat umum jika selama perjalanan dengan kapal saya harus menahan BAK dan ketika turun ke laut baru saya keluarkan. Dewa laut mungkin marah saya mengotori laut lepas dengan air seni sembarangan. Bagaimana lagi? Setelah snorkeling yang menurut saya adalah olah raga dan cukup melelahkan, saya ingin minum dan makan banyak untuk mengisi tenaga lagi. Padahal metabolisme tubuh pasti bekerja, ketika ada cairan masuk dan diolah, sudah pasti hasil olahan dalam tubuh harus dikeluarkan. Tak ada tempat yang nyaman untuk melegakan hasrat, membuat laut menjadi korban sebagai arena membaurkan cairan dari dalam tubuh dengan volume air tak terbatas di lautan.  Toh air seni memiliki manfaat  dan masih kalah secara jumlah dari air laut, pikir saya.

Menahan BAK sepanjang hari saat island hopping dan baru mengeluarkan ketika di laut secara sembarangan pula ternyata membawa efek yang tidak baik. Sampai penginapan, frekuensi buang air kecil semakin meningkat padahal jumlah air minum yang saya konsumsi tidak banyak lagi, anehnya lagi urin yang keluar juga tidak banyak. Perjalanan kembali ke kota asal dengan travel menambah penderitaan. Saya tidak bisa tidur sepanjang perjalanan karena gelisah anyang-anyangan tak kunjung usai padahal minum air putih sudah banyak dan travel hanya akan berhenti di tempat yang telah ditetapkan atau sesuka hati sopir travelnya saja yang artinya jika saya ingin BAK sementara travel tidak akan berhenti maka saya harus menahannya sepanjang perjalanan.

(pict source : www.freepik.com)

Sampai di rumah, bukannya lega, saya malah makin merasa menderita karena demam melanda dan ketika buang air kecil ada rasa nyeri yang menyertai. Air seni yang biasanya jernih berubah menjadi sedikit keruh dan baunya lebih menyengat dari biasanya. Wah, dewa laut sepertinya benar-benar marah kepada saya. Tak tahan dengan kondisi tersebut, saya konsultasi ke dokter dan cukup kaget mendapati kesimpulan bahwa saya terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saya mendapat obat demam dan obat ISK, namun sakit yang saya derita tak kunjung usai. Sampai di hari ketiga saya kembali lagi ke dokter dan akhirnya diberikan anti biotik sebagai obat. Esoknya, hidup saya kembali normal, buang air kecil tak sakit lagi dan frekuensi ke kamar kecil pun tak sesering sebelumnya. Terkena Infeksi Saluran Kemih menjadi pengalaman berharga bagi saya dan berusaha untuk saya hindari lagi karena,terus terang saja, itu sangat menyiksa.

Perempuan dan Infeksi Saluran Kemih

Uricran

Infeksi Saluran Kemih adalah kondisi ketika bakteri dan kuman masuk ke bagian tertentu di Sistem Saluran Kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi Saluran Kemih dapat menyerang siapa saja. Bahkan, bayi pun bisa mengalaminya. Namun, kondisi anatomi tubuh perempuan yang memiliki jarak lebih dekat antara saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (BAB) menjadikan perempuan lebih rentan mengalami gangguan di seputar saluran kemih. Tak heran, 5 (lima) dari 10 (sepuluh) perempuan pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih yang gejala awalnya adalah rasa ingin buang air terus menerus namun sedikit urin yang keluar (anyang-anyangan). Risiko perempuan mengalami ISK bisa terjadi berulang kali bahkan hingga bertahun-tahun dan lebih banyak dari pada laki-laki. Perempuan yang sudah aktif secara seksual akan lebih rentan mengalami ISK apabila tidak menjaga area kewanitaan dengan bersih.

Anyang-anyangan dapat menyerang siapa saja. Sejak kecil, sebenarnya saya sering mengalami anyang-anyangan. Seringnya karena menahan buang air kecil dan cukup dengan minum air yang banyak, anyang-anyangan itu akan hilang. Namun, mengalami anyang-anyangan disertai rasa nyeri merupakan pengalaman baru bagi saya dan ternyata minum air putih saja tidak cukup karena ada sebab lain yang memicu munculnya Infeksi Saluran Kemih atau anyang-anyangan yang disertai nyeri. Penyebab anyang-anyangan disertai nyeri adalah kuman. Kuman muncul karena kurangnya menjaga kebersihan area kemaluan dan organ intim saat buang air. Jika sudah menikah, kuman bisa muncul karena kurangnya menjaga kebersihan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan. Kuman di sekitar area toilet atau di dalam organ intim bisa saja masuk ke dalam saluran kemih. Maka dari itu, menjaga kebersihan organ intim dan area toilet adalah wajib. Selain bakteri dan kuman, ada beragam sebab lain yang dapat memicu anyang-anyangan seperti dehidrasi, kehamilan, diabetes, bakteri (seringnya bakteri Chlamydia dan E-Coli), alergi, penggunaan alat KB, menopause, batu ginjal, atau kondisi uretra yang lebih pendek. Beberapa penyebab sakit saat buang air kecil menjadi pertanda bahwa semua orang dari berbagai jenis kelamin dan usia memiliki resiko terkena sakit saat buang air kecil.

Beberapa kondisi dapat menjadi tanda-tanda terkena Infeksi Saluran Kemih yaitu :

  • Keinginan untuk buang air kecil secara berlebihan
  • Volume buang air kecil menjadi sedikit dengan frekuensi yang lebih tinggi
  • Adanya rasa nyeri dan perih ketika buang air kecil
  • Warna urin menjadi tidak jernih (lebih pekat) dan berbau menyengat
  • Demam yang disertai rasa lelah

Uricran

Mencegah lebih baik mengobati. Kata-kata tersebut tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Ya, pengalaman terkena ISK menjadikan saya lebih berhati-hati dan berusaha mencegah timbulnya serangan itu lagi di dalam kehidupan saya. Pencegahan terhadap ISK dapat dilakukan dengan cara mengatasi anyang-anyangan melalui :

  • Membersihkan area toilet apabila buang air di toilet umum dan membasuh kemaluan dengan air yang mengalir (bukan air yang sudah terisi dalam ember).
  • Setelah selesai buang air, basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing dan menjaga agar area kemaluan selalu kering
  • Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan menghindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kantung kemih seperti minuman berkafein dan minuman beralkohol. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi susah buang air kecil karena banyak supply cairan masuk ke dalam tubuh dan memicu tubuh untuk mengeluarkannya
  • Membersihkan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan seksual
  • Menghindari pemakaian produk kewanitaan yang bisa memacu alergi seperti sabun area kewanitaan
  • Menghindari menahan buang air kecil karena sebentar saja menahan buang air kecil bisa berefek anyang-anyangan.
  • Tidak buang air kecil sembarangan karena tentu saja tidak terbilas dengan baik
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan, banyak serat, dan dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih, seperti buah cranberry

Lalu bagaimana jika anyang-anyangan muncul dalam kehidupan kita? Apa yang harus kita lakukan untuk mengobati? Jika anyang-anyangan sudah menyerang seperti yang saya alami setelah liburan di masa lalu, maka hal-hal berikut dapat kita lakukan :

  • Minum air mineral yang banyak, ini berguna agar urin semakin banyak terbuang dan lebih lancar dalam pengeluarannya.
  • Minum Prive Uri-cran yang mengandung ekstrak cranberry yang mampu menyembuhkan dan mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh anyang-anyangan

Uricran

  • Mengonsumsi obat atau ramuan untuk menyembuhkan Infeksi Saluran Kemih baik obat tradisional maupun obat yang dijual di apotik
  • Jika mengonsumsi obat saja tidak berhasil, maka konsumsi anti biotik menjadi salah satu cara agar kuman dan bakteri pemicu dapat langsung dibunuh.
  • Berkonsultasi ke dokter jika kondisi tubuh tak membaik karena mungkin saja ada indikasi serius akibat anyang-anyangan yang mendera

Memilih Uri-Cran sebagai Sahabat Mencegah Anyang-Anyangan

Uricran

Berusaha menjaga kebersihan diri dan lingkungan sudah pasti menjadi upaya dari diri saya dalam mencegah terkena Infeksi Saluran Kemih. Di samping itu, mengonsumsi makanan, minuman, dan suplemen juga coba saya lakukan untuk menghindari serangan anyang-anyangan. Prive Uri-cran menjadi pilihan suplemen yang saya konsumsi. Setidaknya, hal-hal berikut menjadi pertimbangan saya untuk memilih Prive Uri-cran, yaitu :

  1. Kandungan Prive Uri-cran berasal dari bahan-bahan alami sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan saya maupun bayi saya (karena saya kondisi menyusui).
  2. Rasanya segar dan campuran rasa asam dan manis Cranberry membuatnya semakin enak. Cara membuatnya pun mudah dan akan lebih nikmat jika diminum dengan air dingin.
  3. Prive Uri-cran aman dikonsumsi karena merupakan suplemen makanan yang bermanfaat untuk mengatasi anyang-anyangan serta menjaga kondisi tubuh karena kandungan yang alami dan berkhasiat dari ekstrak Cranberry yang di dalamnya mengandung Proantocyanidin untuk mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih, dan membuangnya bersama urin.
  4. Prive Uri-Cran harganya terjangkau dan merupakan salah satu produk dari perusahaan farmasi besar, Combiphar. Mencari buah cranberry cukup sulit di Indonesia dan tentu saja harganya relative mahal. Prive Uri-Cran yang memiliki ekstrak cranberry lebih praktis, mudah didapatkan, serta harganya pun terjangkau.

Produk Uri-Cran terdiri dari 2 (dua) varian yaitu :

  1. Prive Uri-Cran, yaitu kapsul dengan isi per box 30 kapsul yang mengandung 250 mg Ekstrak Cranberry. Harga jual Prive Uri-Cran adalah Rp 48.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 kapsul per hari.
  2. Prive Uri-Cran Plus, yaitu powder sachet dengan isi per box 15 sachet yang mengandung 375 mg Ekstrak Cranberry dan komposisi tambahan lainnya. Harga jual Prive Uri-Cran Plus adalah Rp 90.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 sachet per hari.

Uricran

Saya sendiri lebih menyukai Prive Uri-Cran Plus karena dapat dicampur dengan air dan menjadi minuman yang menyegarkan. Cukup mencampurkan 1 sachet Prive Uri-Cran Plus dengan 150 ml air mineral maka akan jadi minuman yang memiliki rasa asam dan manis menyegarkan. Campuran Prive Uri-Cran lebih nikmat jika diminum dengan air mineral yang dingin.

Rasanya, cukup sekali saja mengalami Infeksi Saluran Kemih, karena sudah pengalaman pertama (dan semoga yang terakhir) sudah menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sekarang, selain berusaha menerapkan pola hidup lebih bersih lagi saya merasa lebih nyaman karena rutin minum Prive Uri-Cran Plus. Hidup lebih nyaman tanpa anyang-anyangan bersama Uri-cran.

Uricran

Sumber Tulisan:

Alodokter

Website Prive Uri-Cran

Pengalaman Pribadi saat mengalami Infeksi Saluran Kemih

 

Written by

2 comments / Add your comment below

  1. Thank you informasi ya mba… jadi tahu harus ngapain kalo anyang2an… biasnaya cuma minum air putih aja dengan harapan BAK nya jadi bisa lebih banyak keluarnya… ternyata bukan cuma karena kurang minum ya anyang2an itu..

Silahkan meninggalkan komentar :)