Ini Resolusiku di Tahun 2018….

Apa yang dirasakan ketika kalender menunjukkan bahwa kini kita telah memasuki bulan Desember ? Tak sedikit orang yang berujar, “Hah, udah bulan Desember aja? Kok ga berasa sih? Aku belum ngapa-ngapain nih”. Namun ada pula orang yang berkata “Syukurlah, semua yang direncanakan sudah terlaksana”.

Di akhir tahun 2016 lalu, saya merasa menemukan bahwa saya senang menulis. Walau baru melalui media blog, saya menemukan bahwa menulis adalah hal yang membuat saya bergairah dan senang melakukannya. Menulis ternyata memberikan saya keberanian untuk berkompetisi. Hal yang selama ini seringnya saya hindari.

Di tahun 2017, saya merasa banyak yang ingin saya pelajari, tapi ternyata banyak yang tak terlaksana dan saya tak fokus pada apa yang saya jalani karena saya masih bingung akan keinginan saya sendiri. Pengalaman di tahun 2017 memberikan saya gambaran bahwa menyusun resolusi harus detail dan didasari oleh apa yang kita lakukan biasanya dan apa yang ingin kita tingkatkan dari peran kita.

2018 – Sumber : Unsplash.com

Menuju tahun 2018, saya merasa harus lebih fokus terhadap beberapa hal yang sedang dan akan dilakukan. Jadi, setelah saya bertapa 3 malam, inilah resolusi saya di tahun 2018 :

  • Lulus Kelas Bunda Sayang

    Badge Kuliah IIP Saat Menyelesaikan Tantangan

    Sejak awal tahun 2017 lalu, saya ikut kuliah online via WhatsApp di Institut Ibu Profesional (IIP). Saya ikut kelas ini karena sadar bahwa saya sekarang memiliki peran sebagai istri dan ibu dan saya harus terus belajar. Diawali dengan kelas matrikulasi 3 bulan dan saya berhasil lulus, saya melanjutkan naik kelas ke Kelas Bunda Sayang. Kelas Bunda Sayang terdiri dari 12 materi untuk mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan.

    Nah, untuk bisa mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan, apalagi di umur anak yang lagi aktif dan mulai cerewet, saya harus punya rasa sabar yang tinggi dan selalu berpikir positif. Saya percaya apa yang dimulai dengan kebaikan akan berakhir baik juga.

    Sudah 6 materi saya pelajari di kelas ini dan tantangan per materi pun sudah saya kerjakan. Resolusi saya di tahun 2018 : Lulus Kelas Bunda Sayang dengan menyelesaikan seluruh tantangan yang diberikan. Saya mau jadi ibu yang bisa mendidik sekaligus jadi sahabat untuk anak.

  • Ikut Kelas Bunda Cekatan IIP

    Setelah selesai kelas Bunda Sayang yang saya perkirakan selesai bulan Juni 2018. Saya harus ikut kelas Bunda Cekatan untuk lebih mampu lagi berperan sebagai istri dan ibu dengan meningkatkan diri sebagai manager keluarga yang cekatan menjalankan peran. Nah, kelas di IIP sekarang ini ramai banget peminatnya, jadi saya harus lebih sigap dan mencari tahu info-info yang ada. Tentu ingat cita-cita saat menikah dulu, jadi istri soleha, punya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sampai kelak di surga.

    Masak Simpel, Enak, Bergizi – Sumber : Unsplash.com

    Sambil mempersiapkan diri ikut kelas, resolusi lain saya sebagai istri adalah : Rajin Belajar dan Praktek Masak. Di tahun 2017 ini saya menyadari kalau ternyata saya ini masih boros urusan jajan-jajan makan di luar. Itulah sebabnya walau udah diatur sedemikian rupa kadang sering bocor halus juga keuangan keluarga gara-gara jajan di akhir pekan karena saya malas masak. Tahun 2018 saya punya resolusi agar lebih rajin masak sarapan yang bergizi dan masak di akhir pekan. Sayang juga punya alat masak tapi sering dianggurin.

  • Berpartisipasi dalam Inovasi Gugus Kendali Mutu Perusahaan

    Brainstorming Ideas – Sumber : Unsplash.com

    Sebagai karyawan kantoran, saya dituntut untuk terus berinovasi sebenarnya. Apalagi di era disruptif seperti sekarang. Ide kadang banyak, tapi eksekusi suka susah. Sebenarnya saya dan teman-teman di unit kerja punya proposal program inovasi dari tahun 2016 udah bikin tapi perlu perbaikan . Nah, setelah mengerjakan perbaikan di tahun 2017, tahun 2018 kita niat ikutan lagi dan semoga diberikan hasil yang terbaik.

    Inovasi ini sebenarnya juga pacuan buat saya dan teman-teman kantor supaya lebih menjaga produktivitas dan selalu bekerja dengan baik dan ikhlas. Tujuannya? Supaya apa yang kita kerjakan jadi amal ibadah, serta apa yang kita dapatkan pun lebih berkah.

  • Konsisten Nge-Blog dan Semakin Bermanfaat

    Menjelang akhir tahun 2017 saya merasa bahwa nge-blog itu butuh konsistensi tinggi dan ga hanya tentang penulisan aja yang harus menarik tapi juga isi konten lain seperti foto dan membangun engangement. Artinya apa? Saya harus lebih banyak belajar tentang blog dan foto, bahkan kalau bisa video dan grafis lainnya. Selain itu, meningkatkan relasi dengan teman blogger lain juga penting dengan blogwalking. Target saya tetap melanjutkan kebiasaan yang saya mulai di akhir tahun 2017 yaitu minimal 1 post per minggu dan 5 blogwalking per hari.

    Belajar Nge-blog Lebih Baik dengan Ikutan Wotkshop & Flash Blogging

    Blogging membuat saya berani ikut kompetisi dan ingin meningkatkan kemampuan menulis saya tidak hanya blog tapi juga menulis fiksi. Nah, bulan November lalu saya sempat ikut kelas menulis cerita anak online dan bulan ini saya berani ikutan submit hasil karya untuk ikut workshop menulis cerita anak tahun depan. Semoga saya lolos dan bisa ikut workshop. Kalaupun tidak lolos, ya saya harus tetap belajar untuk menulis cerita anak dan memberanikan diri menulis di media lain selain blog.

    Relawan – Sumber : Pixabay

    Saya ingin meningkatkan kualitas tulisan saya agar lebih bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, saya juga ingin berkontribusi langsung menjadi relawan jika ada open recruitment relawan seperti di Kelas Inspirasi. Untuk saya berbagi secara langsung itu memberikan makna lebih bagi hidup.

    Baca juga : Mencoba Menjadi Peri Buku Books On The Go Indonesia


Untuk mewujudkan apa yang saya inginkan di tahun 2018 nanti tentunya perlu fisik yang sehat, biar pikiran juga ikut tenang, dan hati pun senang mengerjakan apa yang jadi resolusi saya. Punya banyak keinginan dan aktifitas yang lumayan padat membuat saya perlu menjaga daya tahan tubuh. Yang saya lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh adalah makan yang bergizi, tidur yang cukup, serta tetap berolah raga ringan seperti jalan sore keliling komplek.

Tapi, kadang tetap saja, kalau di kantor ada yang sedang sakit (flu), saya kadang juga ketularan. Itu tandanya saya lagi khilaf menjaga daya tahan tubuh atau kecapekan. Biasanya, saya langsung minum Theragran-M karena merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan sudah ada sertifikasi Halal dari MUI.

Theragran-M adalah kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) yang terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Sakit itu ga enak kan, jadi kalau sakit jangan kelamaan. Untuk mengembalikan daya tahan tubuh ya perlu vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit dan pilihan saya jatuh pada Theragran-M. Setelah minum dan istirahat cukup, badan bisa fit lagi dan aktivitas bisa dilanjutkan.

***

Resolusi sudah dibuat, fisik sudah disiapkan, hati sudah dimantapkan, saya pun siap menyambut tahun 2018. Semoga semua yang kita rencanakan dapat terwujud.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.  #TheragranM  #My2018Resolution

Silahkan meninggalkan komen :) Aku bakal bw balik....