Produce 101, Acara Apa Sih?

Suatu sore sepulang kerja berniat nonton tv, gonta ganti channel ternyata di tvN lagi ada Produce 101 season 2. Ga penasaran banget sih, cuma ga ada acara lain yang menarik, yaudah deh nonton aja. Udah hampir tengah-tengah Episode 3 tuh, ada perform dari grup, diawali cerita latihan sebelum perform, ada cerita dari personel grup itu, terus ada grup lain yang perform dengan format yang sama, dan berujung pada pengumuman grup mana yang menang battle. Trus ada cowo yang curhat gitu, nangis karena ga jadi center, nangis karena dia ada di grup F yang ga keliatan waktu tampil sebelumnya, dan nangis lainnya. Awalnya sih mikir, ini apaan deh cowo-cowo nangis terus apa sih center kok segitu direbutin banget, dan segala pikiran “ini acara apaan deh!” lainnya.

Eh, besok-besoknya, karena ga ada tontonan lain di jam itu, ya nonton lagi, kali ini episode pengumuman, semacam eliminasi gitu, jadi pengurangan dari 101 orang jadi 60. Oh! Jadi ga 101 orang ini bakal jadi boysband toh, dan berujung kepada PENASARAN apalagi episode berikutnya ada perform yang keren-keren banget.
Produce 101 season 1 & 2
Yak, mulai lagi deh kegirangan saya ke acara TV Korea. Biasanya sih streaming cuma The Return of Superman, Running Man, dan Infinity Challenge, yang walau udah di cable TV tapi selalu pingin terdepan streaming duluan karena kadang sub-nya lebih lengkap dari yang di TV. Jadi, mulailah saya streaming ulang dari episode 1 Produce 101 season 2. Terus udah kelar Season 2 malah lanjut ke Season 1. Penasaran kalo versi cewe gimana. Hahaha.


Dari episode perdana, saya baru tahu kalau ini ajang untuk membentuk satu grup untuk debut yang beranggotakan 11 orang terbaik di kompetisi ini. Jadi dari 101 orang trainee akan diseleksi melalui beberapa babak eliminasi. 101 trainee ini berasal dari bermacam-macam entertainment agency yang ada di Korea Selatan. Debut merupakan salah satu moment penting untuk seorang trainee karena itu artinya mereka sudah masuk di persaingan sebagai artis di Korsel. Ternyata debut itu ga gampang, dari artikel berikut saya baru tahu tahu bisa aja masuk agency terus ga debut. Masuk agency sendiri prosesnya ada audisinya. Oh, itu kali ya makanya banyak ajang-ajang cari bakat juga. Kalaupun sudah debut, harus berusaha supaya tetap terkenal dan ‘menghasilkan’ baik untuk dirinya & groupnya serta untuk agency tentunya. Nah, peserta Produce 101 ini ada yang dari agency besar, ada yang udah debut juga trus ya kurang berhasil gitu, ada yang pernah menang ajang cari bakat trus sekarang ga ikut agency manapun, ada yang baru sebentar jadi trainee, ada yang udah bertahun-tahun jadi trainee, ada yang dari Jepang dan China, beragam background deh.

Ada beberapa tahapan seleksi 101 trainee tersebut.

Test 1 : Test Level Individu.
Jadi semua trainee akan tampil per agency untuk dinilai oleh para trainer dan representative National Producers. National producers itu ya voter di Korea Selatan sana. Ibaratnya ini kan grup idola pilihan nasional. Jadi, para voter di Korsel menjadi produsernya gitu makanya disebut national producers.

Trainee dari masing-masing agency masuk ke ruangan untuk menempati deretan 101 kursi yang telah disusun dengan bentuk segitiga menyerupai piramida. Trainee bebas untuk memilih duduk di mana lalu akan ditampilkan prediksi ranking versi trainee pada saat wawancara dengan tim produksi Produce 101 sebelumnya. Saat masuk studio ini udah macem-macem kelakuan si trainee, ada yang malu-malu nyoba ke kursi no.1 di puncak piramida, terus turun karena ngeri kali ya hahaha. Ada juga yang pede maju ke kursi no. 1. Nah karena bebas milih tempat duduk, kalo ada yang mau di kursi yang sama dia bisa ‘bersaing’ untuk memperebutkan kursi yang sama. Yang jadi rebutan? tentu kursi no. 1 dong.
Level Test

Setelah trainee masuk semua , baru deh para trainer masuk buat ngebagi-bagi para trainee ini ada di kelas mana aja sih. Para trainee dari masing-masing perwakilan kelompok agency dan non agency unjuk bakat di panggung dan dikasih tau hasilnya sama para trainer masing-masing trainee ada di kelas A, B, C, D, atau F. Kenapa E ga ada? ga tau juga deh kenapa.
Perform Produce 101 Season 2

Setelah dibagi kelas, trainee masuk ke asrama dan dibagi kamar per kelas. Setelah itu mereka latihan lagu yang akan jadi tema Produce 101. Setelah beberapa lama latihan per kelas A, B, C, D, dan F, masing-masing trainee akan merekam hasil latihan mereka buat dievaluasi oleh para trainer. Trainer selanjutnya ngebagi report mereka, apakah mereka tetap di kelas yang sama, naik kelas, atau malah turun kelas.

Nantinya, kelas A, B, C, D, dan F ini akan berpengaruh saat mereka tampil untuk lagu tema Produce 101. Kelas A akan dapat porsi tampil paling lama dan paling banyak, sementara kelas F, bisa jadi ga keliatan karena cuma di area sisi panggung bawah. Trainee di kelas A juga punya kesempatan jadi ‘center’ saat tampilsai center adalah hasil voting dari trainee lainnya. Posisi center ini jadi rebutan banget, karena ya memang seringnya disorot kamera.
Perform Produce 101 Season 1

Test 2 : Battle Group

Battle Group

Disediakan beberapa lagu oleh tim produksi. Nantinya trainee akan membentuk grup dengan anggota 5-7 orang. Di season 1, trainee di kelas A rebutan lagu dahulu dan setelahnya membentuk grup dengan memilih trainee lain. Di season 2, yang menjadi Center 101 (Lee Dae Hwi) berhak membentuk grup terlebih dahulu, setelah itu memanggil trainee lain untuk membentuk grup, dan seterusnya. Setelah semua grup terbentuk, perwakilan grup rebutan lagu dan setelah itu memilih lawan.

Battle Group Produce 101 season 2

Jadi, ada suatu event di mana tiap grup akan menampilkan perform. 2 grup menampilkan lagu yang sama (battle) dan ada voting on-scene oleh penonton. Kalau grupnya menang, akan ada tambahan poin yang diperhitungkan dalam perhitungan rangking.
Elimination 1

Setelah battle grup ini selesai, akan diperhitungkan rangking setiap trainee. Di season 1, hanya ada 61 trainee yang berhak lanjut ke tahap berikutnya, sementara di season 2 ada 60 trainee.

Test 3 : Position Evaluation
Position Evaluation : Vocal

Masing-masing trainee boleh memilih posisi yang diinginkan untuk tampilan berikutnya, ada Vocal, Rap, dan Dance. Mereka memilih lagu yang diinginkan. Masing-masing lagu ada kuota personilnya, kalau sudah penuh, ya, terpaksa memilih yang seadanya. Kesempatan memilih mulai dari trainee yang memiliki rangking paling tinggi.
Tim Dance – Vocal – Rap

Mereka pun perform lagi. Yang memiliki nilai paling tinggi di setiap posisi (Vocal, Rap, dan Dance) dari keseluruhan trainee yang tampil akan mendapat keuntungan tambahan poin lagi.
2nd Elimination

Setelah position test, akan ada eliminasi lagi. Kali ini eliminasi menjadi 35 trainee di tahap selanjutnya.

Test 4 : Concept Evaluation

Sebelum eliminasi kedua, para trainee akan dikenalkan oleh lagu yang akan mereka tampilkan pada test berikutnya. Ada 5 lagu baru dengan genre berbeda yang memang diciptakan oleh mereka.

Di season 1, trainee berhak memilih lagu yang mereka inginkan. Tapi kalau kelompok pada lagu yang sama sudah penuh bisa saja mereka ‘diusir’ dari kelompok tersebut. Sementara di season 2, national producers yang voting via online, lagu mana yang cocok untuk trainee idola mereka. Nah, setelah eliminasi, tiap grup per konsep lagu hanya boleh terdiri dari 7 trainee. Jadi kalau ada yang berlebih setelah eliminasi, siap untuk di-kick dan pindah ke grup lainnya.
Concept Evaluation

Pada perform kali ini, national producers cuma boleh memilih satu trainee idolanya. Jadi akan lebih ketat persaingan kali ini. Grup yang paling tinggi hasil votingnya akan dapat poin tambahan dan total poinnya akan didistribusikan ke masing-masing anggota grup.

3rd Elimination

Ini adalah eliminasi sebelum mereka diberikan lagu debut. Pada season 1 disisakan 22 trainee untuk test kelima, sementara di season 2 hanya ada 20 trainee. Hasil poin tambahan saat perform sebelumnya bisa jadi menyelamatkan para trainee yang seharusnya dieliminasi jadi masuk ke trainee yang berhak ikut evaluasi debut.

Test 5 : Debut Evaluation
Nah, ini akan jadi test paling akhir untuk nentuin siapa 11 trainee yang berhak debut menurut national producers. Trainee akan dibagi jadi 2 grup. Di season 1, kedua grup akan menyanyikan 1 lagu yang sama. Sementrara di season 2, ada 2 lagu yang diberikan untuk trainee. Trainee boleh memilih lagu / grup dan posisi yang diinginkan (main vocal, sub vocal, atau rap). Kali ini, trainee dengan rangking paling rendah memilih duluan. Jadi, kalau trainee dengan rangking lebih tinggi pengen posisi itu ya siap-siap ‘di-kick’. Di season 2, akan ada pemilihan center dari tiap lagu dengan voting dari anggota tiap grup.
Final Produce 101

Pada saatnya tibalah mereka perform live. Eh, ternyata ada 1 lagu tambahan lagi. Lagu tambahan ini biasanya yang sedih-sedih haru isinya tentang perpisahan gitu. Di live ini perhitungan voting beda lagi. Dari 1 sms bisa jadi dihitung 7 vote. Tapi harus bener nama trainee, nama agency, dll. Salah, ga diitung!

Akhirnya diumumin deh tuh 11 trainee yang boleh debut jadi satu grup baru yang dikontrak selama 1 tahun. Kalau season 1 namanya I.O.I sementara season 2 namanya WannaOne. I.O.I sudah bubar dan sekarang traineenya balik ke masing-masing agency, sementara WannaOne akan debut di bulan Agustus 2017 ini.
Produce 101 season 2 : Wanna One


Nonton Produce 101 ini sedikit banyak bikin nampar diri sendiri. Saya jadi nanya ke diri saya, kamu tuh mimpinya apa? Ada ga mimpi yang kamu perjuangkan dari kecil sampai sekarang? Mungkin saya itu, punya mimpi, tapi karena ngerasa ga bisa ya langsung nyerah, ganti yang lain, ga bisa, ganti lagi, gitu terus. Harusnya gagal, usaha, gagal, usaha, sampai berhasil.

Pelajaran lain yang saya dapat dari Produce 101 adalah kadang Tuhan memberikan kita jalan yang lebih baik, walau kita ngeyel pinginnya di salah satu jalan yang kita pilih. Contohnya di saat concept test tuh, ada yang di-kick ke grup yang lain, ternyata grup yang nge-kick bukan jadi yang terbaik, malah di grup yang baru bisa dapat poin tambahan dan lolos dari eliminasi.

Walau memang benar adanya kalau di kehidupan ini kadang dibeda-bedain dari kelas atau tingkatan tertentu, jangan menilai orang dengan tingkatan yang lebih rendah itu lebih buruk. Kalau kita berada di tingkatan yang rendah pun jangan patah semangat, kalau kita berada di tingkatan yang tinggi jangan sombong dan jangan lengah. Hidup itu memang ada naik turunnya. Dengan usaha yang gigih, ada loh, trainee di kelas F bisa jadi satu dati 11 trainee yang debut.

Omong-omong, pada dasarnya, emang benar sih, faktor fisik bisa jadi nilai plus kenapa orang memilih seseorang untuk diidolakan, atau dijadikan sesuatu. Ya, nilai tambah lagi kalau selain fisik oke, kemampuan mumpuni. Buat jadi idola yang divote di acara ini, faktor visual itu penting. Bahkan trainee sendiri ngomong, faktor visual (tampang oke gitu) jadi salah satu syarat kalau mau jadi idol. Gak heran sih, ada yang kurang oke tampangnya dikata-katain, ada yang fisiknya agak berlebih disuruh diet.

Oh ya, di Produce 101 ini ada istilah center di grup. Banyak orang yang jadi ‘serakah’ pingin jadi center, tapi pas ga kepilih jadi center langsung males-malesan latihan. Ini ga boleh dalam tim, apapun posisi yang kita dapat harus berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.

Nangis karena merasa gagal atau merasa kesusahan? Wajar. Yang penting gimana usaha kita buat bangkit lagi dan menunjukkan kalau kita serius berusaha.

Family is the best supporter we have. Yap, kadang salah satu alasan kita bermimpi juga karena ingin membuktikan ke keluarga kemampuan kita bahkan kalau bisa membahagiakan mereka. Ketika kita merasa down, keluargalah yang ada untuk menyemangati kita. Bener kan ya?

oh ya, lagu-lagu di Produce 101 ini bagus-bagus 🙂

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

http://trivia.id/post/9-langkah-untuk-menjadi-idol-k-pop-terkenal-perjalanan-k-pop-idol-1489574060

https://en.wikipedia.org/wiki/Produce_101_Season_2

Written by

2 comments / Add your comment below

  1. Wah lengkap sekali review nya kak..
    Aisyah suka korea, sayangnya ngga ngerti K-pop, he..
    Tapi kayanya keren banget acaranya, mengeliminasi dari 101 menjadi 11 😀

Silahkan meninggalkan komentar :)