Pelajaran dari Pengalaman Buruk Transfer Hosting

Sebagai blogger baru yang pengen eksis dengan domain sendiri, saya sempat dibuat bingung sama yang namanya hosting. Jadi beralih dari yang gratisan ke berbayar itu ternyata…..butuh modal banget, mulai dari modal uang buat beli domain dan hosting, sampai modal waktu buat ngesetting dan mempelajari makhluk apa itu keduanya.

home-office-438386_1920

Jadi, hampir setahun lalu saya beralih dari yang gratis ke domain sendiri di www.fainun.com. Domain itu apa? Domain ya alamat url yang kita daftarkan contohnya : fainun.com atau mamapapa.net atau ibulucucantikkece.id . Ternyata, dibalik domain itu ada yang namanya hosting. Hosting adalah tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website (domain) seperti file, gambar, plugins, themes, dan lainnya, sehingga dapat diakses lewat Internet dan membuat website menjadi menarik tampilannya. Kalau tulisan doang ga ada gambar kan kurang menarik, yekan?

domain-names-1772242_1920

Eh, ini sih pengalaman saya yang kurang membandingkan penyedia layanan hosting satu dan lainnya karena ya, banyak banget yang nawarin jasa ini. Jadi saya mengambil layanan salah satu penyedia hosting dan ambil yang menawarkan disk space-nya 750 mb. Ga lama kemudian saat eksport dari blog gratisan ke domain sendiri, ternyata langsung dapat warning udah penuh. Lah!

Oke, kita coba hapus media dan postingan yang ga perlu, dan amaaaan!

Beberapa kemudian, muncul warning lagi, sudah hampir penuh. Padahal beberapa media udah dialihin ke yang lain pakai flickr atau youtube.

Hapus themes dan plugins yang ga perlu, dan amaan….tapi masih was-was karena takut dapat warning lagi. Akhirnya tanya temen sana sini dan saya baru tahu kalo ada yang menawarkan hosting UNLIMITED dong! dan teman saya menyebutkan nama penyedia layanan yang dia pakai. Bergegaslah saya menuju ke TeKaPe dan menemukan promo bulan September promo 50%.

Oke saya kalap…saya kalap…wanita mana yang tahan melihat angka 50%

Akhirnya saya mengajukan transfer hosting dan domain ke penyedia jasa tersebut dan dengan “cerdasnya” nge-cancel hosting di tempat lama yang masih 1 bulan lagi. Hari pertama terlihat aman karena ternyata proses cancel hosting di tempat lama belum diproses. Hari kedua setelah transaksi saya dikagetkan dengan fainun.com ga bisa dibuka.

galau, panik, cemana ini mama…….

Saya pun mencoba menghubungi penyedia layanan di tempat baru maupun lama, dan ternyata dikabarkan bahwa migrasi belum selesai sementara hosting lama sudah ga bisa diakses. DUEEER!

wordpress-2171594_1920

Jadi lah saya mulai mengulang lagi men-setting web ini dengan semangat baru, walau galau dan hati sedih karena merasa bodoh tak berkesudahan…..

Eh, tapi kalau saya ga melakukan kesalahan saya ga bisa nulis ini…..Namanya juga blogger pemula, masih belajar. Saya mendapatkan pelajaran penting dari urusan transfer hosting ini yaitu :

    1. Sebelum memutuskan pindah dari yang gratisan, perlu melakukan riset produk penyedia layanan hosting. Riset produk dari layanan yang menawarkan space Unlimited. Ada penyedia hosting yang menawarkan yang Unlimited, yaitu Niagahoster.
    2. Kalau migrasi dari yang gratisan (macam saya dari wordpress.com) backup dan eksport dulu konten di blog lama. Caranya masuk ke dashboard – Tools – Eksport.eksport

        1. Kalau migrasi dari yang sesama berbayar (transfer hosting) , jangan lupa backup file dari cpanel. Kita bisa mengakses cpanel. Ada backup wizard gitu, kita tinggal backup trus download file hasil backup kita. Ada juga backup database. Yang backup database ini saya ga lakuin karena……lupa. Klise, tapi begitulah.

      cpanel

      Sebenarnya, proses pemindahan file dan settingan dari cPanel hosting lama ke cPanel hosting baru bisa dibantu juga oleh penyedia hosting. Cuma, usahakan kalau bisa disk space di hosting lama < dari 50% terpakai.

    3. Kalau transfer hosting dari yang berbayar, usahakan sebelum jatuh tempo perpanjangan. Menurut saya yang khawatiran, akan lebih baik kalau seminggu sebelum jatuh tempo kita transfer hosting sudah aman. Sebenarnya prosesnya ga selama itu sih, 2 hari kelar. Tapi namanya juga khawatir. hehehe
    4. Jangan tutup hostingan lama sebelum migrasi hosting selesai karena bisa aja ada settingan yang perlu kita ubah. Penyedia layanan hosting bisa membantu melakukan migrasi data dengan cara kita memberi akses cpanel kita kepada mereka. Nantinya ya mereka yang membantu memigrasikan data.
    5. Kalau mau migrasi sendiri, ya bisa aja, tadi sudah nge-back up kan? Coba saja restore data hasil back-up kita ke blog dan cPanel.
    6. Luangkan waktu dan carilah koneksi internet yang mumpuni, untuk mengecek apakah blog yang sekarang udah oke lagi apa belum

Selamat mencoba, semoga ga salah langkah 🙂

 

 

 

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)