#NulisRandom2017 #Day1

Gadis Gandus, begitulah aku menyebutnya. Ya, aku melihatnya di sebuah desa bernama Gandus. Dia sedang berjalan dengan gamis putih yang mulai terlihat kecoklatan. Kepalanya tertutup jilbab yang senada dengan warna gamisnya. Dengan raut muka yang terlihat bersungut-sungut, ia berjalan tertatih mengejar teman-temannya yang berada jauh di depannya. Keringat terlihat membasahi bagian mukanya. Tas selempangnya tak terkancing dengan benar.

“Tunggu aku dong, jangan cepat-cepat jalannya”, teriak gadis itu kepada teman-temannya.

Bukannya memperlambat langkahnya, teman-temannya dengan pakaian yang seragam dengan gadis itu justru mempercepat jalan sambil tertawa.

Bibir gadis itu semakin mengerucut. Dia mengambil ancang-ancang, mengangkat sedikit gamisnya, lalu berlari melewati teman-temannya.

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)