Nasi Kapau Kedai Pak Ciman Palembang

Bermula dari suami yang melihat postingan Path teman SMA-nya yang sama-sama dari Padang dan kerja di Palembang check in di Restoran Nasi Kapau Kedai Pak Ciman, dan rasa penasaran, akhirnya, hari pertama di tahun 2017 kami makan siang di sana.


Kedai Pak Ciman baru buka kurang lebih 1 bulanan. Berlokasi di Jalan Angkatan 66, persis sebelum pertigaan Pipa Reja. Kalau dari arah Warung Steak perempatan Angkatan 66, Kedai Pak Ciman ada di kanan jalan. Profil Facebook Kedai Pak Ciman ada di sini.

Sebelum mendekati area Kedai Pak Ciman, kami khawatir tidak mendapat parkir. Ternyata ada halaman di seberang restoran tersebut yang memang sengaja dibuat untuk dijadikan lahan parkir. Syukurlah.

Kedai Pak Ciman menawarkan menu 3 kali makan, yaitu Sarapan, Makan Siang, dan Makan Malam. Menu Sarapan adalah Ketupat Sayur khas dengan Gulai Paku (Pakis), Gulai Cubadak (Nangka Muda), dan Gulai Buncis. Makan Siang menawarkan Menu Nasi Kapau, Sop Iga, Bakso, Bebek Goreng, dll. Sementara Makan Malam menawarkan menu Sate Padang Panjang dan Nasi Goreng Kare. Kami datang di jam makan siang, menu yang saya pesan adalah Nasi Kapau Dendeng Batokok dan Teh Talua. Sementara suami pesan Nasi Kapau Baluak  (Belut) Goreng tambah Jariang (Jengkol). Menurut suami yang orang Padang, rasa restoran ini mirip dengan Sari Bundo yang di Bandung. Saya cerita ke teman yang juga keturunan Padang, komentarnya artinya Enak kalo mirip Sari Bundo. Menurut saya sendiri, enak karena dendeng batokoknya dan kurang mantap karena tidak ada gulai otak, menu yang saya suka. Hehehe.


Masuk pertama kali ke restoran ini, kita akan melihat etalase untuk Sate Padang, khas seperti Restoran Sederhana yang menawarkan masakan Padang. Masuk ke area dalamnya ada jejeran baskom bertingkat dengan 2 pegawai yang siap melayani pesanan Nasi Kapau, persis Restoran Sari Bundo di Bandung.

Rupanya, perbedaan antara Nasi Kapau dan Nasi Padang itu ada di letak penyajiannya. Di warung Nasi Padang, menu disusun di piring-piring bertumpuk yang terpajang di etalase dan posisinya berada di atas penjualnya, ketika di warung atau restoran Nasi Padang, umumnya penyajian menu lauknya akan dihidanh di meja berupa aneka piring bermacam lauk. Di warung Nasi Kapau, menu disusun di baskom alumunium (atau besi? Ya sejenis itulah), tidak dipajang di etalase melainkan di meja saja, sehingga berada di bawah atau tidak lebih tinggi dari penjualnya, dan kita memesan menu yang kita mau sehingga Nasi Kapau dan menu pilihan sudah tersaji dalam piring ketika dihidangkan. Saya sih lebih suka yang model begini, lebih ga kalap.

Karena punya anak bayi, salah satu faktor penilaian layak tidaknya sebuah restoran dikunjungi lagi adalah adanya kursi makan bayi, dan Kedai Pak Ciman menawarkan lebih dari sekedar kursi makan bayi, tapi juga area bermain anak (ada perosotannya). Areanya memang kecil dan outdoor, tapi lumayanlah, semoga saja kebersihannya tetap dijaga. Konsep rumah makan ini sepertinya area terbuka, dengan kipas angin saja lumayan terasa sejuk sih (saya kurang perhatikan betul apakah ada AC atau tidak). Yang jelas, ada area dalam rumah makan dengan pilihan tempat duduk empuk, meja dan kursi makan biasa, atau meja kayu panjang yang cocok untuk makan serombongan. Ada juga area sekeliling rumah dengan tutup kain warna warni. Hiasan yang ada di sekeliling rumah adalah burung hias di kandang yang tergantung, layaknya rumah orang yang mengoleksi burung. Ada juga satu burung yang terikat di luar kandang bisa untuk foto-foto. Musholla? Ada. Kamar mandi ada. Wastafel juga ada.


Selain itu, interior berupa papan-papan yang ditulisi kapur berisi daftar menu atau istilah dalam bahasa minang seperti Talua = Telur, Itiak = Itik serta rak dengan bunga-bunga artificial juga menambah indah Kedai Pak Ciman ini.

Harga yang ditawarkan menurut suami sih standar. Kami makan berdua dengan menu yang sudah kami sebutkan tadi, ditambah es teh manis 2 gelas dan air mineral botol kecil, habis 70 ribu rupiah.

Sepertinya, kalau saya dapat previlege untuk ga masak dari suami, dia bakal ngajak saya ke Kedai Pak Ciman buat makan. ?

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)