Menyusui Saat Berpuasa? Amankah ?

Al-Mardawai berkata dalam Al-Inshaf (7/382)

Dimakruhkan berpuasa dalam kondisi seperti ini. Ibnu Aqil menyebutkan, ‘Jika wanita hamil atau menyusui khawatir terhadap kehamilannya dan anaknya saat dia menyusui, maka diharamkan baginya berpuasa, jika tidak khawatir, maka tidak boleh baginya berbuka.’

Sebenarnya, ada beberapa pendapat tentang berpuasa saat hamil dan menyusui. Pada intinya, Islam memberikan kemudahan bagi umatnya, jika tidak mampu berpuasa, wanita boleh mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Namun beragam pendapat bermunculan juga, ada pendapat lain yang menyatakan jika wanita tersebut mampu meng-qadha / mengganti puasanya, maka boleh membayar puasa tersebut.

Saya sendiri, pada saat bulan Ramadhan lalu tidak berpuasa sebanyak 28 hari. Ya, saya sempat berpuasa 2 hari, lalu cek ke dokter kandungan karena janin sudah masuk 37 week, obgyn menyarankan untuk lebih baik tidak berpuasa, demi menjaga air ketuban tetap cukup dan persalinan bisa berjalan lancar. Alhamdulillah persalinan lancar seperti yang saya ceritakan di sini. Pada saat itu, saya pun sudah membayar fidyah. Namun, belakangan sejak Mahira memasuki MPASI dan kebetulan jumlah minum ASI cukup berkurang namun secara mililiter bertambah setiap kali minum dan menyusu, serta stok ASI yang masih cukup untuk beberapa bulan ini, saya berpikir untuk mencoba berpuasa. Alasan lainnya adalah saya harus menyiapkan diri menjelang bulan Ramadhan (mengetes kekuatan saya berpuasa agar tidak kaget), serta tentu saja…………..sedikit menurunkan berat badan menuju kebugaran jasmani.

Setelah membaca berbagai referensi, saya mantapkan diri untuk berpuasa kembali dengan beberapa tips dan trik yang saya lakukan agar kuat berpuasa dan kegiatan menyusu tetap lancar. Berikut cara-cara menyusu tetap lancar saat berpuasa :

  • Makan Sehat Ketika Sahur

Seperti yang pernah saya jelaskan di postingan ini, makan adalah salah satu aktivitas penting bagi ibu menyusui. Saat berpuasa, artinya frekuensi makan berkurang, apalagi frekuensi cemilan di siang atau sore hari, jelas hilang karena berpuasa kurang lebih 13 jam. Oleh karena itu, ada baiknya ketika sahur kebutuhan nutrisi baik ibu dan anak harus dipenuhi. Saya sendiri berusaha untuk makan nasi, sayur, dan lauk ketika sahur. Ya memang nafsu makan ketika sahur tentu tidak selahap biasa dan agak malas. Tapi mengingat makanan kita akan berefek pada ASI ya harus semangat buat masak (walau ala kadarnya atau sekedar menghangatkan makanan) dan makan sahur. Sayur dan buah sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu saat berpuasa, karena mencegah terjadinya konstipasi. Selain itu, dengan mengonsumsi sayur dan buah, rasa lapar dapat ditahan sedikit lebih lama.

 

  • Minum Yang Banyak 

Kandungan utama ASI adalah air, selain itu mineral juga sangat diperlukan oleh tubuh. Kebutuhan air orang dewasa adalah 8 gelas per hari (2 liter) dan ini harus tetap dipenuhi saat berpuasa. Sama seperti kebiasaan saat berpuasa (baik menyusui atau tidak), saya selalu berusaha mencukupi kebutuhan air dalam tubuh. Saat sahur saya bisa menghabiskan air dalam 1 botol 800-1.000 ml. Sisanya saya angsur saat buka puasa sampai waktu sahur tiba kembali.

  • Tambah Booster ASI

Selain makan dan minum yang cukup, saya mencoba menjaga kuantitas dan kualitas ASI dengan menambah makan dan minum jenis makanan yang  menurut saya bisa menjadi booster ASI. Untuk makanan, secara spesifik tidak ada karena sayuran yang dimasak saat sahur atau berbuka puasa termasuk yang bisa meningkatkan produksi ASI yaitu bayam, katuk, brokoli. Untuk minuman saya mencoba ASI Booster Tea.

ASI Booster Tea adalah minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI. Selain bermanfaat untuk melancarkan ASI, ASI Booster Tea yang mengandung bahan alami (herbal) seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda, juga memiliki cita rasa yang unik. Cara pembuatannya pun cukup mudah bisa langsung diminum biasa, bisa ditambah gula, madu, krimer, bisa juga dibuat campuran minuman kesayangan dengan dicampur jus, susu, dibuat milkshake.

  • Istirahat yang Cukup           

Untuk menjaga stamina dan produksi ASI selama berpuasa sambil menyusui, saya memohon ijin kepada anak dan nenek pengasuh untuk istirahat siang. Agar kualitas waktu bersama anak tetap dapat, tentu saja saya beristirahat sambil menyusui dengan posisi berbaring. Ini sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Anak dapat ASI, saya dapat tidur. Oh ya, catatan saat menyusui saat berpuasa adalah keluarkan susu sedikit (pencet sedikit payudara). Menurut nenek pengasuh Mahira sih, karena saya tidak makan apapun harus ada yang dikeluarkan karena itu

 

Beruntungnya saya, setelah melakukan berbagai cara di atas, puasa dan kegiatan menyusui saya berjalan lancar. Namun, jika mengalami dehidrasi, lesu, akan pingsan, atau merasa sakit, ada baiknya hentikan dahulu kegiatan berpuasa. Ingat, anak juga menjadi pertimbangan kita, kebutuhan mereka juga harus tetap kita penuhi bukan?

Selamat menuju bulan ramadhan yang masih 2 bulanan lagi. Semoga ibadah kita lancar semua.

 

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)