Menjaga Kepercayaan Diri

Dalam perjalanan kehidupan seseorang, pasti ada suatu masa di saat kita merasa terpuruk atau kehilangan kepercayaan pada diri. Hal itu pun terjadi dalam hidup saya. Kadang kepercayaan diri itu bisa timbul di saat sedang berjaya dan merasa sukses, lalu hilang begitu saja ketika cobaan datang menyerang.

Kepingan-kepingan perjalanan hidup dalam setahun terakhir ini membuat saya merasa lebih percaya diri di kehidupan baik dalam karir maupun keluarga. Berkaca dari perjalanan hidup saya, saya berkesimpulan bahwa bersyukur merupakan langkah awal untuk mendapatkan kepercayaan diri. Kenapa bersyukur? Karena bersyukur menjadi salah satu tanda kita menikmati hidup ini, dan dengan kita menikmati hidup kita bisa yakin dalam menjalani segala sesuatu yang terjadi dengan demikian timbullah rasa percaya diri.

Saya mencoba mencari tahu tingkat kepercayaan diri saya dengan mengisi kuis kepribadian di sini dan ternyata hasilnya adalah seperti ini :

serioxlyTerkadang, saya melakukan sesuatu karena saya yakin hal tersebut benar,walau orang lain kadang tidak berkata demikian. Hal ini saya rasakan sekali sejak menjadi seorang ibu. Banyak sekarang ibu-ibu yang saling serang baik di kehidupan nyata maupun media sosial, baik tentang ASI, MPASI, ibu bekerja vs ibu di rumah, popok kain vs clodi vs pospak, dan sebagainya. Rasanya hal tersebut tidak penting untuk diperdebatkan. Sejak menjadi ibu, saya merasa semakin meningkat keyakinan saya untuk melakukan sesuatu karena kondisi yang saya jalani tentu berbeda dengan kondisi orang lain. Saya memilih tetap bekerja, memberikan ASI dalam dot, menyimpan ASI di freezer dengan kantung plastik (free BPA tentunya), memilih popok kain sampai 5 bulan ini, tentu ada alasannya. Memang, orang lain boleh berpendapat, tapi kan saya yang menjalani, kalau saya percaya kita mampu, tentu saya sudah mengetahui positif dan negatif dari apa yang saya pilih dan bersedia dengan konsekuensinya.

Berdasarkan hal itu, saya merasa kepercayaan diri membantu saya dalam menghadapi tantangan dengan relatif mudah dan nyaman. Perlu doa dan keteguhan hati agar kepercayaan diri tetap terjaga. Dengan iringan doa untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan serta selalu semangat, saya memandang hidup ini dengan positif dan penuh energi.

Pun demikian dengan kehidupan di tempat kerja. Saya sempat merasa ‘terjebak’ dalam karir saya, seolah berada di unit kerja dan perusahaan yang salah pada awal masuk kerja. Lalu, perlahan sejak 2 tahun lalu saya mencoba lebih ikhlas dan bersyukur atas apa yang diberikan dengan tetap coba memandang hal-hal di sekitarnya dengan positif serta mengerjakan tugas yang diberikan dengan penuh energi. Ternyata, ada efeknya. Saya dipindah ke unit kerja lain yang menurut saya lebih menyenangkan dari sisi passion dan lingkungan kerja. Kepercayaan diri saya pun meningkat kembali dan saya harus yakin saya mampu untuk melakukan hal-hal baru.

Di unit kerja baru, ternyata ada hal-hal yang saya kira mudah dijalani ternyata tidak pada saat dihadapi. Perubahan lingkungan memberikan efek adanya hal-hal yang rasanya mudah menjadi sulit. Tapi, saya mencoba tetap melakukan hal-hal tersebut dengan tidak putus asa dan konsisten berfikir positif saat hal sulit datang menghadang. Kembali ke persoalan percaya diri, dalam memberikan pengaruh ke orang lain, saya rasa kepercayaan terhadap hal yang kita yakini benar, selama kita mampu menjelaskan dan selalu meyakininya, kita bisa memberikan pengaruh ke orang lain bahwa hal tersebut benar adanya. Ini sering saya alami kalau menjelaskan sesuatu ke atasan yang kadang ‘kekeuh’ sama pendapatnya. Saya pernah berbeda pendapat dengan atasan saya tentang suatu hal, padahal rekan se-unit kerja sama yakinnya dengan saya. Akhirnya saya mencoba membuktikan kepada atasan tentang hal yang kami yakini benar adanya.

Terakhir, baru-baru ini saya mendapatkan pelatihan Self Empowerment di mana pada pelatihan itu peserta diajarkan untuk pro-aktif, berpikir positif, lalu reaktif sehingga menjadi semakin berdaya atau punya power; Di akhir pelatihan kami diminta untuk menuliskan goal yang ingin dicapai dalam 5 tahun ke depan. Goal saya dalam 5 tahun ke depan salah satunya adalah menjadi seseorang yang memiliki perpustakaan dan rumah bermain untuk anak-anak.

 

Post ini diikutsertakan dalam Blog Competition Serioxyl X IHB. Semoga saya menang ya 🙂

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)