Mendengar Album Band Indie Palembang, Archie – Head To Heart

Tweet salah seorang Palembang-ers yang saya ikuti @jonydaynazar yang beberapa kali menyebut @ArchiePalembang membuat saya tertarik. Dari timeline path dan twitternya (yang saya follow), @jonydaynazar termasuk penikmat musik indie dan cukup sering menyaksikan acara musik yang ada di Palembang, sehingga saya lumayan ‘percaya’ bahwa Archie bisa memberikan kenyamanan di telinga saya. 
Saya belum pernah menonton Archie secara langsung, padahal katanya sering manggung di sini. Rasanya baru setelah menikah dan langsung hamil kayaknya acara musik di Palembang semakin menjamur. Sebelumnya? Termasuk jarang-jarang sering, jarang-jarang yang free di area terbuka gratis, seringnya di klub. Mungkin semakin menjanjikannya Palembang, semakin banyak sponsor yang mengundang musisi untuk tampil di sini yang seringnya acara musik bersponsor rokok (yang mana kayaknya bakal risih sendiri karena saya berhijab rasanya sudah ga pantas datang ke acara seperti itu) apalagi umumnya penuh dengan lelaki. Sementara itu mantan pacar (yang sekarang status suami), seringnya ada di pabrik buat perbaikan ini itu, dan bukan penikmat musik indie. Nonton sendiri? Duh kok ya males. Alhasil, ya makin jaranglah saya nonton live musik. 

Saya coba mendengarkan Archie di SoundCloud Rimauan Music, dengan judul lagu After The Rain (dan ternyata di Apple Music sudah ada). Menurut saya, sekilas seperti mendengar musik Mocca di telinga saya. Dari mana nya? Mungkin dari nada yang catchy dan adanya suara-suara dari drum atau perkusi lainnya yang simpel, santai rasanya saat alat musik itu dimainkan (dalam bayangan saya). Sekilas ada juga alat musik tiup yang dimainkan, mungkin kazoo yang dimainkan oleh vokalisnya, yang jelas agak berbeda dengan suara flute-nya Arina Mocca. After the rain, menurut saya cukup menyenangkan dan menenangkan. Liriknya simpel dan cukup gampang dihapal. Padahal lagu ini lagu sedih (dari penalaran saya sih tentang seseorang yang ditinggalkan lalu merindu), tapi disampaikan dengan ‘cukup’ riang.

Beli album CD musik indie ini di Omuniuum Bandung, sekaligus saat membeli CD Live Konser Kita Sama-Sama Suka Hujan. Awalnya sih biar ga rugi di ongkir dari Bandung, mosok cuma beli 1 CD, akhirnya beli juga album Archie karena alasan saya yang penasaran dengan musisi lokal dari kota yang saya tinggali sekarang dan Gerald Situmorang (akan ditulis kemudian, insyaAllah). 

Saya suka warna, konsep dan ilustrasi dari album Archie ini. Cerah, simpel, dan menarik. Oh ya, ada kutipang “Semoga kepala setenang hati, Semoga hati menenangkan kepala” – SALAM-. Saya suka kata-kata tersebut, hati dan kepala harus bekerja sama dengan baik ya agar hal-hal yang kita gelisahkan bisa diselesaikan dengan tenang. Pantas saja judul albumnya Head to Heart. 


Pertama mendengarkan, ‘Intro – Kazoo’ dan intro dari lagu kedua ‘Serius’, awalnya saya kira kualitas rekamannya jelek nih, soalnya ada suara gemresek ga bersih. Tapi, memasuki lagu kedua, terdengar riang suara Sari sang vokalis. Rasanya di lagu itu ada suara tepukan tangan (atau mungkin perkusi yang saya ga tau apa), yang menambah semarak riang lagunya. Album ini berisi 9 lagu (tidak termasuk Intro – Kazoo), bernuansa riang, dan bisa bikin badan goyang-goyang ringan mendengar musiknya. Goyang ringan? Iya goyangnya sedikit aja, kayak goyangin kaki tepuk kaki tepuk tangan santai kepala maju mundur sambil duduk , bukan lompat jumpalitan macam denger musik EDM. Musiknya juga gampang diikutin buat siul-siul atau bersenandung. Liriknya simpel-simpel gampang diikutin dan dihapalin.

Lagu ‘Serius’, cukup oke buat ‘nodong’ pasangan kalau sekarang sering di-PHP-in. Hahaha. Bisa jadi lagu #kode kalo pengen minta diseriusin (catatan : harus udah siap juga ya buat serius ?). Lagu ‘Hey Darling!’ , ‘Honey’ , ‘Aku, Kamu,dan Lagu’ adalah sebuah ungkapan harapan dan doa untuk seseorang yang kita sayang . Awalnya saya kira ini lagu Hey Darling tentang curiga ke pasangan ? dan rasanya Aku, Kamu, dan Lagu sepertinya kiriman lagu untuk mantan (yang masih dipikirin). ‘Aku Lucu’ menjadi track dengan nuansa berbeda dari biasanya lagu sebelum bernada-nada riang menjadi nada sedikit sendu agak gelisah, persis seperti seseorang yang malu-malu menatap gebetan. ‘Fooling Around’ mengembalikan mood ke area goyang santai lagi walau tidak se-kencang track ke-2 sampai ke-5 di album ini. Track ke-9, ‘Pikir Lagi’ memunculkan suara personil laki-laki dari Archie (yang entah siapa karena saya belum kenalan atau nonton langsung mereka main lagu ini). Lagu terakhir, Rabun Senja lebih terasa tenang dibanding 8 lagu sebelumnya, apalagi dominasi alat musik yang terdengar adalah piano. Tepat sekali rasanya kalau lagu itu menjadi penutup manis di album ini. Sekilas musik di lagu Rabun Senja mirip dengan Intro – Kazoo. 

Saya tidak menyesal membeli album ini karena memang masuk jenis musik yang bisa saya terima dan saya senangi. Lagu favorit saya sampai saat ini masih After The Rain diikuti oleh Rabun Senja. Belum tau nanti kalau saya coba me-repeat masing-masing satu lagu sebanyak 5 kali, mungkin bisa berubah. Oh iya, di Apple Music juga sudah ada lagu Serius dan After The Rain. Untuk lagu ‘Serius’ juga ada di iTunes kalau mau membeli harganya 5 ribu rupiah.

Perlu dicatat, saya mendengarkan musik amat beragam tapi tentu tidak menjadikan saya ahli, apalagi menurut teman-teman saya, saya sangat buta nada, yang lebih sering menghancurkan sesi karaoke bersama. Saya ga bisa main alat musik, tapi tahu sedikit lah nama alat musik yang umum seperti gitar, bass, drum, keyboard, piano 🙂 Interpretasi saya terhadap lirik di album ini juga dari ‘sekilas’ pendengaran sepanjang setengah hari di kantor sambil kerja, jadi bisa saja salah menangkap maksud dari lagunya. Hehehe. 

Trus buat apa nulis? Karena saya suka aja 🙂

Written by

1 comment / Add your comment below

  1. I must say you have very interesting articles here.
    Your blog can go viral. You need initial traffic only. How
    to get it? Search for: Etorofer’s strategies

Silahkan meninggalkan komentar :)