Asyiknya Bermain Bersama Anak di Hugo City Palembang

Menjelang usia Mahira yang telah lewat 1.5 tahun, aku merasa Mahira sudah semakin cerewet dan hapal terhadap hal-hal tertentu. Sebenarnya yang lebih dia kenal ya hal-hal yang memang selalu ada di kesehariannya seperti kegiatan masak, pak satpam, pak polisi, suara mobil wiu-wiu (ambulance dan mobil polisi), dan banyak lagi. Jadinya makin seneng deh kalau ngajak dia main dan ngobrol.

Kata banyak orang, rumput tetangga selalu hijau. Hihihi, aku kadang juga merasa kayak gitu. Kadang suka sirik sama temen-temen yang tinggal di Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang udah ada Kidzoona. Jadi, Kidzoona itu semacam taman bermain (playground) tapi sekaligus juga bisa buat belajar anak. Isi di dalamnya juga gak cuma playground kayak softplay (main bola, perosotan, lompat-lompatan), tapi juga ada semacam kota-kotaan dan ada bagian menyerupai minimarket, kantorpolisi, dll. Kidzoona ini sudah banyak cabang juga di beberapa negara.

Sirik deh di Palembang gak ada begituan, pikirku saat Mahira masih sekitar 1 tahunan dan melihat teman-teman meet-up di Kidzoona trus anaknya kayak seneng gitu. Sambil sirik aku ngarep-ngarep dan berdoa semoga Kidzoona bakal ada di Palembang.

Dan akhirnya, di akhir tahun 2017 kemarin, aku dapat info dari instagram bahwa di Palembang ada buka playground baru dan kalau dilihat-lihat sedikit mirip sama Kidzoona. Nama playground ini adalah Hugo City dan terletak di lantai 3 OPI Mall. OPI Mall ini sayangnya jauh dari rumah, jadi ya baru sekitar akhir Januari kami mampir untuk mencoba bermain di Hugo City.

Hugo City merupakan arena permainan indoor yang menyerupai sebuah kota. Yaiyalah ya, namanya aja Hugo City. Jadi anggap saja nama kotanya adalah Hugo. Kota Hugo terdiri dari 19 zona pelayanan mulai dari Artsy Crafty, Golf, Bakery, Beauty Salon, Hugo Police Departement, Candy Shop, Camp Hugo, Soft Play, Hugo Bank, Center Stage, Hospital, Zoo, Playground Area, Fire Station, Supermarket, Hugo Gym, Sand & Playdoh, Flower & Bookshop, serta Construction Zone.

Yang menurutku cukup berbeda di Hugo City selain dibuat menyerupai kota, jam operasional Hugo City juga dibatasi. Untuk Senin sampai Jumat, Hugo City dibuka 2 sesi yaitu jam 10.00 s/d 14.00 dan jam 15.00 s/d 20.00. Sementara itu di hari Sabtu, Minggu, dan hari Libur Nasional, Hugo City dibuka dalam 4 sesi dengan waktu lebih pendek-pendek, yaitu jam 10.00 s/d 12.00, jam 12.30 s/d 14.30, jam 15.00 s/d 17.00, dan jam 17.30 s/d 21.00. Waktu kosong di sela-sela jam operasional itu akan digunakan petugas Hugo City untuk merapikan lagi kota Hugo sehingga nyaman kembali untuk digunakan bermain.

Namanya main ke playground, anak-anak pasti senang bukan main. Mahira begitu liat udah mau main ‘slonong girl‘ alias langsung nyoba lari masuk. Perlu dicatat, biasanya indoor playground ini mensyaratkan anak maupun pendamping wajib memakai kaos kaki. Playground biasanya menyediakan loker khusus untuk sepatu anak-anak dan bagusnya di Hugo City ini lokernya juga terkunci, jadi terasa aman juga. Oh iya, kalau pendamping atau anak gak bawa kaos kaki, saat registrasi (dan pembayaran) di awal akan ditawarkan kok.

Begitu kita sampai di gerbang Hugo City, kita akan diminta melakukan pembayaran terlebih dahulu. Untuk anak di bawah 1 tahun masih GRATIS, anak 1-2 tahun tiketnya 20.000 (Senin-Jumat) dan 30.000 (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur), anak >2 tahun tiketnya 40.000 (Senin-Jumat) dan 50.000 (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur), sementara pendamping tiketnya 20.000 (Senin-Jumat) dan 25.000 (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur). Ketika kami sekeluarga main di Hugo City di hari Sabtu, modal kami masuk ke sini adalahΒ  100.000 rupiah. Cukup murah dibanding playground lainnya di Palembang. Oh iya, kami gak tau harga kaos kaki berapa di sini, soalnya Mahira dan saya memang pakai kaos kaki kalau pergi, sementara itu saya juga emang bekel kaos kaki di tas jaga-jaga kalau suami ngajak ke playground. Tapi di playground lain biasa dijual sekitar 15.000 rupiah.

Setelah membayar di awal, menyimpan sepatu, kita akan diberikan gelang tanda masuk. Mahira pun mulai lari-lari di kota Hugo ini. Dia melewati zona Artsy Craftyyang berisi zona untuk belajar mewarnai dan menuju Golf. Area Golf ini mirip lapangan golf mini lengkap dengan stik golf plastik dan bolanya. Nyoba sebentar, eh dia lari lagi menuju Bakery. Selain dilengkapi dengan kompor-komporan layaknya area untuk memasak, ada juga loh semacam seragam yang bisa dicoba biar anak merasa dirinya chef beneran. Puas masak sebentar (kebetulan anak ini emang rasanya masih agak bosenan sih), dia nyoba masuk Beauty Salon. Dicobain didudukin di kursi salon, niatnya kan ya biar kapan-kapan gitu diajakin nyalon bareng, eh taunya anaknya minta turun, lari lagi dia. Yah gagal deh usaha emak ngajak anak nyalon.

Masuk ke kantor polisi, ada semacam penjara-penjaraannya gitu, eh dia takut kali ya. Ngajak keluar lagi dan akhirnya nyasar ke Camp Hugo. Beruntung candy shop dilewatin, gak minta jajan yang manis-manis. Hehehe. Nah, di Camp Hugo ini menurutku oke, cukup luas ada beberapa tenda-tendaan gitu. Jadi kalau orang tua suka outdoor dan pengen ngenalin anak sama ritual camping, masak-masak di gunung, bisa latihan dulu. Trus anaknya betah di tenda dong. Yak, mari kita ajukan camping asik ke ayahmu nak!

Muter-muter di dalam Camp Hugo sebentar, eh mata anaknya ngeliat ada ada playground area yang isinya perosotan gitu. Wah langsung deh dia manjat-manjat dan minta main. Agak khawatir sedikit sih karena perosotan ini rasanya lebih ke anak yang umurnya lewat 2 taun dan badannya lebih gede. Tapi ternyata anaknya asyik-asyik aja. Sempat jatoh dan nangis dikit, akhirnya Mahira kami amankan dulu di area Hospital. Ceritanya diobatin dulu gitu. Terus dia nyobain naik mobil-mobilan di dekat Fire Station dan melihat ada mandi bola di zona Soft Play. Jadilah dia mandi bola dulu. Kelar mandi bola dia nyoba lagi main di Playground sampai sesi berakhir.

Menurutku, Hugo City ini cocok untuk mengenalkan anak-anak dengan berbagai profesi yang umum ditemui di sebuah kota. Selain itu, anak pun bisa bermain peran (role play) sesuai dengan profesi yang ingin dikenalnya. Role play tentunya memiliki banyak manfaat sepeti melatih komunikasi maupun kemampuan anak memecahkan masalah. Untuk role play ini, sepertinya kemarin belum banyak sih, cuma bisa waktu Mahira main di bakery sok-sokan masak dia, terus ceritanya kuminta yang dia masak, eh dibilang nanti. Heleh.

Sebuah tips penting saat mau main di Hugo City adalah datanglah di jam ketika setiap sesi dibuka. Kemarin kami datang sekitar pukul 11.15 sementara jam 12.00 sesi tersebut ditutup, jadi waktu mainnya kurang maksimal. Beberapa zona belum sempat dimasuki. Oh ya harga tiket di Hugo City juga per sesi. Jadi sayang kan kalau mainnya cuma sebentar aja menjelang sesi istirahat.

Sekarang aku gak sirik juga karena udah ada yang mirip Kidzoona di Palembang. Hehehe. Jadi pengen ke Hugo City lagi deh.

Haiiiii, terima kasih ya telah berkunjung....Aku senang sekali kalau teman-teman mau meninggalkan jejak berupa komentar :)

  1. Wah bagus niih tempatnya. Dari fotonya Hugo City juga bagus kogh. Tempatnya mirip-mirip sih mbak sama Kidzooona πŸ™‚
    Main dimana aja yang penting Mama juga ikut main ya hehe

  2. Ada kidzania, kidzoonia, dan hugo… yang pasti semua nya tempat bermain khusus anak yang memang harus ada di setiap kota. Tapi sayang nya pakai sesi sesi an gitu

  3. Dulu sewaktu tinggal di Medan aku juga gitu mbak suka ngiri sama teman-teman di Jakarta yang fasilitasnya lebih lengkap hehe..tapi sekarang perlahan-lahan mulai dibangun juga fasilitas seperti hugo ini di kota ku cuma lupa apa namanya.

  4. “Slonong girl” … hahhaa…
    Aku kenalnya slonong boy, meskipun bayinya perempuan.
    Hihiii…

    Tapi bener yaa…
    Anak itu unik.

    Dan keunikan itubisa diobserv saat sedang bermain (( seperti ini contohnya ))
    Tipe anaknya pemberani yaa, mba… dan suka mencoba hal yang baru.