Faridilla Ainun_NHW#5

Nice Homework #5

Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #3

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (LEARNING HOW TO LEARN) 

Kali ini kita akan mempelajari tentang “Learning How To Learn” dengan membuat Design Pembelajaran ala kita sendiri. Nah, untuk mengingatnya, jurusan ilmu yang ingin saya pelajari adalah Ilmu Cinta Buku.

Saya mencoba melihat dan mencontoh Desain Pembelajaran ala Dick & Carrey (artikel sumber) sebagai acuan untuk membuat desain pembelajaran ala saya.

Adapun komponen sekaligus merupakan langkah-langkah utama dari sistem pembelajaran yang dikemukakan oleh Dick and Carey, saya turunkan berdasarkan Jurusan Ilmu Cinta Buku menjadi seperti berikut :
1. Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran/Instructional Goal
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menerapkan model desain sistem pembelajaran ini adalah menentukan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh pemberlajar setelah menempuh program pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut, tujuan pembelajaran saya adalah agar Saya dan Anak mencintai buku dan rajin membaca buku. Dengan membaca buku, saya harap saya dan anak memiliki kemampuan menulis dan bercerita. Serta keinginan yang tinggi untuk mencari ilmu lainnya.
2. Melakukan Analisis Instruksional.
Setelah melakukan identifikasi tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis instruksional, yaitu sebuah prosedur yang digunakan untuk menentukan keterampillan dan pengetahuan relevan dan diperlukan oleh siswa untuk mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran.
Dalam melakukan analisis instruksional, beberapa langkah diperlukakan untuk mengidentifikasi kompetensi, berupa pengetahuan (cognitive), keterampilan (psychomotor), dan sikap (attitudes) yang perlu dimiliki oleh pembelajar setelah mengikuti proses pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut saya coba membuat analisis intruksional sebagai berikut :
  1. Pengajar membacakan buku untuk anak
  2. Pengajar mengajarkan cara membuka buku
  3. Pengajar mengajarkan cara perawatan buku
  4. Pengajar mengajarkan cara membaca buku
  5. Pengajar menjelaskan perbedaan buku fiksi dan non fiksi
  6. Pengajar menjelaskan cara menulis dan menceritakan isi buku kembali
  7. Pembelajar dan pengajar memilih buku yang akan dibaca
  8. Pembelajar dan pengajar menentukan target membaca buku dalam tempo waktu tertentu
  9. Pembelajar dan pengajar berlatih membaca huruf, alphabet, dan buku
  10. Pembelajar dan pengajar mempraktekan isi buku (jika ada)
  11. Pembelajar dan pengajar menceritakan / menuliskan kembali isi buku secara singkat
  12. Pembelajar dan pengajar merapikan buku dan menyusun buku dengan baik.
Catatan : ketika saya sendiri saya bertindak sebagai pembelajar, ketika saya bersama anak saya berlaku sebagai pengajar.
3. Menganalisis Karakteristik Pembelajar dan Konteks Pembelajaran.
Selain melakukan analisis tujuan pembelajaran, hal penting yang perlu dilakukan dalam menerapkan model ini adalah analisis terhadap karakteristik pembelajar dan konteks pembelajaran.
Karakterisitik saya sebagai pembelajar adalah sering lupa dan kurang konsisten, sehingga, saya memilih gaya belajar dengan disertai target. Sikap saya terhadap aktivitas belajar adalah menyenangi hal-hal tertentu dan sulit memahami hal baru atau hal yang tidak saya suka. Dengan begitu, saya perlu menerapkan strategi konsisten untuk tidak konsisten, maksudnya adalah melakukan selang seling dalam turunan bidang ilmu, namun konsisten untuk meningkatkan kemampuan saya harap dengan begitu saya akan mampu memahami hal baru dan lebih menyenangi hal yang saya suka. Untuk hal yang saya suka, saya harus meningkatkan kompetensi saya.
Karakteristik anak sebagai pembelajar belum dapat saya jabarkan, namun dari aktivitas 8 bulan ini, saya mencoba menjadikan buku sebagai bagian dari kegiatan sensori seperti membuka buku sendiri, membacakan sambill menunjuk gambar, dan menjadikan buku sebagai ‘pancingan’ agar dia bergerak (tepuk tangan, merangkak, mencoba menggapai, dll).
4. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus.
Berdasarkan hasil analisis instruksional, seorang perancang desain sistem pembelajaran perlu mengembangkan kompotensi atau tujuan pembelajaran spesifik (Instructional Objectives) yang perlu dikuasi oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang bersifat umum. (Instructional Goal).
Dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang bersifat spesifik, ada beberapa hal yang perlu mendaptkan perhatian , saya coba spesifikkan menjadi  :
• Menentukan pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh pembelajar setelah menempuh proses pembelajaran : Kemampuan Bercerita (Story Telling) dan Menulis Review / Resensi
• Kondisi yang diperlukan agar pembelajar dapat melakukan unjuk kemampuan dari pengetahuan yang telah dipelajari : Berada dalam Komunitas yang sama (sama umur, sama kegemaran) dan Keterlibatan lingkungan untuk mendengarkan cerita anak dan memberikan feedback terhadap hasil tulisan atau cerita anak.
• Indikator atau kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan pembelajar dalam menempuh proses pembelajaran : Keberanian anak untuk tampil (baik di dalam keluarga atau cakupan yang lebih luas lagi)
5. Mengembangkan instrumen penilaian.
Berdasarkan tujuan atau kompetensi khusus yang telah dirumuskan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan alat atau instrumen penilaian yang mampu mengukur pencapaian hasil belajar siswa.
Istrumen penilaian yang akan saya kembangkan adalah ceklist dari Analisis Instruksional sebagai berikut :
  1. Pembelajar mampu membolak balik buku sendiri
  2. Pembelajar mampu memilih buku yang akan dibaca
  3. Pembelajar mampu menceritakan isi buku
  4. Pembelajar mampu menuliskan resensi / review isi buku
  5. Pembelajar mampu mempraktekan isi buku
  6. Pembelajar mampu melakukan perawatan buku.
6. Mengembangkan strategi Pembelajaran.
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya, perancang program pembelajaran dapat menentukan strategi yang akan digunakan agar program pembelajaran yang dirancang dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Strategi yang digunakan disebut dengan istilah strategi pembelajaran atau instructional strategy. Bentuk – bentuk strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan aktivitas pembelajaran yaitu :
  • Aktivitas pra-pembelajaran
    • Pengajar mengajak berdoa bersama pembelajar
    • Pengajar dan Pembelajar mengatur posisi nyaman untuk belajar
    • Pengajar menyampaikan sekilas materi (sinopsis buku)
  • Penyajian materi pembelajaran
    • Pengajar membacakan isi materi (buku)
    • Pengajar menyampaikan maksud dari materi (kesimpulan buku)
  • Aktivitas tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran
    • Pembelajar dapat membaca kembali buku
    • Pembelajar dapat menulis ringkasan buku dari sudut pandangnya
    • Pembelajar menceritakan isi buku kembali di pertemuan berikutnya.
7. Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar.
Pada tahap ini, perancangan program pembelajaran dapat menerapkan strategi pembelajaran yang telah dirancang dalam tahap selanjutnya kedalam bahan ajar yang akan digunakan. Istilah bahan ajar sama dengan media pembelajaran, yaitu sesuatu yang dapat membawa informasi dan pesan dari sumber belajar kepada pembelajar.
Jenis bahan ajar yang saya butuhkan tentunya adalah buku, buku ceita anak, buku islami anak, buku novel fiksi, buku non fiksi. Bahan ajar lainnya akan tergantung arahan dalam buku ajar jika ada petunjuk praktek.
Bahan ajar lainnya adalah boneka binatang, wayang orang, dan alat tulis serta komputer jika anak sudah mampu mengoperasikan untuk kegiatan menulis.
8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi formatif.
Setelah draf atau rancangan program pembelajaran selesai dikembangkan, langkah selanjutnya adalah merancang dan melaksanakan evaluasi formatif. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengumpulkan data yang terkait dengan kekuatan dan kelemahan program pembelajaran. Hasli dari proses evaluasi formatif dapat digunakan sebagai masukan atau input untuk memperbaiki draf program. Evaluasi formatif yang akan saya pilih adalah Evaluasi perorangan saja, yang  dilakukan melalui kontak langsung dengan satu atau tiga orang calon pengguna program untuk memperoleh masukan tentang ketercernaan dan daya tarik program.
9. Melakukan Revisi terhadap Program Pembelajaran.
Langkah akhir dari proses desain dan pengembangan dalam melakukan revisi terhadap draf program pembelajaran berdasarkan data dari hasil evaluasi formatif.
10. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Sumatif.
 Evaluasi sumatif dilakukan setelah program selesai dievaluasi secara formatif dan direvisi sesuai dengan standar yang digunakan oleh perancang program. Evaluasi ini akan saya lakukan setelah program belajar selesai dilaksanakan

 

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)