Ditolak Donor Darah? Jangan Marah Dulu Dong….

Iseng ngebaca pesan di grup chatting Whatsapp, ternyata ada anggota grup yang cerita ketemu orang yang (menurutnya) songong di Palang Merah Indonesia (PMI). Inti ceritanya sih ada orang yang ditolak donor di PMI lalu marah-marah dan malah ngomongin PMI di telepon.

Saya jadi keingetan sih, selama ini baru sekali lolos untuk donor darah. Padahal niat dan keberanian udah ada banget. Ya kan ada ya orang yang sedikit ngeri sama jarum suntik jadi lebih baik menghindar untuk donor darah. Kebetulan saya belum mengalami trauma apapun sih, jadi ya masih oke-oke meringis dikit pas disuntik tapi abis itu ya biasa lagi.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

 

Kenapa sih pengen banget donor?

Source : Pixabay.com

Yang saya tahu, dengan mendonorkan darah secara rutin, sel darah bisa mengalami regenerasi lebih cepat, badan jadi lebih sehat. Lalu, mendonor juga salah satu cara berbagi. Berbagi yang paling murah selain senyum ya darah menurut saya. Nambah pahala lah. Terakhir, saya pernah dengar dari teman, kalau kita punya kartu sebagai pendonor, biasanya kita akan mendapat kemudahan jika kita butuh donor darah juga. Yang ini kurang paham juga, tapi ya doanya sih selalu sehat aja, jangan sampai saya butuh darah dari orang. Kalau bisa memberi terus 🙂 Tapi ternyata belum bisa.

Ke mana kalau mau donor darah?

Kita tinggal dateng ke Unit Transfusi Darah di kota kita. Kalau di Palembang ada di Jalan Srijaya Km.5, daerah Museum Balaputera Dewa.


Kadang ada juga event tertentu dari komunitas atau organisasi yang bekerja sama dengan PMI untuk program donor darah. Kalau di kantor saya, rasanya setiap 3 atau 4 bulan sekali ada Bulan K3, jadi ada acara donor darah terus.

Bagaimana prosedur Donor Darah ?

Kalau kita mau mendonor, kita bisa datang ke lokasi, lalu melakukan langkah-langkah berikut :

  • Mengambil formulir pendaftaran donor
  • Mengisi dan menandatangani formulir donor yang berisi tentang pertanyaan riwayat medis dan identitas donor
  • Melakukan pemeriksaan pendahuluan (penimbangan berat badan, pemeriksaan Hb, dan golongan darah)
  • Melakukan pemeriksaan dokter (wawancara dan pemeriksaan tekanan darah)
  • Pengambilan darah dan sampel darah
  • Pengambilan kartu donor
  • Istirahat & menikmati makanan pengganti

Orang yang bagaimana yang boleh mendonor?

Syarat-syarat menjadi pendonor adalah :

  • Berusia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Suhu tubuh normal (36,6 – 37,5 derajat Celcius)
  • Tekanan darah baik (sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg)
  • Denyut nadi teratur (sekitar 50-100 kali/menit)
  • Hemoglobin (perempuan minimal 12 gram, sedangkan laki-laki minimal 12,5 gram)
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan
Source : Pixabay.com

Nah, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (misal : tertular penyakit), ada juga orang yang tidak diperkenankan donor, seperti :

  • Pernah menderita hepatitis B atau hepatitis C atau dalam 6 bulan terakhir kontak dengan penderita hepatitis.
  • Mengidap tuberkulosis, sifilis, epilepsi, dan sering kejang, penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik), penyakit darah (defisiensi G6PD, talasemia, atau polisitemia vera)
  • Ketergantungan obat atau alkohol yang akut atau kronis.
  • Dalam setahun terakhir pernah menjalani operasi besar maupun operasi kecil.
  • Baru menjalani injeksi tahap akhir imunisasi rabies terapeutik atau menjalani transplantasi kulit
  • Dua minggu terakhir menjalani vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid, polio, influenza, kolera, atau tetanus difteri
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang
  • Sedang hamil, sedang menyusui, atau baru saja melahirkan.
  • Dalam 3 hari, baru menjalani operasi gigi
  • Penderita atau termasuk orang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Terus kenapa saya bisa ditolak donor terus?

Kalau dulu sih, saya termasuk ditolak donor karena tekanan darah rendah terus. Giliran tekanan darah normal, hemoglobin saya yang rendah. Katanya sih, takut abis donor malah lemes trus pusing, jadi ga boleh maksain. Cuma sekali pernah lolos tuh, setelah itu wah ga pernah bisa donor lagi. Misal ada yang butuh darah, saya sih biasanya bilang, saya mau sih ngedonor, tapi ga janji lolos di PMI-nya soalnya suka kepentok urusan HB sama tekanan darah. Padahal sih ngerasanya ya, abis donor masih seger-seger aja, abis itu dapat makan pula, jadi kuat lagi.

Nah posisi sekarang, saya adalah orang yang tidak diperkenankan donor karena sedang menyusui. Darah dari ibu yang baru melahirkan atau sedang menyusui dibutuhkan untuk pemulihan ibu serta pertumbuhan bayi. Kalau ngecek kondisi tubuh sih, tekanan darah seaya yang sekarang seringnya 110/70 (dulu 90/60). Tapi karena menyusui, yaudah deh ga lolos 🙂


Source : Pixabay.com

Kadang kala, ada kejadian kerabat yang butuh darah, jadi kita dengan ikhlas bersedia jadi pendonor. Eh ternyata kita ditolak, ya jangan marah-marah. Saya yakin petugas PMI bertindak sesuai prosedur dan aturan dibuat agar tidak ada yang dirugikan juga. Maksudnya kalo misal tekanan darah rendah, trus maksa donor, trus tahu-tahu lemes dan pusing gimana?

Berbagi itu memang indah, salah satu caranya bisa dengan menjadi pendonor darah. Kalau memang kita tidak diberi kemampuan mendonor, semoga rezeki kita lancar dan kita bisa berbagi hal lainnya 🙂

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)