#Day 4 – Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Saya akan melanjutkan tantangan 10 hari saya di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Ini adalah hari keempat berlatih Komunikasi Produktif. Sebenarnya saya sudah mencatat di Notes tapi belum sempat upload di hari Minggu, dan akhirnya baru bisa upload di hari Selasa ini.

Komunikasi Produktif Pada Pasangan

Sesi1 Bunda Sayang

    • Poin yang dipilih : Choose The Right Time
    • Narasi :
    • Sampai usia 1 tahun ini, anak saya masih menyusu dan sebelum tidur harus menyusu dulu, kadang lama sekali tidak mau lepas (ngempeng). Misalnya terlepas lalu saya mencoba bergerak untuk melakukan kegiatan lain, anak akan merengek dan gelisah. Agar ia terlelap kembali, maka harus disusui lagi. Jika hal ini terjadi, tentu saja saya terbatas untuk melakukan aktivitas rumah tangga. Seperti pada Minggu malam ini.Saya berusaha menyusui anak ketika adzan isya mulai berkumandang dan suami bergerak menuju masjid. Sebelumnya saya mulai menyalakan mesin cuci dengan asumsi dalam setengah jam setelah saya menyusui anak, cucian selesai, dan bisa dijemur. Pesan suami sebelum pergi ke masjid juga seperti itu, “Ibu yang jemur ya kalau sudah selesai”.

      Ternyata, rencana tinggal rencana. Sampai suami pulang dari masjid setelah salat terawih, saya belum boleh bergerak karena anak masih ngempeng. Alhasil, cucian belum dijemur. Ketika suami pulang, ia melihat posisi saya masih ‘ditahan’ oleh anak.

      Saya menunggu ia berganti pakaian dan bersih-bersih diri setelah pulang dari masjid. Sebelum ia mulai berkegiatan lain (nonton tv atau sibuk dengan hp), saya langsung berkata “Yah, maaf, cucian belum sempet dijemur. Boleh minta tolong dijemur dulu?”. Suami pun langsung mengiyakan dan mengerjakan hal tersebut.

    • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Memiliki suami yang bisa diajak bekerja sama saling membantu urusan rumah tangga adalah berkah.
    • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Dalam meminta tolong, usahakan kita bertatapan muka langsung. Sebelumnya kadang saat sibuk dengan suatu hal, meminta tolong sambil sekilas saja berkata, namun tetap fokus di hal yang sedang dikerjakan. Lebih baik sambil bertatapan, dan sebelumnya meminta maaf karena harus meminta tolong.

Komunikasi Produktif Pada Anak

Sesi1 Bunda Sayang

  • Poin yang dipilih : Mengatakan Yang Diinginkan
  • Narasi :

Minggu adalah hari ketika pengasuh tidak datang. Sejak usia 7 bulan sampai dengan hampir 12 bulan ini, saya merasa ‘kalah’ dan ‘gagal’ untuk urusan menyuapi anak makan. Anak lebih memilih menyusu daripada makan, dan jika disuapi sesuai jadwal paling hanya masuk 2-3 suap saja. Tak jarang, langsung menggeleng. Seperti hari ini, anak saya tidak mau makan pagi padahal ya sudah disiapkan.

Saya : Mahira, makan ya. Makan nasi dulu, nanti nyusu lagi.

Anak menggeleng dan menutup rapat mulutnya.

Saya : Mahira ga mau makan sekarang? Tapi nanti makan ya.

Menjelang siang, saya pergi untuk berbelanja. Berhubung tadi anak tidak mau makan nasi, saya membeli pizza dengan harapan dia akan makan.

Di perjalanan pulang, anak saya yang awalnya tidur mulai terbangun dan duduk. Dia melihat plastik bungkusan pizza dan mencoba membuka-buka. Saya coba potong kecil pizza yang ada dan menyuapinya. Anaknya mau makan dan mencoba memegang pizzanya sendiri lalu mencoba makan sendiri. Memang sih tidak banyak, dan menurut saya masih kurang, tapi paling tidak pada hari ini, ada makanan yang dimakan, tidak hanya susu saja.

  • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Saya tidak berusaha memaksa anak makan, karena khawatir dia menjadi trauma. Kebetulan kemarin saya tidak berpuasa karena berhalangan, jadi saya juga makan pizza, anak saya mau makan bisa jadi karena lapar, juga karena merasa dia makan tidak sendirian.

 

  • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi :Saya tidak berusaha mengingatkan dia kembali apa yang saya inginkan. Karena sebelumnya saya sudah berkata saya ingin dia makan, untuk jeda tertentu saya tidak mengingatkan hal itu, sampai ketika waktunya dia merasa lapar lalu dia butuh dan akhirnya dia mau makan.

#level1

#day4

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)