#Day 3 – Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Saya akan melanjutkan tantangan 10 hari saya di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Ini adalah hari ketiga berlatih Komunikasi Produktif.

Komunikasi Produktif Pada Pasangan

Sesi1 Bunda Sayang

    • Poin yang dipilih : Choose The Right Time
    • Narasi :
    • Hari Sabtu adalah hari libur untuk saya dan suami.  Sebenarnya, Sabtu ini, suami merencanakan men-service mobil, tapi karena Kamis lalu libur ternyata agenda service mobil bisa dialihkan. Biasanya, kami akan pergi di siang hari untuk mengantar pengasuh anak (yang memang masuk setengah hari) dan lanjut jalan-jalan. Namun hari ini saya sedang merasa lelah, sehingga agak malas untuk keluar rumah. Nah, kebetulan suami akan mengantar pengasuh dengan motor, saya pikir bisa sekalian dimintai tolong memperbaiki jam tangan dan buku cerita anak yang baterainya rusak.
    • Agar lancar, pemilihan waktu yang tepat adalah ketika dia selesai beristirahat setelah berbelanja di pasar.
    • Saya : Yah, nanti sekalian benerin jam tangan ya. Kan naik motor nganterin nenek pulang
    • Suami : Mana?
    • Saya : Itu sudah disiapin di tas, ada buku cerita yang baterainya rusak, sama jam tangan
    • Suami : Oh ya.
    • Ternyata setelah pulang mengantar nenek (pengasuh), tidak cuma memperbaiki baterai jam tangan dan buku saja, tapi juga membeli baterai cadangan untuk buku.
    • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Awalnya hanya berharap buku cerita anak bisa berbunyi lagi, ternyata dibonusin beli baterai cadangan juga karena khawatir memang buku yang bersuara itu sudah sedikit rusak.
    • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Dalam memberi arahan atau permintaan, harus jelas. Kalau bisa mempersiapkan dahulu catatan atau hal yang harus dilakukan jadi tinggal menjelaskan sedikit.

Komunikasi Produktif Pada Anak

Sesi1 Bunda Sayang

  • Poin yang dipilih : Mengatakan Yang Diinginkan
  • Narasi :

Saya hari ini berencana untuk praktek membuat pempek. Jadi ada bahan-bahan yang harus saya siapkan, seperti mencincang bawang. Tentu saja, karena anak sudah bangun, dia akan penasaran dan ikut serta.

Saya : Mahira, ibu mau bikin pempek dulu ya. Mahira tidur dulu ya (sambil meletakkan anak di tempat tidur dan botol susunya)

Anak : Yaaa (ya memang kosa katanya belum banyak, baru 12 bulan)

Saya melanjutkan pekerjaan, dan tiba-tiba anak ke arah saya. Saya berhenti bekerja dan mencoba menyusui dia karena memang jam tidurnya seharusnya. Tapi anaknya tidak tidur juga. Akhirnya saya kembali bekerja. Setelah selesai urusan di dapur, mencoba menyusui dia, baru anaknya tertidur.

  • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Anak usia 12 bulan sangat ingin tahu dan mulai dapat diajak berbicara. Namun, masih susah untuk dimengerti. Bisa saja dia bilang “yaaaa” tapi ternyata maksudnya bukan mengiyakan perkataan kita.
  • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Saya menjelaskan apa yang ingin saya kerjakan dan apa yang saya inginkan untuk dikerjakan anak.

#level1

#day3

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

 

Written by

2 comments / Add your comment below

Silahkan meninggalkan komentar :)