#Day 2 – Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Saya akan melanjutkan tantangan 10 hari saya di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Cerita hari pertama ada di sini. Hari kedua, masih dengan pilihan poin yang sama karena tujuannya adalah untuk melatih diri.

Komunikasi Produktif Pada Pasangan

Sesi1 Bunda Sayang

    • Poin yang dipilih : Choose The Right Time
    • Narasi : Setelah kemarin libur, hari ini adalah hari kerja. Saya dan pasangan berangkat kerja bersama. Tentu berangkat dan pulang kerja bersama dengan kendaraan pribadi membuat ada waktu untuk berbicara. Biasanya obrolan yang dibahas pada saat berangkat kerja adalah tentang kondisi lingkungan kerja atau pekerjaan yang dilakukan, begitupun saat pulang kerja. Pada saat pulang bersama sore ini, saya bercerita kalau saya sedang menjalankan tantangan 10 hari untuk berkomunikasi di waktu yang tepat. Sesuai dengan materi di kuliah IIP kali ini, saya bertanya tentang waktu yang tepat untuk mengajak berbicara, jawaban pasangan adalah waktu di saat bahagia.
    • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Kalau berbicara di kendaraan dengan jangka waktu yang < 10 menit (jarak ke tempat kerja), jangan bicara dengan tema yang berat. Hindari pembicaraan yang mungkin akan melibatkan emosi. Terlebih jika pasangan harus berkonsentrasi dengan perjalanan. Sambil mendengarkan musik atau radio tidak apa-apa, bisa saja hal tersebut menjadi bahasan ringan di perjalanan.
    • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Ada pembicaraan yang sebenarnya ringan bahasannya namun saya masih memiliki rasa sensitif. Secara suara tidak saya keluarkan dengan nada tinggi, hanya jawaban saya masih tidak enak didengar karena terdapat kata “Yaiyalah,…..” atau pembelaan diri bahwa argumen saya benar. Ini harus diubah pada hari berikutnya.

Komunikasi Produktif Pada Anak

Sesi1 Bunda Sayang

  • Poin yang dipilih : Mengatakan Yang Diinginkan

Day2

  • Narasi :

Saya adalah ibu yang bekerja. Pagi hari saya berangkat kerja, lalu istirahat siang kembali ke rumah, dan kembali bekerja lagi setelah istirahat. Sebelum berangkat kerja, saya tentu berpamitan dengan anak. Anak saya mulai mengerti ketika saya bersiap-siap, dia akan merengek minta digendong seolah tidak ingin berpisah. Sebelum berpisah juga saya selalu mengatakan agar pada pagi hari dia tidur dan tidak menganggu nenek (pengasuh) saat sedang bekerja.

  • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Anak saya menangis dan minta digendong, biarpun saya berpamitan sambil menjelaskan juga masih merengek. Menurut saya, dia sudah mengerti tentang ketidakhadiran ibunya pada saat tertentu. Namun, ketika saya menutup pintu pagar, dia akan melambaikan tangan (dadah) sambil memandang dan tidak menangis lagi.
  • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Saya mengatakan pada anak agar dia tidur pada pagi  hari, saat berada dalam gendongan (kondisi sedikit tenang). Saya mengatakan bahwa dia harus tidur dan beristirahat, boleh saja main, tapi tetap harus tidur karena kalau tidak tidur akan mengantuk. (Tidak hanya meminta tidur seperti biasa).

 

#level1

#day2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)