#Day 1 – Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Halo, saya lagi ikutan kuliah lagi di Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang Sumatera 2. Kuliah ini adalah lanjutan dari Matrikulasi Institut Ibu Profesional.  Materi Kelas Bunda Sayang Sesi #1 adalah Komunikasi Produktif. Pada kelas ini, akan ada tantangan 10 hari. Jadi saya ditantang untuk melatih komunikasi produktif dalam keluarga, bisa dengan pasangan dan atau anak. Selama 10 hari ke depan, saya berusaha dapat melakukan tantangan tersebut dan akan menceritakannya di blog ini.

Komunikasi Produktif Pada Pasangan

Sesi1 Bunda Sayang

    • Poin yang dipilih : Choose The Right Time
    • Narasi : Saya kadang suka mengajak bicara pasangan saya tidak tepat waktu. Contoh yang sering sekali adalah ketika dia sedang membuka handphone (HP) sering saya ajak bicara. Hal seperti ini bisa menimbulkan konflik karena ternyata saya menemukan video yang memberikan pengingat bahwa pada dasarnya laki-laki itu tidak se-multitasking perempuan.

Berdasarkan hal tersebut, hari ini saya mencoba tidak menganggu dengan mengajak bicara langsung secara panjang, pasangan saya saat dia sedang memegang hp, karena mungkin saja dia sedang berkonsentrasi dengan sesuatu di hp-nya. Ketika dia sudah tidak memegang hp, saya baru coba mengajak bicara. Pembicaraan hari ini adalah tentang barang yang menurut saya seharusnya bisa dibuang tapi tidak boleh dibuang olehnya. Hasil dari pembicaraan, ada alasan yang jelas mengapa barang tersebut harus tetap disimpan karena adanya nilai historis bagi dia.

  • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Memang benar adanya kalau laki-laki harus berkonsentrasi pada satu hal dulu baru diajak berkonsentrasi dengan hal lain. Jadi, kalau mau mengajak bicara harus tepat waktunya dan selanya, misal setelah meletakkan hp, harus langsung diajak bicara, jangan sampai pasangan berkonsentrasi untuk hal lain (menonton tv) karena bisa jadi kita harus mencari waktu dia hilang konsentrasi dulu.
  • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Emosi saya lebih terkontrol, walau terkadang harus memanggil beberapa kali sebagai pengingat / penanda saya ingin mengajak bicara, tapi saya juga berlatih bersabar untuk mendapatkan momen yang tepat, dan dengan begitu pembicaraan bisa memberikan kesimpulan.

 

Komunikasi Produktif Pada Anak

Sesi1 Bunda Sayang

  • Poin yang dipilih : Mengatakan Yang Diinginkan
  • Narasi :

Sesi1 Bunda Sayang

“Mahira, ibu minta anggurnya ya”, dan dia pun memberikan setengah dari mainan anggurnya kepada saya. Saya sedang mencoba melatih anak saya yang mulai memasuki usia 12 bulan untuk berbagi. Kebetulan ada mainan buah yang memang bisa dilepas untuk menjadi 2. Jadi, saya mencoba meminta mainan itu dan dia memberikan ke saya lalu kami pura-pura makan anggurnya bersama. Saya sembari memberikan informasi bahwa anggur berwarna ungu dan rasanya manis.

  • Hal yang menarik yang saya dapatkan : Mahira mau untuk memberikan mainannya, namun kadang dia memberikan dengan tangan kiri, saya mengulang beberapa kali sambil menunjuk tangan kanan untuk memberi tahu bahwa saya ingin diberi dengan tangan kanan.
  • Perubahan apa yang saya buat hari ini dalam berkomunikasi : Kadang, saya lupa saat menyampaikan saya ingin diberi dengan tangan kanan saya hanya menunjuk sambil bilang, “tangan ini dong yang ngasih”, hari ini saya coba beberapa kali untuk lebih jelas mengatakan “kalau ngasih pakai tangan kanan ya” sambil menunjuk tangan kanan anak saya untuk memberi.

 

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)