Cerdaskan Si Kecil dengan Nutrisi Alami dan Stimulasi Dini bersama Mother & Baby Indonesia dan Ultra Mimi

Katanya, jadi orang tua itu harus belajar terus. Kali ini saya sama bojo belajar di Talkshow yang diselenggarakan Majalah Mother & Baby Indonesia dan Ultra Mimi, yaitu Cerdaskan Si Kecil dengan Nutrisi Alami dan Stimulasi Dini. Talkshow ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 di Rumah Sakit Hermina Palembang.

Moms yang di Palembang, Majalah @motherbabyind dan @UltraMimiID mempersembahkan talkshow & workshop “Cerdaskan Si Kecil dengan Nutrisi Alami dan Stimulasi Dini.” . . Catat waktunya! Sabtu, 28 Okt pkl 08.00-12.00 di RS Hermina, Jl. Basuki Rahmat No. 897, Palembang. . Simak talkshow edukatif bersama dr. H. Julius Anzar, SpA(K) dari RS Hermina dan psikolog Penny Handayani, M.Psi dari @tigagenerasi.. . . Acaranya gratis untuk Moms dengan usia anak 6bln – 3th! Kirimkan data diri Moms & foto senyum Si Kecil ke dikky.ardianto@motherandbaby.co.id.. . . Jangan lupa berpakaian sesuai dress code yaitu Touch of Blue & White dan menangkan hadiah menarik saat acara! . . Info lebih lanjut hubungi 085811055030 via WhatsApp (office hour, 10.00 – 17.00). Sampai bertemu di Palembang, Moms! #MBClubUltraMimi

A post shared by Mother & Baby Indonesia (@motherbabyind) on

Sebenarnya, saya sempat mendaftar waktu ada talkshow ini di Yogyakarta pas mudik bulan September lalu, tapi ternyata ga sempat datang karena riweuh banget hari itu persiapan mau lanjut ke Purwokerto. Beruntung banget ternyata ada event ini di Palembang. Berkat colekan saudara dan teman, akhirnya saya ikutan daftar.

Karena ini talkshow gratis, mungkin peserta dibatasi ya, jadi yang berminat diminta mendaftar terlebih dahulu melalui whatsapp atau email. Setelah itu akan diberi konfirmasi bahwa kita terpilih.

Sabtu pagi, saya, bojo, dan Mahira pun meluncur ke Jalan Basuki Rahmat, tempat RS Hermina berada. Ini rumah sakit langganan sih, dari periksa hamil, melahirkan, sampai Mahira imunisasi selalu di sini. Kami naik ke lantai 5, aula dari rumah sakit ini. Setelah registrasi dan mengisi data, saya menemani Mahira main di area permainan yang sudah disediakan. Mahira lagi seneng-senengnya sama balon, jadi dia tertarik banget main balon.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Jam 08.00, saya masuk ruangan, ternyata udah ramai. Banyak ibu-ibu lain dengan pakaian bernuansa biru sudah hadir. Hmmm….awalnya bingung juga sih, berasa sendirian. Kayaknya ibu-ibu yang lain berasal dari lingkar pertemanan yang sama. Makan snack dulu biar lancar menangkap apa yang dijelaskan nanti. Eh, tapi snacknya diobrak-abrik sama Mahira. Kelar makan snack dia main ke panggung yang ada balonnya, terus jatuh, nangis, main lagi, mulai riweuh karena itu jam tidur dia sih kalau weekend. Akhirnya mulailah dia menyusu dan mulai ngantuk. Selama menunggu acara dimulai, ada video-video dari Ultra Mimi yang ditampilkan.

Jam 09.00, akhirnya acaranya dimulai. Acara dipandu oleh mba Amy Zein.  Mba Amy Zein ini ternyata orang Palembang jadi wajar aja sangat mengenal dengan bahasa dan makanan khas Palembang. Pembawaannya seru banget, jadi acara juga kesannya fun. Palembang menjadi kota kedua yang didatangi dalam Roadshow Talkshow dari Mother & Baby dan Ultra Mimi. Setelah sebelumnya mampir di Yogyakarta.

Acara dimulai dengan sambutan dari Mba Donna Ch. Asri, Managing Editor Mother&Baby, yang mengatakan bahwa event ini menjadi wujud kepedulian Mother & Baby Indonesia untuk mendukung para ibu dan orang tua mendapatkan ilmu-ilmu terbaik dari pakarnya. Lalu Bapak Ahmad Septiadi, Wadirum RS Hermina Palembang, yang mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaan karena RS Hermina bisa menjadi tempat diselenggarakannya event ini.

Selanjutnya, mba Natasha Stephanie, Brand Executive dari PT Ultra Jaya (Ultra Mimi) menjelaskan bahwa konsumsi susu di Indonesia masih rendah. Dari yang telah mengonsumsi susu, kebanyakan memang mengonsumsi jenis susu bubuk dan masih banyak pula yang mengonsumsi Susu Kental Manis (SKM), padahal SKM seharusnya bukan untuk konsumsi langsung, melainkan digunakan untuk campuran bahan makanan seperti membuat cake dll.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Mba Natasha mulai mengenalkan tentang berbagai jenis-jenis susu dan perbedaan mulai dari suhu dan waktu pemanasan, kandungan bakteri dan spora, nilai gizi dalam susu, serta penanganan produk. Ultra Mimi sebenarnya memiliki kandungan gizi yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak usia 1-6 tahun. Namun, bentuk dukungan Ultra Mimi terhadap program pemerintah terkait pemberian ASI hingga usia 2 tahun.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
Kelola Nutrisi untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Talkshow kali ini dimulai dengan materi “Kelola Nutrisi untuk Tumbuh Kembang si Kecil” dari dr. H. Julius Anzar, SpA (K), dokter spesialis anak konsultan nutrisi anak dari RS Hermina Palembang. Materi diawali dengan penjelasan tumbuh dan kembang bagi anak. Tumbuh artinya perubahan ukuran dan bentuk atau anggota tubuh, misalnya bertambahnya tinggi dan berat badan. Sedangkan kembang artinya adanya perubahan mental, emosional, psikososial, dan lainnya. Proses tumbuh kembang anak agar optimal, harus didukung oleh lingkungannya, khususnya orang tua.

 

Nutrisi, merupakan salah satu dari banyak hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Nutrisi yang baik menjadi awal tumbuh kembang yang baik. dr. Julius menjelaskan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi untuk anak. Namun, bukan berarti susu formula itu tidak baik. Karena ada juga kasus-kasus tertentu yang menjadikan anak harus diberi susu formula.

Pertumbuhan dan perkembangan anak harus selalu dipantau dari waktu ke waktu. Untuk berat badan anak, tinggi badan, dan lingkar kepala dapat dipantau secara berkala dengan melihat tabel pertumbuhan anak. Sementara itu, ada pula perkembangan anak berdasarkan usia. Jika merasakan ada hal meragukan, dapat langsung berkonsultasi dengan dokter anak.

Kenaikan berat badan bayi, bisa dilihat per tiga bulan. Pada usia 1-3 bulan, kenaikan berat badan yang normal adalah 150-250 gram per minggu. Memasuki usia 4-6 bulan, kenaikan berat badan bayi bisa mencapai 500-600 gram per bulan. Selanjutnya, pada usia 7-9 bulan, kenaikan berat badannya mencapai 350-450 gram per bulan dan antara usia 10-12 bulan, berat badan bayibertambah 250-350 gram per bulan. Berat badan bayi yang normal akan bertambah dua kali lipat pada usia lima bulan dan menjadi tiga kali lipat pada usia setahun. Saat bayi berusia 1-6 bulan, pertambahan berat badannya biasanya berlangsung cepat. Namun, memasuki usia 6 bulan ke atas akan melambat, karena ia sudah mulai banyak bergerak, berguling, merangkak, dan kemudian belajar berjalan.

Setelah ASI, pada usia 6 bulan, bayi akan mulai diperkenalkan dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) dan usia 1 tahun anak mulai makan makanan rumah yang juga dimakan anggota keluarga. Makanan padat pendamping ini lah yang juga harus diperhatikan oleh orang tua (khususnya Ibu yang umumnya menyiapkan makanan). Makanan padat untuk anak harus memenuhi kebutuhan nutrisi, sehingga pertumbuhan fisik serta perkembangan otak dan kecerdasan anak akan optimal. Makanan dan minuman dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang juga memberikan energi anak sehingga anak menjadi aktif.

Kebiasaan makan sehat juga harus dikenalkan dan ditanamkan sejak dini.

  • Makanan mengandung nutrisi yang baik.
    Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh harus diberikan melalui makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral lainnya. Artinya, anak jangan diberi hanya 1 jenis makanan, tapi beragam. Keragaman manakan yang diberikan juga membantu perkembangan anak.
  • Memiliki Jadwal Makan yang Teratur
    Dengan jadwal yang terpola dan dilaksanan secara konsisten, diharapkan jam biologis anak juga terpola. Misalnya, jam 7 waktu susu, jam 8 waktu makan berat, jam 10 snack & susu, jam 12 makan berat, jam 2 snack dan susu, jam 4 makan berat, dan jam 7 malam snack & susu lagi.
  • Hindari Distraksi
    Sangat disarankan untuk makan sambil duduk. Selain sangat berguna untuk pencernaan, makan sambil duduk juga melatih kedisiplinan. Selain itu, juga disarankan untuk fokus pada makanan sehingga lebih baik menjauhi gadget sepert tv atau disambi dengan nonton video. Tanpa gangguan video, diharapkan orang tua dapat menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Posisi makan dengan duduk juga membantu agar anak lebih fokus pada makanannya, dan juga lebih aman.
  • Jangan berlebihan saat memberi makanan untuk si kecil.
    Sajikan makanan dalam jumlah yang sedikit (sekitar 2-4 sendok dalam satu kali makan). Kalau anak terlihat masih ingin makan, ia akan memberikan kode (misal masih mangap). Sementara kalau anak sudah kenyang, biasanya makanan mulai akan dimainkan.

Pola makan sehat tidak hanya berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, tapi juga jika diterapkan sedari kecil akan menjadikan anak juga sehat.

Membangun Kebiasaan Perilaku Makan Sehat Sambil Memberikan Stimulasi pada si Kecil

Setelah itu giliran mba Penny Handayani, M.Psi, psikolog dari Tiga Generasi, yang menyampaikan materi “Membangun Kebiasaan Perilaku Makan Sehat Sambil Memberikan Stimulasi pada si Kecil“. Perilaku makan sehat memiliki ciri-ciri yaitu makan teratur pada waktunya, bersama keluarga, makan sendiri (tidak disuapi), dan duduk tenang. Materi dibuka dengan video anak yang mau makan dengan tenang dan makan apapun masuk termasuk paprika.

Bagaimana cara membentuk perilaku makan sehat? Mba Penny memberikan beberapa tips :

  • Buat Anak Lapar
    Sangat disarankan untuk orang tua membentuk waktu makan dan melaksanakan dengan konsekuen. Selain menjaga waktu lapar, hal ini juga membuat anak berlatih nilai kedisiplinan. Selain itu, ada kalanya, ketika anak merasa lapar di sela waktu makan berat, orang tua akan memberi camilan yang mengandung karbohidrat dan gula. Hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas dana anak merasa kenyang. Sehingga, anak menjadi kenyang.
    Ketika anak lapar dan sebenarnya sudah mendekati jam makannya, ada baiknya diberi camilan yang sehat atau tidak terlalu mengenyangkan. Jika anak sudah mulai lebih mengerti, memberi pengertian tentang jam makan juga perlu karena bisa berguna ketika anak mulai masuk ke dunia sekolah.
  • Libatkan anak
    Mba Penny mencontohkan ketika Farah Quinn masak di acara TV, ada sesi ketika Farah Quinn membagi adonan kepada anaknya. Melibatkan anak dalam proses memasak menimbulkan adanya interaksi dan keterikatan anak dengan bahan makanan sehingga anak menjadi sayang dan mau memakan makanannya. Melibatkan anak bisa dimulai dari proses membeli bahan hingga pengolahan (mengupas, memotong).
  • Membuat makanan yang menyenangkan
    Siapa yang ga tau bento-bento untuk anak. Tampilan bento yang menarik diyakini mampu membuat anak antusias untuk makan karena bentuknya berbeda dengan yang biasa ia temui. Atau, meletakkan makanan di tempat makan yang ada gambarnya (misal sapi), lalu berujar, ayo kita menghabiskan nasi yang sembunyi di perut sapi. Dengan demikian anak diharapkan senang dan semangat saat makan.
  • Kembangkan imajinasi anak
    Anak terkadang memiliki rasa tidak ingin makan makanan tertentu, misal sayur dan buah. Oleh karena itu, orang tua dapat mengenalkan buah dan sayur dengan memberi nama unik, seperti Om Tomi untuk Tomat, Tante Broki untuk Brokoli, lalu orang tua dapat mulai bercerita tentang Om Tomi dan Tante Broki. Dengan melibatkan anak pada cerita diharapkan anak juga merasa terlibat dan ingin makan makanan tersebut.

 

Oh ya, tak lupa mba Penny juga berpesan, membebaskan anak makan dengan berbagai peralatan yang berbeda juga termasuk memberikan stimulasi. Jadi, ga melulu makan harus dengan sendok. Dengan tangan, dengan sumpit, mambrah-mabrah ga dipiring, makan mie belepotan, silahkan dicoba. Hal ini juga bisa menjadi pelajaran dan kesenangan untuk anak. Membiarkan anak makan dengan caranya sendiri menjadi proses anak dapat belajar cara makan yang benar. Tak lupa, orang tua juga perlu menjadi contoh untuk anak. Kalau orang tuanya aja menolak makanan tertentu, bukan tidak mungkin anak juga akan menolak makanan tersebut.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Di sesi talkshow banyak banget yang pengen nanya dan curhat termasuk saya, tapi sayang ga kebagian jatah. Selanjutnya, ada sesi doorprize dan pengumuman pemenang lomba selfie yang juga saya ga kebagian hahaha. Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama. Oh iya, acara ini free  bahkan peserta dapat snack gratis, goodie bag berisi Susu Ultra Mimi & Majalah Mother & Baby, serta makan siang. Semoga di kemudian hari Mother & Baby dan Ultra Mimi bersedia datang lagi ke Palembang dan mengadakan acara sharing ilmu seperti ini.

 

Untuk info tentang Mother & Baby Indonesia bisa cek di

Website : https://www.motherandbaby.co.id/

Facebook : https://www.facebook.com/MotherandBabyIndonesia/

Instagram : https://www.instagram.com/motherbabyind/

Youtube : https://www.youtube.com/user/TheMotherBabyInd

 

 

Sementara itu, untuk Ultra Mimi bisa cek di

Website : https://ultramimi.com/ dan http://www.ultrajaya.co.id/products/ultra-mimi/ind

Facebook : https://www.facebook.com/UltraMimiID/

Instagram : https://www.instagram.com/ultramimiid/

Youtube : https://www.youtube.com/user/UltraMimiID

Twitter : https://twitter.com/ultramimiid

 

 

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)