Kebahagiaan Keluarga Kecil Menjelajah Nusantara dengan Garuda Indonesia dan Skyscanner

Suatu ketika, aku pernah membaca sebuah artikel yang membahas tentang ibu yang bahagia akan membawa kebahagiaan juga bagi keluarganya. Setuju ibu-ibu??? Aku sih setuju pakai banget-banget. Hehehe.

Sama seperti mengantuk yang menular. Perasaan emosi itu beresonansi. Coba bayangin kalau ibu-ibu merengut menyambut suami pulang ke rumah, suami bakal ikutan merengut. Mendingan bikin ibu bahagia, aura rumah jadi baik, keluarga pun senang.

Apa sih emang kebahagiaan ibu-ibu?

Bisa jadi setiap ibu beda-beda. Kalau aku sih, paling bahagia kalau diajak jalan-jalan. Aku bahkan bisa bahagia walau cuma baca berita kalau ada penerbangan baru dari Palembang. Soalnya artinya pilihan kota yang dikunjungi untuk jalan-jalan jadi lebih banyak. Langsung ngebayangin buat liburan mau ke pantai, ke gunung, atau sekedar menikmati view perkotaan yang lebih metropolis. Kalau udah kayak gini, kelakuanku bisa langsung kolokan, colek-colek suami dan memberondong dengan berbagai pilihan berbagai harga tiket untuk rute dan tanggal yang berbeda.

Sebuah kesepakatan yang aku buat sama suami adalah mengenalkan anak kepada hal yang ada di dekatnya terlebih dahulu, termasuk urusan jalan-jalan. Selama hampir 2 tahun ini, kami mencoba untuk membawa Mahira mengenal dan menjelajahi Nusantara. Indonesia itu kaya, tak hanya alamnya yang indah, budayanya beragam, sejarahnya banyak, kebaikan lainnya pun masih melimpah. Nilai-nilai itu yang coba kami tanamkan ke keluarga. Supaya anak gak lupa sama akarnya, bahwa dia orang Indonesia, campuran dari orang Jawa dan Sumatra yang ‘dibuat’ di Kalimantan. Indonesia banget. Hehehe.

Emang anak umur 2 tahun kurang udah ngerti apa tentang hal kayak gitu?

Buat kami sih, yang penting cerita dulu. Dari anak lahir, kami mencoba membacakan buku-buku tentang Indonesia. Mulai dari buku lagu sampai buku tentang jalan-jalan. Kenalin terus pokoknya. Waktu umur anak menginjak 6 bulan, baru deh kami berani mengajak secara langsung untuk menjelajah nusantara.

Salah satu maskapai yang selama ini menemani penjelajahan keluarga kami adalah Garuda Indonesia. Rute Garuda Indonesia dari Palembang kini semakin banyak. Pesawatnya pun tak hanya jenis Boeing.

Waktu aku pertama tinggal di Palembang tahun 2011, Garuda Indonesia hanya membuka rute Palembang-Jakarta PP dengan Boeing 737 saja. Di tahun 2013, Garuda Indonesia menambah rute baru yaitu Palembang-Medan dengan pesawat Bombardier CRJ 100. Tahun 2014 dengan pesawat yang sama seperti ke Medan, Garuda Indonesia membuka rute ke Denpasar. Garuda menambah kembali rute untuk menjelajah kota di Sumatera dengan pesawat ATR 72-600 dari Palembang menuju Bengkulu, Jambi, Lampung, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan sejak tahun 2015. Di awal tahun ini, rute penerbangan langsung dari Palembang dengan Garuda Indonesia pun bertambah dengan dibukanya rute Palembang-Makassar.

Menjelajah Indonesia bersama Garuda Indonesia

Menjelajah Indonesia bersama Garuda Indonesia membuatku memiliki kesempatan untuk bercerita tak hanya seputar Indonesia. Celotehanku tentang pesawat kepada anak pun mengalir.

Suatu waktu, kami berkesempatan mengajak Mahira merasakan pesawat ATR 72-600 milik Garuda Indonesia dengan rute menuju Pangkal Pinang (Pulau Bangka) dan Tanjung Pandan (Pulau Belitung). Sembari terbang, aku bercerita kalau pesawat jenis ini sengaja untuk rute-rute pendek antar kota di Sumatera. Kalau naik pesawat jenis ini beda dari yang lainnya, tidak lewat garbarata dulu, masuknya juga dari pintu belakang karena pintu depannya untuk kargo atau barang. Tempat duduk di dalamnya 2 di kiri dan 2 di kanan, ada pilot dan co-pilot di cockpit dan 2 awak kabin yang siap membantu, di kiri kanan terlihat jelas baling-baling yang berputar sepanjang perjalanan.

IMG_1674 (1)

919DA230-E2B1-4200-A619-906E6A133BBC (2)

IMG_1607

Kondisi Palembang yang cukup jauh dari laut dan dilewati Sungai Musi yang membelah kota membuat kami ingin mengenalkan Mahira pada indahnya laut Indonesia. Suara deburan ombak, warna air laut yang biru, serta pasir putih yang menggelitik kaki di Pantai Tanjung Kelayang memberikan pengalaman pertama untuk Mahira berada di pantai. Ini pertama kalinya ia bersentuhan dengan pasir pantai ternyata ia semangat belajar merangkak di pasir.

Menjelajah Bangka Belitung juga memberikan kami kesempatan untuk mengenalkan rasa baru untuk Mahira. Tradisi makan beramai-ramai di dulang atau nampan besar sambil mencicip menu olahan ikan yang mirip Pindang Palembang tapi versi tidak pedas dan kuah kuning yang disebut gangan. Tak lupa, Mahira juga mencicip Mie Atep yang kuahnya manis dan ada potongan kentangnya.

Di waktu lainnya, kami terbang menuju Jakarta dengan Boeing 737 sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju Purwokerto, rumah eyangnya Mahira. Aku pun bercerita kalau Boeing 737 sering digunakan Garuda Indonesia untuk rute domestik. Tempat duduknya 3 di kiri dan 3 di kanan untuk kelas ekonomi, ada 2 orang yang mengemudikan yaitu pilot dan co-pilot, ada 6 awak kabin yang menyapa dengan ramah dan membantu kita dengan sigap, serta di bagian bawah dari sayapnya ada mesin jet yang punya kipas di bagian luar dan berputar dalam perjalanan. Dari dalam pesawat, aku bisa mengajak Mahira melihat awan dan langit, serta laut dan hutan yang jelas terlihat dari dalam pesawat.

Penjelajahan Mahira berlanjut dengan menggunakan kereta. Perjalanan dengan kereta memberikan kami kesempatan untuk berbicara tentang sawah-sawah yang kami lihat dari jendela sebelum benar-benar mengajak Mahira melihat dan mendatangi sawah langsung yang berada di sebelah rumah.

Rute penjelajahan Mahira pun berlanjut menuju Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara. Kompleks Candi Arjuna yang megah menjadi bahan cerita untuk dia bahwa Indonesia memiliki banyak sejarah yang bisa dipelajari. Walaupun tak bertemu langsung, aku sempat menceritakan juga bahwa anak-anak di Dieng memiliki rambut gimbal dan ada upacaranya tersendiri untuk potong rambut.

Berada di Dataran Tinggi Dieng membuat kami bisa mengenalkan tentang alam yang berbeda dari tempat tinggal Mahira biasanya. Kalau siang hari di Palembang udara begitu panas hingga sering membuat Mahira meminta menyalakan kipas angin, saat di Dieng, Mahira perlu mengenakan jaket agar tidak kedinginan karena berada di tempat yang tinggi. Berjalan ke Dieng dan Wonosobo memberikan kami kesempatan untuk mengenalkan makanan baru yaitu Mie Ongklok yang berkuah kental namun manis dan mienya tipis. Mahira bisa mencicip mie dengan kuah lainnya. Rasa yang berbeda dibanding Mie Celor yang pernah dimakan Mahira di Palembang.

Berjalan-jalan ke tempat yang berbeda memberikan banyak pengalaman baru bagi Mahira. Juga bagi kami sebagai orang tuanya. Perbedaan yang dirasakan dari yang biasa dialami menjadi kesempatan belajar akan keragaman dan menikmatinya. Juga melatih toleransi dan penerimaan akan perbedaan.

Ada yang bilang jalan-jalan sama anak itu cuma pindah lokasi capek doang, tapi mungkin karena bawaan aku ngerasa jalan-jalan itu belajar sambil bersenang-senang, perasaan capek itu rasanya gak berasa. Bahkan jalan-jalan bersama keluarga kecil, membuat aku ngerasa belajar banyak hal mulai dari memilih tujuan yang anak juga bisa senang dan menikmati, memilih waktu yang tepat untuk perjalanan, memilih maskapai yang kiranya cocok dan ramah anak, menyiapkan budget yang ramah di kantong tanpa menjamah tabungan, dan melakukan rangkaian persiapan lainnya.

Memilih Garuda Indonesia dan Skyscanner

Menurut kami, Garuda Indonesia merupakan maskapai yang ramah anak. Pernah pula awak kabin memberikan mainan untuk Mahira berupa boneka kecil sebagai teman di perjalanan. Secara kualitas, tak perlu diragukan. Layanan full service berupa makanan (kudapan atau makan berat) pun didapatkan ketika berpergian dengan Garuda Indonesia. Alasan lainnya adalah Garuda Indonesia menawarkan variasi rute-rute paling beragam untuk menjelajah nusantara dari Palembang tanpa harus transit dulu di Jakarta. Lebih hemat pastinya.

Banyak yang gak percaya kalau menjelajah nusantara dengan Garuda Indonesia bisa lebih hemat. Sebuah tips untuk melakukan perjalanan hemat dari ibu-ibu hemat macam aku adalah : Gunakan Skyscanner.

Skyscanner adalah situs untuk mencari tiket penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional. Dalam hitungan detik, Skyscanner mampu memberikan pilihan penerbangan yang diinginkan dari ratusan maskapai dan ribuan bahkan jutaan penerbangan yang ada di dunia. Tak hanya urusan tiket pesawat saja, Skyscanner juga menyediakan informasi pilihan hotel dan rental mobil, semua dengan harga yang terbaik dan termurah. Untuk memudahkan urusan pemesanan tiket pesawat, hotel, maupun rental mobil, Skyscanner juga hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di AppStore maupun PlayStore. Tentu bagi yang lebih sering menggunakan smartphone daripada laptop atau komputer, menggunakan aplikasi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Bagi yang suka merencanakan berpergian jauh-jauh hari supaya dapat harga promo, Skyscanner punya fitur Price Alert agar kita bisa mantau segala perubahan harga dari rute penerbangan yang telah kita pilih sebelumnya. Akan ada notifikasi kalau nanti harganya ternyata berubah. Fitur ini yang pernah aku pakai untuk mantau harga tiket pesawat untuk mudik setahun sebelumnya. Suka tau-tau ada promo harga murah gitu, langsung deh dibeli.

Cara menggunakan fitur Price Alert pun mudah, kita bisa pilih menu Flight atau Tiket Pesawat untuk mencari tiket pesawat. Lalu masukkan kota keberangkatan, kota tujuan, dan tanggal keberangkatan. Memilih penerbangan sekali pergi (one way), pulang pergi (return), atau ke beberapa kota tujuan (multi-city) juga bisa dilakukan dengan aplikasi Skyscanner.

Karena aku mencari tiket pesawat Garuda Indonesia yang murah dengan penerbangan langsung tanpa transit, biasanya aku memainkan fitur filternya juga. Jadi pencarian hanya akan menampilkan penerbangan dengan Maskapai Garuda Indonesia dan penerbangan langsung saja. Kalau ingin membandingkan harga tiket pesawat sesuai dengan waktu keberangkatan atau harga yang paling murah, bisa menggunakan fitur sort untuk melihat secara berurutan. Untung banget deh pakai Skyscanner, bisa hemat waktu dan uang. Pastinya situs ini sudah terpercaya di seluruh dunia karena sudah digunakan oleh lebih dari 60 juta traveler.

Untuk info-info tentang tiket pesawat promo, kita juga bisa bergabung dengan mengisikan email di situs atau aplikasi Skyscanner. Nantinya berita travel, penawaran, dan berbagai tips perjalanan akan dikirim ke email kita. Untuk mendapat update terbaru tentang tiket pesawat promo, bisa juga dengan mengikuti Skyscanner melalui sosial media berikut :

Facebook @Skyscanner Indonesia
Instagram @SkyscannerIndonesia
Twitter @SkyscannerID

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Panduan Lengkap Cara Cek Tagihan Listrik dan Melakukan Pembayaran Online

Berasa banget gak sih sekarang ini banyak yang bisa dilakukan dengan adanya teknologi digital. Setuju banget sama yang bilang teknologi itu memudahkan dan rasanya apa-apa jadi serba cepat. Gaya hidup pun berubah dengan adanya teknologi. Transfer uang bahkan belanja semua bisa dilakukan di depan laptop atau dengan smartphone saja. Begitu pula urusan pembayaran tagihan. Berkat teknologi digital, pembayaran tagihan seperti listrik di kantor dan di rumah bisa dilakukan dengan gadget yang dimiliki.

Bagaimana caranya?

 

Cek tagihan listrik – drapers.com

 

Modal utama mengecek tagihan adalah kesiapan mental. Jangan kabur begitu lihat angka tagihan membengkak. Modal lain yang diperlukan tentu akses internet yang baik. Ya kalau akses internet jelek, gimana mau mengecek tagihan listrik secara online di situs yang terpercaya seperti Traveloka.  Tanpa akses internet yang baik, mengakses situs-situs penyedia informasi tagihan akan sulit untuk dilakukan. Karena itu, pastikan koneksi internet cukup baik dengan mengisi cukup pulsa atau paket internet dan memastikan signal internet kuat.

Setelah memastikan koneksi internet bagus, siapkan komputer, laptop, atau gadget, kemudian lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Kunjungi situs online yang menyediakan informasi tagihan listrik menggunakan browser yang biasa digunakan. Pastikan nama situs tertulis dengan benar. Untuk yang lebih praktis, bisa langsung cek tagihan Anda di sini.
  • Beberapa situs memiliki aplikasi yang bisa diunduh dan dipasang di gadget. Jika demikian, akan lebih mudah mengakses situs tersebut melalui aplikasinya saja. Malah kadang ada promo juga loh kalau pakai aplikasi.
  • Jika belum menjadi anggota dari situs yang digunakan, daftarlah terlebih dahulu dengan memasukkan nama dan alamat e­–mail. Karena harus menyediakan informasi pribadi inilah, pastikan memilih situs yang aman dan terpercaya untuk digunakan.
  • Setelah mendaftar, e-mail konfirmasi terkirim ke alamat e-mail yang tadi didaftarkan. Klik tautan di dalam isi e-mail tersebut, kemudian masuklah ke akun yang baru dibuat.
  • Setelah masuk, pilih menu yang sesuai, yaitu “Bayar Tagihan” atau “PLN”. Menu di tiap situs akan berbeda,  tergantung pada situs mana yang Anda gunakan. Biasanya menu tersebut telah ditulis dengan jelas dan terdapat pada bagian atas halaman.
  • Pada kolom yang tersedia di situs atau aplikasi, masukkan nomor meter atau ID pelanggan PLN yang ingin di-cek. Tidak perlu menunggu waktu lama, akan muncul rincian tagihan listriknya.

Setelah cek rincian tagihan tersebut untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan nomor keanggotaan yang dimiliki. Kalau sudah sesuai, tentunya akan lebih baik kalau langsung melakukan pembayaran. Pembayaran secara online juga bisa dilakukan, bahkan melalui situs yang sama. Untuk situs cek tagihan listrik yang dikelola secara profesional, terdapat berbagai macam pilihan cara pembayaran, mulai dari transfer melalui bank atau ATM, kartu kredit, atau direct debit. Banyaknya pilihan metode pembayaran memungkinkan Anda untuk memilih metode mana yang menurut Anda paling nyaman.

Cek tagihan listrik – lifewire.com

Ada banyak alasan mengapa Anda perlu untuk membayar tagihan secara online saja, tidak perlu repot-repot berkunjung ke kantor PLN atau mitranya. Selain pembayaran bisa dilakukan secara cepat kapan saja dan dari mana saja, melakukan cek tagihan listrik dan melakukan pembayaran secara online memiliki banyak kelebihan, yaitu sebagai berikut.

  • Bisa membayar banyak tagihan

Tidak berbeda dengan kantor-kantor offline, Anda bisa mengecek dan membayar tagihan listrik untuk beberapa meteran sekaligus. Jadi, tidak hanya mengecek penggunaan listrik di rumah sendiri, kita juga bisa mengecek tagihan untuk kantor ataupun rumah keluarga. Begitu juga dalam melakukan pembayaran, satu akun yang dimiliki bisa dipakai melunasi tagihan untuk beberapa meteran, dengan catatan kita harus tahu ID pelanggan pemilik meteran yang tagihannya ingin dibayar.

  • Prosesnnya sangat mudah

Proses pengecekan dan pembayaran tagihan listrik secara online sangat mudah. Asalkan bisa menggunakan internet, kita bisa mengecek dan membayar tagihan listrik secara online, apalagi setelah membaca panduan lengkap ini.

  • Cek tagihan dengan gratis

Untuk mengecek tagihan pemakaian listrik Anda secara sebulan secara online, tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Jasa pengecekan jumlah tagihan dapat dilakukan secara gratis di beberapa situs. Jasa tersebut tentunya terasa lebih hemat, apalagi kalau Anda mempertimbangkan biaya transportasi atau bahan bakar yang dikeluarkan apabila Anda membayar di kantor offline.

  • Tidak membutuhkan kuota besar

Bagaimana dengan biaya untuk kuota internet? Tak perlu khawatir soal ini karena ternyata akses ke situs-situs online untuk sekadar mengecek atau melunasi tagihan tidak menyedot kuota besar. Situs-situs ternama seperti Traveloka telah didesain untuk mudah dan cepat diakses sehingga kuotanya cukup kecil.

  • Dapat mengecek dan melunasi tagihan dari luar negeri

Bepergian jauh seperti ke luar negeri tentunya sering dilakukan oleh orang-orang. Kalau sedang bepergian, baik dalam rangka liburan ataupun pekerjaan, tagihan listrik tetap harus perhatikan. Tentu tak ingin kalau terlewat lalu terkena denda. Inilah keunggulan melakukan pengecekan secara online, kita bisa melakukannya ketika sedang berada di luar negeri.

  • Mudah menghindari keterlambatan

Dengan fasilitas cek dan lunasi tagihan listrik PLN secara online, kita bisa dengan mudah menghindari keterlambatan pembayaran dan denda yang ditimbulkannya. Penyebabnya tentu karena kita tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk cek tagihan listrik dan melunasi pembayarannya. Kita bisa melakukannya di sela-sela kesibukan saja.

Setelah mengetahui keunggulan cek dan bayar tagihan listrik secara online, Anda jadi tertarik untuk mencobanya, bukan? Jangan lupa terapkan panduan cara cek dan bayar tagihan listrik di atas, ya.

Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 3)

Wah, udah hari terakhir aja. Menjelang pulang, perasaan di hati jadi campur aduk. Rindu anak, tapi masih pengen me-time *nun sadar nun sadar – menggoncang badan sendiri* *dilirik suami, kalau aku gak dikangenin?*.

Sejak malam hari, informasi tentang pengaturan kepulangan sudah disampaikan oleh panitia. Rombongan Palembang dan Bengkulu akan menggunakan transportasi yang sama ke bandara Adi Sucipto. Jadwal pesawat kami sama-sama di 13.40 dengan Batik Air menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Kami wajib berangkat dari hotel maksimal jam 11.40 agar tidak telat. Oke sipp, pagi abis makan juga bakal siap beres deh koper.

Hal yang sama berulang seperti pagi sebelumnya, wake-up call jam 5 pagi, lalu bergerak ke Andrawina Restaurant pada jam 6. Kelar sarapan, aku ngumpul lagi sama ‘tim meja semalam’ alias Bunda Chiechie, Bunda Uchie, dan Bunda Ismi. Ngapain? Ya ngobrol aja sih, masa ga boleh? Melihat banyak bunda lain udah ngambilin koper menuju meeting room, kami pun bubar jalan ikutan ke kamar masing-masing untuk ambil koper dan ikutan menuju meeting room setelah itu.

Serius merhatiin apa hayo – sumber : FB Bunda Diah Arini

Hari terakhir diisi dengan presentasi kegiatan sosial dari 3 tim dengan ide terbaik. Salah satu tim yang kuingat adalah tim-nya mba Ika Maya. Oh iya, kami juga dikasih icip susu SGM Ready to Drink yang merupakan inovasi terbaru dari Sarihusada. Sebelum berangkat, aku sudah nemu SGM RtD ini di Hypermart Palembang dengan harga 3.200. Ternyata memang harga pasarannya 3.100-3.500. Ada 2 rasa yang ditawarkan, yaitu strawberry dan coklat. Mahira doyan waktu dikasih yang rasa coklat, jadi SGM RtD yang dibagikan kubawa pulang aja buat oleh-oleh. *MAMAK PELIT*

Setelah presentasi kelar, kini saatnya penasbihan beberapa pemenang dan gelar untuk bunda pilihan. Tsaaaah. Yang pertama adalah untuk lomba foto. Ada 5 orang pemenang, yaitu Bunda Rini, Bunda Elly Nurul, Bunda Athiah, dan aku (Iya aku-gaya Dodit). Awalnya mah gak percaya sih, secara banyak postingan lain yang lebih berbobot. Gak nyangka pose yang kalau kata temen jalan di tahun 2013 gak berubah dari tahun ke tahun akan bawa rejeki.

Kalau dilihat lagi itu fotoku yang di layar (bukan tancep) – Sumber FB Bunda Diah Arini

Hehehe, alhamdulillah rejeki lagi dari event blogger. Makasih mba Shine yang udah motoin dan makasih panitia yang bikin aku bisa jadi mamak voucher lagi hihihi. Semoga rejeki di event dan lomba lain berlanjut *aminin dong yang kenceng, hehehe*

Selanjutnya ada juga pemenang lomba vlog, ada bunda Ismi (yeeeaaayyy) dan Bunda Desy (sayangnya dia udah balik ke Batam karena pesawat pagi). Emmm, maaf yang belum disebut *ampun kucari-cari catatan siapa yang menang tapi lupa*. Kalau bunda Ismi menang gak diragukan lagi sih, dari liat videonya juga udah yakin bakal menang dia.

Terus ada pengumuman lagi nih, 3 bunda terpilih. Ada bunda Vibrie sebagai Bunda Inspiratif, bunda Chiechie yang duduk di sebelahku sebagai Bunda Netizen, dan Bunda Annie sebagai Bunda Persahabatan. Wah, meja kami penuh berkah hari itu. Hehehe. Setelah itu diumumkan pula tim yang memiliki program terbaik.

Acara Temu Bunda 2018 Mombassador SGM Eksplor Batch 7 pun ditutup pagi itu. Kami segera keluar untuk menikmati coffe break. Mumpung nih mumpung, ‘Tim Meja Semalam’  dapat berkah terus dari semalam (Bunda Uchie yang tim outbondnya menang dan dia juga menang kuis, serta kami bertiga yang maju ke panggung hari itu), kami pun mengabadikan keberkahan tersebut dengan FOTO-FOTO dong.

Setelah itu, sebuah ajakan untuk pulang datang dari grup Mombassador Sumsel. Aku pun berpamitan. Eh, abis pamit rombongan ‘Tim Meja Semalam’ yang tujuannya sama ke Soetta semua malah duluan lewat dengan bisnya. Wah, aku pamit duluan, aku yang ditinggalkan. Hehehehe.

Akhirnya, sampai juga mobil yang membawa rombongan Bengkulu dan Palembang datang. Kami segera berangkat ke Bandara Adi Sucipto dan tentu saja mampir dulu di Bakpia Pathok 25 untuk beli oleh-oleh. Akhirnya, aku beli oleh-oleh juga. *Mamak batal pelit nak*.

Sampai di bandara, mengingat waktu masih lama, rombongan Palembang dan Bengkulu pun menyempatkan foto-foto dulu. Harap maklum ya, namanya wanita. Poseku? Jelas merusak senyum manis mereka semua. Hahahahaha.

Sempat kepikiran, kami kan bakal transit di Bandara Halim, kenapa gak rombongan yang Jakarta Timur dan sekitarnya berangkatnya dibarengin aja ya, biar pesawatnya jadi merah semua karena kami. Tapi, ah sudahlah, urusan panitia itu. Hehehe.

 

 

Tim Bengkulu & Palembang – Sumber : FB Mba Milda Ini

Setelah sampai di Halim, rombongan Bengkulu dan Palembang masih tetap bersama karena menunggu sama-sama pesawat yang akan membawa kami sampai tempat tujuan. Rombongan Palembang ternyata dipanggil duluan dan rombongan Bengkulu mengalami delay.

Ahhh, aroma cuko pempek rasanya mulai terhirup lagi saat aku melintas di atas Pulau Kemaro. Apalagi melihat pabrik pupuk yang terus beroperasi dan kilang minyak di seberangnya. *Jadi pengen nyebrang*

Sampailah saat rombongan Palembang pun harus berpisah menuju rumah masing-masing. Setelah bersalaman dan saling memohon maaf, kami pun menuju jemputan untuk kembali bersama keluarga.

***

Dari beberapa hari mengikuti kegiatan Temu Bunda 2018 sekaligus menjadi Mombassador SGM Eksplor Batch 7, aku merasa sangat bersyukur. Melalui acara ini, aku belajar banyak hal mulai dari personal branding, parenting, blogging, hingga sociopreneur. Aku juga mendapat teman baru dan jadi termotivasi untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi.

Tentunya, berkah dari kegiatan ini adalah aku jadi punya waktu ME-TIME hahaha.

Terima kasih SGM Eksplor, semoga akan ada kegiatan lain di Palembang. Nanti hubungi kami ya tim Mombassador Sumatera Selatan 😀

Cerita-cerita lainnya tentang Mombassador SGM ini bisa di baca di :

Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 2)

 

Setelah seru-seruan outbond dan berkenalan dengan teman lain 1 angkatan serta dilanjutkan welcome dinner (plus kuliah) di malam harinya, di hari kedua dari rangkaian acara Temu Bunda 2018 ini, kami dijadwalkan untuk mengikuti workshop dan kunjungan ke Pabrik SGM alias PT Sarihusada Generasi Mahardhika. Karena ada kuota orang untuk mengunjungi pabrik, kami pun dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok A&B akan kunjungan ke pabrik di pagi hari lalu dilanjut workshop di siang hari. Sementara itu, kelompok C&D akan workshop duluan.

Seluruh info terkait kegiatan akan disampaikan melalui grup whatsapp yang telah dibentuk oleh panitia. Maka, wajar saja jikalau aku setelah bangun pagi langsung cek hp biar gak ketinggalan info. Ternyata setelah olah raga manjat di grup whatsapp, aku masuk di grup B. Hasyik, ke pabriknya pagi-pagi.

Segera aku dan bunda Yuni bersiap-siap untuk sarapan. Katanya sarapan jam 6 pagi, jadi walaupun udah siap jam 6 kurang, aku masih nyempetin goler-goleran di kasur. Mumpung gak kerja dan gak harus masak pagi gitu lo….

Jam 6 teng tong, kami pun segera bergerak ke Andrawina Restaurant. Di lift, saya bertemu mba Milda (Mombassador Batch IV). Langsung kebayang, kayaknya mba Milda bakal ngasih materi juga nih seperti mba Candy semalam.

Saat sarapan pun, aku menyempatkan bersosialisasi dengan teman lain. Status berubah dulu jadi : I’m single and ready to mingle deh. Toh, minglenya sama bunda lain. Hehehe.

Kelar sarapan, aku pun bergerak menuju bis. Cuma karena aku ngikut tim yang C&D jadi muter dulu ke area workshop. Wah, gak kebagian ikutan foto-foto tim yang mau ke pabrik. Kan aku jadi gak bisa pose ajaib dan ngerusak foto orang-orang yang senyum. *Hahaha, dihajar massal nih*.

Aku kebagian di Bis 3 menuju Pabrik SGM di daerah Klaten. Jadi, kalau kita main ke Yogyakarta tepatnya di daerah Kebun Binatang Gembira Loka, kita bakal lihat ada bangunan dengan tulisan Sari Husada. Apakah ke sana? Ya bukan dong. Kan aku sudah bilang kita ke Klaten, Jawa Tengah. Sekitar 1 jam dari Yogyakarta. Di sanalah pabrik susu terbesar di Asia Pasifik berada.

Guide di bis 3 adalah mba Tarmizi. Sungguh maaf ya mba, aku lupa nama aslimu, lagian kamu kan mengenalkan juga nama aliasnya yang diakui sebagai Tarmizi. Pengennya sih kupanggil Isabela, tapi mbanya udah ngaku Tarmizi duluan. Mba Tarmizi ini guide yang seru, banyak cerita juga tentang Yogyakarta. Beneran ya jadi guide itu berat, supaya gak ngebosenin dia cerita banyak, sampai akhirnya kami juga banyak yang ngantuk-ngantuk karena terbuai suara merdunya. Supaya ngga ngantuk, kami diajak karaokean juga di bis. *Dangdut Mania Asoyyyyy*

Factory Visit ke Pabrik Susu Terbesar di Asia Pasifik

Tibalah saatnya kami memasuki kawasan Pabrik SGM. Wahhh, pemandangan hijau segar tampak di depan mata. Gambar ibu menggendong anak sebagai logo Sari Husada pun tampak. Duh jadi kangen lingkungan pabrik tempat kerja yang juga suasana hijau.

Kami sempat diajak memutari kawasan pabrik dengan bis. Kenapa ga jalan kaki? Namanya juga pabrik terbesar di Asia Pasifik, ya gempor lah kami kalau jalan kaki, hihihi. Wong pegawainya aja suka naik sepeda kok keliling kawasan pabrik. Saat berkeliling kami melihat adanya pintu masuk untuk material yang dibedakan dari pintu masuk bis kami tadi.

Foto bareng di depan pabrik – FB Bunda Diah Arini

Akhirnya, kami boleh turun juga. Ternyata jam 9 di Klaten udah panas juga ya. Tapi tetep panasan Palembang. Hahahaha. Kami pun segera foto-foto tim A&B yang pertama melakukan Factory Visit. Ternyata foto untuk 100 orang susah juga ya. Hahaha. Aku pun ingin eksis tapi udah hopeless sih pasti bakal keliatan kepala doang. Ah, kumenyesal gak pake jilbab warna pelangi biar lebih nge-jreng dan keliatan di foto. Hahaha.

Kelar foto-foto, kami pun masuk ke aula untuk mendapat pengarahan dari Ibu Anna Widia Puspitaningrum, Internal Communication Assistant dari PT Sari Husada. Sebelum mengenalkan tentang PT Sari Husada, Ibu Anna juga melakukan safety induction. Safety induction ini penting ya. Di tempatku kerja juga kalau ada acara apapun dan banyak tamu dari luar, kita akan dikenalkan dengan lingkungan pabrik, bagaimana sistem keselamatan kerja, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, dan lain-lain. Intinya, bagaimana perusahaan itu akan menjaga tamu-tamunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Safety first dong.

Nah, lanjut ke materi tentang PT Sari Husada. Jadi, Sarihusada ini dulu namanya NV Saridele. Kenapa sih bisa ada pabrik ini? Jadi, di sekitar tahun 1950-an, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki program khusus untuk menunjang kecukupan gizi (khususnya protein) nasional. Adanya program itu menjadikan NV Saridele beroperasi sejak tahun 1954. Tahun 1964, perusahaan ini mengembangkan produk dengan merek SGM yang legendaris hingga sekarang.

NV Saridele pernah juga dimiliki oleh PT Kimia Farma pada tahun 1968. Pernah jadi milik negara juga ya ternyata. Setelah itu, di tahun 1972, PT Kimia Farma dan PT Tiga Raksa melalukan joint venture sehingga, Saridele berubah nama menjadi Sarihusada. Di tahun 1998, Sarihusada beraliansi dengan Nutricia Internasional BV (Royal Numico NV) sehingga level Sarihusada pun menjadi lebih bergigi di level internasional. Ternyata, Danone Group mengakuisisi Royal Numico sehingga kini Sarihusada menjadi bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition.

Nah, tau lah ya kualitasnya Danone yang telah menjadi perusahaan nutrisi ternama di dunia, hal ini menjadi nilai lebih lagi untuk produk SGM. Danone Nutricia Early Life Nutrition didukung lebih dari 400 ilmuwan sehingga semakin mendukung kualitas produk yang diproduksi oleh Sarihusada. Produk yang dihasilkan pun memiliki standar internasional.

 

Produknya Sarihusada, SGM untuk anak doang kan ya?

 

Ihhhh, kata siapa? Sarihusada mendukung pembentukan gizi sehat dalam tahap awal kehidupan. Kalau ibu-ibu mungkin sudah banyak yang aware ya dengan kampanye 1.000 hari pertama. Jadi kampanye 1.000 hari pertama adalah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam
kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Hal ini bahkan diatur dalam Peraturan Presiden RI No 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Jadi, wajar saja, sebagai perusahaan nutrisi, Sarihusada juga ikut mendukung kegiatan kegiatan ini melalui produk-produknya.

Produk-produk dari Sarihusada ditujukan dengan berbagai fase, mulai dari untuk ibu hamil (SGM Bunda dan Lactamil), ibu menyusui (Lactamil), anak usia 1-3 tahun (SGM Eksplor 1+), anak usia 3-5 tahun (SGM Eksplor 3+), dan anak usia 5-12 tahun (SGM Eksplor 5+). Sarihusada juga menyadari bahwa ada anak-anak yang memiliki alergi susu sapi, sehingga menyediakan produk khusus seperti SGM Eksplor 1+ Soya dan PHPro.

 

Penjelasan dari mba Anna pun sudah, kini saatnya kita Factory Visit beneran.

 

Tapi ternyata, lagi-lagi ada batasan untuk factory visit. Kali ini dibagi dengan cara yang sudah foto profil mombassador duluan melakukan factory visit, sementara yang lain stay dulu di ruangan. Ternyata, akan ada pengarahan kedua. Jadi, sambil mengantri foto profil, kami mendengar pengarahan tentang Reseach & Development dari SGM. Eh, kita juga dikasih icip produk SGM Eksplor dan SGM Eksplor Buah & Sayur. Bagiku, yang gak pernah nyoba SGM Eksplor Buah & Sayur, ternyata yang buah & sayur juga enak dan manis.

Eh ada yang udah tau belum SGM mengeluarkan varian Ready to Drink, alias susu cair kemasan siap minum. Ih, enak banget nih buat bawaan anak jalan. Secara emang lagi proses menyapih Mahira, adanya SGM ini bikin aku seneng juga, jadi kalau jalan dan Mahira minta nena-nena (karena lagi mengusahakan pengurangan frekuensi pelan-pelan), aku bisa ngalihin dia dengan minum SGM RtD ini.

Aku pun dipanggil untuk foto profil, kita berfoto dengan 3 pose yang telah ditentukan layaknya foto model *ku jadi ingin daftar Puteri Indonesia*.  Padahal aku lihat ada foto profil mba Mira Utami (mombassador batch 3) yang posenya nari, aku pengen foto profil pose candi, pose macan, sama pose kungfu. Tapi yasudah lah ya, aku ikutan ketentuan foto profil, biar pose ajaib tersamarkan dan dikeluarkan di lain waktu. Hehehehe.

Akhirnya, tibalah saat kelompokku melihat pabrik. Kami diajak berkeliling dan melihat ada ruang makan, tempat nge-gym, klinik di area tersebut. Wah, jadi malu sendiri. Pabrik di perusahaan aku kerja jarang aku kunjungi, pabrik lain didatengin. *teruntuk bos-bos yang barangkali baca, yuk main ke pabrik yuk*. Eh iya, namanya juga menjunjung tinggi keselamatan kerja, kita gak boleh foto-foto di area pabrik. Kalaupun ntar ada fotoku, ya itu artinya difotoin, posenya pasti kalem ngedengerin, karena percayalah aku lagi belajar serius. *Tsaaah*

Baris dulu, coba aku di mana yang nyempil mangap – Sumber : FB Bunda Diah

 

 

Tuh kan aku serius dengerin mba KL – sumber FB Bunda Diah

Hyaaaa ngancurin foto lagi >.< – FB : Mba Esra Jevan

Aku belajar bahwa memang karakteristik produk juga menentukan bagaimana pabrik itu. Selain urusan keselamatan kerja, kebersihan, otomasi, wih keren lah. Pengolahan limbah pun dikelola dengan baik. Selain itu, CSR-nya juga jalan. Kayak misal nih, mereka membina pengrajin yang mengolah kayu palet. Terus ya, pas penyusunan kardus-kardus pun ada polanya supaya lebih efisien. Wiiiih, jadi inget pelajaran kuliah walau judulnya aja *dikeplak lagi sama buku setebel bantal*

Kenapa sih produk SGM harganya terjangkau?

 

Selain karena diproduksi di lokal (pasti biaya distribusi akan lebih murah), produk SGM ini juga diproduksi secara massal. Trus kualitas gimana? Tak perlu ragu, mengingat Sarihusada kini berada di bawah bendera Danone, secara mutu dan kualitas pasti sudah mengikuti standar internasional Danone. Bukan berarti yang dulu gak bagus ya waktu belum di bawah Danone. Banyak dari teman-teman seusia kita juga hasil produk SGM kan ya, masih sehat? Masih kan ya. Dari dulu prosedur dalam proses pembuatan susu SGM tetap terjaga dengan ketat kok.

 

Sesi Foto Angkatan

Horeeee, tiba saatnya makan siang. Kali ini makan siangnya di bis menuju Rama Shinta Restaurant lagi. Loh kok ke sana lagi? Iya, kan kemarin belum jadi foto angkatan tuh, nah jadinya hari kedua ini kami akan foto angkatan. Makan siang kali ini disponsori oleh GUDEG YU DJUM. Oh krecek kucinta, akhirnya aku bertemu denganmu juga.

Aku jadi ingat foto angkatan jaman SMA deh. Sebanyak 296 supaya rapi foto angkatannya harus diatur banget bahkan tinggi rendahnya. Kali ini bedanya 196 orang. Wah, perlu pengaturan khusus nih sepertinya. Mengingat di sesi foto waktu factory visit kayaknya kalau di tengah tanpa jilbab mencolok bakal gak keliatan, aku pilih ke barisan belakang aja deh. Alhasil malah barisan terbelakang foto-fotoan seru. Sebuah pikiran kenapa di belakang, paling engga, tangan doang udah ikut ambil bagian kalau aku pose pucuk candi. Alhamdulillah ternyata mukaku masih keliatan juga. Huehehehehe. Coba tebak aku yang mana…

Sesi Workshop

Setelah kelar foto angkatan, beneran dong langit Prambanan mendung lagi terus hujan. Di perjalanan kembali ke hotel pun hujan mulai turun menemani kami. Sampai di hotel, kami diarahkan ke area workshop. Ada 2 workshop yaitu tentang produk SGM dan workshop Sosial Movement dari Mombassador Batch sebelumnya. Kelompok B, masuk ke ruang workshop dari Mombassador terlebih dahulu. Sudah ada Mba Milda Ini dan Teh Efiy Sukaesih di depan. Workshop dipandu oleh mas Agustinus Gibran.

Workshop dari Mba Milda membahas tentang Memanfaatkan Media Digital dalam Menjalankan Peran sebagai Mombassador SGM Eksplor. Mba Milda ini termasuk penggerak Blogger Bengkulu jadi menjelaskan pengalamannya sebagai blogger, mulai dari mana proses pencarian ide sampai tips-tips di dunia blogging.

Teh Efiy menceritakan pengalamannya Mendirikan Gerakan Sosial yang Berkelanjutan. Gerakan Sosial yang dilakukan oleh Teh Efiy ini adalah mendirikan Rumah Baca agar anak-anak bisa bermain sambil belajar. Banyak juga proyek lainnya yang dilakukan oleh Teh Efiy.

Semoga apa yang sedang dilakukan kedua mombassador ini selalu dilancarkan dan tentunya bikin aku juga semangat untuk berkarya dulu. Sekarang lewat blog, beberapa komunitas, sama di kantor dulu ya, sambil nyari yang lain. Ahey. Di akhir sesi workshop ini, ada kelompok kecil lagi sebanyak 5 kelompok, yang diminta untuk membuat gerakan sosial. Nantinya akan ada yang presentasi.

Setelah coffee break, kelompok B masuk ke workshop lainnya. Sudah ada mba Talitha yang siap menjelaskan tentang Sarihusada dan produk SGM. Selain itu ada juga pemateri tentang inovasi produk SGM, termasuk yang Ready to Drink tadi. Di sesi kali ini, kami diingatkan lagi pentingnya pemberian nutrisi untuk anak. Eh iya, aku udah bilang kan ya kalau SGM udah ada sejak lama dan bisa jadi kamu (iyaaa kamuuu – ala Dodit Mulyanto) juga dulu minum susu SGM.

 

Kenapa sih kebutuhan nutrisi anak penting?

Selain mengikuti peraturan presiden untuk mendukung 1.000 hari pertama, kecukupan nutrisi anak juga bisa menjadikan anak lebih maju dan sukses di masa depan. Ya iya dong, siapa sih gak mau anaknya pintar? Nah, selain pintar/kreatif, ciri anak maju juga supel dan mandiri. Di sesi workshop ini juga kami belajar tentang alergi dan infeksi. Banyak pelajaran tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak yang disampaikan. Nutrisi yang cukup untuk anak juga akan menjadikan anak tumbuh kembangnya baik.

 

Kalau tumbuh kembang baik itu gimana?

Daya pikirnya terasah, pertumbuhan fisik baik, pencernaannya sehat, serta memiliki daya tahan tubuh yang baik juga. Ini reminder juga buat aku, coba untuk mengukur nutrisi yang selama ini aku berikan untuk keluarga, sudah cukup kah atau kurang?

Workshop yang cukup berat akhirnya selesai juga sekitar pukul 17.00. Kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap mengikuti acara Gala Dinner pukul 18.30 nanti.

Kelar siap-siap pakai baju dengan dresscode warna merah. Wih, ternyata di depan area gala dinner sudah ramai bunda lain dan udah berpose semua. Wah, kalah cepet nih urusan foto. Hehehehe. Mengingat banyaknya orang di angkatan ini, kita harus siap antri untuk foto-foto. Pengen pose aneh kalau ada yang kelompok lagi foto tapi aku takut…*dikeplak berjamaah*. Yaudah deh, aku nyicip makanan dulu aja. Sembari nyicip makanan aku melihat barisan panitia dan beberapa mombassador di batch sebelumnya (yang sudah sharing pengalaman) memakai batik dengan nuansa merah dan hitam. Wah, seragaman nih, pikirku.

Gala Dinner & Malam Inagurasi Mombassador Batch VII

Lagu Yogyakarta yang mengalun merdu dengan iringan band menjadi pembuka acara malam itu. Duh, Yogyakarta berhati nyam-nyam eh salah nyaman deh, jadi pengen ditendang terus ndeplok di Yogyakarta aja. *kode nih kode siapa tau dipindahin ke Yogya*.

Acara Gala Dinner dipandu oleh Mas Novan dan Mba Tako. Wah, duet yang seru dan menarik nih. Banyak guyonan-guyonan dan celotehan yang diucapkan mereka berdua dan bikin aku ketawa-ketawa. Acara dimulai dengan dengan sharing dari dari dua mombassador di batch sebelumnya, ada  mba Yuliana yang punya usaha konveksi dan Griya Waluh (oleh-oleh yang diolah dari labu kuning) serta mba Lia Olivia Adeline yang punya bisnis craft. Sharing dari keduanya lagi-lagi membangkitkan semangat untuk terus belajar dan berkarya lagi.

Setelah sharing pengalaman, kesemua mombassador berprestasi ini mendapat apresiasi dari pihak SGM sebagai Bunda Berprestasi. Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi pemenang outbond, ternyata kelompok WOW yang menang. Mba Uchie, yang duduk di mejaku ternyata anggota di kelompok tersebut dan maju bersama kelompoknya.

Mba Tako dan Mas Novan pun memandu kuis. Kuis kali ini seru, nebak makanan Indonesia berdasar kata-kata yang sudah di google translate, contoh : Tell O Go Dog, silahkan tebak itu apa… Di sesi kuis, lagi-lagi mba Uchie dapat kesempatan untuk ikut. Hahaha, seru sih dia, disuruh angkat tangan satu malah angkat dua tangan agak berdiri. Wih, semua mata tertuju padanya, khususnya mata mba Tako sih. Memanaskan suasana, ada sesi kuis lainnya yaitu Berpacu dalam Melodi. Wih, seru juga ini. Setelah diseleksi 5 orang, ada peserta yang kami kenal dengan panggilan Mamih juga yang di mejaku dan jadi peserta kuis dan bikin ketawa-ketawa mulu.

Menutup acara, kami diundang untuk satu per satu maju ke atas panggung untuk menerima batik yang menjadi seragam resmi Mombassador sekaligus proses pengukuhan kami menjadi Mombassador SGM. Batik diserahkan oleh mba Naomi Jammaro. Selesai penyerahan batik tak lain dan tak bukan tentu saja kita FOTO BARENG DONG!

Kelar foto bareng, diingatkan lagi kalau besok ada 3 kelompok yang akan mempresentasikan kegiatan sosialnya di esok hari. Acarapun selesai dan kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing.

Ini karena kebiasaan tidur cepet bareng bocah ya, jam 10-an rasanya udah pengen nempel kasur. Aku pun bergegas ke kamar. Udah gak sanggup foto-foto lagi. Kalaupun foto gak bisa pose mangap bahagia kayaknya, bakal mangap nguap-nguap.

Sampai di kamar, kita dikasih kejutan lagi dong! Ada oleh-oleh dari Griya Waluh berupa brownies, keripik tempe, dan selai dari waluh alias labu pumpkin. Wiiiih, baik banget dapat oleh-oleh gini. Bikin aku males beli oleh-oleh lagi. *ceritanya sok hemat*

Tapi kebiasaan ya, udah nempel kasur nguap-nguap gak bisa tidur. Nonton I Can See Your Voice lagi sampai abis juga masih bikin melek. Yaudah beberes aja barang-barang biar besok tinggal masukin baju kotor.

Mba Yuni, teman sekamar datang dan ngabarin kalau bunda lain ada yang jalan ke Malioboro, duh ku tak sanggup deh ganti baju lagi. Mba Ismi juga nge-WA dan dengan jujur kubilang ku MAGER keluar kasur. Maafkaaan. Abis bales WA itu rasanya aku langsung nyoba merem dan gak bangun-bangun lagi sampai besok paginya.

Cerita-cerita lainnya tentang Mombassador SGM ini bisa di baca di :

Belajar Seru Bareng Mombassador Batch 7 di Acara Temu Bunda 2018 (Day 1)

Hujan deras mulai membasahi kota Palembang sejak pukul 3 pagi. Sejak saat itu pula aku gak bisa tidur lagi. Ceritanya sih, deg-degan karena bakal berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti acara Temu Bunda Mombassador SGM Eksplor 2018.

Rombongan dari Sumatera Selatan dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat Express Air di jam 08.20. Menurutku, ada keuntungannya juga ya di Palembang banyak flight langsung (bahkan ada yang pagi) menuju Yogyakarta. Ninggalin anak pun jadi pas waktunya, sesuai gitu gak nambah hari. Ntar kelamaan diprotes pak suami. *dicubit gemes*

Saat ngecek grup whatsapp Mombass Sumsel, aku lihat cerita Bunda Wensi kalau perjalanan dari Pagar Alamnya bermasalah. Ban mobilnya bocor dan harus nunggu lagi. Khawatir juga rasanya, takut gak sampai bandara tepat pada waktunya.

Pesawat jam 8, artinya harus udah check in paling engga jam 7, biar bisa santai dan jajan Chatime *eh*. Khawatir macet karena hujan dan anak berangkat sekolah, aku mutusin berangkat jam 6 pagi dengan taxi Blue Bird idolaku. Mumpung ada voucher gitu loh. Maklum Acher alias Anak Voucher. Ahahaha.

Baca juga : Bebas Deg-Degan dengan Advanced Booking My Blue Bird

Sebuah pesan di whatsapp grup masuk, dari Bunda Yuni yang mengabarkan kalau ia sudah sampai bandara. Oke, siap, bentar lagi sampai juga. Segera setelah sampai bandara, aku nyamperin Bunda Yuni, kenalan sebentar lalu nitipin koper karena…..kebelet pipis.

Setelah itu, ada Bunda Anggun, kenalan lagi, dan yes kita check in bertiga. Mau check-in Bunda Wensi, tapi belum ada KTP dia. Semua sudah pakai merah-merah, aku tapi masih merah dikit, merah-malu-malu gitu. Malu-maluinnya ntar aja.

Sambil nunggu, aku baca-baca status dan menemukan Bunda Shine Fikri pasang status mencurigakan. Intinya dia mau pergi hari itu. Langsung deh nanya,

“Ikutan mombass juga? Dari mana?”
“Iya, dari Palembang. Mba juga?”

Jadi emang selama ini di Komunitas Blogger Palembang atau Kompasianer Palembang, aku kenalnya nama Shine Fikri dan manggilnya pun mba Shine mba Shine terus. Lupa nama aslinya dan di tiket yang didapat ada nama asli dia. Dicari-cari di FB gak nemu dan ketemulah hari itu.

Ada tanda-tanda delay, akhirnya kami coba mencoba men-check-in-kan Bunda Wensi. Tapi yang ditunggu tak datang juga sampai saatnya boarding. Pesawat Express Air Palembang-Yogya ini terusan dari Bandung, jadi rutenya Bandung-Palembang-Yogyakarta. Entah kenapa mau ke arah timur, tapi transit di barat dulu. Jadi rombongan dari Palembang agak disuruh cepet-cepet pas udah boarding. Karena gak enak hati ninggalin Bunda Wensi, kami semua minta maaf di grup. Beruntung, pihak panitia SGM nantinya tetap mengusahakan Bunda Wensi ikutan acara ini.

 

Yuhuuuuuuu, walau delay, walau muter-muter di atas karena Bandara Adi Sucipto Yogyakarta penuh, akhirnya sampai juga di Yogya lagi. Langsung di kuping berasa ngedengerin lagu Jogja Istimewa-nya Jogja Hip Hop Foundation.

Foto-foto? Ya namanya wanita, tak foto tak puas, tak makan lapar. Kami berfoto juga selagi bisa.

Kelar urusan bagasi, ternyata sudah ada tim dari Mombassador ini yang menjemput. Langsung deh, kami berempat ‘diculik‘. Untungnya yang diculik cuma koper buat dibawa ke hotel. Sementara kaminya sendiri diantarkan menuju Rama Shinta Garden Restaurant yang berada di komplek Candi Prambanan. Oh iya, kalau lihat postingan blogger lain di batch sebelumnya, selalu ada foto-foto mereka (seangkatan gitu) dengan latar Candi Prambanan. Jadi, rencananya di sini kita akan foto angkatan. Selain foto angkatan juga ada foto profil setiap peserta, sayangnya udah tutup juga dan foto profil dilanjut besok.

Registrasi ulang pun dilakukan, kami mendapat 2 buah kaos dan goodie bag yang berisi buku dan pena.

Langsung ganti baju ya mba

Olrait beibeh, langsung ganti baju dan di situ saya kenalan sama Bunda Fenty dari Semarang. Kelar ganti, rombongan dari Jakarta (baik yang via Soetta maupun Halim), Bandung, Batam, Bengkulu, Jambi, Lampung, Semarang, dan banyak lagi ternyata sudah banyak yang menikmati makan siang prasmanan yang menunya wuenaaaak tenaaaan. Kurindu mendoan dan menemukannya kembali. Yang sudah makan siang pun banyak yang memanfaatkan waktu dengan melakukan foto, latar Candi Prambanannya kece gitu.

Kelar makan, aku langsung nyamperin Bunda Ismi, temen di grup whatsapp Birth Club June 2016. Kebanyakan member di grup itu ada di Jabodetabek, jadi aku baru kali ini ketemu sama Bunda Ismi. Biasa mah, ribut di grup WA berfaedah yang tidak berhenti jastip ini. Foto-foto pake HPnya yang ternyata kamera depannya oke banget, berasa jadi anak 15 tahun lagi yang cling alus gitu. Hahaha. Terus lanjut foto sendiri dengan gaya yang gak bisa senyum manis kalem paripurna adiguna. Yaudahlah ya harap maklum, si inun, biasa emang gitu mukanya kalau difoto secara sadar.

Ayoooo, ke lapangan

Sebuah seruan datang dan ramai-ramai rombongan berkaos Temu Bunda bergerak menuju lapangan yang berada di sebelah Resto Rama Shinta. Kami disambut mas-mas muda yang seru dan mba-mba muda yang juga ikutan goyang-goyang mengikuti irama sambil menyemangati para bunda.

Wah mau ngapain ya? Senam massal apa ya? Atau demo masak?

Hoho, ternyata kita mau outbond. Pertama kita akan diminta membuat lingkaran besar yang ternyata besar banget, lha iya wong hampir 200 orang. Terus macem-macem games dimainkan agar kita membentuk kelompok mulai 2 orang sampai 16 orang di akhir. Di saat games tersebut, kita bisa kenalan dengan teman-teman lainnya. Saya sempat kenalan sama Mba Ria Andhika, blogger juga yang selama ini udah follow-followan di IG ada juga temen-temen lainnya yang berasal dari macem-macem daerah.

Udah kelar ngegames, joged sana, pose segala rupa. Kelompok pun dibuat. 1 kelompok terdiri dari 16 orang. Kita diajak bermain untuk mengenal tentang kebutuhan nutrisi anak sekaligus menjalin kerjasama. Permainannya antara lain :

  • Memasukkan bola sesuai warna ke karpet yang berkantong. Jadi bola-bola itu menunjukkan kondisi anak. Kita diminta untuk memasukkan sesuai dengan susu SGM Eksplor yang disarankan. Susah? Iya, karpetnya ada yang bolong, terus bolanya masuk ke yang bolong dan harus diulang. Kerja sama juga diperlukan karena beberapa salah masuk lubang.

  • Roulette Nutrisi Anak. Ada karpet dengan gambar Kecerdasan, Tumbuh Kembang, Pencernaan, dan Daya Tahan Tubuh. Setiap kelompok harus melewati karpet tersebut, tapi dengan syarat bisa menebak tulisan yang di roulette terkait dengan gambar apa. Misal nih, yang di roulette terpilih DHA dan kita memilih Kecerdasan, maka kita berhak maju. Kalau kita nebaknya Pencernaan, ya ga bisa maju. Susah-susah gampang nih, karena banyak dari kami yang kurang familiar dengan yang tertulis di roulette, misal AAE, atau suka kebolak-balik misal Zinc seingetnya buat pencernaan ternyata buat daya tahan tubuh.
  • Sepeda Keseimbangan. Setiap tim harus menyebrangkan sepeda sesuai lintasan. Tapi bukan dengan menaikinya, namun dengan memegang tali yang dikaitkan di sepeda tersebut. Berat banget ini sepeda lipat. Yang dihitung adalah waktu tercepat dan tentu saja, kerja sama itu penting.

  • Permainan terakhir adalah mencari jalan menuju finish namun hanya boleh bergerak maju-mundur-kiri-kanan. Nah, ada batasannya lagi tuh, kita harus memilih kotak dengan indikator yang benar untuk anak alergi susu sapi. Mumet lagi deh. Hahaha. Karena anak gak alergi, ilmuku cetek banget. Syukurnya dapat bantuan dari bunda lainnya.

 

Dari ikutan permainan ini, kerasa banget bahwa kerja sama itu penting dan dapat kenalan baru lagi. Susah pasti nginget 196 orang sekaligus, jadi pelan-pelan mulai mengingan Tim yang ngakunya Macan alias Mama Cantik dan suka ngaum-ngaum. Hehehe. Aku jadi punya ide baru nih buat bikin games seru untuk gathering atau ningkatin kerja sama tim dan mengenal produk di tempat kerja. Oh iya, terakhir kita juga diminta menuliskan harapan di piramida secara berkelompok.

Kelar outbound kita istirahat lagi di Rama Shinta Garden Resto. Mendung menggelayuti daerah Prambanan dan tak lama kemudian hujan mulai datang dengan derasnya. Sambil bersantai, kami mulai dikenalkan dengan program Mombassador SGM. Acara dipandu oleh Mas Novan, seru dan santai pembawaannya. Mas Novan lalu mengenalkan tim dari SGM Eksplor, ada Mba Naomi Jammaro dan mba Talitha Andini Prameswari.

 

Tim SGM Eksplor mulai mengenalkan tentang program Mombassador SGM sebagai komunitas bunda-bunda SGM Eksplor yang terpilih untuk mengikuti pelatihan dan edukasi bersama-sama untuk menjadi Bunda Generasi Maju. Kita juga diberitahu tentang peranan kami sebagai Mombassador SGM, apa yang akan dilakukan selama acara temu bunda, serta hak dan kewajiban, serta adanya lomba-lomba selama acara seperti lomba vlog dan foto. Hasyiiikk. Sayang, karena hari hujan kami gak bisa foto angkatan di hari pertama.

Hujan semakin deras, waktu pun semakin bergerak mendekati sore hari. Kami lalu diarahkan untuk menuju bis untuk segera ke hotel dan bersiap-siap karena malam pertama ini *ceilah malam pertama* akan ada Welcome Dinner bersama. Asyiiik, makan *mode laper terus*. Sayangnya, ternyata proses check in di hotel yang dilakukan panitia belum selesai, jadi kami diarahkan untuk mampir dulu di Pabrik Kaos Jethe Jogja. Di Pabrik Kaos Jethe Jogja, kami bisa melihat proses pembuatan kaos oblong yang dijual di sekitaran Malioboro. Aku hilang fokus sebenernya, karena berujung pengen beli cilok yang di depan pabrik kaos, bukan kaosnya. Hahahaha.

 

Akhirnya, kesempatan belanja pun selesai dan rombongan bis bergerak menuju hotel. Ternyata, hotel tempat kita menginap adalah Hotel Alana Yogyakarta. Huwoooo, hotel bintang 4 yang cukup baru di Yogyakarta. Review Hotel Alana Yogyakarta bisa dibaca di sini.

Aku deg-degan bakal dapat temen sekamar siapa ya? Ternyata…..dapat teman sekamar yang sama-sama dari Palembang, yaitu Bunda Yuni. Hehehe. Bunda Yuni ternyata belum nemu kopernya, sementara koperku udah rapi sampai dengan selamat di kamar. Cek ke kasur, eh, dapat coklat, kartu sambutan dari SGM, dan bunga mawar merah. Urusan bunga dan coklat nih, rasanya bunda lain sama bapernya deh, soalnya jarang dikasih coklat sama suami. Hei, you para suami, SGM aja ngasih kita coklat sama bunga, kok you engga?

Yang penting transferan dan uang jajan lancar ya……

Kelar siap-siap, santai-santai, sholat magrib. Kami bergerak ke area tempat dinner. Sambil santai chit chat dengan teman lain, para bunda dipersilahkan menikmati makan malam dengan santai. Lalu tibalah saatnya…..KULIAH MALAM!

Hah, kuliah malam?

Hehehe, sebenarnya ini kelas edukasi untuk para bunda dengan bahasan Personal Branding. Karena materinya dilakukan malam-malam dan rasanya yang menyampaikan seperti dosen, jadi kubilang ini kuliah malam. Eh, tapi ini kuliahnya santai banget dan materinya asyik.

Kuliah Malam dimulai dengan Ibu Ninda Nindiani, MA, seorang trainer public speaking. Materi yang disampaikan adalah Personal Branding. Personal Branding ini penting banget buat semua orang. Tapi di era sosial media kadang kita sering ‘khilaf’ dan lupa akan adanya etiket dan etika. Ini menjadi reminder buat kita untuk selalu berpikir dan berperilaku positif. Sebuah mantra yang diajak untuk diucapkan bersama-sama oleh Ibu Ninda adalah Perempuan Hebat, Perempuan Bahagia, Bermanfaat, dan Luar Biasa.YES!!!!

Kuliah Malam lanjutan disampaikan oleh Mba Kandiana (Candy Belani), mombassador SGM batch III. Mba Candy menyampaikan materi tentang Bunda yang Baerkarakter Baik dan Dicintai. Mba Candy menjelaskan bagaimana cara Bunda Generasi Maju harus berkarakter baik. Mba Candy ini punya komunitas Omah Parenting di Yogyakarta. Tentunya, untuk membentuk komunitas dan kegiatan seperti ini akan banyak hambatan dan tantangan yang dilalui. Mba Candy pun memberi tips bagaimana cara-cara untuk menghadapinya. Mombassador SGM Eksplor juga memiliki peranan dalam membentuk citra diri positif seperti adanya lingkungan pertemanan yang positif, ilmu yang bermanfaat, memperkaya pengalaman dan nilai diri, serta adanya kepercayaan masyarakat. Jadi bangga dan seneng nih bisa gabung sama Mombassador SGM.

Selesai kuliah malam dari Mba Candy, kami dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Karena jadwal esok hari juga padat. Untuk cerita lainnya tentang acara Temu Bunda 2018 dan Mombassador SGM Eksplor, bisa dibaca di:

  • tentang Mombassador SGM bisa dibaca di sini
    • day 2 acara Temu Bunda 2018 bisa dibaca di sini
      • day 3 acara Temu Bunda 2018 bisa dibaca di sini